Selasa, 18 Agustus 2026 - 2.C - B.Indonesia dan Matematika

Senin, 17 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Materi Pembelajaran: B.Indonesia & Matematika 

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Matematika tentang nilai tempat bilangan. Nah, pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 1 untuk pelajaran bahasa indoensia yaitu terkait materi jenis-jenis perasaan, penggunaan huruf kapital serta penggunaan tanda baca titik dan koma. Selain itu, hari ini juga kita akan melanjutkan materi matematika yaitu tentang membandingkan bilangan dengan menggunakan simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), dan sama dengan (=).

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2C! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕


📌 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam teks cerita tentang perasaan.
  2. Menunjukkan sikap teliti, jujur, dan percaya diri dalam mengerjakan sumatif harian.

Ø  Materi Pokok: Menemukan Informasi pada teks cerita tentang perasaan, mengenal jenis-jeis persaan, mengenal penggunaan huruf kapital dan tanda baca titik dan koma.

Ø  Model/Metode pembelajaran: Latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga:  LKPD

Ø  Apersepsi:

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sebelum memulai sumatif harian Bahasa Indonesia, mari kita mengingat kebesaran Allah Swt. Allah menciptakan kita dengan berbagai perasaan, seperti senang, sedih, marah, takut, dan malu. Semua perasaan tersebut merupakan bagian dari nikmat dan kebesaran Allah yang perlu kita syukuri. Kemarin kita juga telah belajar bagaimana menyampaikan perasaan melalui kalimat dengan menggunakan huruf kapital dan tanda baca titik (.) serta koma (,). Nah, hari ini kita akan mengukur pemahaman anak-anak tentang materi tersebut melalui sumatif harian. Mari mengerjakan dengan tenang, teliti, jujur, dan percaya diri sebagai bentuk rasa syukur atas ilmu yang Allah berikan. Semoga Allah memberikan kemudahan. Aamiin.

 

Ø  Materi Pelalajaran:

Rangkuman Materi Sumatif Harian 1

1. Menemukan Informasi pada Teks Cerita tentang Perasaan


  • Bacalah cerita dengan teliti untuk memahami isi cerita.
  • Informasi dapat ditemukan dengan menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.
  • Perhatikan tokoh, kejadian, dan perasaan tokoh dalam cerita.
  • Contoh: Jika tokoh merasa senang karena mendapat hadiah, informasi pentingnya adalah tokoh merasa senang karena mendapat hadiah.

2. Mengenal Jenis-Jenis Perasaan


Beberapa jenis perasaan yang sering kita alami:
  • 😊 Senang → merasa bahagia atau gembira.
  • 😢 Sedih → merasa tidak bahagia atau ingin menangis.
  • 😡 Marah → merasa kesal atau tidak suka.
  • 😨 Takut → merasa khawatir terhadap sesuatu.
  • 😮 Terkejut → merasa kaget karena sesuatu yang tidak diduga.
  • 😍 Sayang → merasa cinta dan peduli kepada seseorang.
  • 😔 Kecewa → merasa sedih karena sesuatu tidak sesuai harapan.

3. Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan pada:

  • Awal kalimatIbu pergi ke pasar.
  • Nama orangSiti, Budi, dan Rani.
  • Nama tempatBandar Lampung, Jakarta.
  • Nama hari dan bulanSenin, Agustus.
  • Nama negaraIndonesia.

Contoh:
❌ rani pergi ke sekolah pada hari senin.
Rani pergi ke sekolah pada hari Senin.

4. Penggunaan Tanda Baca Titik (.)


Tanda titik (.) digunakan pada akhir kalimat berita atau pernyataan.

Contoh:

  • Saya suka bermain bersama teman.
  • Ayah membaca buku.
  • Rina merasa senang hari ini.

💡 Ingat:
Huruf kapital → digunakan di awal kalimat.
Tanda titik (.) → digunakan di akhir kalimat berita.

