Selasa, 15 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

Senin, 14 September 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 15 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Cara mendapatkan informasi dari grafik

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati grafik dengan teliti dan menyadari bahwa grafik dapat membantu menyajikan informasi dengan lebih mudah.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan informasi dalam grafik dengan kehidupan sehari-hari, seperti jumlah benda, makanan kesukaan, kegiatan, atau data sederhana lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
  2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
  3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
  4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
  5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
  6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.

📌 MATERI: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari informasi, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, grafik sederhana video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. 📊

Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

 



A. Mengenal Grafik

Grafik adalah gambar yang digunakan untuk menyajikan informasi atau data agar lebih mudah dibaca dan dipahami.

Dengan melihat grafik, kita dapat mengetahui jumlah, perbandingan, dan informasi penting dengan lebih mudah.

Contohnya, grafik dapat menunjukkan:

  • makanan kesukaan siswa;
  • warna kesukaan siswa;
  • jumlah buku yang dibaca;
  • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan;
  • jumlah buah yang dimiliki.

B. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Untuk mendapatkan informasi dari grafik, kita dapat melakukan beberapa langkah berikut.

  1. Membaca judul grafik.
  2. Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.
  3. Mengamati gambar, simbol, atau batang pada grafik.
  4. Perhatikan setiap data dengan teliti.
  5. Menghitung atau membaca jumlah data.
  6. Kita dapat mengetahui banyaknya suatu benda atau pilihan.
  7. Membandingkan data.
  8. Kita dapat mengetahui data yang paling banyak dan paling sedikit.
  9. Menjawab pertanyaan berdasarkan grafik.
  10. Jawaban harus sesuai dengan informasi yang terdapat pada grafik.

    Contoh Grafik Sederhana:



    C. Informasi Penting dalam Grafik

    Dari sebuah grafik, kita dapat menemukan informasi seperti:

    1. Data yang paling banyak.
    2. Data yang paling sedikit.
    3. Jumlah setiap data.
    4. Perbandingan antara dua data.
    5. Selisih jumlah dua data.
    6. Kesimpulan sederhana berdasarkan grafik.

    D. Kosakata Baru



    E. Cara Membaca Grafik

    Saat membaca grafik, lakukan dengan teliti.

    Ingat langkahnya:

    Baca judul → Amati data → Baca jumlah → Bandingkan → Temukan informasi → Buat kesimpulan.


    Ø Soal Asesmen / Post Test:

    Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan grafik!



    Jawablah Pertanyaan Berikut!


    Ø Jawaban atau uraian:


    Ø Kesimpulan dan refleksi:

    Selasa, 15 September 2026 - 2.C - Matematika

     IDENTITAS

    Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

    MataPembelajaran: Matematika 

    Hari/Tanggal: Selasa, 15 September 2026

    Fase/Kelas: A/II.C

    Materi: Operasi penjumlahan sampai 100

    Pertemuan ke: 2

     

     

    Ø Capaian Pembelajaran:

    Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

     

    Ø Tujuan Pembelajaran:
    Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

    Ø Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
    2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
    3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
    4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
    5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
    6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
    7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
    8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
    9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

    Ø Model/Metode Pembelajaran

    Model: Discovery Learning
    Metode:
    Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

    LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

     

    Ø Apersepsi

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

    Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

    Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

    Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

     


    A. Apa Itu Penjumlahan?

    Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

    Tanda penjumlahan adalah: +

    Tanda sama dengan adalah: =

    Contoh: 3 + 2 = 5

    Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


    B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

    Perhatikan contoh berikut.

    🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

    Jadi: 3 + 2 = 5

    Contoh lainnya:

    ✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

    Jadi: 4 + 3 = 7


    C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

    Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

    Contoh: 34 + 25

    Bilangan 34 terdiri dari:

    • 3 puluhan = 30
    • 4 satuan = 4

    Bilangan 25 terdiri dari:

    • 2 puluhan = 20
    • 5 satuan = 5

    Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

    30 + 20 = 50

    4 + 5 = 9

    Jadi:

    34 + 25 = 59


    D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

    Contoh 1

    23 + 14 = ...

    Puluhan: 20 + 10 = 30

    Satuan: 3 + 4 = 7

    Jadi: 23 + 14 = 37


    Contoh 2

    42 + 25 = ...

    Puluhan: 40 + 20 = 60

    Satuan: 2 + 5 = 7

    Jadi: 42 + 25 = 67


    E. Penjumlahan dengan Menyimpan

    Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

    Contoh: 27 + 15

    Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

    12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

    Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

    Jadi: 27 + 15 = 42


    Contoh lainnya

    38 + 24 = ...

    Satuan: 8 + 4 = 12

    12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

    Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

    Jadi: 38 + 24 = 62


    F. Penjumlahan Bersusun

    Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

    Contoh:

      24
    + 35
    ----
      59

    Langkah:

    1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
    2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
    3. Jadi, 24 + 35 = 59

    Contoh dengan menyimpan

      27
    + 15
    ----
      42

    Langkah:

    1. Satuan: 7 + 5 = 12
    2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
    3. Simpan 1 puluhan.
    4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
    5. Jadi, 27 + 15 = 42.

    G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

    Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh 1

    Dina mempunyai 25 pensil.
    Ibu memberikan lagi 13 pensil.

    Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

    25 + 13 = 38

    Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

    Contoh 2

    Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
    Kemudian datang 18 buku baru.

    Berapa jumlah buku sekarang?

    42 + 18 = 60

    Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


    🌟 INGAT!

    Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

    Contoh: 20 + 5 = 25

    Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

    ➡️ Perhatikan puluhan
    ➡️ Perhatikan satuan
    ➡️ Hitung dengan teliti

    Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


    Ø Soal Asesmen / Post Test:

    1. 25 + 14 = ....
    2. 31 + 26 = ....
    3. 42 + 17 = ....
    4. 23 + 35 = ....
    5. 36 + 24 = ....
    6. 27 + 15 = ....
    7. 38 + 22 = ....
    8. 46 + 18 = ....
    9. Rani memiliki 25 pensil. Ibu memberikan 12 pensil lagi. Jumlah pensil Rani sekarang adalah .... pensil.
    10. Di perpustakaan ada 34 buku cerita. Kemudian datang 25 buku baru. Jumlah buku sekarang adalah .... buku.


    Ø Kunci Jawaban/uraian:




    Ø Kesimpulan dan refleksi:


    Senin, 14 September 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

    Minggu, 13 September 2026

     IDENTITAS

    Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

    MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

    Hari/Tanggal: Senin , 14 September 2026

    Fase/Kelas: A/II.C

    Materi: Nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

    Pertemuan ke: 1

     

     

    Ø Capaian Pembelajaran:

    Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

     

    Ø Tujuan Pembelajaran:

    Murid dapat mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran dengan tertib dan mengenali perilaku sehari-hari di rumah yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan yang dilakukan bersama Ayah, Bunda, dan anggota keluarga di rumah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan mengamati gambar, menjawab pertanyaan, dan melakukan praktik sederhana penerapan nilai Pancasila bersama keluarga.

    Ø Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
    2. Menghubungkan perilaku sehari-hari di rumah dengan sila-sila Pancasila.
    3. Menjelaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.
    4. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
    5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

     

    📌 MATERI: Perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan rumah/keluarga

    Ø Model/Metode Pembelajaran

    Model: Discovery Learning
    Metode:
    Tanya jawab, pengamatan, diskusi, demonstrasi, praktik, penugasan, dan refleksi.

    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, kartu/gambar sila Pancasila, video pembelajaran.


    Ø Apersepsi

    ssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan belajar kita hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲✨

    Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan bersama keluarga di rumah. Pernahkah kalian membantu Ayah dan Bunda, berdoa bersama, berbagi dengan saudara, atau bekerja sama membersihkan rumah?

    Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

    Hari ini kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Kita akan belajar mengenali perilaku yang sesuai dengan Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari di rumah.

    Setelah belajar, ananda akan melakukan satu kegiatan sederhana untuk mempraktikkan nilai Pancasila bersama keluarga. 🌷



    Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga



    Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

    Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

    Contoh penerapan di keluarga:

    • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
    • Melaksanakan ibadah dengan tertib.
    • Bersyukur kepada Allah Swt.
    • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

    ⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    Contoh penerapan:

    • Menyayangi Ayah, Bunda, dan saudara.
    • Berbicara dengan sopan.
    • Membantu orang tua.
    • Tidak mengejek atau menyakiti saudara.

    🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

    Contoh penerapan:

    • Hidup rukun bersama keluarga.
    • Bekerja sama membersihkan rumah.
    • Tidak bertengkar dengan saudara.
    • Saling menyayangi dan menjaga kerukunan.

    🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    Contoh penerapan:

    • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
    • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan keluarga.
    • Tidak memaksakan kehendak.
    • Menerima keputusan bersama.

    🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    Contoh penerapan:

    • Berbagi dengan saudara.
    • Melaksanakan tugas rumah dengan adil.
    • Tidak berebut.
    • Menghargai hak anggota keluarga.

    Ø Soal Asesmen / Post Test

    A. Pilihlah jawaban yang tepat!

    1. Sebelum belajar bersama keluarga, sebaiknya kita ....

      a. berdoa

      b. bermain

      c. bertengkar

    2. Siti membantu Bunda merapikan meja makan. Sikap Siti sesuai dengan nilai ....

      a. membantu keluarga

      b. malas membantu

      c. tidak peduli

    3. Andi dan kakaknya bekerja sama membersihkan rumah. Perilaku tersebut sesuai dengan sila ke-....

      a. 1

      b. 3

      c. 5

    4. Ketika Ayah dan Bunda sedang berbicara, kita sebaiknya ....

      a. mendengarkan

      b. memotong pembicaraan

      c. berteriak

    5. Rani berbagi makanan dengan adiknya. Perilaku Rani sesuai dengan sila ke-....

      a. 2

      b. 4

      c. 5

    B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

    1. Berdoa sebelum makan merupakan contoh penerapan sila ke-____ Pancasila.
    2. Kita harus berbicara kepada Ayah dan Bunda dengan bahasa yang ____.
    3. Membersihkan rumah bersama keluarga merupakan contoh sikap ____.
    4. Saat bermusyawarah, kita tidak boleh memaksakan ____.
    5. Berbagi secara adil dengan saudara merupakan contoh penerapan sila ke-____.

    Ø Kunci Jawaban/uraian:



    Ø Kesimpulan dan refleksi: