Hari, tanggal : Selasa, 03 Februari 2026
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi ananda sholeh sholehah kelas 2.A.
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan siap belajar kembali. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menuntut ilmu. Aamiin 🤲 Sebelum kita memulai kegiatan belajar hari ini, marilah kita membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu, ya ananda sholeh sholehah 😊
Baik, pada pembelajaran sebelumnya kita telah belajar tentang fabel, mengenal tanda koma, kata sifat, kata benda dan antonim sinonim. Nah pada pembelajaran hari ini akan melaskanakan sumatif harian bahasa Indoensia serta mengerjakan latihan tentang pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikan penjelasan dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat belajar.
Semangat belajar ananda sholeh dan sholehah! 🌟
📌 Metode dan Media ajar
- Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
- Media ajar : Video pembelajaran, LKPD
📌 Capaian Pembelajaran (CP):
- Murid mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan.
- Murid menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100. Murid dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
📌 Tujuan Pembelajaran (TP)
- Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
- Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
- Murid dapat mengenal konsep “bagian dari keseluruhan” menggunakan benda konkret.
- Murid dapat membagi satu benda menjadi 2 bagian sama besar dan mengenal konsep ½ (setengah).
- Murid dapat membagi satu benda menjadi 4 bagian sama besar dan mengenal konsep ¼ (seperempat).
- Murid 1. Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
- Murid dapat mengidentifikasi maksud, tujuan, atau pesan dari tuturan yang didengar.
- Murid dapat menyampaikan kembali isi percakapan atau cerita pendek yang didengar dengan kata-kata sendiri.
- Murid dapat membedakan perasaan atau sikap tokoh dalam cerita yang didengarkan.
✨ Contoh Kata Benda:
- Orang: ibu, ayah, guru, teman
- Hewan: kucing, ayam, ikan
- Benda: buku, pensil, tas
- Tempat: sekolah, rumah, taman
📝 Contoh Kalimat:
- Ani membaca buku.
- Kucing itu tidur di kursi.
- Ayah pergi ke kantor.
Apa itu Kata Sifat?
Kata sifat adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan keadaan atau sifat kata benda.
✨ Contoh Kata Sifat:
- besar
- kecil
- rajin
- cantik
- bersih
- pintar
📌 Contoh antonim:
- besar ↔ kecil
- panjang ↔ pendek
- rajin ↔ malas
- cepat ↔ lambat
- siang ↔ malam
📌 Contoh antonim:
- besar ↔ kecil
- panjang ↔ pendek
- rajin ↔ malas
- cepat ↔ lambat
- siang ↔ malam
Pengertian Sinonim
Sinonim adalah kata yang maknanya sama atau hampir sama.
📌 Contoh sinonim:
- senang = gembira
- pintar = cerdas
- sedih = murung
- cantik = indah
- marah = kesal
📌 Contoh sinonim:
- senang = gembira
- pintar = cerdas
- sedih = murung
- cantik = indah
- marah = kesal
📌 Materi Matematika :
Pecahan adalah bilangan yang menyatakan sebagian dari satu benda utuh.
Suatu benda disebut utuh jika:
- Belum dipotong
- Belum dibagi
- Masih lengkap
Jika benda utuh dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar, maka setiap bagian tersebut disebut pecahan.
Bagian-bagian Pecahan
Pecahan terdiri dari:
- Angka atas → menunjukkan jumlah bagian yang diambil
- Angka bawah → menunjukkan jumlah bagian keseluruhan
Contoh :
¼ dibaca seperempat
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar
(Penjelasan disampaikan secara lisan dan sederhana tanpa istilah “pembilang–penyebut”)
Jenis Pecahan Sederhana
1. Pecahan Setengah (½)
Artinya: satu bagian dari dua bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
- Kue dipotong menjadi 2 bagian
- Roti dibagi dua
- Semangka dibelah dua
Pecahan Sepertiga (⅓)
Artinya: satu bagian dari tiga bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
- Kue dibagi menjadi 3 potong
- Jeruk dibagi untuk 3 anak
Pecahan Seperempat (¼)
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar.
Contoh sehari-hari:
- Pizza dipotong 4 bagian
- Cokelat dibagi menjadi 4 potong
Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Cerita 1
Ibu memotong sebuah kue menjadi 2 bagian sama besar.
Ani memakan 1 bagian.
👉 Bagian kue yang dimakan Ani adalah ½ (setengah).
Contoh Cerita 2
Sebuah pizza dibagi menjadi 4 bagian sama besar.
Budi memakan 1 bagian.
👉 Bagian pizza yang dimakan Budi adalah ¼ (seperempat).
Contoh Cerita 3
Sebuah semangka dibagi menjadi 3 bagian sama besar.
Kakak mengambil 1 bagian.
👉 Bagian semangka yang diambil kakak adalah ⅓ (sepertiga)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar