Selasa, 27 Oktober 2026 - 2.C - Matematika

Senin, 26 Oktober 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Makna simbol  matematika "="

Pertemuan ke: 1

 


Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyimak penjelasan dan mengamati nilai pada kedua ruas kalimat matematika dengan teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan makna tanda sama dengan dengan kegiatan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, atau benda lainnya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu angka, benda konkret, diskusi, dan tantangan melengkapi kalimat matematika.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal simbol sama dengan (=).

  2. Memahami tanda sama dengan sebagai tanda bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  3. Menunjukkan kesamaan nilai menggunakan benda konkret dan gambar.

  4. Membaca kalimat matematika yang menggunakan tanda sama dengan.

  5. Menentukan apakah dua kelompok benda memiliki jumlah yang sama.

  6. Melengkapi kalimat matematika sederhana dengan tanda sama dengan.

  7. Menentukan bilangan yang tepat untuk melengkapi kalimat matematika.

  8. Menyelesaikan masalah sederhana terkait kesamaan nilai dalam kehidupan sehari-hari.


Ø  Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. Aamiin. 🀲✨

Anak-anak sholeh dan sholehah, siapa yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya? Benar, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, dan hewan dengan bentuk dan jumlah yang beragam. Masyaallah, betapa besar kebesaran Allah! 🌿🍎

Sekarang, coba perhatikan contoh berikut. Allah menciptakan buah apel yang dapat kita amati saat belajar berhitung. Ibu memiliki 3 buah apel, sedangkan Ayah juga memiliki 3 buah apel.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Apakah jumlah apel Ibu dan Ayah sama? Ya, jumlahnya sama, yaitu 3 buah apel.

Dalam matematika, kita menuliskannya dengan kalimat 3 = 3. Simbol = dibaca sama dengan dan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Bagaimana jika Ibu memiliki 2 buah apel dan Ayah memiliki 4 buah apel? Apakah jumlahnya sama? Tidak, karena 2 tidak sama dengan 4.

Melalui contoh tersebut, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=), membandingkan nilai pada kedua ruas, serta menentukan apakah kalimat matematika memiliki nilai yang sama.

Anak-anak, dengan belajar matematika, kita dapat melatih ketelitian sekaligus mensyukuri nikmat akal dan ilmu yang Allah Swt. berikan. Yuk, belajar dengan semangat, teliti, dan gembira! πŸŒΈπŸ“š


πŸ“Œ MATERI: MAKNA SIMBOL MATEMATIKA “=”



Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim, pensil, penghapus, gambar benda, papan tulis, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan pensil yang Ibu bawa. Di tangan kanan Ibu ada 3 pensil, sedangkan di tangan kiri ada 3 pensil. Apakah jumlah pensil di kedua tangan sama?

Jika jumlahnya sama, kita dapat menuliskannya sebagai 3 = 3.

Nah, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=) dan menggunakannya dalam kalimat matematika. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar kegiatan belajar menjadi menyenangkan. 🌟


A. Mengenal Simbol Sama Dengan (=)

Simbol = dibaca sama dengan.

Tanda sama dengan digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan nilai di sebelah kanan memiliki jumlah atau nilai yang sama.

Contoh:

3 = 3

Artinya, nilai 3 di sebelah kiri sama dengan nilai 3 di sebelah kanan.

Contoh lainnya:

5 = 5

8 = 8

10 = 10

Ingat, tanda sama dengan bukan sekadar tanda untuk menuliskan jawaban. Tanda ini menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.


B. Memahami Tanda Sama Dengan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Di sebelah kiri terdapat 3 apel dan di sebelah kanan terdapat 3 apel.

Karena jumlahnya sama, kalimat matematikanya adalah:

3 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jumlah pensil di kedua kelompok sama-sama 4.

Jadi:

4 = 4

Anak-anak dapat menggunakan stik es krim, pensil, atau benda lain untuk membuktikan bahwa kedua kelompok memiliki jumlah yang sama.


C. Tanda Sama Dengan pada Kalimat Matematika

Tanda sama dengan juga dapat digunakan pada kalimat matematika yang memuat operasi hitung.

Perhatikan contoh berikut.

1. Penjumlahan

2 + 3 = 5

Artinya, hasil dari 2 ditambah 3 adalah 5. Nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

2. Pengurangan

7 − 2 = 5

Artinya, hasil dari 7 dikurangi 2 adalah 5. Kedua ruas memiliki nilai yang sama.

3. Kesamaan nilai pada kedua ruas

4 + 2 = 3 + 3

Ruas kiri: 4 + 2 = 6

Ruas kanan: 3 + 3 = 6

Karena kedua ruas bernilai 6, maka:

4 + 2 = 3 + 3

Jadi, tanda sama dengan dapat digunakan ketika kedua ruas memiliki nilai yang sama, meskipun bentuk perhitungannya berbeda.


D. Melengkapi Kalimat Matematika

Anak-anak, perhatikan contoh berikut.

Contoh 1

3 + 2 = ...

3 + 2 = 5

Jadi, bilangan yang tepat adalah 5.

Contoh 2

4 + 1 = 2 + ...

Ruas kiri: 4 + 1 = 5.

Agar ruas kanan bernilai 5, maka 2 + 3 = 5.

Jadi:

4 + 1 = 2 + 3

Contoh 3

6 = 4 + ...

Agar kedua ruas memiliki nilai yang sama, kita mencari bilangan yang jika ditambahkan dengan 4 hasilnya 6.

4 + 2 = 6.

Jadi:

6 = 4 + 2


E. Menentukan Kalimat Matematika yang Benar atau Salah

Perhatikan beberapa contoh berikut.

1. 3 + 2 = 5

Benar, karena kedua ruas bernilai 5.

2. 4 + 1 = 6

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 6.

3. 2 + 4 = 3 + 3

Benar, karena kedua ruas bernilai 6.

4. 7 − 2 = 4

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 4.

Untuk mengetahui benar atau salah, kita harus menghitung nilai pada kedua ruas terlebih dahulu.


F. Tanda Sama Dengan dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanda sama dengan dapat membantu kita memahami kesamaan jumlah benda.

Contoh 1

Aisyah memiliki 4 pensil. Bilal juga memiliki 4 pensil.

Kalimat matematikanya:

4 = 4

Jadi, jumlah pensil Aisyah sama dengan jumlah pensil Bilal.

Contoh 2

Di meja terdapat 3 buku dan 2 buku tambahan. Di meja lain terdapat 5 buku.

Kalimat matematikanya:

3 + 2 = 5

Jadi, jumlah buku pada kedua kelompok sama, yaitu 5 buku.


🌟 INGAT!

  • Simbol = dibaca sama dengan.

  • Tanda sama dengan menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  • Kedua ruas dapat berupa bilangan, penjumlahan, atau pengurangan.

  • Bentuk perhitungan boleh berbeda, asalkan nilainya sama.

  • Hitung kedua ruas dengan teliti sebelum menentukan benar atau salah.

Ø Soal Asesmen / Post-Test

Petunjuk: Bacalah setiap soal dengan teliti. Hitunglah nilai kedua ruas jika diperlukan, kemudian jawablah dengan benar.

  1. Perhatikan kalimat matematika berikut: 5 = 5. Apa makna tanda sama dengan pada kalimat tersebut?

  2. Rani memiliki 4 pensil. Dita juga memiliki 4 pensil. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan bahwa jumlah pensil mereka sama.

  3. Lengkapilah kalimat matematika berikut: 3 + 2 = ....

  4. Perhatikan kalimat matematika berikut: 4 + 2 = 3 + 3. Apakah kalimat matematika tersebut benar? Jelaskan alasanmu.

  5. Di sebelah kiri terdapat 7 kelereng. Di sebelah kanan terdapat 5 kelereng dan 2 kelereng tambahan. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan kesamaan jumlah kelereng tersebut.

Ø Kunci Jawaban/Uraian


Ø Kesimpulan dan Refleksi


Selasa, 27 Oktober 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Mata Pembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 27 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Tanda-tanda peringatan di tempat umum

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenali, membaca, dan menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum serta merespons informasi secara lisan dengan baik dan santun. Murid juga mampu menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid mengamati tanda-tanda peringatan di tempat umum dengan teliti dan memahami pesan yang disampaikan.

  • Meaningful (Bermakna): Murid memahami fungsi tanda peringatan sebagai petunjuk untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu gambar, tebak makna tanda, tanya jawab, dan latihan menentukan tindakan yang tepat sesuai tanda peringatan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali berbagai tanda peringatan yang terdapat di tempat umum.

  2. Membaca tulisan atau simbol pada tanda peringatan sederhana.

  3. Menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum.

  4. Mengidentifikasi tempat ditemukannya tanda peringatan.

  5. Menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan.

  6. Menanggapi pertanyaan tentang tanda peringatan dengan bahasa yang baik dan santun.

Ø Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran. Mari kita awali kegiatan hari ini dengan berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🀲

Anak-anak, pernahkah kalian melihat tanda bergambar orang terpeleset di lantai, tanda dilarang merokok, atau tanda bergambar petir di tempat umum? ⚠️

Menurut kalian, apa arti tanda-tanda tersebut? Mengapa kita harus memperhatikan dan mematuhinya?

Nah, anak-anak, gambar dan tulisan tersebut disebut tanda-tanda peringatan. Tanda peringatan membantu kita mengetahui adanya bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan agar kita tetap aman dan tertib saat berada di tempat umum.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan tidak membahayakan orang lain. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berhati-hati, mematuhi aturan, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan yang ada di sekitar kita. 🌷

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai tanda-tanda peringatan di tempat umum, memahami maknanya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika melihat tanda tersebut. Mari kita belajar dengan penuh perhatian, semangat, dan gembira! ✨


πŸ“Œ MATERI: Tanda-Tanda Peringatan di Tempat Umum



A. Pengertian Tanda Peringatan

Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal-hal yang perlu diperhatikan. Tanda ini membantu masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berada di tempat umum.

B. Macam-Macam Tanda Peringatan

1. Awas Lantai Licin

  • Makna: Lantai dapat menyebabkan seseorang terpeleset.

  • Tindakan: Berjalan dengan hati-hati.

2. Dilarang Merokok

  • Makna: Pengunjung tidak boleh merokok di area tersebut.

  • Tindakan: Mematuhi larangan merokok.

3. Awas Tegangan Tinggi

  • Makna: Terdapat bahaya listrik yang dapat membahayakan tubuh.

  • Tindakan: Tidak menyentuh peralatan listrik dan menjauhi area tersebut.

4. Awas Bahaya

  • Makna: Ada kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

  • Tindakan: Berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas.

5. Dilarang Masuk

  • Makna: Pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area tertentu.

  • Tindakan: Tidak memasuki area tersebut.

6. Awas Jalan Licin atau Berbahaya

  • Makna: Jalan perlu dilalui dengan hati-hati.

  • Tindakan: Mengurangi kecepatan dan memperhatikan keadaan sekitar.

C. Tempat Ditemukannya Tanda Peringatan

Tanda peringatan dapat ditemukan di berbagai tempat umum, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

D. Sikap yang Tepat terhadap Tanda Peringatan

  • Membaca dan memperhatikan tanda dengan teliti.

  • Mematuhi larangan dan petunjuk yang diberikan.

  • Berhati-hati ketika melihat tanda bahaya.

  • Tidak merusak tanda peringatan.

  • Mengingatkan teman dengan bahasa yang baik dan santun apabila melakukan tindakan yang membahayakan.

πŸ“ SOAL ASESMEN / POST TEST

  1. Apa yang dimaksud dengan tanda peringatan?

  2. Apa arti tanda bergambar orang terpeleset di lantai?

  3. Di mana kita dapat menemukan tanda dilarang merokok?

  4. Apa yang harus dilakukan ketika melihat tanda awas tegangan tinggi?

  5. Mengapa kita harus mematuhi tanda peringatan di tempat umum?

Ø Jawaban atau Uraian

  1. Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan.

  2. Tanda tersebut menunjukkan bahwa lantai licin sehingga kita harus berjalan dengan hati-hati.

  3. Tanda dilarang merokok dapat ditemukan di sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya.

  4. Menjauhi area tersebut dan tidak menyentuh peralatan listrik karena dapat membahayakan keselamatan.

  5. Agar keselamatan diri sendiri dan orang lain tetap terjaga serta tercipta ketertiban di tempat umum.

Ø Kesimpulan Materi

Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan di tempat umum. Peserta didik belajar mengenali berbagai tanda peringatan, memahami maknanya, serta menentukan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda yang ditemukan. Mematuhi tanda peringatan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Kehadiran Peserta Didik:

Jumlah peserta didik kelas II.C sebanyak 22 orang. 2 peserta didik tidak hadir dikarenakan sakit.

Kendala:

Sebagian peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami makna tanda-tanda peringatan di tempat umum dan menentukan tindakan yang tepat sesuai dengan informasi pada tanda tersebut.

Tindak Lanjut:

Guru memberikan pendampingan melalui gambar tanda peringatan yang sering ditemukan di lingkungan sekitar, disertai tanya jawab dan latihan mencocokkan tanda dengan maknanya. Peserta didik dibimbing untuk menjelaskan arti tanda dan menyampaikan tindakan yang tepat menggunakan bahasa yang baik dan santun.

Capaian Tujuan Pembelajaran:

Capaian pembelajaran disesuaikan dengan hasil asesmen peserta didik. Peserta didik yang telah mampu mengenali, menjelaskan makna, dan menentukan tindakan yang tepat terhadap tanda peringatan diberikan penguatan melalui latihan kontekstual. Peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan secara bertahap agar mampu memahami dan merespons informasi pada tanda peringatan dengan tepat.

Senin, 26 Oktober 2026 - 2.C - Seni Rupa

Minggu, 25 Oktober 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mengenal Pola

Pertemuan ke: 1

 


Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenal, membuat, dan mengapresiasi pola sederhana dalam karya seni rupa.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali pola melalui pengulangan bentuk, garis, warna, atau gambar secara teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pola dengan benda-benda di lingkungan sekitar, seperti motif pakaian, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal, melanjutkan, dan membuat pola sederhana melalui kegiatan menggambar, mewarnai, mencocokkan, dan menempel potongan gambar.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian pola dalam seni rupa.

