Jumat, 21 Agustus 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab dan Seni Rupa

Kamis, 20 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Jum'at, 21 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Mata Pembelajaran: Pembiasaan Adab & Seni Rupa

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C!Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, salat dhuha, dan murojaah bersama. ๐Ÿคฒ

Pada pembelajaran sebelumnya, kita telah belajar adab menuntut ilmu dan warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru. Hari ini kita akan belajar adab kepada guru, yaitu cara menghormati, berbicara sopan, mendengarkan, dan menaati guru. Selain itu, kita akan melaksanakan Sumatif Harian Seni Rupa tentang unsur rupa: titik, garis, bentuk, warna, dan tekstur. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik dan kerjakan tugas dengan teliti serta percaya diri. Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2.C! ๐ŸŒŸWassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


๐Ÿ“Œ Mata Pelajaran Pembaisaan Adab:

ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu membiasakan menghormati guru dan orang tua.

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. 

ร˜  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti adab kepada guru.
  2. Menyebutkan contoh adab yang baik kepada guru.

  3. Membiasakan bersikap sopan dan hormat kepada guru


ร˜  Materi Pokok: Adab kepada Guru

ร˜  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, dan latihan.

ร˜  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, poster sikap baik dab sikap buruk.

ร˜  Apersepsi:

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู„َูŠْุณَ ู…ِู†َّุง ู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠُูˆَู‚ِّุฑْ ูƒَุจِูŠุฑَู†َุง ูˆَูŠَุฑْุญَู…ْ ุตَุบِูŠุฑَู†َุง ูˆَูŠَุนْุฑِูْ ู„ِุนَุงู„ِู…ِู†َุง ุญَู‚َّู‡ُ

Artinya:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan mengetahui hak orang yang berilmu.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini mengajarkan kita untuk menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang yang berilmu, termasuk guru.

"Anak yang baik adalah anak yang menghormati gurunya dan menggunakan ilmu yang diajarkan dengan baik.”


ร˜  Materi Pembelajaran:

Adab Kepada Guru




Apa Itu Adab kepada Guru?

Guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada kita. Karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi guru.

Adab artinya sikap yang baik dan sopan.

Jadi, adab kepada guru adalah sikap sopan, hormat, dan baik kepada guru.

Contoh Adab kepada Guru

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu guru.

  2. Mendengarkan saat guru berbicara.

  3. Tidak memotong pembicaraan guru.

  4. Mengangkat tangan sebelum bertanya.

  5. Berbicara dengan suara yang sopan.

  6. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu guru.

  8. Meminta izin jika ingin keluar kelas.


Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika guru masuk kelas

Siswa: "Assalamu'alaikum, Bu Guru."

Ketika ingin bertanya

Siswa: "Bu Guru, boleh saya bertanya?"

Ketika selesai dibantu

Siswa: "Terima kasih, Bu Guru."


ร˜  Soal/Post test:



ร˜  Kunci jawaban dan uraian:

 

๐Ÿ“Œ Mata Pelajaran Seni Rupa:

ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa.

ร˜  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam soal.
  2. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan sumatif harian.

ร˜  Materi Pokok: unsur rupa (titik, garis, bentuk, warna dan tekstur)

ร˜  Model/Metode pembelajaran: latihan dan penugasan.

ร˜  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

ร˜  Apersepsi:

“Anak-anak hebat, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kita. Apakah semuanya memiliki bentuk, warna, dan permukaan yang sama? Tentu tidak, ya.

Siapa yang menciptakan alam yang begitu indah? Allah SWT. Allah menciptakan berbagai macam benda dengan bentuk, warna, dan tekstur yang berbeda-beda. Ada bunga yang berwarna merah, daun yang berwarna hijau, langit yang berwarna biru, serta batu yang permukaannya kasar.

Allah juga menciptakan keindahan alam dengan berbagai bentuk dan garis. Dalam Al-Qur’an, Surat Fatir ayat 27, Allah menjelaskan bahwa Dia menurunkan air hujan sehingga tumbuh buah-buahan yang beraneka ragam warnanya. Allah juga menciptakan gunung-gunung dengan garis dan warna yang beraneka ragam.

MasyaAllah, ternyata Allah adalah Maha Pencipta yang menciptakan segala sesuatu dengan indah dan beragam. Kita harus bersyukur atas keindahan yang Allah berikan.”


ร˜  Materi Pembelajaran:

UNSUR RUPA TITIK DAN GARIS

 

Apa itu Unsur Rupa?

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Dengan unsur rupa, kita dapat menggambar berbagai benda di sekitar kita.


1. Titik (•)

Titik adalah unsur rupa yang paling kecil. Titik menjadi awal terbentuknya garis, bentuk, dan gambar.

Ciri-ciri Titik

1.     Berukuran sangat kecil.

2.     Tidak memiliki panjang dan lebar.

3.     Dapat dibuat menggunakan pensil, spidol, atau cat.

Manfaat Titik

1.     Membuat pola.

2.     Menghias gambar.

3.     Memberi tekstur pada karya seni.

4.     Membentuk gambar jika dibuat dalam jumlah banyak.


2. Garis

Garis adalah kumpulan titik yang saling berhubungan sehingga membentuk goresan yang memiliki arah dan panjang.

Ciri-ciri Garis

1.     Memiliki panjang.

2.     Memiliki arah.

3.     Dapat lurus atau melengkung.

Macam-macam Garis

➡️ Garis Horizontal (Mendatar) ─────

  • Memberi kesan tenang.
  • Contoh: permukaan laut.

➡️ Garis Vertikal (Tegak)

  • Memberi kesan kuat dan tinggi.
  • Contoh: batang pohon.

➡️ Garis Diagonal (Miring) /

  • Memberi kesan bergerak.
  • Contoh: jalan menanjak.

➡️ Garis Lengkung

  • Memberi kesan lembut.
  • Contoh: pelangi.

➡️ Garis Zigzag

  • Memberi kesan semangat atau tajam.
  • Contoh: petir.

➡️ Garis Spiral ๐ŸŒ€

  • Berputar membentuk lingkaran.
  • Contoh: cangkang siput.

Kegunaan Garis

1.     Membentuk gambar.

2.     Membuat pola hias.

3.     Menunjukkan arah.

4.     Memberikan kesan pada karya seni.


Contoh Benda di Sekitar Kita

Unsur Rupa

Contoh

Titik

Bintang, bintik hujan, biji semangka

Garis Tegak

Tiang bendera, batang pohon

Garis Mendatar

Meja, permukaan laut

Garis Miring

Atap rumah

Garis Lengkung

Pelangi, ombak

Garis Zigzag

Petir


3. unsur rupa bentuk


๐ŸŽจ A. Warna

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang membuat gambar atau karya seni menjadi lebih indah, menarik, dan hidup.

Kita dapat melihat warna karena adanya cahaya.

Jenis-jenis Warna

๐Ÿ”ด 1. Warna Primer (Warna Dasar)
Warna primer adalah warna yang tidak dapat dibuat dari campuran warna lain.

Contohnya:

  • Merah
  • Kuning
  • Biru

๐ŸŸ  2. Warna Sekunder
Warna sekunder diperoleh dari mencampurkan dua warna primer.

Contoh:

  • Merah + Kuning = Jingga
  • Kuning + Biru = Hijau
  • Biru + Merah = Ungu

๐ŸŸข 3. Warna Tersier
Warna tersier diperoleh dari campuran warna primer dan warna sekunder.

Contoh:

  • Merah + Jingga
  • Kuning + Hijau
  • Biru + Ungu

Manfaat Warna

  • Membuat gambar lebih indah.
  • Menunjukkan suasana (senang, sedih, tenang).
  • Menarik perhatian orang yang melihat.

Contoh:

  • Matahari berwarna kuning.
  • Daun berwarna hijau.
  • Langit berwarna biru.

๐Ÿ”ท B. Bentuk

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda yang dapat dilihat.

Bentuk dapat berupa bangun datar maupun bentuk benda nyata.

Macam-macam Bentuk

Bentuk Geometris
Bentuk yang teratur dan memiliki ukuran yang jelas.

Contoh:

  • Lingkaran
  • Persegi ๐ŸŸฆ
  • Persegi panjang
  • Segitiga ๐Ÿ”บ
  • Oval

Bentuk Nongeometris
Bentuk yang tidak beraturan dan biasanya terdapat di alam.

Contoh:

  • Daun ๐Ÿƒ
  • Awan ☁️
  • Bunga ๐ŸŒธ
  • Hewan ๐ŸŸ
  • Pohon ๐ŸŒณ

Manfaat Bentuk

  • Membentuk gambar menjadi jelas.
  • Membantu mengenali benda.
  • Membuat karya seni lebih menarik.

Contoh:

  • Rumah tersusun dari persegi dan segitiga.
  • Mobil terdiri atas persegi panjang dan lingkaran.
  • Bunga memiliki bentuk kelopak yang indah.

5. Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan.

Contohnya:

  • Halus: kertas, kaca.
  • Kasar: batu, kulit pohon.
  • Licin: botol atau plastik.
  • Berbulu: boneka atau kain tertentu.

ร˜  Soal/Post Pest:


ร˜  Kunci jawaban dan uraian:


ร˜  Kesimpulan/Refleksi:


Kamis, 20 Agustus 2026 - 2.C - B.Indonesia dan Matematika

Rabu, 19 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Kamis, 20 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Materi Pembelajaran: B.Indonesia & Matematika 

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Matematika tentang nilai tempat bilangan. Nah, pada hari ini kita akan belajar tentang Kata tanya dan kalimat tanya serta melaksanakan sumatif harian 1 matematika.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2C! ๐ŸŒŸ Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. ๐Ÿ’•


๐Ÿ“Œ Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:

ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

ร˜  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

ร˜  Materi Pokok: Kata tanya dan kalimat tanya

ร˜  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

ร˜  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana

ร˜  Apersepsi:

Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kegiatan sehari-hari, seperti “Siapa yang mengantarmu ke sekolah?”, “Kapan kamu belajar?”, dan “Di mana kamu bermain?”. Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan kata yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.

 

ร˜  Materi Pembelajaran:

Kata Tanya dan Kalimat Tanya


Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

ร˜  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!


ร˜  Kunci jawaban dan uraian:

  1.       Rani pergi ke sekolah.
  2.       Ayah yang mengantar Rani ke sekolah.
  3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan tempat atau tujuan.
  4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan orang.
  5.       Contoh: Kapan kamu pergi ke sekolah?

๐Ÿ“Œ Mata Pelajaran Matematika:

ร˜  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan

ร˜  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam soal.
  2. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan sumatif harian.

ร˜  Materi Pokok: intuisi bilangan (nama dan lambang), mengurutkan bilangan, nilai tempat puluhan dan satuan

ร˜  Model/Metode pembelajaran: latihan dan penugasan

ร˜  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

ร˜  Apersepsi:

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali bilangan 1–100 melalui kegiatan menyebutkan bilangan secara bersama-sama. Guru menunjukkan dua kelompok benda atau kartu bilangan, kemudian bertanya, “Kelompok mana yang jumlahnya lebih banyak?” dan “Bagaimana kita mengetahui bilangan mana yang lebih besar atau lebih kecil?”


ร˜  Materi Pembelajaran:

 A. Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)

      Intuisi bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan. Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan banyaknya suatu benda.

Contoh:

1. Angka 15 berarti ada lima belas benda.

2. Angka 40 berarti ada empat puluh benda.

3. Angka 100 berarti ada seratus benda.


B. Memperkirakan Banyak Benda

     Memperkirakan adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung satu per satu. Saat memperkirakan, kita dapat melihat:

  1.       ukuran kumpulan benda,
  2.       banyak sedikitnya benda,
  3.       kelompok benda yang terlihat.

Contoh: 

๐ŸŽ Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.

Perkiraan:

"Menurutku ada sekitar 20 apel."

Kemudian dihitung bersama.

Jumlah sebenarnya: 22 apel.

Artinya perkiraan sudah cukup dekat.


C. Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda

      Setiap lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.

Contoh:

⭐ 18 → ada 18 bintang.

๐ŸŽ 25 → ada 25 apel.

๐Ÿ“š 42 → ada 42 buku.

