Jumat, 30 Oktober 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

Kamis, 29 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 30 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Adab Berbicara: Berkata Baik dan Santun 

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu memahami pentingnya berkata baik dan santun serta menunjukkan perilaku berbicara dengan sopan, mendengarkan orang lain, menggunakan kata-kata yang baik, dan menghargai lawan bicara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa perkataan yang baik dapat menjaga perasaan orang lain dan merupakan perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.

  • Meaningful (Bermakna): Murid mampu menerapkan adab berbicara ketika berinteraksi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, tanya jawab, permainan memilih perkataan yang baik, dan bermain peran.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian adab berbicara.

  2. Menjelaskan pentingnya berkata baik dan santun.

  3. Mengidentifikasi contoh perkataan yang baik dan tidak baik.

  4. Mengenal penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

  5. Menunjukkan sikap mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  6. Mempraktikkan cara berbicara yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Adab Berbicara – Berkata Baik dan Santun

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku baik dan tidak baik, kartu kata santun, teks cerita, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. Aamiin. 🤲

Anak-anak, Ibu ingin bertanya. Jika kalian ingin meminjam pensil teman, bagaimana cara memintanya dengan baik?

Benar! Kita bisa berkata, “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

Lalu, jika teman membantu kita, apa yang harus kita ucapkan?

Betul, kita mengucapkan, “Terima kasih.”

Anak-anak, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, termasuk melalui perkataan. Perkataan yang baik dapat membuat orang lain merasa senang, sedangkan perkataan kasar dapat menyakiti perasaan mereka.

Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun. Mari kita menjadi anak yang sopan, menghargai orang lain, dan selalu menjaga perkataan. 🌷

Ø Uraian Materi

A. Pengertian Adab Berbicara

Adab berbicara adalah tata cara berbicara yang baik, sopan, dan menghormati orang lain.

Kita harus menjaga perkataan ketika berbicara dengan orang tua, guru, teman, maupun orang lain. Berbicara dengan baik merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang harus dibiasakan sejak kecil.

B. Macam-Macam Adab Berbicara

1. Berbicara dengan sopan

Gunakan kata-kata yang baik ketika berbicara kepada orang lain.

Contoh: “Permisi, Bu Guru. Bolehkah saya bertanya?”

2. Mendengarkan ketika orang lain berbicara

Kita harus mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Contoh: Mendengarkan guru ketika menjelaskan pelajaran.

3. Menggunakan suara yang baik

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak membentak atau berteriak kepada orang lain.

Contoh: Berbicara dengan lembut kepada teman.

4. Menggunakan kata-kata santun

Biasakan menggunakan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Contoh: “Tolong bantu saya merapikan buku ini.”

5. Berkata jujur dan tidak mengejek

Katakan hal yang sebenarnya dan jangan menggunakan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.

Contoh: Mengakui kesalahan dan meminta maaf.



E. Perkataan yang Harus Dihindari

Anak-anak, ada beberapa perkataan dan sikap yang harus kita hindari.

  • Berkata kasar kepada orang lain.

  • Membentak orang tua, guru, atau teman.

  • Mengejek dan menghina teman.

  • Memotong pembicaraan orang lain.

  • Berteriak ketika berbicara di kelas.

  • Berbohong dan menyalahkan orang lain.

Jika kita terbiasa menjaga perkataan, orang lain akan merasa dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita.

F. Manfaat Berkata Baik dan Santun

  1. Disukai dan dihargai orang lain.

  2. Memiliki hubungan yang baik dengan teman.

  3. Menghindari pertengkaran.

  4. Membuat suasana rumah dan sekolah menjadi nyaman.

  5. Membiasakan diri memiliki akhlak yang terpuji.

  6. Menjaga perasaan orang lain.

G. Kegiatan Praktik Adab Berbicara

Guru mengajak murid mempraktikkan percakapan berikut secara berpasangan.

Situasi 1: Meminjam pensil

Dina: “Rani, tolong pinjamkan pensilmu, ya.”

Rani: “Baik, Dina. Ini pensilnya.”

Dina: “Terima kasih, Rani.”

Rani: “Sama-sama.”

Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman

Budi: “Maaf, Andi. Aku tidak sengaja menyenggolmu.”

Andi: “Tidak apa-apa, Budi. Lain kali hati-hati, ya.”

Budi: “Baik, terima kasih sudah memaafkanku.”

