Selasa 29 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

Senin, 28 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 29 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Sumatif Harian 2

Pertemuan ke: -

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca kalimat dengan teliti dan memperhatikan kata kerja yang menunjukkan siapa yang melakukan atau dikenai suatu kegiatan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kata kerja aktif dan pasif melalui kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, bermain tebak kata kerja, tanya jawab, mengubah kalimat, diskusi, dan latihan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
  2. Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
  3. Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
  4. Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
  5. Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
  6. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
  7. Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
  8. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.


📌 MATERI: Sumatif Harian 2

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C. 💕
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengerjakan soal.

Anak-anak, sebelum memulai Sumatif Harian 2, mari kita ingat kembali materi Bab 2: Menjaga Kesehatan yang sudah kita pelajari.

Kita sudah belajar membaca dan memahami teks informasi, mencari informasi penting dari bacaan, serta menulis kembali informasi dengan kalimat sederhana.

Kita juga sudah belajar membaca grafik untuk mendapatkan informasi dan membandingkan data.

Selain itu, kita belajar kata kerja aktif dan pasif serta kalimat aktif dan pasif. Ingat, aktif berarti melakukan kegiatan, sedangkan pasif berarti dikenai kegiatan.

Hari ini, kerjakan soal dengan teliti, jujur, mandiri, dan percaya diri. Bacalah setiap soal dengan baik sebelum menjawab.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk selalu bersikap jujur dalam setiap keadaan. Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan Sumatif Harian 2. Aamiin. 🤲✨

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Rangkuman Materi: Bab 2: Menjaga Kesehatan

  1. Membaca dan memahami teks informasi
    • Membaca teks sederhana tentang kesehatan.
    • Menemukan informasi penting dalam bacaan.
    • Menjawab pertanyaan berdasarkan isi bacaan.
    • Menentukan informasi yang sesuai dengan teks.
  2. Menulis ulang informasi pada bacaan
    • Menyampaikan kembali informasi dari bacaan.
    • Menuliskan informasi penting dengan kalimat sederhana.
    • Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam bacaan.
  3. Cara mendapatkan informasi dari grafik
    • Membaca informasi sederhana dalam grafik.
    • Menentukan data berdasarkan grafik.
    • Membandingkan data pada grafik.
    • Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  4. Kata kerja aktif dan pasif
    • Mengenal kata kerja aktif dan pasif.
    • Menentukan kata kerja aktif dalam kalimat.
    • Menentukan kata kerja pasif dalam kalimat.
    • Membedakan kata kerja aktif dan pasif.
  5. Kalimat aktif dan pasif
    • Mengenal kalimat aktif dan pasif.
    • Menentukan kalimat aktif dan pasif.
    • Menentukan pelaku dalam kalimat.
    • Menentukan sesuatu yang dikenai kegiatan.
    • Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif.
    • Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif.

Contoh Kata Kerja Aktif dan Pasif

Aktif:

  • membaca
  • mencuci
  • menyapu
  • memasak
  • menjaga
  • membersihkan

Pasif:

  • dibaca
  • dicuci
  • disapu
  • dimasak
  • dijaga
  • dibersihkan

Contoh Kalimat

Kalimat aktif:
Rani mencuci tangan.

Kalimat pasif:
Tangan dicuci oleh Rani.

Kalimat aktif:
Ibu memasak makanan sehat.

Kalimat pasif:
Makanan sehat dimasak oleh Ibu.

Kata Kunci yang Perlu Diingat

Aktif = melakukan kegiatan
Pasif = dikenai kegiatan

Membaca teks → menemukan informasi
Menulis ulang → menyampaikan kembali informasi
Grafik → membaca dan membandingkan data
Kata kerja → menunjukkan kegiatan
Kalimat aktif → subjek melakukan kegiatan
Kalimat pasif → subjek dikenai kegiatan

Ø Soal Sumatif Harian:




Ø Jawaban atau uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Selasa 29 September 2026 - 2.C - Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 29  September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi pengurangan sampai 100

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan, memperhatikan bilangan yang dikurangi, dan menghitung dengan teliti.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah pensil, buku, buah, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar pengurangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan tantangan pengurangan secara menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengurangan sebagai kegiatan mengambil atau mengurangi sejumlah benda.
  2. Mengurangi bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Mengurangkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Mengurangkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Mengurangkan bilangan dua angka sampai 100.
  6. Memahami pengurangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam.
  8. Mengenal pengurangan dengan meminjam secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang jumlah benda kita berkurang karena digunakan atau diberikan kepada orang lain.

Coba bayangkan, Ibu mempunyai 35 pensil, kemudian 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Nah, hari ini kita akan belajar operasi pengurangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret dan permainan angka agar belajar menjadi mudah dan menyenangkan. 🌟

 



A. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi sebagian dari suatu jumlah.

Tanda pengurangan adalah: −

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh:

5 − 2 = 3

Artinya, dari 5 benda diambil 2 benda, sehingga tersisa 3 benda.


B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎🍎🍎 − 🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Jadi:

5 − 2 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️✏️✏️ − ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jadi:

6 − 2 = 4


C. Pengurangan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh:

48 − 25

Bilangan 48 terdiri dari:

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 8

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita kurangkan puluhan dan satuan.

40 − 20 = 20

8 − 5 = 3

Jadi:

48 − 25 = 23


D. Contoh Pengurangan Tanpa Meminjam

Contoh 1

46 − 23 = ...

Puluhan:

40 − 20 = 20

Satuan:

6 − 3 = 3

Jadi:

46 − 23 = 23

Contoh 2

57 − 24 = ...

Puluhan:

50 − 20 = 30

Satuan:

7 − 4 = 3

Jadi:

57 − 24 = 33


E. Pengurangan dengan Meminjam

Jika angka satuan yang dikurangi lebih besar daripada satuan pada bilangan yang dikurangi, kita dapat meminjam 1 puluhan.

Contoh:

42 − 15 = ...

Satuan:

2 tidak dapat dikurangi 5.

Kita pinjam 1 puluhan dari 4 puluhan.

4 puluhan menjadi 3 puluhan.

1 puluhan = 10 satuan.

Jadi:

12 − 5 = 7

Kemudian:

30 − 10 = 20

Jadi:

42 − 15 = 27

Contoh lainnya

53 − 28 = ...

Satuan:

3 tidak dapat dikurangi 8.

Pinjam 1 puluhan.

53 menjadi 4 puluhan dan 13 satuan.

13 − 8 = 5

40 − 20 = 20

Jadi:

53 − 28 = 25


F. Pengurangan Bersusun

Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  47
− 25
----
  22

Langkah:

  1. Kurangkan satuan: 7 − 5 = 2.
  2. Kurangkan puluhan: 4 − 2 = 2.
  3. Jadi, 47 − 25 = 22.

Contoh dengan meminjam

  42
− 15
----
  27

Langkah:

  1. Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 5.
  2. Pinjam 1 puluhan sehingga 2 menjadi 12.
  3. 12 − 5 = 7.
  4. Puluhan: 3 − 1 = 2.
  5. Jadi, 42 − 15 = 27.

G. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengurangan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 35 pensil.
Ia memberikan 12 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina yang tersisa?

35 − 12 = 23

Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 23 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 50 buku cerita.
Sebanyak 18 buku dipinjam siswa.

Berapa buku yang masih ada?

50 − 18 = 32

Jadi, buku yang masih ada adalah 32 buku.


🌟 INGAT!

Pengurangan = mengambil atau mengurangi.

Contoh:

20 − 5 = 15

Jika mengurangkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan.
➡️ Perhatikan satuan.
➡️ Hitung dengan teliti.
➡️ Jika satuan tidak cukup dikurangi, lakukan peminjaman 1 puluhan.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

A. Hitunglah dengan tepat!

  1. 15 − 4 = ....
  2. 18 − 6 = ....
  3. 27 − 5 = ....
  4. 36 − 12 = ....
  5. 45 − 23 = ....
  6. 58 − 14 = ....
  7. 67 − 25 = ....
  8. 74 − 32 = ....
  9. 82 − 41 = ....
  10. 95 − 53 = ....

B. Pengurangan dengan Meminjam

  1. 32 − 15 = ....
  2. 41 − 26 = ....
  3. 53 − 28 = ....
  4. 62 − 37 = ....
  5. 71 − 45 = ....
  6. 84 − 29 = ....
  7. 90 − 46 = ....
  8. 73 − 38 = ....
  9. 65 − 27 = ....
  10. 92 − 57 = ....

Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Senin, 28 September 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

Sabtu, 26 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 28 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Menganalisis Permasalahan Sederhana di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Pertemuan ke: 4

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi permasalahan sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga.
  2. Menghubungkan permasalahan keluarga dengan nilai-nilai Pancasila.
  3. Menentukan sila Pancasila yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
  4. Menjelaskan sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
  5. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.