5. Penggunaan Tanda Koma (,)

Tanda koma (,) digunakan untuk memberikan jeda dalam kalimat, terutama:

  • Memisahkan beberapa benda atau kata dalam satu kalimat.
    Contoh: Ibu membeli apel, jeruk, mangga, dan pisang.
  • Memisahkan nama orang dalam sapaan.
    Contoh: Aisyah, tolong ambilkan buku.
  • Memisahkan bagian-bagian dalam sebuah kalimat agar lebih mudah dibaca.
    Contoh: Setelah pulang sekolah, Rani langsung makan.

💡 Ingat:
Koma (,) = memberi jeda dalam kalimat.
Titik (.) = mengakhiri kalimat berita.


Ø  Soal Sumatif Harian:


Ø  Kunci jawaban dan uraian:

      

📌 Mata Pelajaran Matematika:

Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengenal simbol > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
  2.       Membandingkan dua bilangan sampai 100 dengan tepat.
  3.       Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya.
  4.       Menjelaskan perbandingan bilangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.

Ø  Materi Pokok: Membandingkan bilangan (>, <, =)

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, gambar simbol (>, <, =), benda (Stik es krim, pensil, pena, buku)

Ø  Apersepsi:

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran kedua yaitu matematika. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mengetahui bagaimana cara mengurutkan bilangan, Nah, sekarang kita akan melanjutkan dengan membandingkan bilangan.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Qamar ayat 49:

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat. Dalam matematika, kita juga belajar membandingkan jumlah atau nilai bilangan, apakah lebih besar (>), lebih kecil (<), atau sama dengan (=). Contohnya, 7 lebih besar dari 5, maka ditulis 7 > 5. Yuk, kita belajar membandingkan bilangan dengan teliti dan penuh semangat!


Ø  Materi Pembelajaran:

 MEMBANDINGKAN BILANGAN



Apa itu membandingkan bilangan?
Membandingkan bilangan adalah melihat dua bilangan untuk mengetahui apakah suatu bilangan lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.

Kita menggunakan tiga tanda:

> artinya lebih besar dari

< artinya lebih kecil dari

= artinya sama dengan

 

Contoh 1: Lebih besar (>)

🍎 🍎 🍎 🍎 🍎 Ada 5 apel

🍎 🍎 🍎 Ada 3 apel

Karena 5 lebih banyak daripada 3, maka: 5 > 3

Dibaca: Lima lebih besar dari tiga.


Contoh 2: Lebih kecil (<)

Ada 2 bintang

Ada 4 bintang

Karena 2 lebih sedikit daripada 4, maka: 2 < 4

Dibaca: Dua lebih kecil dari empat.


Contoh 3: Sama dengan (=)

🟢 🟢 🟢 Ada 3 lingkaran

🔵 🔵 🔵 Ada 3 lingkaran

Jumlahnya sama, maka: 3 = 3

Dibaca: Tiga sama dengan tiga.

 

Cara mudah membandingkan bilangan

Perhatikan nilai tempat.

Contoh:

Bandingkan puluhan:

4 puluhan > 3 puluhan

Jadi: 42 > 35

Dibaca: Empat puluh dua lebih besar dari tiga puluh lima.


 Jika puluhannya sama

Contoh: 47 dan 43

Puluhan sama-sama 4.
Maka kita bandingkan satuannya.

7 > 3 Jadi: 47 > 43

 

Ø  Soal/Post Pest:

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Bilangan yang lebih besar dari 24 adalah ....
    • A. 14
    • B. 20
    • C. 26
  2. Pernyataan yang benar tentang bilangan 37 dan 42 adalah ....
    • A. 37 > 42
    • B. 37 < 42
    • C. 37 = 42
  3. Bilangan 56 dan 53 memiliki angka puluhan yang sama. Bilangan yang lebih besar adalah ....
    • A. 53, karena 3 lebih besar dari 6
    • B. 56, karena 6 lebih besar dari 3
    • C. Keduanya sama besar
  4. Rani memiliki 48 kelereng, sedangkan Budi memiliki 54 kelereng. Siapakah yang memiliki kelereng lebih banyak?
    • A. Rani
    • B. Budi
    • C. Jumlahnya sama
  5. Diketahui bilangan 35, 53, dan 45. Urutan dari yang terkecil ke terbesar adalah ....
    • A. 53, 45, 35
    • B. 35, 45, 53
    • C. 45, 35, 53
  1. Isilah dengan tanda > , < , atau =!

