Senin, 31 Agustus 2026 - 2.C - Seni Rupa

Minggu, 30 Agustus 2026

  IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Warna Sekunder

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna pada benda dan karya seni di sekitarnya serta menyebutkan warna primer dengan tepat.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan warna primer dengan kehidupan sehari-hari dan keindahan ciptaan Allah, seperti warna bunga, buah, langit, dan benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar mengenal warna primer melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampur warna sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal warna primer dan warna sekunder.
  3. Menyebutkan tiga warna primer.
  4. Menyebutkan tiga warna sekunder.
  5. Menjelaskan pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder.
  6. Mempraktikkan pencampuran warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.
  7. Membuat karya sederhana menggunakan warna sekunder.

 

📌 MATERI: Warna Sekunder

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda di lingkungan sekitar

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah. 🌈

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah. 

  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna di sekitar kita serta mengenal warna sekunder.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. 

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 



1. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan jumlah yang seimbang.

2. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

3. Macam-Macam Warna Sekunder

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
🔴 Merah + 🟡 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟡 Kuning + 🔵 Biru🟢 Hijau
🔴 Merah + 🔵 Biru🟣 Ungu

4. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🟠 Jingga dapat kita lihat pada warna jeruk dan wortel.
🟢 Hijau dapat kita lihat pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat kita lihat pada bunga tertentu, seperti bunga violet.


Warna sekunder terdiri dari jingga, hijau, dan ungu. Warna sekunder diperoleh dengan mencampurkan dua warna primer.

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Ø Eksperimen/Demontrasi

A. Asesmen Formatif (Pilihan Ganda)

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari ....
    a. satu warna saja
    b. pencampuran dua warna primer
    c. warna hitam dan putih
  2. Merah dicampur kuning akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. ungu
    c. jingga
  3. Kuning dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. jingga
    c. ungu
  4. Merah dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. jingga
    b. ungu
    c. hijau
  5. Berikut yang termasuk warna sekunder adalah ....
    a. merah, kuning, biru
    b. jingga, hijau, ungu
    c. hitam, putih, abu-abu

B. Isian Singkat

  1. Tiga warna primer adalah ..., ..., dan ....
  2. Warna merah + kuning menghasilkan warna ....
  3. Warna kuning + biru menghasilkan warna ....
  4. Warna merah + biru menghasilkan warna ....
  5. Sebutkan tiga warna sekunder!
    Jawab: ..., ..., dan ....

Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

Senin, 31 Agustus 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi:

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan memperhatikan simbol-simbol Pancasila pada lambang Garuda Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan simbol dan bunyi setiap sila Pancasila dengan perilaku yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di sekolah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal Pancasila melalui permainan memasangkan kartu simbol, bunyi sila, makna, dan contoh perilaku secara aktif dan menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan Simbol-simbol pada sila-sila Pancasila.
  2. Memasangkan Simbol dengan sila Pancasila yang sesuai.
  3. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  4. Menjelaskan makna sederhana dari Simbol setiap sila Pancasila.
  5. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Menghubungkan Simbol, Bunyi Sila, dan Makna Pancasila

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: 
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu pasangan, pengamatan gambar, penugasan, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Kartu simbo Pancasila, Kartu bunyi sila Pancasila, Kartu contoh perilaku Pancasila, LKPD, Video pembelajaran tentang Pancasila.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan agar kita saling mengenal dan menghargai. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Walaupun kita berbeda, kita harus tetap saling menghormati, menyayangi, bekerja sama, dan hidup rukun. Sikap-sikap tersebut juga merupakan nilai yang terdapat dalam Pancasila.

Nah, coba siapa yang tahu lambang negara Indonesia?

Ya, benar! Garuda Pancasila. Pada perisai Garuda terdapat lima simbol yang memiliki bunyi dan makna masing-masing.

Hari ini kita akan belajar mengenal simbol, bunyi sila, makna, serta contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 Mari belajar dengan semangat untuk menjadi anak yang beriman, berakhlak mulia, dan bangga menjadi anak Indonesia!

 




A. Apa Itu Pancasila?

Pancasila adalah dasar negara Indonesia.

Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku.

Lima sila Pancasila terdapat pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila.

Setiap sila memiliki:

  • Simbol
  • Bunyi sila
  • Makna
  • Contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

 

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

1. Sila Pertama

⭐ Simbol: Bintang

Bunyi sila:

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna sederhana:

Kita percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati teman yang berbeda agama.

Contoh perilaku:

  • Berdoa sebelum belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Menghormati teman yang sedang beribadah.
  • Tidak mengganggu teman yang berbeda agama.

