Jumat, 25 September 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

Kamis, 24 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 25 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Membantu orang tua sesuai kemampuan. 

Pertemuan ke: 5

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menyayangi, menghormati, dan membantu orang tua sesuai kemampuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu memahami pentingnya membantu orang tua dan menunjukkan contoh kegiatan membantu orang tua sesuai kemampuan di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari bahwa membantu orang tua merupakan bentuk kasih sayang, kepedulian, dan rasa tanggung jawab.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kegiatan membantu orang tua dengan pengalaman sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita, permainan, tanya jawab, bermain peran, dan kegiatan memilih contoh perbuatan yang menunjukkan sikap suka membantu.

 

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita tentang anak yang membantu orang tua.
  2. Mengenal pentingnya membantu orang tua.
  3. Menyebutkan contoh kegiatan membantu orang tua sesuai kemampuan.
  4. Membedakan kegiatan yang dapat dan belum dapat dilakukan sendiri.
  5. Mempraktikkan cara menawarkan bantuan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu orang tua dengan ikhlas dan bertanggung jawab.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, siapa yang biasanya merawat dan membantu kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu banyak melakukan pekerjaan untuk keluarga. Sebagai anak, kita juga dapat membantu mereka sesuai kemampuan kita.

Misalnya, merapikan tempat tidur, membereskan mainan, menaruh piring setelah makan, atau membantu membawa barang yang ringan.

Allah Swt. menyukai anak yang berbuat baik dan membantu orang lain. ๐ŸŒธ

Hari ini kita akan belajar tentang “Membantu Orang Tua Sesuai Kemampuan.”

Mari kita belajar menjadi anak yang peduli, ringan tangan, bertanggung jawab, dan senang membantu orang tua. ❤️

 

A. Apa Arti Membantu Orang Tua?

Membantu orang tua berarti melakukan pekerjaan sederhana yang mampu kita lakukan untuk meringankan pekerjaan Ayah dan Ibu.

Membantu orang tua tidak harus melakukan pekerjaan yang berat. Kita dapat membantu sesuai dengan usia, kemampuan, dan keadaan kita.

Contohnya:

  • ๐Ÿ›️ Merapikan tempat tidur sendiri.
  • ๐Ÿงธ Merapikan mainan setelah bermain.
  • ๐Ÿฝ️ Membawa piring atau gelas ke tempat yang sesuai setelah makan.
  • ๐Ÿ‘• Menyimpan pakaian kotor pada tempatnya.
  • ๐Ÿ“š Merapikan buku dan alat belajar.
  • ๐Ÿงน Membantu menyapu bagian rumah yang sederhana.
  • ๐ŸŒฑ Membantu menyiram tanaman.
  • ๐Ÿ—‘️ Membuang sampah pada tempatnya.

B. Mengapa Kita Harus Membantu Orang Tua?

Membantu orang tua merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada keluarga.

Dengan membantu, kita dapat:

  • meringankan pekerjaan orang tua;
  • menunjukkan rasa sayang kepada Ayah dan Ibu;
  • belajar mandiri;
  • melatih tanggung jawab;
  • membiasakan diri melakukan kebaikan.

Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan ikhlas, senang hati, dan tidak mengeluh.


C. Membantu Sesuai Kemampuan

Tidak semua pekerjaan rumah dapat dilakukan oleh anak. Kita harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan.

Contoh yang dapat dilakukan:

✅ Merapikan tempat tidur.
✅ Merapikan mainan.
✅ Menyimpan sepatu pada tempatnya.
✅ Membantu mengambilkan barang yang ringan.
✅ Menyiram tanaman.
✅ Membantu menata meja makan.

Contoh pekerjaan yang memerlukan bantuan orang dewasa:

❌ Menggunakan pisau tajam.
❌ Menyalakan kompor sendiri.
❌ Menggunakan benda listrik yang berbahaya.
❌ Mengangkat benda yang terlalu berat.

Ingat: Membantu orang tua harus dilakukan dengan cara yang aman.


D. Menawarkan Bantuan kepada Orang Tua

Anak yang suka membantu tidak selalu menunggu diperintah.

Kita dapat menawarkan bantuan dengan sopan.

Contoh:

Ibu: “Ibu akan membereskan meja makan.”

Rafi: “Ibu, boleh aku membantu membawa piring yang ringan?”

Ibu: “Tentu, Rafi. Terima kasih.”

Rafi membantu dengan hati-hati.

Sikap Rafi menunjukkan bahwa ia peduli, bertanggung jawab, dan senang membantu orang tua.


E. Ketika Orang Tua Meminta Bantuan

Ketika orang tua meminta bantuan, kita sebaiknya mendengarkan dan melakukannya dengan baik.

Contoh:

Ibu meminta,
“Tolong simpan sepatu di rak.”

Kita dapat menjawab:

“Baik, Ibu.”

Kemudian kita melakukan tugas tersebut sampai selesai.

Hindari sikap:

๐Ÿ™… Mengeluh.
๐Ÿ™… Menjawab dengan kasar.
๐Ÿ™… Sengaja menunda-nunda.
๐Ÿ™… Berpura-pura tidak mendengar.


F. Membantu dengan Ikhlas

Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan hati yang senang.

Contohnya:

๐ŸŒธ Membantu tanpa mengharapkan hadiah.
๐ŸŒธ Tidak mengeluh ketika membantu.
๐ŸŒธ Menyelesaikan tugas dengan baik.
๐ŸŒธ Tetap membantu meskipun tidak diminta.
๐ŸŒธ Mengucapkan terima kasih setelah bekerja bersama.

Kita dapat berkata:

“Ayah, boleh aku membantu?”

“Ibu, biar aku yang merapikannya.”

“Baik, Ibu. Akan aku lakukan.”


G. Tantangan Anak Hebat di Rumah

Mulai hari ini, mari melakukan 5 Kebiasaan Anak Suka Membantu:

⭐ Merapikan tempat tidur sendiri.
⭐ Merapikan mainan setelah digunakan.
⭐ Menyimpan barang pada tempatnya.
⭐ Menawarkan bantuan kepada orang tua.
⭐ Membantu pekerjaan sederhana dengan ikhlas.

Ingat!

Membantu orang tua bukan hanya dilakukan ketika diperintah. Anak yang baik berusaha membantu sesuai kemampuan, menjaga keselamatan, dan melakukannya dengan hati yang senang. ❤️

ร˜ Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Membantu orang tua sebaiknya dilakukan sesuai ...
    A. kemampuan
    B. keinginan teman
    C. kemauan orang lain
  2. Setelah selesai bermain, sebaiknya kita ...
    A. meninggalkan mainan
    B. merapikan mainan
    C. meminta Ibu merapikannya
  3. Ibu sedang membereskan meja makan. Sikap yang baik adalah ...
    A. menawarkan bantuan
    B. mengganggu Ibu
    C. pergi bermain
  4. Ketika Ayah meminta kita merapikan sepatu, sebaiknya kita berkata ...
    A. “Tidak mau!”
    B. “Nanti saja!”
    C. “Baik, Ayah.”
  5. Berikut yang termasuk membantu orang tua adalah ...
    A. membuang sampah sembarangan
    B. merapikan tempat tidur
    C. membuat rumah berantakan
  6. Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan sendiri oleh anak adalah ...
    A. merapikan buku
    B. menyiram tanaman
    C. menyalakan kompor
  7. Ketika membantu orang tua, sebaiknya kita ...
    A. mengeluh
    B. melakukannya dengan ikhlas
    C. marah
  8. Adik melihat Ibu membawa barang yang ringan. Sikap yang tepat adalah ...
    A. menawarkan bantuan
    B. pura-pura tidak melihat
    C. meninggalkan Ibu
  9. Mengapa kita harus membantu orang tua?
    A. Agar selalu mendapat hadiah
    B. Agar pekerjaan orang tua lebih ringan
    C. Agar dapat bermain lebih lama
  10. Contoh membantu orang tua sesuai kemampuan adalah ...
    A. menggunakan pisau tajam sendiri
    B. menyalakan kompor sendiri
    C. merapikan mainan sendiri

B. Isian

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Kita membantu orang tua sesuai dengan ... kita.
  2. Setelah selesai bermain, kita harus ... mainan.
  3. Ketika ingin membantu Ibu, kita dapat berkata, “Boleh aku ...?”
  4. Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan hati yang ...
  5. Menyalakan kompor merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan bantuan ...

ร˜ Kunci Jawaban/Uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:



Jumat, 25 September 2026 - 2.C - Seni Rupa

  IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Jum'at, 25 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Warna Panas, warna dingin, dan warna netral

Pertemuan ke: 4

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Warna panas, warna dingin dan warna netral)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna panas, warna dingin, dan warna netral pada benda serta karya seni di sekitarnya.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat mengaitkan warna panas, warna dingin, dan warna netral dengan kehidupan sehari-hari serta keindahan ciptaan Allah Swt., seperti warna matahari, api, daun, langit, awan, dan berbagai benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal dan mengelompokkan warna panas, dingin, dan netral melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mengelompokkan gambar, dan mewarnai.


ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna panas, warna dingin, dan warna netral.
  3. Menyebutkan contoh warna panas.
  4. Menyebutkan contoh warna dingin.
  5. Menyebutkan contoh warna netral.
  6. Mengelompokkan warna ke dalam kelompok warna panas, dingin, dan netral.
  7. Mengidentifikasi penggunaan warna panas, dingin, dan netral pada benda atau karya seni.
  8. Membuat karya sederhana menggunakan warna panas, dingin, dan netral.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: Warna Panas, warna dingin dan warna netral

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, mengelompokkan warna, dan latihan.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, video pembelajaran, kartu warna, gambar, alat mewarnai, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Ada warna merah, kuning, biru, hijau, putih, hitam, dan masih banyak warna lainnya. Tahukah kalian bahwa warna-warna tersebut dapat memberikan kesan yang berbeda?

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna merah pada bunga, kuning pada buah, biru pada langit, hijau pada daun, serta berbagai warna lainnya. ๐ŸŒˆ

Hari ini kita akan belajar mengenal warna panas, warna dingin, dan warna netral.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah dan beragam. Kita dapat mengamati warna pada bunga, buah, daun, langit, air, dan benda di sekitar kita.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah pemilik seluruh alam. Kita belajar menjaga lingkungan dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah memberikan berbagai rezeki kepada manusia, termasuk tumbuhan dan buah-buahan yang memiliki warna beragam. Kita dapat mensyukuri nikmat tersebut dengan menjaga lingkungan dan berkarya dengan kreatif.

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar mengenal warna dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!

Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah Swt., mampu membedakan warna, serta menghargai keindahan ciptaan-Nya. ๐Ÿ’–๐ŸŒˆ

 


1. Apa Itu Warna?

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat benda dan karya seni terlihat lebih indah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat berbagai macam warna pada bunga, buah, daun, langit, pakaian, mainan, dan benda lainnya.

2. Warna Panas

Warna panas adalah warna yang memberikan kesan hangat, cerah, semangat, dan berani.

Contoh warna panas:

  • ๐Ÿ”ด Merah
  • ๐ŸŸ  Jingga/Oranye
  • ๐ŸŸก Kuning

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ๐Ÿ”ด Merah seperti warna cabai dan bunga mawar.
  • ๐ŸŸ  Jingga seperti warna jeruk.
  • ๐ŸŸก Kuning seperti warna matahari dan pisang.

3. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, dan nyaman.

Contoh warna dingin:

  • ๐Ÿ”ต Biru
  • ๐ŸŸข Hijau
  • ๐ŸŸฃ Ungu

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ๐Ÿ”ต Biru seperti warna langit dan air.
  • ๐ŸŸข Hijau seperti warna daun dan rumput.
  • ๐ŸŸฃ Ungu seperti warna bunga tertentu.

4. Warna Netral

Warna netral adalah warna yang memberikan kesan sederhana, tenang, dan tidak terlalu mencolok.

Contoh warna netral:

  • ⚫ Hitam
  • ⚪ Putih
  • ๐Ÿฉถ Abu-abu
  • ๐ŸคŽ Cokelat

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ⚪ Putih seperti warna kertas.
  • ⚫ Hitam seperti warna beberapa benda di sekitar.
  • ๐Ÿฉถ Abu-abu seperti warna batu.
  • ๐ŸคŽ Cokelat seperti warna tanah dan kayu.

5. Mengelompokkan Warna

Kelompok WarnaContoh Warna
๐Ÿ”ฅ Warna PanasMerah, jingga, kuning
❄️ Warna DinginBiru, hijau, ungu
⚪ Warna NetralHitam, putih, abu-abu, cokelat

6. Contoh Penggunaan dalam Karya Seni

Warna panas dapat digunakan untuk memberikan kesan ceria dan bersemangat.

Warna dingin dapat digunakan untuk memberikan kesan tenang dan sejuk.

Warna netral dapat digunakan untuk memberikan kesan sederhana dan seimbang.

✨ Keanekaragaman warna merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah Swt. yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar.

ร˜ Asesmen/Post Test:


ร˜ Kunci Jawaban/uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Kamis, 24 September 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 23 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 24  September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi penjumlahan sampai 100

Pertemuan ke: 5

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ + ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:
  1. Siti menabung Rp25 di celengan. Kemudian, ia menabung lagi Rp15.
    Berapa jumlah uang Siti sekarang?
  2. Rani mempunyai 24 pensil warna. Ibu membelikan lagi 15 pensil warna.
    Berapa jumlah pensil warna Rani sekarang?
  3. Beni memiliki 32 kelereng. Ia mendapat 18 kelereng dari kakaknya.
    Berapa jumlah kelereng Beni seluruhnya?
  4. Di dalam keranjang ada 27 buah apel. Ayah memasukkan lagi 16 buah apel.
    Berapa jumlah apel di dalam keranjang?
  5. Perpustakaan kelas memiliki 35 buku cerita. Guru menambahkan 24 buku baru.
    Berapa jumlah buku cerita sekarang?
  6. Siti mempunyai 28 stiker. Temannya memberikan 17 stiker.
    Berapa jumlah stiker Siti sekarang?
  7. Di taman ada 43 bunga merah dan 25 bunga kuning.
    Berapa jumlah semua bunga di taman?
  8. Pak Hasan mempunyai 36 ayam. Kemudian, ia membeli 27 ayam lagi.
    Berapa jumlah ayam Pak Hasan sekarang?
  9. Dalam sebuah kotak terdapat 45 kelereng. Kemudian, dimasukkan lagi 18 kelereng.
    Berapa jumlah kelereng di dalam kotak?
  10. Aisyah membaca 26 halaman buku pada pagi hari dan 19 halaman pada sore hari.
    Berapa halaman buku yang sudah dibaca Aisyah?


ร˜ Kunci Jawaban/uraian:

  1. 40
  2. 50
  3. 43
  4. 59
  5. 45
  6. 68
  7. 63
  8. 63
  9. 45
  10. 63

ร˜ Kesimpulan dan refleksi:

Hari ini peserta didik belajar tentang operasi penjumlahan bilangan kurang dari 100 melalui soal cerita. Peserta didik memahami bahwa penjumlahan digunakan untuk menggabungkan dua bilangan atau lebih sehingga diperoleh jumlah keseluruhan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • ➕ Penjumlahan digunakan untuk menggabungkan atau menambahkan dua bilangan untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.
  • ๐Ÿ”ข Bilangan kurang dari 100 dapat terdiri atas puluhan dan satuan.
  • ๐Ÿงฎ Penjumlahan dapat dilakukan dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat, maupun cara bersusun.
  • ๐Ÿ“– Soal cerita dapat diselesaikan dengan memahami informasi yang diketahui dan menentukan apa yang ditanyakan.
  • ✏️ Untuk menyelesaikan soal cerita, peserta didik perlu memilih operasi penjumlahan yang sesuai dan menghitung dengan teliti.
  • ๐Ÿ”„ Pada penjumlahan dengan jumlah satuan 10 atau lebih, peserta didik dapat melakukan penjumlahan dengan menyimpan.
  • ๐Ÿ  Penjumlahan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah buku, pensil, buah, mainan, uang, dan benda lainnya.
  • ๐ŸŒฑ Berhitung dengan teliti membantu peserta didik memperoleh jawaban yang tepat serta melatih sikap sabar dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan mengamati soal cerita, tanya jawab, demonstrasi, penggunaan benda konkret, serta latihan secara bertahap, peserta didik belajar memahami dan menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan bilangan kurang dari 100 dalam kehidupan sehari-hari.

ร˜ Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik: Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 21 peserta didik hadir dan 1 peserta didik tidak hadir karena sakit.

Kendala: Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami soal cerita penjumlahan, terutama dalam menentukan informasi yang diketahui, apa yang ditanyakan, serta melakukan penjumlahan bilangan dua angka dengan tepat.

Tindak Lanjut: Guru memberikan pendampingan melalui benda konkret, stik es krim, papan nilai tempat, kartu angka, dan latihan soal cerita secara bertahap. Peserta didik dibimbing untuk membaca soal dengan teliti, menemukan informasi penting, menentukan operasi penjumlahan, kemudian menghitung dan menuliskan jawabannya dengan tepat.

Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebanyak 18 peserta didik telah memahami dan mampu melakukan operasi penjumlahan bilangan kurang dari 100 serta menyelesaikan soal cerita penjumlahan sederhana dengan tepat. Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu memahami informasi dalam soal cerita, menentukan operasi penjumlahan, dan menghitung hasil penjumlahan dengan tepat.