Jumat, 14 Agustus 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab dan Seni Rupa

Kamis, 13 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Jum'at, 14 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Mata Pembelajaran: Pembiasaan Adab & PAK

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Matematika tentang nilai tempat bilangan. Nah, pada hari ini kita akan belajar tentang Kata tanya dan kalimat tanya serta mengenal simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), dan sama dengan (=).

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2C! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕


📌 Mata Pelajaran Pembaisaan Adab:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu membiasakan menghormati guru dan orang tua.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. 

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti adab kepada guru.
  2. Menyebutkan contoh adab yang baik kepada guru.

  3. Membiasakan bersikap sopan dan hormat kepada guru


Ø  Materi Pokok: Adab kepada Guru

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, dan latihan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, poster sikap baik dab sikap buruk.

Ø  Apersepsi:

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

Artinya:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan mengetahui hak orang yang berilmu.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini mengajarkan kita untuk menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang yang berilmu, termasuk guru.

"Anak yang baik adalah anak yang menghormati gurunya dan menggunakan ilmu yang diajarkan dengan baik.”


Ø  Materi Pembelajaran:

Adab Kepada Guru




Apa Itu Adab kepada Guru?

Guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada kita. Karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi guru.

Adab artinya sikap yang baik dan sopan.

Jadi, adab kepada guru adalah sikap sopan, hormat, dan baik kepada guru.

Contoh Adab kepada Guru

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu guru.

  2. Mendengarkan saat guru berbicara.

  3. Tidak memotong pembicaraan guru.

  4. Mengangkat tangan sebelum bertanya.

  5. Berbicara dengan suara yang sopan.

  6. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu guru.

  8. Meminta izin jika ingin keluar kelas.


Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika guru masuk kelas

Siswa: "Assalamu'alaikum, Bu Guru."

Ketika ingin bertanya

Siswa: "Bu Guru, boleh saya bertanya?"

Ketika selesai dibantu

Siswa: "Terima kasih, Bu Guru."


Ø  Soal/Post test:

Latihan

Jawablah dengan benar!

  1. Siapa yang mengajarkan ilmu kepada kita?

  2. Apa yang kita ucapkan ketika bertemu guru?

  3. Apa yang harus dilakukan saat guru menjelaskan?

  4. Bagaimana cara bertanya kepada guru?

  5. Mengapa kita harus menghormati guru?


Ø  Kunci jawaban dan uraian:


 

📌 Mata Pelajaran Seni Rupa:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menyebutkan warna primer (merah, kuning, dan biru) dengan benar.
  2. Menyebutkan warna sekunder (oranye, hijau, dan ungu) dengan benar.
  3. Mengidentifikasi dan menyebutkan warna yang terdapat dalam karya seni rupa sederhana dengan tepat..

Ø  Materi Pokok: Warna Primer 

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, poster contoh warn aprimer, cat air

Ø  Apersepsi:

Guru menunjukkan beberapa benda berwarna yang ada di sekitar kelas.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT: (keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME)

Anak-anak hebat, coba lihat ke luar jendela! Siapa yang menciptakan buah-buahan yang manis dan gunung-gunung yang megah? Jawabannya adalah Allah yang Maha Hebat.

Allah bercerita dalam Al-Qur’an, Surat Fatir ayat 27, bahwa Allah menurunkan air hujan untuk menumbuhkan buah-buahan yang beraneka ragam warnanya. Ada yang merah, kuning, dan hijau. Bahkan, Allah juga menghias gunung-gunung dengan garis-garis indah berwarna putih, merah, hingga hitam pekat!

Wah, Allah itu sangat kreatif ya! Hari ini, kita akan belajar tentang unsur warna dan garis dalam seni rupa supaya kita bisa ikut melihat dan meniru keindahan warna-warni yang sudah Allah ciptakan di bumi ini.”

“Apa warna benda yang Ibu/Bapak tunjukkan?”

“Warna apa saja yang kalian lihat di dalam kelas?”

“Apakah kalian pernah menggunakan warna merah, kuning, dan biru saat menggambar?”


Ø  Materi Pembelajaran:

 WARNA PRIMER



Apa itu warna primer?

Warna primer adalah warna dasar yang tidak dibuat dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer, yaitu:

🔴 Merah
🟡 Kuning
🔵 Biru

🌈 Mengenal 3 Warna Primer



WarnaContoh benda
🔴 MerahApel, bunga mawar
🟡 KuningPisang, matahari
🔵 BiruLangit, laut

🎨 Tahukah kamu?

Warna primer dapat dicampurkan untuk menghasilkan warna lain.

  • 🔴 Merah + 🟡 Kuning = 🟠 Jingga
  • 🟡 Kuning + 🔵 Biru = 🟢 Hijau
  • 🔴 Merah + 🔵 Biru = 🟣 Ungu

⭐ Kesimpulan

Warna primer terdiri dari tiga warna, yaitu merah, kuning, dan biru. Warna-warna tersebut merupakan warna dasar yang dapat digunakan untuk membuat berbagai warna lainnya.


Ø  Soal/Post Pest:

✏️ Ayo Berlatih!

  1. Sebutkan 3 warna primer!
  2. Apakah hijau termasuk warna primer?
  3. Warna apa yang dihasilkan dari campuran merah dan kuning?
  4. Warna apa yang dihasilkan dari campuran kuning dan biru?
  5. Sebutkan satu benda yang berwarna biru!


Ø  Kunci jawaban dan uraian:


Ø  Kesimpulan/Refleksi:





Kamis, 13 Agustus 2026 - 2.C - B.Indonesia dan Matematika

Rabu, 12 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Kamis, 13 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Materi Pembelajaran: B.Indonesia & Matematika 

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Matematika tentang nilai tempat bilangan. Nah, pada hari ini kita akan belajar tentang Kata tanya dan kalimat tanya serta mengenal simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), dan sama dengan (=).

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2C! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕


📌 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

Ø  Materi Pokok: Kata tanya dan kalimat tanya

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana

Ø  Apersepsi:

Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kegiatan sehari-hari, seperti “Siapa yang mengantarmu ke sekolah?”, “Kapan kamu belajar?”, dan “Di mana kamu bermain?”. Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan kata yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.

 

Ø  Materi Pembelajaran:

Kata Tanya dan Kalimat Tanya


Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

Ø  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!

 LKPD:



Ø  Kunci jawaban dan uraian:

      Kunci Jawaban Post test:

  1.       Rani pergi ke sekolah.
  2.       Rani diantar oleh Ayah.
  3.       Tempat atau tujuan.
  4.       Orang.
  5.       Contoh: “Kapan kamu pergi ke sekolah?”
  6.       Jawaban dapat bervariasi, selama menggunakan kata “kapan” dengan tepat dan diakhiri tanda tanya (?).

🔑 Kunci Jawaban LKPD

A. Lengkapi kalimat dengan kata tanya yang tepat

  1. Apa
  2. Siapa
  3. Di mana
  4. Kapan
  5. Mengapa
  6. Bagaimana

     B. Berdasarkan percakapan

  1. Rani pergi ke sekolah.
  2. Rani diantar oleh Ayah.
  3. Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan tempat/tujuan.
  4. Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan orang.

      C. Membuat kalimat tanya

      Jawaban dapat bervariasi. Contoh:

  1. Apa → Apa makanan kesukaanmu?
  2. Siapa → Siapa nama temanmu?
  3. Di mana → Di mana kamu tinggal?
  4. Kapan → Kapan kamu pergi ke sekolah?
  5. Mengapa → Mengapa kita harus belajar?
  6. Bagaimana → Bagaimana cara membuatnya?

      D. Pilihan ganda
     Jawaban disesuaikan dengan kalimat pada LKPD. Prinsipnya:

  • Apa → benda/hal
  • Siapa → orang
  • Di mana → tempat
  • Kapan → waktu
  • Mengapa → alasan
  • Bagaimana → cara/keadaan

     E. Menulis kalimat tanya
     Jawaban bervariasi, selama menggunakan kata tanya dengan tepat dan diakhiri tanda tanya (?).


📌 Mata Pelajaran Matematika:

Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengenal simbol > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
  2.       Membandingkan dua bilangan sampai 100 dengan tepat.
  3.       Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya.
  4.       Menjelaskan perbandingan bilangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.

Ø  Materi Pokok: Membandingkan bilangan (>, <, =)

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, gambar simbol (>, <, =), benda (Stik es krim, pensil, pena, buku)

Ø  Apersepsi:

Guru mengajak peserta didik mengingat kembali bilangan 1–100 melalui kegiatan menyebutkan bilangan secara bersama-sama. Guru menunjukkan dua kelompok benda atau kartu bilangan, kemudian bertanya, “Kelompok mana yang jumlahnya lebih banyak?” dan “Bagaimana kita mengetahui bilangan mana yang lebih besar atau lebih kecil?”


Ø  Materi Pembelajaran:

 MEMBANDINGKAN BILANGAN



Apa itu membandingkan bilangan?
Membandingkan bilangan adalah melihat dua bilangan untuk mengetahui apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.

Kita menggunakan tiga tanda:

> artinya lebih besar dari

< artinya lebih kecil dari

= artinya sama dengan

 

Contoh 1: Lebih besar (>)

🍎 🍎 🍎 🍎 🍎 Ada 5 apel

🍎 🍎 🍎 Ada 3 apel

Karena 5 lebih banyak daripada 3, maka: 5 > 3

Dibaca: Lima lebih besar dari tiga.


Contoh 2: Lebih kecil (<)

Ada 2 bintang

Ada 4 bintang

Karena 2 lebih sedikit daripada 4, maka: 2 < 4

Dibaca: Dua lebih kecil dari empat.


Contoh 3: Sama dengan (=)

🟢 🟢 🟢 Ada 3 lingkaran

🔵 🔵 🔵 Ada 3 lingkaran

Jumlahnya sama, maka: 3 = 3

Dibaca: Tiga sama dengan tiga.

 

Cara mudah membandingkan bilangan

Perhatikan nilai tempat.

Contoh:

Bandingkan puluhan:

4 puluhan > 3 puluhan

Jadi: 42 > 35

Dibaca: Empat puluh dua lebih besar dari tiga puluh lima.


 Jika puluhannya sama

Contoh: 47 dan 43

Puluhan sama-sama 4.
Maka kita bandingkan satuannya.

7 > 3 Jadi: 47 > 43

 

Ø  Soal/Post Pest:





Ø  Kunci jawaban dan uraian:

Kunci Jawaban LKPD Membandingkan Bilangan

  1. 25 = 25
  2. 18 < 27
  3. 36 > 30
  4. 42 = 42
  5. 19 > 11
  6. 55 < 61
  7. 70 > 68
  8. 83 = 83
  9. 34 > 29
  10. 46 < 64
  11. 90 > 85
  12. 73 = 73
  13. 62 < 72
  14. 17 > 15
  15. 48 = 48
  16. 100 > 99
  17. 76 = 76
  18. 43 < 57
  19. 88 > 78
  20. 63 = 63
  21. 54 > 45
  22. 29 < 39
  23. 91 > 86
  24. 67 = 67
  25. 32 > 23
  26. 80 < 82
  27. 15 > 14
  28. 49 < 59
  29. 71 > 70
  30. 37 = 37

Ø  Kesimpulan/Refleksi:

Pembelajaran hari ini berjalan kondusif dan menyenangkan. Dari 22 siswa, 18 siswa hadir dan 4 siswa tidak hadir, terdiri dari 3 siswa sakit dan 1 siswa izin. Siswa yang hadir mengikuti pembelajaran dengan aktif, antusias, dan berani bertanya ketika mengalami kesulitan. Secara keseluruhan, tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. 

1. Bahasa Indonesia:
Dari 18 siswa yang hadir, 15 siswa sudah memahami materi kata tanya dan kalimat tanya, sedangkan 3 siswa masih memerlukan bimbingan. Siswa mampu mengikuti kegiatan dengan baik, aktif menjawab dan bertanya selama pembelajaran. Penguatan dan latihan tambahan akan diberikan kepada siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami fungsi kata tanya dan membuat kalimat tanya.

2. Matematika:
Dari 18 siswa yang hadir, 17 siswa sudah memahami materi membandingkan bilangan menggunakan simbol >, <, dan =, sedangkan 1 siswa masih memerlukan bimbingan. Sebagian besar siswa mampu membandingkan bilangan dengan tepat dan menunjukkan pemahaman melalui latihan. Siswa yang masih mengalami kesulitan akan diberikan pendampingan dan latihan terbimbing.