  2. Mengidentifikasi pola warna, pola bentuk, dan pola gambar.

  3. Melanjutkan susunan pola sederhana dengan tepat.

  4. Membuat karya seni rupa sederhana menggunakan pola berulang.

  5. Mengidentifikasi dan menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, dan penugasan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar pola, kertas gambar, pensil, penghapus, pensil warna atau krayon, serta potongan kertas warna.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Pernahkah kalian melihat motif pada baju, susunan ubin lantai, atau hiasan yang memiliki bentuk dan warna berulang?

Misalnya, merah – biru – merah – biru. Menurut kalian, warna apa yang muncul berikutnya?

Nah, susunan yang berulang secara teratur disebut pola.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan keteraturan dan keindahan. Kita dapat menemukan berbagai pola pada bunga, daun, dan ciptaan Allah lainnya. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang pola dalam seni rupa, mulai dari mengenal pola warna, pola bentuk, dan pola gambar hingga membuat pola sederhana.

Mari belajar dengan teliti, kreatif, dan gembira. Semoga kita dapat menghasilkan karya yang indah dan menghargai karya sendiri maupun karya teman. πŸ’–

Ø Materi: Mengenal Pola dalam Seni Rupa

1. Pengertian Pola

Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang.

Pola dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti motif baju, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

2. Macam-Macam Pola

A. Pola warna

Pola yang terbentuk dari pengulangan warna.

Contoh: merah – biru – merah – biru.

B. Pola bentuk

Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk.

Contoh: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

C. Pola gambar

Pola yang terbentuk dari pengulangan gambar.

Contoh: bunga – daun – bunga – daun.

3. Cara Membuat Pola

  1. Menentukan bentuk, gambar, atau warna yang akan digunakan.

  2. Menyusun bentuk atau gambar secara berurutan.

  3. Mengulangi susunan tersebut secara teratur.

  4. Mewarnai pola agar terlihat menarik.

4. Kegiatan Praktik

Peserta didik mengerjakan LKPD dengan kegiatan:

  • Mengamati dan mengenali jenis pola.

  • Memasangkan gambar dengan jenis pola yang sesuai.

  • Melanjutkan pola yang belum selesai.

  • Membuat pola sederhana menggunakan gambar atau potongan kertas warna.

  • Mewarnai pola dan menunjukkan hasil karya kepada guru atau teman.

Ø Asesmen/Post Test

A. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan pola?

  2. Sebutkan tiga macam pola dalam seni rupa!

  3. Perhatikan pola berikut: merah – biru – merah – biru – merah – .... Warna apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  4. Perhatikan pola berikut: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga – .... Bentuk apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  5. Sebutkan satu contoh pola yang dapat kamu temukan di lingkungan sekitar!

B. Praktik

Buatlah satu pola sederhana menggunakan bentuk atau warna kesukaanmu pada kotak yang tersedia di LKPD. Warnai dengan rapi, kemudian ceritakan pola yang kamu buat.


Ø Kunci Jawaban/Uraian

  1. Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang.

  2. Pola warna, pola bentuk, dan pola gambar.

  3. Warna biru.

  4. Segitiga.

  5. Contoh: motif baju, ubin lantai, taplak meja, atau hiasan dinding.

  6. Penilaian praktik berdasarkan keteraturan pengulangan pola, ketepatan susunan, kreativitas, dan kerapian karya.

Ø Kesimpulan Materi

Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang. Pola dalam seni rupa meliputi pola warna, pola bentuk, dan pola gambar. Peserta didik belajar mengidentifikasi, melanjutkan, dan membuat pola sederhana serta menghargai karya sendiri dan karya teman.

Kehadiran Peserta Didik:

Jumlah peserta didik kelas II.C sebanyak 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, sedangkan 2 peserta didik tidak hadir karena sakit.

Kendala:

Sebagian peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam mengidentifikasi dan melanjutkan pola warna, pola bentuk, dan pola gambar, terutama dalam menentukan urutan pengulangan pola yang tepat.

Tindak Lanjut:

Guru memberikan pendampingan melalui contoh pola konkret, gambar sederhana, dan potongan kertas warna. Peserta didik diarahkan untuk mengamati, mencocokkan, melanjutkan, serta membuat pola secara bertahap agar lebih mudah memahami konsep pengulangan pola.

Capaian Tujuan Pembelajaran:

Sebanyak 20 peserta didik telah mampu mengenal jenis-jenis pola, melanjutkan pola sederhana, dan membuat pola dalam karya seni rupa dengan baik. Sebanyak 1 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam mengidentifikasi dan melanjutkan pola secara tepat.