    67 .... 76

  2. Isilah dengan tanda > , < , atau =!

    45 .... 45

  3. Siti memiliki 39 pensil. Dika memiliki 36 pensil.
    Jumlah pensil Siti adalah .... jumlah pensil Dika.

  1. Perhatikan bilangan 62 dan 68.
    Bilangan manakah yang lebih besar? Jelaskan mengapa!
  2. Andi berkata, “47 lebih besar dari 52 karena angka 7 lebih besar dari 2.”
    Apakah pendapat Andi benar? Jelaskan alasanmu berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.


Ø  Kunci jawaban dan uraian:


Ø  Kesimpulan/Refleksi:


Jumat, 14 Agustus 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab dan Seni Rupa

Kamis, 13 Agustus 2026

Hari/Tanggal: Jum'at, 14 Agustus 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Fase/Kelas: A/II.C

Mata Pembelajaran: Pembiasaan Adab & PAK

 

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Bahasa Indonesia tentang mengenal tanda tanya (?) dan Matematika tentang nilai tempat bilangan. Nah, pada hari ini kita akan belajar tentang Kata tanya dan kalimat tanya serta mengenal simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), dan sama dengan (=).

Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.

Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2C! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕


📌 Mata Pelajaran Pembaisaan Adab:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu membiasakan menghormati guru dan orang tua.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Mendengarkan penjelasan guru dengan baik. 

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti adab kepada guru.
  2. Menyebutkan contoh adab yang baik kepada guru.

  3. Membiasakan bersikap sopan dan hormat kepada guru


Ø  Materi Pokok: Adab kepada Guru

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, dan latihan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, poster sikap baik dab sikap buruk.

Ø  Apersepsi:

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ

Artinya:
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan mengetahui hak orang yang berilmu.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini mengajarkan kita untuk menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang yang berilmu, termasuk guru.

"Anak yang baik adalah anak yang menghormati gurunya dan menggunakan ilmu yang diajarkan dengan baik.”


Ø  Materi Pembelajaran:

Adab Kepada Guru




Apa Itu Adab kepada Guru?

Guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada kita. Karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi guru.

Adab artinya sikap yang baik dan sopan.

Jadi, adab kepada guru adalah sikap sopan, hormat, dan baik kepada guru.

Contoh Adab kepada Guru

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu guru.

  2. Mendengarkan saat guru berbicara.

  3. Tidak memotong pembicaraan guru.

  4. Mengangkat tangan sebelum bertanya.

  5. Berbicara dengan suara yang sopan.

  6. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu guru.

  8. Meminta izin jika ingin keluar kelas.


Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Ketika guru masuk kelas

Siswa: "Assalamu'alaikum, Bu Guru."

Ketika ingin bertanya

Siswa: "Bu Guru, boleh saya bertanya?"

Ketika selesai dibantu

Siswa: "Terima kasih, Bu Guru."


Ø  Soal/Post test:

Latihan

Jawablah dengan benar!

  1. Siapa yang mengajarkan ilmu kepada kita?

  2. Apa yang kita ucapkan ketika bertemu guru?

  3. Apa yang harus dilakukan saat guru menjelaskan?

  4. Bagaimana cara bertanya kepada guru?

  5. Mengapa kita harus menghormati guru?


Ø  Kunci jawaban dan uraian:

  1.       Guru.
  2.       Mengucapkan salam, “Assalamu'alaikum.”
  3.       Mendengarkan dengan baik dan tidak berbicara sendiri.
  4.       Mengangkat tangan dan bertanya dengan sopan.
  5.       Karena guru mengajarkan ilmu kepada kita sehingga kita harus menghormati dan menghargainya.

