Selasa, 22 September 2026 - 2.C - Matematika

Senin, 21 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 22  September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi penjumlahan sampai 100

Pertemuan ke: 4

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


🌟 INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


Ø Soal Asesmen / Post Test:


Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Selasa, 22 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 22 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Cara mendapatkan informasi dari grafik / diagram batang

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati judul, batang, dan jumlah pada grafik dengan teliti agar memperoleh informasi yang tepat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa grafik dapat digunakan untuk menyajikan data yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, jumlah buku, atau kegiatan yang disukai.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, membaca data, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
  2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
  3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
  4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
  5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
  6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.


📌 MATERI: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik/Diagram Batang

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari informasi, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, grafik sederhana video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. 📊

Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

 




A. Mengenal Grafik

Grafik adalah bentuk penyajian data atau informasi menggunakan gambar, simbol, atau batang sehingga data lebih mudah dilihat dan dipahami.

Diagram batang adalah grafik yang menggunakan bentuk batang untuk menunjukkan jumlah suatu data.

Dengan membaca grafik atau diagram batang, kita dapat mengetahui:

  • jumlah setiap data;
  • data yang paling banyak;
  • data yang paling sedikit;
  • perbandingan jumlah data;
  • selisih antara dua data;
  • kesimpulan sederhana dari data.

Contoh data yang dapat disajikan dalam grafik atau diagram batang:

  • makanan kesukaan siswa;
  • warna kesukaan siswa;
  • jumlah buku yang dibaca;
  • kegiatan yang disukai siswa;
  • jumlah buah;
  • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan.

B. Bagian-Bagian Diagram Batang Sederhana

Untuk membaca diagram batang, kita perlu memperhatikan beberapa bagian, yaitu:

  1. Judul grafik
    Menunjukkan informasi atau data yang disajikan.
  2. Nama data
    Menunjukkan hal yang sedang dibandingkan, misalnya mie ayam, pizza, bakso, dan makanan lainnya.
  3. Batang
    Menunjukkan banyaknya setiap data.
  4. Jumlah/angka
    Menunjukkan banyaknya data.

C. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Untuk mendapatkan informasi dari grafik atau diagram batang, lakukan langkah berikut:

1. Membaca judul grafik

Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.

Contoh:

Grafik Makanan Kesukaan Siswa Kelas 2.C

Artinya, grafik tersebut memberikan informasi tentang makanan yang disukai siswa kelas 2.C.

2. Mengamati nama data

Perhatikan nama-nama data yang terdapat pada grafik.

Contohnya:

  • Mie ayam
  • Nasi goreng
  • Ayam goreng
  • Pizza
  • Bakso

3. Membaca jumlah setiap data

Perhatikan tinggi batang atau angka yang menunjukkan jumlah.

Contoh:

  • Mie ayam = 8 siswa
  • Nasi goreng = 6 siswa
  • Ayam goreng = 5 siswa
  • Pizza = 3 siswa
  • Bakso = 7 siswa

4. Menentukan data paling banyak

Cari batang atau jumlah yang paling tinggi.

Pada contoh tersebut, mie ayam merupakan makanan yang paling banyak disukai, yaitu 8 siswa.

5. Menentukan data paling sedikit

Cari batang atau jumlah yang paling rendah.

Pada contoh tersebut, pizza merupakan makanan yang paling sedikit disukai, yaitu 3 siswa.

6. Membandingkan data

Kita dapat membandingkan dua data.

Contoh:

Mie ayam = 8 siswa
Nasi goreng = 6 siswa

Jadi, siswa yang menyukai mie ayam lebih banyak daripada siswa yang menyukai nasi goreng.

7. Menghitung selisih

Selisih dapat diketahui dengan cara mengurangkan jumlah yang lebih besar dengan jumlah yang lebih kecil.

Contoh:

8 − 3 = 5

Jadi, selisih siswa yang menyukai mie ayam dan pizza adalah 5 siswa.


D. Kosakata Baru

Grafik: gambar atau bentuk yang digunakan untuk menyajikan data.

Diagram batang: grafik yang menggunakan batang untuk menunjukkan jumlah data.

Data: kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu kegiatan atau pengamatan.

Jumlah: banyaknya sesuatu.

Membandingkan: melihat apakah suatu jumlah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama.

Selisih: perbedaan jumlah antara dua data.

Informasi: keterangan yang diperoleh dari suatu data.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

Perhatikan grafik berikut!



Ø Jawaban atau uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Senin, 21 September 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

Minggu, 20 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 21 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran dengan tertib dan mengenali perilaku sehari-hari di rumah yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan yang dilakukan bersama Ayah, Bunda, dan anggota keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan mengamati gambar, menjawab pertanyaan, dan melakukan praktik sederhana penerapan nilai Pancasila bersama keluarga.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
  2. Menghubungkan perilaku sehari-hari di rumah dengan sila-sila Pancasila.
  3. Menjelaskan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.
  4. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di lingkungan rumah/keluarga

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, demonstrasi, praktik, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, kartu/gambar sila Pancasila, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

ssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan belajar kita hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲✨

Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan bersama keluarga di rumah. Pernahkah kalian membantu Ayah dan Bunda, berdoa bersama, berbagi dengan saudara, atau bekerja sama membersihkan rumah?

Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hari ini kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Kita akan belajar mengenali perilaku yang sesuai dengan Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari di rumah.