 

📌 MATERI: Menganalisis Permasalahan Sederhana di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, demonstrasi, praktik, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, kartu/gambar sila Pancasila, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

ssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan belajar kita hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲✨

Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan bersama keluarga di rumah. Pernahkah kalian membantu Ayah dan Bunda, berdoa bersama, berbagi dengan saudara, atau bekerja sama membersihkan rumah?

Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hari ini kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Kita akan belajar mengenali perilaku yang sesuai dengan Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari di rumah.

Setelah belajar, ananda akan melakukan satu kegiatan sederhana untuk mempraktikkan nilai Pancasila bersama keluarga. 🌷



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga



Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan, tetapi juga diterapkan ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, terkadang terdapat masalah sederhana, seperti berebut mainan, tidak mau membantu orang tua, bertengkar dengan saudara, atau tidak mau mendengarkan pendapat anggota keluarga.

Ketika menghadapi masalah, kita perlu menyelesaikannya dengan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

⭐ 1. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-1

Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh masalah:

  • Adik mengganggu kakak yang sedang salat.
  • Ada anggota keluarga yang tidak mau berdoa sebelum makan.

Sikap yang tepat:

  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
  • Mengingatkan dengan cara yang baik.
  • Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.

⛓️ 2. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-2

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh masalah:

  • Kakak mengejek adiknya.
  • Adik berbicara kasar kepada Bunda.
  • Saudara tidak mau membantu ketika anggota keluarga membutuhkan bantuan.

Sikap yang tepat:

  • Berbicara dengan sopan.
  • Tidak mengejek atau menyakiti saudara.
  • Menyayangi dan membantu anggota keluarga.

🌳 3. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-3

Persatuan Indonesia

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik bertengkar ketika bermain.
  • Anggota keluarga tidak mau bekerja sama membersihkan rumah.

Sikap yang tepat:

  • Hidup rukun dan saling menyayangi.
  • Mau bekerja sama.
  • Menyelesaikan masalah tanpa bertengkar.

🐂 4. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-4

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik berbeda pendapat saat memilih acara televisi.
  • Anggota keluarga ingin menentukan kegiatan yang berbeda.

Sikap yang tepat:

  • Mendengarkan pendapat orang lain.
  • Berdiskusi atau bermusyawarah.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 5. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-5

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik berebut makanan.
  • Tugas membersihkan rumah hanya diberikan kepada satu orang.
  • Saudara tidak mau berbagi.

Sikap yang tepat:

  • Mau berbagi.
  • Membagi tugas dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga.

Ø Contoh Analisis Masalah

Masalah:
Dina dan adiknya berebut mainan. Mereka saling menarik mainan dan mulai bertengkar.

Pertanyaan:

  1. Apa masalah yang terjadi?
  2. Apakah sikap mereka sudah baik?
  3. Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
  4. Apa yang sebaiknya mereka lakukan?

Penyelesaian:
Dina dan adiknya sebaiknya tidak bertengkar dan mau bergantian menggunakan mainan. Mereka dapat menyelesaikan masalah dengan rukun dan adil.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Pilihlah jawaban yang tepat!

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Adik sedang berdoa sebelum makan, tetapi kakaknya mengajaknya bermain.
    Apa yang sebaiknya dilakukan kakak?
  2. Rani melihat Bunda sedang membawa banyak barang.
    Apa yang sebaiknya Rani lakukan? Mengapa?
  3. Kakak dan adik bertengkar karena ingin bermain dengan mainan yang sama.
    Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut?
  4. Ayah mengajak semua anggota keluarga berdiskusi untuk menentukan kegiatan pada hari Minggu.
    Apa yang sebaiknya kamu lakukan saat anggota keluarga menyampaikan pendapat?
  5. Kakak mendapatkan dua potong kue, sedangkan adik tidak mendapat kue.
    Apa yang sebaiknya dilakukan kakak agar sesuai dengan nilai Pancasila?
  6. Dito tidak mau membantu membersihkan rumah karena ingin bermain.
    Menurutmu, apakah sikap Dito sudah tepat? Jelaskan alasanmu!
  7. Sinta dan kakaknya memiliki pendapat yang berbeda saat memilih acara televisi.
    Bagaimana sebaiknya mereka menyelesaikan perbedaan pendapat tersebut?
  8. Ketika Bunda sedang berbicara, Andi terus memotong pembicaraan.
    Apa yang seharusnya dilakukan Andi?
  9. Kakak mengejek adiknya karena adiknya belum bisa membaca dengan lancar.
    Apakah sikap kakak sesuai dengan nilai Pancasila? Jelaskan dan tuliskan sikap yang seharusnya dilakukan!
  10. Di rumah, semua anggota keluarga mendapat tugas membersihkan rumah. Namun, adik tidak mau mengerjakan tugasnya sehingga pekerjaan menjadi lebih berat bagi anggota keluarga lainnya.
    Menurutmu, bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?

Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. Kakak sebaiknya tidak mengajak adik bermain ketika sedang berdoa. Kakak harus menghormati adik yang sedang berdoa. (Sila ke-1)
  2. Rani sebaiknya membantu Bunda membawa barang yang mampu dibawanya karena membantu anggota keluarga merupakan sikap peduli dan saling menyayangi. (Sila ke-2)
  3. Kakak dan adik sebaiknya tidak bertengkar. Mereka dapat bergantian menggunakan mainan atau bermusyawarah untuk menentukan siapa yang bermain terlebih dahulu. (Sila ke-3 dan ke-4)
  4. Kita sebaiknya mendengarkan pendapat anggota keluarga dengan baik, tidak memotong pembicaraan, dan menghargai pendapat orang lain. (Sila ke-4)
  5. Kakak sebaiknya berbagi kue dengan adik agar setiap anggota keluarga mendapatkan bagian dengan adil. (Sila ke-5)
  6. Tidak tepat. Dito sebaiknya membantu membersihkan rumah terlebih dahulu sesuai tugasnya, kemudian bermain setelah tugas selesai. Sikap tersebut menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga.
  7. Sinta dan kakaknya sebaiknya berdiskusi, saling mendengarkan pendapat, dan memilih acara yang disepakati bersama tanpa memaksakan kehendak. (Sila ke-4)
  8. Andi seharusnya mendengarkan Bunda sampai selesai dan tidak memotong pembicaraan. Sikap tersebut menunjukkan sopan santun dan menghargai orang lain. (Sila ke-2)
  9. Tidak sesuai. Kakak seharusnya tidak mengejek adiknya, tetapi membantu dan menyemangati adiknya agar mau belajar. (Sila ke-2)
  10. Adik sebaiknya melaksanakan tugasnya sesuai kemampuan. Anggota keluarga dapat saling mengingatkan dan bekerja sama agar pekerjaan rumah selesai dengan adil. (Sila ke-3 dan ke-5)

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang menganalisis permasalahan sederhana di lingkungan keluarga berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Peserta didik memahami bahwa nilai-nilai Pancasila dapat digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan masalah dan menjaga kerukunan di dalam keluarga.

Peserta didik memahami bahwa:

  • ⭐ Sila ke-1 mengajarkan kita untuk menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah dan membiasakan berdoa.
  • 🤝 Sila ke-2 mengajarkan kita untuk saling menyayangi, membantu, berbicara sopan, dan tidak menyakiti anggota keluarga.
  • 🌳 Sila ke-3 mengajarkan kita untuk hidup rukun, bekerja sama, dan menjaga persatuan dalam keluarga.
  • 💬 Sila ke-4 mengajarkan kita untuk mendengarkan pendapat, bermusyawarah, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.
  • ⚖️ Sila ke-5 mengajarkan kita untuk berbagi, bersikap adil, melaksanakan tugas, dan menghargai hak anggota keluarga.
  • 🏠 Permasalahan sederhana di rumah dapat diselesaikan dengan sikap yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
  • ❤️ Menerapkan Pancasila dalam keluarga dapat menciptakan suasana rumah yang rukun, damai, dan saling menyayangi.

Melalui kegiatan mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, dan menganalisis permasalahan sederhana, peserta didik belajar menentukan sikap yang tepat berdasarkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik: Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 17 peserta didik hadir dan 5 peserta didik tidak hadir dengan keterangan 1 izin dan 4 sakit.

Kendala: Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam menghubungkan permasalahan sederhana di lingkungan keluarga dengan sila Pancasila yang sesuai, terutama dalam membedakan penerapan sila ke-3, ke-4, dan ke-5.

Tindak Lanjut: Guru memberikan pendampingan melalui gambar situasi keluarga, kartu sila Pancasila, contoh permasalahan sederhana, serta kegiatan mencocokkan masalah dengan sila yang sesuai. Peserta didik juga diberikan latihan untuk menentukan sikap yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan keluarga berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebanyak 14 peserta didik telah memahami dan mampu mengidentifikasi permasalahan sederhana di lingkungan keluarga serta menentukan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu menghubungkan permasalahan dengan sila Pancasila yang tepat dan menentukan solusi yang sesuai.