2. Sila Kedua

⛓️ Simbol: Rantai

Bunyi sila:

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna sederhana:

Kita harus saling menyayangi, menghormati, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Contoh perilaku:

  • Menolong teman yang kesulitan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menyayangi sesama.

3. Sila Ketiga

🌳 Simbol: Pohon Beringin

Bunyi sila:

Persatuan Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus hidup rukun dan menjaga persatuan walaupun memiliki perbedaan.

Contoh perilaku:

  • Bermain bersama teman.
  • Tidak memilih-milih teman.
  • Bekerja sama saat piket.
  • Menjaga kerukunan di kelas.

4. Sila Keempat

🐂 Simbol: Kepala Banteng

Bunyi sila:

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna sederhana:

Kita dapat menyelesaikan masalah bersama-sama melalui musyawarah.

Contoh perilaku:

  • Berdiskusi saat menentukan ketua kelompok.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menghargai hasil musyawarah.

5. Sila Kelima

🌾 Simbol: Padi dan Kapas

Bunyi sila:

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus bersikap adil dan menghargai hak orang lain.

Contoh perilaku:

  • Berbagi dengan teman.
  • Tidak berebut.
  • Membagi tugas secara adil.
  • Menghormati hak teman.

D. Menghubungkan Sila dengan Perilaku Sehari-hari

Anak-anak, Pancasila tidak hanya dihafalkan. Nilai-nilai Pancasila harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

Berdoa sebelum belajar
➡️ Sesuai dengan sila ke-1.

⛓️ Menolong teman yang jatuh
➡️ Sesuai dengan sila ke-2.

🌳 Bekerja sama membersihkan kelas
➡️ Sesuai dengan sila ke-3.

🐂 Berdiskusi menentukan tugas kelompok
➡️ Sesuai dengan sila ke-4.

🌾 Berbagi makanan dengan teman
➡️ Sesuai dengan sila ke-5.


🌟 Ingat!

Pancasila terdiri dari lima sila.

Bintang → Ketuhanan Yang Maha Esa

⛓️ Rantai → Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

🌳 Pohon Beringin → Persatuan Indonesia

🐂 Kepala Banteng → Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

🌾 Padi dan Kapas → Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

🇮🇩 Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test

   Pasangkan dengan tepat!


1. Sebutkan lima simbol Pancasila!

2. Apa bunyi sila ketiga Pancasila?

3. Mengapa kita harus hidup rukun dengan teman?

4. Sebutkan dua contoh perilaku yang sesuai dengan sila kedua Pancasila!

5. Bagaimana sikapmu ketika teman sedang menyampaikan pendapat saat musyawarah?



Ø Kunci Jawaban/uraian:

 

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

Senin, 31 Agustus 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Kalimat dengan kombinasi S-P-O

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
emahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
  2. Menemukan informasi penting dari percakapan yang didengarkan.
  3. Mengenal pengertian Subjek, Predikat, dan Objek.
  4. Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana.
  5. Menyusun kalimat dengan kombinasi S-P-O dengan tepat.
  6. Membuat kalimat sederhana berdasarkan kegiatan sehari-hari.

 

📌 MATERI: KALIMAT S-P-O

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, permainan kartu kata, membaca percakapan, dan latihan menyusun kalimat.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata S-P-O, gambar kegiatan sehari-hari, teks percakapan, video pembelajaran, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan berbagai benda di sekitar kita. Semua ciptaan Allah dapat kita gunakan untuk belajar dan melakukan kegiatan sehari-hari. Hari ini kita akan belajar Bahasa Indonesia tentang kombinasi kalimat dengan pola S-P-O.

 

 

 

A. Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

  • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
  • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
  • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

Jadi:

Ibu | memasak | nasi.
  S   |        P         |  O

 

B. Mengenal S-P-O

1. Subjek (S)
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

Contoh:

  • Ayah
  • Ibu
  • Rani
  • Kakak

2. Predikat (P)
Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • membawa
  • membeli
  • mencuci

3. Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

Contoh:

  • buku
  • pensil
  • makanan
  • baju
  • bola

 

C. Contoh Kalimat S-P-O

  1. Rani membaca buku.
    S = Rani
    P = membaca
    O = buku
  2. Ayah mencuci mobil.
    S = Ayah
    P = mencuci
    O = mobil
  3. Ibu membeli sayur.
    S = Ibu
    P = membeli
    O = sayur
  4. Kakak membawa tas.
    S = Kakak
    P = membawa
    O = tas.

 

💬 D. Percakapan Sederhana

Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
Rani: “Aku membaca buku.”
Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
Rani: “Aku membaca buku cerita.”

 

Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

Aku | membaca | buku cerita.
       |                        O

 

 

Ø Soal Asesmen / Post Test

Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi: