Selasa 06 Oktober 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

Senin, 05 Oktober 2026

  IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 06 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Kata kerja aktif dan kata kerja pasif

Pertemuan ke: 4

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca kalimat dengan teliti dan memperhatikan kata kerja yang menunjukkan siapa yang melakukan atau dikenai suatu kegiatan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kata kerja aktif dan pasif melalui kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, bermain tebak kata kerja, tanya jawab, mengubah kalimat, diskusi, dan latihan sederhana.


ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
  2. Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
  3. Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
  4. Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
  5. Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
  6. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
  7. Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
  8. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.


๐Ÿ“Œ MATERI: kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari kata, penugasan, dan latihan terbimbing.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata, video pembelajaran


ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Anak-anak, coba perhatikan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari. Misalnya, Ibu memasak, Ayah mencuci mobil, atau Kakak membaca buku.

Menurut kalian, apa yang dilakukan Ibu, Ayah, dan Kakak?

Benar, mereka melakukan suatu kegiatan. Kata yang menunjukkan kegiatan disebut kata kerja.

Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan dan menggunakan anggota tubuh dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita untuk melakukan kebaikan. ✨

Hari ini kita akan belajar kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kita akan belajar membedakan kalimat yang menunjukkan seseorang melakukan kegiatan dan kalimat yang menunjukkan seseorang atau sesuatu dikenai kegiatan. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. ๐ŸŒท




A. Mengenal Kata Kerja

Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • menyapu
  • mencuci
  • memasak
  • bermain
  • menggambar
  • membawa
  • membuka
  • menutup

Contoh dalam kalimat:

  • Siti membaca buku.
  • Ibu memasak nasi.
  • Budi menulis surat.
  • Ayah mencuci mobil.

Kata membaca, memasak, menulis, dan mencuci merupakan kata kerja karena menunjukkan kegiatan.


B. Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek melakukan suatu kegiatan atau tindakan.

Biasanya kata kerja aktif menggunakan awalan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.

Contoh:

  1. Rani membaca buku.
  2. Ibu memasak nasi.
  3. Ayah mencuci mobil.
  4. Budi menulis surat.
  5. Siti menyapu lantai.

Pada kalimat:

Rani membaca buku.

  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.
  • membaca = kata kerja aktif.
  • buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.

C. Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dikenai atau menerima suatu tindakan.

Kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.

Contoh:

  1. Buku dibaca oleh Rani.
  2. Nasi dimasak oleh Ibu.
  3. Mobil dicuci oleh Ayah.
  4. Surat ditulis oleh Budi.
  5. Lantai disapu oleh Siti.

Pada kalimat:

Buku dibaca oleh Rani.

  • Buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
  • dibaca = kata kerja pasif.
  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.











Cara mudah mengingat:

๐ŸŸข Aktif = melakukan
๐Ÿ”ต Pasif = dikenai kegiatan















F. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Contoh 1

Aktif: Ibu memasak nasi.
⬇️
Pasif: Nasi dimasak oleh Ibu.

Contoh 2

Aktif: Ayah mencuci mobil.
⬇️
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.

Contoh 3

Aktif: Siti membaca buku.
⬇️
Pasif: Buku dibaca oleh Siti.

Contoh 4

Aktif: Budi menulis surat.
⬇️
Pasif: Surat ditulis oleh Budi.


G. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif.

Contoh 1

Pasif: Bola ditendang oleh Raka.
⬇️
Aktif: Raka menendang bola.

Contoh 2

Pasif: Buku dibaca oleh Siti.
⬇️
Aktif: Siti membaca buku.

Contoh 3

Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.
⬇️
Aktif: Ayah mencuci mobil.


H. Kosakata Baru

Kata kerja: kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.

Aktif: melakukan suatu kegiatan.

Pasif: dikenai atau menerima suatu kegiatan.

Pelaku: orang yang melakukan suatu kegiatan.

Tindakan: kegiatan yang dilakukan.

Awalan: bagian yang ditambahkan pada awal kata, seperti me- dan di-.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:

A. Bedakan Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

1. Perhatikan kalimat berikut!
Lina membaca buku.
Kalimat tersebut termasuk kalimat ....
Jawab: ______________________

2. Perhatikan kalimat berikut!
Buku dibaca oleh Lina.
Kalimat tersebut termasuk kalimat ....
Jawab: ______________________

3. Perhatikan kalimat berikut!
Ayah mencuci motor.
Kalimat tersebut termasuk kalimat ....
Jawab: ______________________

4. Perhatikan kalimat berikut!
Motor dicuci oleh Ayah.
Kalimat tersebut termasuk kalimat ....
Jawab: ______________________

5. Perhatikan kalimat berikut!
Bunga disiram oleh Rina.
Kalimat tersebut termasuk kalimat ....
Jawab: ______________________

B. Membuat Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

6. Buatlah kalimat aktif menggunakan kata berikut!
menyapu
Jawab: __________________________________________

7. Buatlah kalimat aktif menggunakan kata berikut!
membaca
Jawab: __________________________________________

8. Buatlah kalimat pasif menggunakan kata berikut!
dicuci
Jawab: __________________________________________

9. Buatlah kalimat pasif menggunakan kata berikut!
ditanam
Jawab: __________________________________________

10. Perhatikan kalimat berikut!
Siti menulis surat.
Buatlah kalimat pasif dari kalimat tersebut!

Jawab: __________________________________________


ร˜ Jawaban atau uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Selasa 06 Oktober 2026 - 2.C - Matematika

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 06 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi pengurangan sampai 100

Pertemuan ke: 2

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan, memperhatikan bilangan yang dikurangi, dan menghitung dengan teliti.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah pensil, buku, buah, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar pengurangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan tantangan pengurangan secara menyenangkan.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengurangan sebagai kegiatan mengambil atau mengurangi sejumlah benda.
  2. Mengurangi bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Mengurangkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Mengurangkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Mengurangkan bilangan dua angka sampai 100.
  6. Memahami pengurangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam.
  8. Mengenal pengurangan dengan meminjam secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang jumlah benda kita berkurang karena digunakan atau diberikan kepada orang lain.

Coba bayangkan, Ibu mempunyai 35 pensil, kemudian 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Nah, hari ini kita akan belajar operasi pengurangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret dan permainan angka agar belajar menjadi mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 



A. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi sebagian dari suatu jumlah.

Tanda pengurangan adalah: −

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh:

5 − 2 = 3

Artinya, dari 5 benda diambil 2 benda, sehingga tersisa 3 benda.


B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ − ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi:

5 − 2 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️✏️✏️ − ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jadi:

6 − 2 = 4


C. Pengurangan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh:

48 − 25

Bilangan 48 terdiri dari:

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 8

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita kurangkan puluhan dan satuan.

40 − 20 = 20

8 − 5 = 3

Jadi:

48 − 25 = 23


D. Contoh Pengurangan Tanpa Meminjam

Contoh 1

46 − 23 = ...

Puluhan:

40 − 20 = 20

Satuan:

6 − 3 = 3

Jadi:

46 − 23 = 23

Contoh 2

57 − 24 = ...

Puluhan:

50 − 20 = 30

Satuan:

7 − 4 = 3

Jadi:

57 − 24 = 33


E. Pengurangan dengan Meminjam

Jika angka satuan yang dikurangi lebih besar daripada satuan pada bilangan yang dikurangi, kita dapat meminjam 1 puluhan.

Contoh:

42 − 15 = ...

Satuan:

2 tidak dapat dikurangi 5.

Kita pinjam 1 puluhan dari 4 puluhan.

4 puluhan menjadi 3 puluhan.

1 puluhan = 10 satuan.

Jadi:

12 − 5 = 7

Kemudian:

30 − 10 = 20

Jadi:

42 − 15 = 27

Contoh lainnya

53 − 28 = ...

Satuan:

3 tidak dapat dikurangi 8.

Pinjam 1 puluhan.

53 menjadi 4 puluhan dan 13 satuan.

13 − 8 = 5

40 − 20 = 20

Jadi:

53 − 28 = 25


F. Pengurangan Bersusun

Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  47
− 25
----
  22

Langkah:

  1. Kurangkan satuan: 7 − 5 = 2.
  2. Kurangkan puluhan: 4 − 2 = 2.
  3. Jadi, 47 − 25 = 22.

Contoh dengan meminjam

  42
− 15
----
  27

Langkah:

  1. Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 5.
  2. Pinjam 1 puluhan sehingga 2 menjadi 12.
  3. 12 − 5 = 7.
  4. Puluhan: 3 − 1 = 2.
  5. Jadi, 42 − 15 = 27.

G. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengurangan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 35 pensil.
Ia memberikan 12 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina yang tersisa?

35 − 12 = 23

Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 23 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 50 buku cerita.
Sebanyak 18 buku dipinjam siswa.

Berapa buku yang masih ada?

50 − 18 = 32

Jadi, buku yang masih ada adalah 32 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Pengurangan = mengambil atau mengurangi.

Contoh:

20 − 5 = 15

Jika mengurangkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan.
➡️ Perhatikan satuan.
➡️ Hitung dengan teliti.
➡️ Jika satuan tidak cukup dikurangi, lakukan peminjaman 1 puluhan.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:

A. Hitunglah dengan tepat!

  1. 15 − 4 = ....
  2. 18 − 6 = ....
  3. 27 − 5 = ....
  4. 36 − 12 = ....
  5. 45 − 23 = ....
  6. 58 − 14 = ....
  7. 67 − 25 = ....
  8. 74 − 32 = ....
  9. 82 − 41 = ....
  10. 95 − 53 = ....

B. Pengurangan dengan Meminjam

  1. 32 − 15 = ....
  2. 41 − 26 = ....
  3. 53 − 28 = ....
  4. 62 − 37 = ....
  5. 71 − 45 = ....
  6. 84 − 29 = ....
  7. 90 − 46 = ....
  8. 73 − 38 = ....
  9. 65 − 27 = ....
  10. 92 − 57 = ....

ร˜ Kunci Jawaban/uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Senin, 05 Oktober 2026 - 2.C - Seni Rupa

Minggu, 04 Oktober 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 05 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mengenal Tekstur (Kasar dan Halus)

Pertemuan ke: 1

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

MMurid dapat mengapresiasi karya diri sendiri (Tekstur dan Pola)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali tekstur pada berbagai benda dengan teliti menggunakan penglihatan dan perabaan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan tekstur kasar dan halus dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti batu, kayu, daun, kapas, kain, kertas, dan benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal dan membedakan tekstur kasar dan halus melalui kegiatan mengamati, meraba, mencocokkan, dan mengelompokkan gambar atau benda.


ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal dan membedakan tekstur kasar dan tekstur halus dengan benar.
  2. Mengenal pola sebagai unsur rupa berupa pengulangan bentuk, garis, atau warna.
  3. Membuat karya seni rupa sederhana yang menggabungkan tekstur dan pola.
  4. Mengidentifikasi dan menyebutkan tekstur serta pola yang terdapat pada karya sendiri.
  5. Menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun

 

๐Ÿ“Œ MATERI: MENGENAL TEKSTUR (KASAR DAN HALUS)

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, dan penugasan

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar benda, dan benda-benda di sekitar yang memiliki tekstur kasar dan halus.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan dan rasakan benda yang ada di sekitar kalian. Pernahkah kalian menyentuh batu, kulit buah, meja, kapas, kain, atau kertas?

Bagaimana rasanya? Ada benda yang terasa kasar, dan ada juga yang terasa halus.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan permukaan yang berbeda-beda. Keberagaman tekstur tersebut membuat benda dan karya seni menjadi lebih menarik. ๐ŸŒฟ✨

Hari ini kita akan belajar tentang tekstur, khususnya tekstur kasar dan halus.

Mari belajar dengan teliti, berani mencoba, dan menjaga benda yang kita gunakan. Semoga kita dapat mengenal dan membedakan tekstur dengan baik. ๐Ÿ’–

 




1. Pengertian Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan dengan indera peraba dan dapat dilihat.

Setiap benda dapat memiliki tekstur yang berbeda. Ada benda yang permukaannya kasar, dan ada benda yang permukaannya halus.

Contoh benda di sekitar kita:

  • Batu memiliki tekstur kasar.
  • Kulit pohon memiliki tekstur kasar.
  • Kapas memiliki tekstur lembut dan halus.
  • Kertas memiliki permukaan yang relatif halus.
  • Kain dapat memiliki tekstur halus atau kasar tergantung jenis kainnya.

2. Tekstur Kasar

Tekstur kasar adalah permukaan benda yang terasa tidak rata atau berbintil ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur kasar:

  • ๐Ÿชจ Batu
  • ๐ŸŒณ Kulit pohon
  • ๐Ÿงฑ Batu bata
  • ๐Ÿชต Kayu
  • ๐Ÿฅฅ Kulit kelapa
  • ๐Ÿ–️ Pasir

Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa tidak licin dan permukaannya tidak rata.


3. Tekstur Halus

Tekstur halus adalah permukaan benda yang terasa lembut, rata, atau licin ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur halus:

  • ☁️ Kapas
  • ๐Ÿ“„ Kertas
  • ๐Ÿงต Kain tertentu
  • ๐Ÿฅš Kulit telur
  • ๐Ÿชž Kaca
  • ๐Ÿงด Permukaan botol plastik tertentu

Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa lebih lembut, rata, atau licin.


4. Perbedaan Tekstur Kasar dan Halus

Tekstur KasarTekstur Halus
Permukaannya tidak rataPermukaannya rata atau lembut
Terasa kasar saat dirabaTerasa lembut atau licin saat diraba
Contoh: batuContoh: kertas
Contoh: kulit pohonContoh: kapas
Contoh: pasirContoh: kaca

5. Tekstur pada Karya Seni

Tekstur juga dapat ditemukan dalam karya seni rupa.

Seniman dapat menggunakan berbagai bahan untuk menghasilkan tekstur yang berbeda pada karya seni.

Contohnya:

  • Menempelkan pasir pada gambar untuk membuat tekstur kasar.
  • Menempelkan kapas untuk membuat tekstur lembut.
  • Menggunakan daun kering untuk memberikan tekstur tertentu.
  • Menggunakan kain untuk memberikan permukaan yang berbeda.

Dengan menggunakan berbagai tekstur, karya seni dapat menjadi lebih menarik dan memiliki keunikan.


6. Mengelompokkan Tekstur

Benda dapat dikelompokkan berdasarkan teksturnya.

๐Ÿชจ Tekstur Kasar:
Batu, pasir, kulit pohon, batu bata, kayu.

☁️ Tekstur Halus:
Kapas, kertas, kaca, kain tertentu, kulit telur.

✨ Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan tekstur yang berbeda. Kita harus bersyukur atas keindahan dan keberagaman ciptaan Allah Swt.


ร˜ Asesmen/Post Test

A. Pilihan Ganda

1. Rani menyentuh sebuah batu. Permukaan batu terasa tidak rata dan berbintil. Tekstur batu adalah ....

A. halus
B. kasar
C. lembut
D. licin

2. Benda yang memiliki tekstur halus adalah ....

A. batu
B. pasir
C. kapas
D. kulit pohon

3. Tekstur adalah ....

A. warna suatu benda
B. bentuk suatu benda
C. sifat permukaan suatu benda
D. ukuran suatu benda

4. Saat menyentuh kulit pohon, tangan terasa ....

A. kasar
B. sangat licin
C. sangat lembut
D. rata sekali

5. Benda berikut yang memiliki tekstur halus adalah ....

A. batu bata
B. pasir
C. kertas
D. kulit kayu

6. Permukaan benda yang tidak rata biasanya memiliki tekstur ....

A. halus
B. kasar
C. lembut
D. licin

7. Contoh benda yang memiliki tekstur kasar adalah ....

A. kapas
B. kaca
C. batu
D. kertas

8. Contoh benda yang dapat digunakan untuk membuat tekstur halus pada karya seni adalah ....

A. kapas
B. pasir
C. batu
D. kulit pohon

9. Tekstur suatu benda dapat kita kenali dengan menggunakan indera ....

A. pendengaran
B. penciuman
C. peraba
D. pengecap

10. Kita harus menjaga benda yang digunakan saat membuat karya seni agar ....

A. cepat rusak
B. tetap bersih dan dapat digunakan dengan baik
C. dibuang setelah digunakan
D. menjadi kotor

B. Isian

1. Sifat permukaan suatu benda disebut ....

2. Batu memiliki tekstur ....

3. Kapas memiliki tekstur ....

4. Permukaan yang tidak rata biasanya terasa ....

5. Kita dapat merasakan tekstur menggunakan indera ....

6. Pasir merupakan contoh benda yang memiliki tekstur ....

7. Kertas pada umumnya memiliki permukaan yang ....

8. Kulit pohon memiliki tekstur ....

9. Tekstur dapat membuat karya seni menjadi lebih ....

10. Kita harus bersyukur kepada Allah Swt. atas berbagai ciptaan-Nya yang memiliki bentuk dan tekstur yang ....




ร˜ Kunci Jawaban/Uraian:

A. Pilihan Ganda

  1. B. kasar

  2. C. kapas

  3. C. sifat permukaan suatu benda

  4. A. kasar

  5. C. kertas

  6. B. kasar

  7. C. batu

  8. A. kapas

  9. C. peraba

  10. B. tetap bersih dan dapat digunakan dengan baik

B. Isian

  1. tekstur

  2. kasar

  3. halus

  4. kasar

  5. peraba

  6. kasar

  7. halus

  8. kasar

  9. menarik

  10. beragam/berbeda-beda


ร˜ Kesimpulan Materi:

Hari ini peserta didik belajar tentang tekstur kasar dan halus sebagai salah satu unsur dalam seni rupa.

Peserta didik memahami bahwa:

  • ๐ŸŽจ Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan melalui indera peraba.

  • ๐Ÿชจ Tekstur kasar memiliki permukaan yang tidak rata dan terasa kasar ketika diraba.

  • ☁️ Tekstur halus memiliki permukaan yang rata, lembut, atau licin ketika diraba.

  • ๐Ÿชจ Contoh benda bertekstur kasar antara lain batu, pasir, kulit pohon, kayu, dan batu bata.

  • ☁️ Contoh benda bertekstur halus antara lain kapas, kertas, kaca, dan beberapa jenis kain.

  • ✋ Tekstur dapat dikenali dengan indera peraba.

  • ๐Ÿ–ผ️ Tekstur dapat digunakan dalam karya seni agar karya menjadi lebih menarik dan memiliki keunikan.

  • ๐ŸŒฟ Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan tekstur yang berbeda-beda sehingga kita harus bersyukur dan menjaga ciptaan-Nya.

ร˜ Refleksi Pembelajaran:

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 21 peserta didik hadir dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan 1 sakit.

Kendala:
Sebanyak 1 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan tekstur kasar dan halus, terutama ketika mengidentifikasi tekstur benda melalui gambar.

Tindak Lanjut:
Guru memberikan pendampingan menggunakan benda konkret yang dapat disentuh dan diraba, seperti batu, kapas, kertas, kayu, dan kain. Peserta didik diarahkan untuk mengamati, meraba, kemudian mengelompokkan benda berdasarkan teksturnya.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 20 peserta didik telah mampu mengenal dan membedakan tekstur kasar dan halus serta menyebutkan contoh benda berdasarkan teksturnya. Sebanyak 1 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan tekstur kasar dan halus.