Melalui kegiatan ini, murid belajar menggunakan kata-kata yang baik, mendengarkan teman, dan berbicara dengan santun.

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Ketika ingin meminjam pensil teman, kita sebaiknya berkata ....

A. “Berikan pensilmu sekarang!”

B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

C. “Cepat pinjamkan pensilmu!”

2. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran, sikap kita adalah ....

A. Mendengarkan dengan baik

B. Mengobrol dengan teman

C. Berteriak di kelas

3. Jika tidak sengaja menyakiti perasaan teman, kita sebaiknya ....

A. Mengejeknya lagi

B. Pura-pura tidak tahu

C. Meminta maaf

4. Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita sebaiknya ....

A. Marah kepada teman

B. Menyampaikan pendapat dengan sopan

C. Memaksakan pendapat sendiri

5. Manakah contoh adab berbicara yang baik?

A. Berkata jujur dan santun

B. Memotong pembicaraan orang lain

C. Menghina teman

B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

6. Ketika menerima bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

7. Jika ingin melewati orang lain, kita mengucapkan ....

8. Saat melakukan kesalahan, kita sebaiknya meminta ....

9. Ketika orang lain sedang berbicara, kita harus mendengarkan sampai ....

10. Kita harus menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti ... orang lain.

Ø Kunci Jawaban/Uraian

A. Pilihan Ganda

  1. B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

  2. A. Mendengarkan dengan baik.

  3. C. Meminta maaf.

  4. B. Menyampaikan pendapat dengan sopan.

  5. A. Berkata jujur dan santun.

B. Isian

  1. Terima kasih.

  2. Permisi.

  3. Maaf.

  4. Selesai.

  5. Perasaan.


Ø Kesimpulan dan Refleksi

Ø Kesimpulan Materi


Jumat, 30 Oktober 2026 - 2.C - Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Jum'at, 30 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mengenal Pola

Pertemuan ke: 2

 


Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenal, membuat, dan mengapresiasi pola sederhana dalam karya seni rupa.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali pola melalui pengulangan bentuk, garis, warna, atau gambar secara teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pola dengan benda-benda di lingkungan sekitar, seperti motif pakaian, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal, melanjutkan, dan membuat pola sederhana melalui kegiatan menggambar, mewarnai, mencocokkan, dan menempel potongan gambar.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian pola dalam seni rupa.

  2. Mengidentifikasi pola warna, pola bentuk, dan pola gambar.

  3. Melanjutkan susunan pola sederhana dengan tepat.

  4. Membuat karya seni rupa sederhana menggunakan pola berulang.

  5. Mengidentifikasi dan menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, dan penugasan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar pola, kertas gambar, pensil, penghapus, pensil warna atau krayon, serta potongan kertas warna.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Pernahkah kalian melihat motif pada baju, susunan ubin lantai, atau hiasan yang memiliki bentuk dan warna berulang?

Misalnya, merah – biru – merah – biru. Menurut kalian, warna apa yang muncul berikutnya?

Nah, susunan yang berulang secara teratur disebut pola.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan keteraturan dan keindahan. Kita dapat menemukan berbagai pola pada bunga, daun, dan ciptaan Allah lainnya. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang pola dalam seni rupa, mulai dari mengenal pola warna, pola bentuk, dan pola gambar hingga membuat pola sederhana.

Mari belajar dengan teliti, kreatif, dan gembira. Semoga kita dapat menghasilkan karya yang indah dan menghargai karya sendiri maupun karya teman. 💖

Ø Materi: Mengenal Pola dalam Seni Rupa

1. Pengertian Pola

Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang.

Pola dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti motif baju, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

2. Macam-Macam Pola

A. Pola warna

Pola yang terbentuk dari pengulangan warna.

Contoh: merah – biru – merah – biru.

B. Pola bentuk

Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk.

Contoh: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

C. Pola gambar

Pola yang terbentuk dari pengulangan gambar.

Contoh: bunga – daun – bunga – daun.

3. Cara Membuat Pola

  1. Menentukan bentuk, gambar, atau warna yang akan digunakan.

  2. Menyusun bentuk atau gambar secara berurutan.

  3. Mengulangi susunan tersebut secara teratur.

  4. Mewarnai pola agar terlihat menarik.

4. Kegiatan Praktik

Peserta didik mengerjakan LKPD dengan kegiatan:

  • Mengamati dan mengenali jenis pola.

  • Memasangkan gambar dengan jenis pola yang sesuai.

  • Melanjutkan pola yang belum selesai.

  • Membuat pola sederhana menggunakan gambar atau potongan kertas warna.

  • Mewarnai pola dan menunjukkan hasil karya kepada guru atau teman.

Ø Asesmen/Post Test

A. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan pola?

  2. Sebutkan tiga macam pola dalam seni rupa!

  3. Perhatikan pola berikut: merah – biru – merah – biru – merah – .... Warna apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  4. Perhatikan pola berikut: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga – .... Bentuk apa yang tepat untuk melanjutkan pola tersebut?

  5. Sebutkan satu contoh pola yang dapat kamu temukan di lingkungan sekitar!

B. Praktik

Buatlah satu pola sederhana menggunakan bentuk atau warna kesukaanmu pada kotak yang tersedia di LKPD. Warnai dengan rapi, kemudian ceritakan pola yang kamu buat.


Ø Kunci Jawaban/Uraian


Ø Kesimpulan Materi


Kamis, 29 Oktober 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Mata Pembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Tanda-tanda peringatan di tempat umum

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenali, membaca, dan menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum serta merespons informasi secara lisan dengan baik dan santun. Murid juga mampu menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid mengamati tanda-tanda peringatan di tempat umum dengan teliti dan memahami pesan yang disampaikan.

  • Meaningful (Bermakna): Murid memahami fungsi tanda peringatan sebagai petunjuk untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu gambar, tebak makna tanda, tanya jawab, dan latihan menentukan tindakan yang tepat sesuai tanda peringatan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali berbagai tanda peringatan yang terdapat di tempat umum.

  2. Membaca tulisan atau simbol pada tanda peringatan sederhana.

  3. Menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum.

  4. Mengidentifikasi tempat ditemukannya tanda peringatan.

  5. Menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan.

  6. Menanggapi pertanyaan tentang tanda peringatan dengan bahasa yang baik dan santun.

Ø Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran. Mari kita awali kegiatan hari ini dengan berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian melihat tanda bergambar orang terpeleset di lantai, tanda dilarang merokok, atau tanda bergambar petir di tempat umum? ⚠️

Menurut kalian, apa arti tanda-tanda tersebut? Mengapa kita harus memperhatikan dan mematuhinya?

Nah, anak-anak, gambar dan tulisan tersebut disebut tanda-tanda peringatan. Tanda peringatan membantu kita mengetahui adanya bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan agar kita tetap aman dan tertib saat berada di tempat umum.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan tidak membahayakan orang lain. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berhati-hati, mematuhi aturan, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan yang ada di sekitar kita. 🌷

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai tanda-tanda peringatan di tempat umum, memahami maknanya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika melihat tanda tersebut. Mari kita belajar dengan penuh perhatian, semangat, dan gembira! ✨


📌 MATERI: Tanda-Tanda Peringatan di Tempat Umum



A. Pengertian Tanda Peringatan

Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal-hal yang perlu diperhatikan. Tanda ini membantu masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berada di tempat umum.

B. Macam-Macam Tanda Peringatan

1. Awas Lantai Licin

  • Makna: Lantai dapat menyebabkan seseorang terpeleset.

  • Tindakan: Berjalan dengan hati-hati.

2. Dilarang Merokok

  • Makna: Pengunjung tidak boleh merokok di area tersebut.

  • Tindakan: Mematuhi larangan merokok.

3. Awas Tegangan Tinggi

  • Makna: Terdapat bahaya listrik yang dapat membahayakan tubuh.

  • Tindakan: Tidak menyentuh peralatan listrik dan menjauhi area tersebut.

4. Awas Bahaya

  • Makna: Ada kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

  • Tindakan: Berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas.

5. Dilarang Masuk

  • Makna: Pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area tertentu.

  • Tindakan: Tidak memasuki area tersebut.

6. Awas Jalan Licin atau Berbahaya

  • Makna: Jalan perlu dilalui dengan hati-hati.

  • Tindakan: Mengurangi kecepatan dan memperhatikan keadaan sekitar.

C. Tempat Ditemukannya Tanda Peringatan

Tanda peringatan dapat ditemukan di berbagai tempat umum, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

D. Sikap yang Tepat terhadap Tanda Peringatan

  • Membaca dan memperhatikan tanda dengan teliti.

