Kamis, 20 Agustus 2026 - 2.C - B.Indonesia dan Matematika

Rabu, 19 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Kamis, 20 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Materi Pembelajaran: B.Indonesia & Matematika 

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Matematika tentang nilai tempat bilangan. Nah, pada hari ini kita akan belajar tentang Kata tanya dan kalimat tanya serta melaksanakan sumatif harian 1 matematika.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2C! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕


📌 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

Ø  Materi Pokok: Kata tanya dan kalimat tanya

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana

Ø  Apersepsi:

Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kegiatan sehari-hari, seperti “Siapa yang mengantarmu ke sekolah?”, “Kapan kamu belajar?”, dan “Di mana kamu bermain?”. Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan kata yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.

 

Ø  Materi Pembelajaran:

Kata Tanya dan Kalimat Tanya


Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

Ø  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!

 LKPD:



Ø  Kunci jawaban dan uraian:

      

📌 Mata Pelajaran Matematika:

Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam soal.
  2. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan sumatif harian.

Ø  Materi Pokok: intuisi bilangan (nama dan lambang), mengurutkan bilangan, nilai tempat puluhan dan satuan

Ø  Model/Metode pembelajaran: latihan dan penugasan

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

Ø  Apersepsi:

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali bilangan 1–100 melalui kegiatan menyebutkan bilangan secara bersama-sama. Guru menunjukkan dua kelompok benda atau kartu bilangan, kemudian bertanya, “Kelompok mana yang jumlahnya lebih banyak?” dan “Bagaimana kita mengetahui bilangan mana yang lebih besar atau lebih kecil?”


Ø  Materi Pembelajaran:

 A. Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)

      Intuisi bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan. Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan banyaknya suatu benda.

Contoh:

1. Angka 15 berarti ada lima belas benda.

2. Angka 40 berarti ada empat puluh benda.

3. Angka 100 berarti ada seratus benda.


B. Memperkirakan Banyak Benda

     Memperkirakan adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung satu per satu. Saat memperkirakan, kita dapat melihat:

  1.       ukuran kumpulan benda,
  2.       banyak sedikitnya benda,
  3.       kelompok benda yang terlihat.

Contoh: 

🍎 Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.

Perkiraan:

"Menurutku ada sekitar 20 apel."

Kemudian dihitung bersama.

Jumlah sebenarnya: 22 apel.

Artinya perkiraan sudah cukup dekat.


C. Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda

      Setiap lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.

Contoh:

⭐ 18 → ada 18 bintang.

🍎 25 → ada 25 apel.

📚 42 → ada 42 buku.

      Semakin banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.


D. Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan

      Membandingkan berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

Gunakan tanda:

> = lebih besar dari

< = lebih kecil dari

= = sama dengan

Contoh:

Kelompok A = 35 bola

Kelompok B = 42 bola

Karena 42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42


NILAI TEMPAT


Apa Itu Nilai Tempat?

Nilai tempat adalah nilai suatu angka berdasarkan letaknya dalam bilangan.

Pada bilangan dua angka terdapat:

Puluhan (P) = angka di sebelah kiri.

Satuan (S) = angka di sebelah kanan.


Contoh:

Bilangan 47

Angka 4 berada di tempat puluhan = 40.

Angka 7 berada di tempat satuan = 7.

Jadi: 47 = 40 + 7


Cara Menentukan Nilai Tempat

  1.       Lihat angka di sebelah kiri → puluhan.
  2.       Lihat angka di sebelah kanan → satuan.
  3.       Tuliskan nilainya.

Contoh:

63 = 6 puluhan dan 3 satuan.

80 = 8 puluhan dan 0 satuan.

19 = 1 puluhan dan 9 satuan.


Ø  Kesimpulan/Refleksi:


Rabu, 19 Agustus 2026 - 2.C - PAK dan P. Pancasila

Selasa, 18 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Materi Pembelajaran: PAK & Pendidikan Pancasila

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Matematika tentang nilai tempat bilangan. Nah, pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 1 untuk pelajaran Pendidikan Pancasila yaitu terkait materi mengenal bendera dan lagu kebangsaan Indonesia.

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2C! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕


📌 Mata Pelajaran PAK:

Ø  Capaian Pembelajaran: Siswa mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menyebutkan contoh sikap disiplin

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.
  2. Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.
  3. Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.
  4. Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

Ø  Materi Pokok: Sikap Disiplin

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga:  LKPD

Ø  Apersepsi:

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita mengingat bahwa Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjadi anak yang tertib dan bertanggung jawab. Salah satu sikap baik yang perlu kita biasakan adalah disiplin. Disiplin dapat kita lakukan dengan datang tepat waktu, mengikuti aturan, merapikan barang setelah digunakan, dan mengerjakan tugas dengan baik.

Kemarin kita telah belajar tentang contoh-contoh sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Nah, hari ini kita akan kembali mengingat dan memahami contoh sikap disiplin yang dapat kita lakukan di rumah maupun di sekolah. Mari kita belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan dan menjadikan kita anak-anak yang disiplin. Aamiin.

 

Ø  Materi Pelalajaran:

SIKAP DISIPLIN



🌟 Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap taat dan patuh terhadap aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

🏫 Contoh Sikap Disiplin di Sekolah

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  6. Membuang sampah pada tempatnya.
  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.
  8. Mematuhi aturan sekolah.

🏠 Contoh Sikap Disiplin di Rumah

  1. Bangun tidur tepat waktu.
  2. Merapikan tempat tidur.
  3. Makan sesuai waktu.
  4. Belajar sesuai jadwal.
  5. Merapikan mainan setelah bermain.
  6. Membantu orang tua sesuai tugas.
  7. Tidur tepat waktu.

💡 Mengapa Kita Harus Disiplin?

Sikap disiplin membuat kita:

  • menjadi anak yang tertib;
  • belajar menjadi bertanggung jawab;
  • dapat menggunakan waktu dengan baik;
  • dipercaya oleh orang lain;
  • terbiasa melakukan hal-hal yang baik

Ø  Soal/Post test

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap __________.
  2. Kita harus datang ke sekolah tepat __________.
  3. Setelah bermain, kita harus __________ mainan.
  4. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap __________.
  5. Sebelum belajar, sebaiknya kita menyiapkan __________ belajar.

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan sikap disiplin?
  2. Sebutkan dua contoh sikap disiplin di sekolah!
  3. Sebutkan dua contoh sikap disiplin di rumah!
  4. Mengapa kita harus datang ke sekolah tepat waktu?
  5. Apa yang akan terjadi jika kita tidak menaati aturan? Tuliskan satu contohnya!


Ø  Kunci jawaban dan uraian:

      A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1.       disiplin
  2.       waktu
  3.       merapikan
  4.       disiplin
  5.       alat/perlengkapan

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1.       Sikap disiplin adalah sikap menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.
  2.       Dua contoh sikap disiplin di sekolah: Datang ke sekolah tepat waktu. Mengerjakan tugas tepat waktu. Dua contoh sikap disiplin di rumah:  Merapikan mainan setelah bermain. Bangun dan tidur tepat waktu.
  3.       Kita harus datang ke sekolah tepat waktu agar tidak terlambat mengikuti pembelajaran dan dapat belajar dengan tertib.
  4.       Jika tidak menaati aturan, kita dapat mendapat teguran atau hukuman.
  5.       Contohnya, jika datang terlambat ke sekolah, kita mendapat teguran dari guru.

📌 Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila.

Ø  Kriteria Pembelajaran:

  1. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam soal.
  2. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan sumatif harian.

Ø  Materi Pokok: Bendera negara Indoensia, Lagu kebangsaan, Sikap menyanyikan lagu kebangsaan, dan sikap cinta tanah air.

Ø  Model/Metode pembelajaran: latihan dan penugasaan

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

Ø  Apersepsi:

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran kedua yaitu Pendidikan Pancasila. Pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 1 yaitu tentang materi bendera negara dan lagu kebangsaan. uru menunjukkan gambar beberapa bendera dari berbagai negara. Peserta didik diminta mengamati dan menyebutkan bendera yang mereka kenal.

 

Guru menyampaikan kebesaran allah swt: (keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yme)

"allah swt menciptakan manusia dalam berbagai suku dan bangsa agar saling mengenal. Sebagaimana firman allah swt dalam al-qur'an surah al-hujurat ayat 13, kita diajarkan untuk saling mengenal dan menghargai. Sebagai warga negara indonesia, kita bersyukur kepada allah swt dengan mencintai dan menghormati simbol negara, salah satunya bendera merah putih." Yuk, kita belajar membandingkan bilangan dengan teliti dan penuh semangat!