Setelah belajar, ananda akan melakukan satu kegiatan sederhana untuk mempraktikkan nilai Pancasila bersama keluarga. 🌷



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga



Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh penerapan di keluarga:

  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Melaksanakan ibadah dengan tertib.
  • Bersyukur kepada Allah Swt.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh penerapan:

  • Menyayangi Ayah, Bunda, dan saudara.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Membantu orang tua.
  • Tidak mengejek atau menyakiti saudara.

🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

Contoh penerapan:

  • Hidup rukun bersama keluarga.
  • Bekerja sama membersihkan rumah.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Saling menyayangi dan menjaga kerukunan.

🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh penerapan:

  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan keluarga.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh penerapan:

  • Berbagi dengan saudara.
  • Melaksanakan tugas rumah dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Sebelum makan bersama keluarga, Rani mengajak keluarganya berdoa.
Sikap Rani sesuai dengan sila ke-....

a. 1
b. 2
c. 3

2. Setelah bermain, Dito membantu Bunda merapikan mainan.
Sikap Dito menunjukkan ....

a. membantu orang tua
b. mengganggu keluarga
c. malas bekerja

3. Ayah meminta semua anggota keluarga membantu membersihkan rumah. Siti dan kakaknya bekerja bersama-sama.
Sikap tersebut sesuai dengan sila ke-....

a. 1
b. 3
c. 5

4. Ketika Bunda sedang berbicara, Andi mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan.
Sikap Andi menunjukkan ....

a. menghargai pendapat
b. memaksakan kehendak
c. tidak peduli

5. Rina memiliki dua buah kue. Ia memberikan satu kue kepada adiknya.
Sikap Rina sesuai dengan nilai ....

a. keadilan dan berbagi
b. bertengkar
c. memaksakan kehendak

6. Ketika kakaknya sedang beribadah, Fajar tidak mengganggunya.
Sikap Fajar merupakan penerapan sila ke-....

a. 1
b. 2
c. 4

7. Beni selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Bunda.
Perilaku Beni merupakan contoh sikap ....

a. menyayangi dan menghormati keluarga
b. memaksakan kehendak
c. tidak menghargai keluarga

8. Kakak dan adik ingin memilih acara televisi. Mereka berdiskusi dan menerima keputusan bersama.
Sikap tersebut sesuai dengan sila ke-....

a. 2
b. 4
c. 5

9. Saat bermain bersama saudaranya, Lala tidak berebut mainan. Ia mau bergantian menggunakan mainan.
Sikap Lala menunjukkan ....

a. keadilan
b. pertengkaran
c. memaksakan kehendak

10. Keluarga Edo membersihkan rumah bersama-sama pada hari Minggu.
Manfaat sikap tersebut adalah ....

a. pekerjaan menjadi lebih ringan dan keluarga semakin rukun
b. pekerjaan menjadi lebih sulit
c. anggota keluarga menjadi bertengkar

Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. a. 1
  2. a. membantu orang tua
  3. b. 3
  4. a. menghargai pendapat
  5. a. keadilan dan berbagi
  6. a. 1
  7. a. menyayangi dan menghormati keluarga
  8. b. 4
  9. a. keadilan
  10. a. pekerjaan menjadi lebih ringan dan keluarga semakin rukun

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Peserta didik memahami bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan bersama Ayah, Bunda, dan anggota keluarga di rumah.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Sila ke-1 dapat diterapkan dengan berdoa, beribadah, bersyukur kepada Allah Swt., dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
  • ⛓️ Sila ke-2 dapat diterapkan dengan menyayangi keluarga, berbicara dengan sopan, membantu orang tua, serta tidak mengejek atau menyakiti saudara.
  • 🌳 Sila ke-3 dapat diterapkan dengan hidup rukun, bekerja sama membersihkan rumah, dan tidak bertengkar dengan saudara.
  • 🐂 Sila ke-4 dapat diterapkan dengan mendengarkan pendapat anggota keluarga, berdiskusi, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.
  • 🌾 Sila ke-5 dapat diterapkan dengan berbagi, melaksanakan tugas rumah dengan adil, tidak berebut, dan menghargai hak anggota keluarga.

Melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, diskusi, dan latihan, peserta didik belajar menghubungkan perilaku sehari-hari dengan nilai-nilai Pancasila. Peserta didik juga memahami bahwa penerapan Pancasila di keluarga dapat menciptakan suasana rumah yang rukun, nyaman, saling menyayangi, dan saling menghargai.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:

Jumlah peserta didik 22 orang dan alhamdulillah hadir semua.

Kendala:

Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam menghubungkan perilaku sehari-hari di lingkungan keluarga dengan sila Pancasila yang sesuai. Peserta didik juga masih perlu dibimbing dalam menjelaskan alasan mengapa suatu perilaku termasuk penerapan nilai Pancasila.

Tindak Lanjut:

Guru memberikan pendampingan menggunakan gambar kegiatan keluarga, kartu perilaku, dan permainan mencocokkan perilaku dengan sila Pancasila. Peserta didik diberikan contoh konkret dari kegiatan sehari-hari di rumah, kemudian berlatih menentukan sila yang sesuai secara bertahap.

Capaian Tujuan Pembelajaran:

Sebanyak 20 peserta didik telah memahami penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga dan mampu mengidentifikasi perilaku yang sesuai dengan sila Pancasila. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam menghubungkan perilaku dengan sila yang tepat dan memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.