  • Mematuhi larangan dan petunjuk yang diberikan.

  • Berhati-hati ketika melihat tanda bahaya.

  • Tidak merusak tanda peringatan.

  • Mengingatkan teman dengan bahasa yang baik dan santun apabila melakukan tindakan yang membahayakan.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST




Ø Jawaban atau Uraian (Kunci Jawaban)

A. Kunci Jawaban Soal Asesmen/Post Test

Gambar soal pada tautan belum menampilkan isi pertanyaan secara terbaca. Namun, berdasarkan materi yang diberikan, berikut kunci jawaban uraian yang dapat digunakan:

1. Apa yang dimaksud dengan tanda peringatan?

Jawaban: Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan.

2. Apa arti tanda awas lantai licin?

Jawaban: Lantai dapat menyebabkan seseorang terpeleset sehingga kita harus berjalan dengan hati-hati.

3. Apa yang harus dilakukan ketika melihat tanda dilarang merokok?

Jawaban: Tidak merokok dan mematuhi larangan tersebut.

4. Apa arti tanda awas tegangan tinggi?

Jawaban: Terdapat bahaya listrik yang dapat membahayakan tubuh sehingga kita tidak boleh menyentuh peralatan listrik.

5. Di mana kita dapat menemukan tanda-tanda peringatan?

Jawaban: Di sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

6. Apa yang harus dilakukan ketika melihat tanda dilarang masuk?

Jawaban: Tidak memasuki area tersebut karena merupakan tempat yang dilarang untuk dimasuki.

7. Mengapa kita harus mematuhi tanda peringatan?

Jawaban: Agar terhindar dari bahaya, menjaga keselamatan, serta menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama.

B. Jawaban atau Uraian Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  • Mengenali berbagai tanda peringatan di tempat umum.

  • Membaca dan memahami makna gambar, simbol, serta tulisan pada tanda peringatan.

  • Menyebutkan tempat ditemukannya tanda peringatan.

  • Menentukan tindakan yang tepat ketika melihat tanda peringatan.

  • Menunjukkan sikap berhati-hati, tertib, dan mematuhi aturan di tempat umum.

Ø Kesimpulan Materi

🌸 Kesimpulan Materi

  • Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan.

  • Tanda peringatan membantu kita menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan saat berada di tempat umum.

  • Contoh tanda peringatan antara lain awas lantai licin, dilarang merokok, awas tegangan tinggi, awas bahaya, dan dilarang masuk.

  • Tanda peringatan dapat ditemukan di sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

  • Kita harus membaca, memahami, dan mematuhi tanda peringatan serta berhati-hati ketika berada di tempat umum.

  • Apabila melihat teman melakukan tindakan yang membahayakan, kita dapat mengingatkannya dengan bahasa yang baik dan santun.

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik belajar mengenali dan memahami makna tanda-tanda peringatan di tempat umum serta menentukan tindakan yang tepat sesuai dengan informasi yang disampaikan. Peserta didik juga diharapkan membiasakan diri untuk berhati-hati, menaati aturan, menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain, serta bersyukur kepada Allah Swt. atas nikmat keselamatan yang diberikan.

Ø Refleksi Pembelajaran

1. Refleksi Peserta Didik

Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi melalui pertanyaan berikut:

  • Apa yang sudah kalian pelajari hari ini?

  • Tanda peringatan apa saja yang sudah kalian kenali?

  • Apa yang harus kalian lakukan ketika melihat tanda awas lantai licin?

  • Mengapa kita harus mematuhi tanda peringatan di tempat umum?

  • Bagaimana perasaan kalian setelah mengikuti pembelajaran hari ini?

2. Refleksi Guru

Guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dengan memperhatikan kemampuan peserta didik dalam:

  • Mengenali dan membedakan berbagai tanda peringatan di tempat umum.

  • Membaca serta menjelaskan makna tanda peringatan dengan benar.

  • Menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan.

  • Menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat secara lisan dengan bahasa yang baik dan santun.

3. Tindak Lanjut

Guru memberikan penguatan melalui pengamatan gambar dan kartu tanda peringatan bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam memahami maknanya. Peserta didik yang telah memahami materi diberikan kegiatan pengayaan berupa mengidentifikasi tanda peringatan lain yang ditemukan di lingkungan sekitar serta menjelaskan makna dan tindakan yang tepat terhadap tanda tersebut.