Ø  Materi Pembelajaran:

1. Mengenal bendera negara Indoensia



Apa itu Bendera Merah Putih?

Bendera Merah Putih adalah bendera kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bendera ini menjadi lambang persatuan, kebanggaan, dan identitas bangsa Indonesia.


Sejarah Singkat Bendera Merah Putih

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Saat itu, Bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan sebagai tanda bahwa Indonesia telah merdeka. Bendera merah putih dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno, istri Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Bendera itu kemudian dikenal sebagai Bendera Pusaka.


Arti Warna Bendera Merah Putih

❤️ Merah

  • Melambangkan keberanian.
  • Semangat dalam membela kebenaran.

🤍 Putih

  • Melambangkan kesucian.
  • Kejujuran dan hati yang bersih.

Bentuk Bendera Merah Putih

  • Berbentuk persegi panjang.
  • Terdiri atas dua warna, yaitu:
    • Merah di bagian atas.
    • Putih di bagian bawah.

Fungsi Bendera Merah Putih

  1. Sebagai lambang negara Indonesia.
  2. Sebagai tanda persatuan bangsa.
  3. Dikibarkan pada hari-hari besar nasional, terutama Hari Kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.
  4. Digunakan dalam upacara bendera.

2. Mengenal lagu kebangsaan Indoensia

LAGU KEBANGSAAN "INDONESIA RAYA"

Apa itu Lagu Kebangsaan?

Lagu kebangsaan adalah lagu yang menjadi lambang persatuan dan kebanggaan suatu negara.

Lagu kebangsaan Indonesia berjudul "Indonesia Raya".

Lagu ini dinyanyikan saat:

  • 🇮🇩 Upacara bendera.
  • 🇮🇩 Peringatan Hari Kemerdekaan.
  • 🇮🇩 Acara resmi kenegaraan.
  • 🇮🇩 Kegiatan sekolah tertentu.

Lagu "Indonesia Raya" diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman (W.R. Supratman). Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada Kongres Pemuda II tahun 1928 dan kemudian ditetapkan sebagai lagu kebangsaan setelah Indonesia merdeka.


Mengapa Kita Harus Menyanyikan Indonesia Raya?

Dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kita belajar untuk:

  • ❤️ Mencintai tanah air Indonesia.
  • 🤝 Menjaga persatuan.
  • 🌟 Menghormati jasa para pahlawan.
  • 🇮🇩 Bangga menjadi anak Indonesia.

Sikap yang Benar Saat Menyanyikan Indonesia Raya

Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, kita harus:

✅ Berdiri tegak.
✅ Bersikap tenang.
✅ Bernyanyi dengan suara yang sopan dan semangat.
✅ Menghormati bendera Merah Putih jika sedang dikibarkan.
✅ Tidak berbicara atau bercanda.


Makna Lagu Indonesia Raya (Bahasa Sederhana)

Lagu Indonesia Raya mengajarkan kita untuk:

  • Mencintai Indonesia.
  • Menjaga persatuan.
  • Rajin belajar agar menjadi anak yang berguna.
  • Berdoa agar Indonesia semakin maju dan sejahtera.

Ø  Soal sumatif harian:


Ø  Kunci jawaban dan uraian:


Ø  Kesimpulan/Refleksi:

📌 PAK:

Alhamdulillah, anak-anak sudah memahami pengertian sikap disiplin dan mampu menyebutkan contoh-contoh sikap disiplin di rumah maupun di sekolah. Namun, dalam penerapannya sehari-hari masih banyak siswa yang perlu diingatkan dan dibimbing agar dapat membiasakan sikap disiplin secara konsisten.

📌 Pendidikan Pancasila:

Alhamdulillah, hasil Sumatif Harian Pendidikan Pancasila sangat baik. Mayoritas siswa memperoleh nilai 100, sedangkan hanya 2 siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Siswa secara umum sudah memahami materi tentang bendera negara dan lagu kebangsaan Indonesia.

Pembelajaran berjalan dengan baik, kondusif, dan menyenangkan. Siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Tindak lanjut untuk PAK dilakukan melalui pembiasaan dan penguatan sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari, sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM pada Pendidikan Pancasila akan diberikan remedial dan bimbingan sesuai materi yang masih belum dikuasai.