      Semakin banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.


D. Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan

      Membandingkan berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

Gunakan tanda:

> = lebih besar dari

< = lebih kecil dari

= = sama dengan

Contoh:

Kelompok A = 35 bola

Kelompok B = 42 bola

Karena 42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42


NILAI TEMPAT


Apa Itu Nilai Tempat?

Nilai tempat adalah nilai suatu angka berdasarkan letaknya dalam bilangan.

Pada bilangan dua angka terdapat:

Puluhan (P) = angka di sebelah kiri.

Satuan (S) = angka di sebelah kanan.


Contoh:

Bilangan 47

Angka 4 berada di tempat puluhan = 40.

Angka 7 berada di tempat satuan = 7.

Jadi: 47 = 40 + 7


Cara Menentukan Nilai Tempat

  1.       Lihat angka di sebelah kiri → puluhan.
  2.       Lihat angka di sebelah kanan → satuan.
  3.       Tuliskan nilainya.

Contoh:

63 = 6 puluhan dan 3 satuan.

80 = 8 puluhan dan 0 satuan.

19 = 1 puluhan dan 9 satuan.


ร˜  Soal Sumtif Harian:

Pilihlah jawaban a, b atau c pada jawaban yang paling tepat!s

1.       Berikut ini lambang bilangan dari “empat puluh dua” …

a.42                                                b. 24                                        c. 52

 

2.       Nama bilangan dari 98 adalah …

a. Delapan puluh sembilan

b. Sembilan puluh delapan

c. Sembilan delapan

 

3.       Urutkan bilangan berikut dari yang terkecil ke terbesar 24, 72, 98, 11, 56, 33... …

a.    98, 72, 56, 33, 24, 11

b.    11, 24, 56, 33, 11, 98

c.     11, 24, 33, 56, 72, 98

 

4.       Tentukan nilai puluhan dan satuan

Pada gambar disamping…

a.         2 puluhan dan 7 satuan

b.         1 puluhan dan 7 satuan

c.          2 puluhan dan 8 satuan

 

5.     Ibu membeli  kotak besar berisi permen. Ada 4 kantong plastik, setiap kantong plastik berisi masing-masing  permen. Banyak permen ibu seluruhnya adalah …

a.54                                    b. 48                                        c. 68

1.        


Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1.       Aku adalah sebuah bilangan. Angka 6 ada di tempat puluhan, dan angka 8 ada di tempat satuan. Angka berapakah aku? __________.

2.       Julian memiliki 20 buku tulis. Adeknya membeli lagi 35 buku tulis.

Berapa buku Julian seluruhnya? __________

3.      

Hitunglah banyak buah disamping ini dan tulislah    lambang bilangannya   __________.

 

4.       Tulislah tanda lebih besar dan lebih kecil  __________.

5.       36 = __________ puluhan + __________ satuan. 

     = __________  + __________ =


ร˜  Kesimpulan/Refleksi:

Bahasa Indonesia:
Alhamdulillah, peserta didik antusias mengikuti pembelajaran tentang kata tanya dan kalimat tanya. Sebagian besar peserta didik sudah mampu mengenali fungsi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana, serta menjawab pertanyaan berdasarkan percakapan sederhana. Beberapa peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membuat kalimat tanya dengan tepat dan menggunakan tanda tanya.

Matematika:
Alhamdulillah, peserta didik telah mengikuti Sumatif Harian 1 dengan tertib dan percaya diri. Sebagian besar peserta didik sudah memahami bilangan, mengurutkan bilangan, membandingkan bilangan, serta menentukan nilai tempat puluhan dan satuan. Namun, beberapa peserta didik masih membutuhkan pendampingan dalam menyelesaikan soal cerita dan soal yang membutuhkan ketelitian dalam menentukan nilai tempat.

Secara umum, pembelajaran hari ini berjalan dengan baik dan kondusif. Peserta didik menunjukkan semangat dan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran. Pemahaman peserta didik terhadap materi sudah cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa peserta didik yang membutuhkan penguatan dan pendampingan. Pembelajaran selanjutnya akan difokuskan pada penguatan konsep, latihan bertahap, dan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.