Selasa, 01 September 2026 - 2.C - Matematika

Minggu, 30 Agustus 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test


1. 40 + 6 = _____
2. 70 + 8 = _____
3. 50 + 3 = ______
4. 90 + 9 = ______
5. Bilangan 64 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
6. Bilangan 37 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
7. Bilangan yang terdiri dari 8 puluhan dan 5 satuan adalah ______.
8. Bilangan yang terdiri dari 2 puluhan dan 9 satuan adalah ______.
9. 76 = ______ + ______
10. 48 = ______ + ______

Soal Cerita

1. Siti memiliki 4 kantong berisi puluhan dan 3 buah kelereng satuan. Jika setiap kantong puluhan bernilai 10, bilangan yang terbentuk adalah ______.

2. Di kelas terdapat 65 buku. Bilangan 65 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.

3. Ayah membeli 7 ikat pensil. Setiap ikat berisi 10 pensil dan ada tambahan 4 pensil. Jumlah pensil seluruhnya adalah ______.

4. Bilangan 82 dapat diuraikan menjadi ______ + ______.

5. Rani memiliki angka yang terdiri dari 9 puluhan dan 6 satuan. Bilangan Rani adalah ______.



Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

Selasa, 01 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Kalimat dengan kombinasi S-P-O

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
emahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
  2. Menemukan informasi penting dari percakapan yang didengarkan.
  3. Mengenal pengertian Subjek, Predikat, dan Objek.
  4. Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana.
  5. Menyusun kalimat dengan kombinasi S-P-O dengan tepat.
  6. Membuat kalimat sederhana berdasarkan kegiatan sehari-hari.

 

📌 MATERI: KALIMAT S-P-O

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, permainan kartu kata, membaca percakapan, dan latihan menyusun kalimat.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata S-P-O, gambar kegiatan sehari-hari, teks percakapan, video pembelajaran, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan berbagai benda di sekitar kita. Semua ciptaan Allah dapat kita gunakan untuk belajar dan melakukan kegiatan sehari-hari. Hari ini kita akan belajar Bahasa Indonesia tentang kombinasi kalimat dengan pola S-P-O.

 

 

 

A. Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

  • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
  • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
  • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

Jadi:

Ibu | memasak | nasi.
  S   |        P         |  O

 

B. Mengenal S-P-O

1. Subjek (S)
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

Contoh:

  • Ayah
  • Ibu
  • Rani
  • Kakak

2. Predikat (P)
Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • membawa
  • membeli
  • mencuci

3. Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

Contoh:

  • buku
  • pensil
  • makanan
  • baju
  • bola

 

C. Contoh Kalimat S-P-O

  1. Rani membaca buku.
    S = Rani
    P = membaca
    O = buku
  2. Ayah mencuci mobil.
    S = Ayah
    P = mencuci
    O = mobil
  3. Ibu membeli sayur.
    S = Ibu
    P = membeli
    O = sayur
  4. Kakak membawa tas.
    S = Kakak
    P = membawa
    O = tas.

 

💬 D. Percakapan Sederhana

Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
Rani: “Aku membaca buku.”
Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
Rani: “Aku membaca buku cerita.”

 

Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

Aku | membaca | buku cerita.
       |                        O

 

 

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Kalimat yang memiliki pola S-P-O adalah ....
    a. Adik tidur.
    b. Ibu memasak nasi.
    c. Bunga itu indah.
  2. Pada kalimat “Rani membaca buku”, yang menjadi Subjek adalah ....
    a. membaca
    b. buku
    c. Rani
  3. Pada kalimat “Ayah mencuci mobil”, yang menjadi Predikat adalah ....
    a. Ayah
    b. mencuci
    c. mobil
  4. Pada kalimat “Kakak membawa tas”, yang menjadi Objek adalah ....
    a. Kakak
    b. membawa
    c. tas
  5. Susunan kalimat S-P-O yang tepat adalah ....
    a. Buku membaca Rani.
    b. Rani buku membaca.
    c. Rani membaca buku.

B. Isian

  1. S dalam pola S-P-O berarti __________.
  2. P dalam pola S-P-O berarti __________.
  3. O dalam pola S-P-O berarti __________.
  4. Tentukan S, P, dan O pada kalimat berikut!

Ibu membeli sayur.

S = __________
P = __________
O = __________

  1. Susunlah kata berikut menjadi kalimat yang benar!

bola – bermain – Beni

Jawab: ______________________________

Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Senin, 31 Agustus 2026 - 2.C - Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Warna Sekunder

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna pada benda dan karya seni di sekitarnya serta menyebutkan warna primer dengan tepat.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan warna primer dengan kehidupan sehari-hari dan keindahan ciptaan Allah, seperti warna bunga, buah, langit, dan benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar mengenal warna primer melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampur warna sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal warna primer dan warna sekunder.
  3. Menyebutkan tiga warna primer.
  4. Menyebutkan tiga warna sekunder.
  5. Menjelaskan pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder.
  6. Mempraktikkan pencampuran warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.
  7. Membuat karya sederhana menggunakan warna sekunder.

 

📌 MATERI: Warna Sekunder

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda di lingkungan sekitar

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah. 🌈

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah. 

  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna di sekitar kita serta mengenal warna sekunder.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. 

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 



1. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan jumlah yang seimbang.

2. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

3. Macam-Macam Warna Sekunder

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
🔴 Merah + 🟡 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟡 Kuning + 🔵 Biru🟢 Hijau
🔴 Merah + 🔵 Biru🟣 Ungu

4. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🟠 Jingga dapat kita lihat pada warna jeruk dan wortel.
🟢 Hijau dapat kita lihat pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat kita lihat pada bunga tertentu, seperti bunga violet.


Warna sekunder terdiri dari jingga, hijau, dan ungu. Warna sekunder diperoleh dengan mencampurkan dua warna primer.

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Ø Eksperimen/Demontrasi

A. Asesmen Formatif (Pilihan Ganda)

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari ....
    a. satu warna saja
    b. pencampuran dua warna primer
    c. warna hitam dan putih
  2. Merah dicampur kuning akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. ungu
    c. jingga
  3. Kuning dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. jingga
    c. ungu
  4. Merah dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. jingga
    b. ungu
    c. hijau
  5. Berikut yang termasuk warna sekunder adalah ....
    a. merah, kuning, biru
    b. jingga, hijau, ungu
    c. hitam, putih, abu-abu

B. Isian Singkat

  1. Tiga warna primer adalah ..., ..., dan ....
  2. Warna merah + kuning menghasilkan warna ....
  3. Warna kuning + biru menghasilkan warna ....
  4. Warna merah + biru menghasilkan warna ....
  5. Sebutkan tiga warna sekunder!
    Jawab: ..., ..., dan ....

Ø Kunci Jawaban/uraian:

Pilihan Ganda:

  1. b. pencampuran dua warna primer
  2. c. jingga
  3. a. hijau
  4. b. ungu
  5. b. jingga, hijau, ungu

Isian:
6. Merah, kuning, dan biru.
7. Jingga/oranye.
8. Hijau.
9. Ungu.
10. Jingga/oranye, hijau, dan ungu.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 Kesimpulan

Hari ini kita belajar tentang warna primer dan warna sekunder. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru. Jika dua warna primer dicampurkan, akan menghasilkan warna sekunder:

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Berbagai warna yang indah merupakan bukti kebesaran Allah Swt. sebagai Al-Khaliq, Maha Pencipta.

Refleksi

😊 Saya sudah memahami warna sekunder.
🙂 Saya cukup memahami, tetapi masih perlu berlatih.
😟 Saya masih membutuhkan bimbingan.

Sebagian besar peserta didik memahami pencampuran warna primer menjadi warna sekunder. Peserta didik yang masih kesulitan akan diberikan bimbingan dan latihan tambahan.