 

📌 Mata Pelajaran Seni Rupa:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Peserta didik dapat menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1. Menyebutkan warna primer (merah, kuning, dan biru) dengan benar.
  2. Menyebutkan warna sekunder (oranye, hijau, dan ungu) dengan benar.
  3. Mengidentifikasi dan menyebutkan warna yang terdapat dalam karya seni rupa sederhana dengan tepat..

Ø  Materi Pokok: Warna Primer 

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, poster contoh warn aprimer, cat air

Ø  Apersepsi:

Guru menunjukkan beberapa benda berwarna yang ada di sekitar kelas.

Guru menyampaikan Kebesaran Allah SWT: (keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME)

Anak-anak hebat, coba lihat ke luar jendela! Siapa yang menciptakan buah-buahan yang manis dan gunung-gunung yang megah? Jawabannya adalah Allah yang Maha Hebat.

Allah bercerita dalam Al-Qur’an, Surat Fatir ayat 27, bahwa Allah menurunkan air hujan untuk menumbuhkan buah-buahan yang beraneka ragam warnanya. Ada yang merah, kuning, dan hijau. Bahkan, Allah juga menghias gunung-gunung dengan garis-garis indah berwarna putih, merah, hingga hitam pekat!

Wah, Allah itu sangat kreatif ya! Hari ini, kita akan belajar tentang unsur warna dan garis dalam seni rupa supaya kita bisa ikut melihat dan meniru keindahan warna-warni yang sudah Allah ciptakan di bumi ini.”

“Apa warna benda yang Ibu/Bapak tunjukkan?”

“Warna apa saja yang kalian lihat di dalam kelas?”

“Apakah kalian pernah menggunakan warna merah, kuning, dan biru saat menggambar?”


Ø  Materi Pembelajaran:

 WARNA PRIMER



Apa itu warna primer?

Warna primer adalah warna dasar yang tidak dibuat dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer, yaitu:

🔴 Merah
🟡 Kuning
🔵 Biru

🌈 Mengenal 3 Warna Primer



WarnaContoh benda
🔴 MerahApel, bunga mawar
🟡 KuningPisang, matahari
🔵 BiruLangit, laut

🎨 Tahukah kamu?

Warna primer dapat dicampurkan untuk menghasilkan warna lain.

  • 🔴 Merah + 🟡 Kuning = 🟠 Jingga
  • 🟡 Kuning + 🔵 Biru = 🟢 Hijau
  • 🔴 Merah + 🔵 Biru = 🟣 Ungu

⭐ Kesimpulan

Warna primer terdiri dari tiga warna, yaitu merah, kuning, dan biru. Warna-warna tersebut merupakan warna dasar yang dapat digunakan untuk membuat berbagai warna lainnya.


Ø  Soal/Post Pest:

✏️ Ayo Berlatih!

  1. Sebutkan 3 warna primer!
  2. Apakah hijau termasuk warna primer?
  3. Warna apa yang dihasilkan dari campuran merah dan kuning?
  4. Warna apa yang dihasilkan dari campuran kuning dan biru?
  5. Sebutkan satu benda yang berwarna biru!

Ø  Kunci jawaban dan uraian:

  1.       Merah, kuning, dan biru.
  2.       Tidak. Hijau termasuk warna sekunder.
  3.       Jingga/oranye.
  4.       Hijau.
  5.       Contoh: langit, laut, atau pensil.

Ø  Kesimpulan/Refleksi:

📌 Pembiasaan Adab
Siswa memahami materi tentang adab kepada guru dengan baik. Seluruh siswa mampu mengetahui pentingnya menghormati guru serta menyebutkan contoh sikap yang tepat, seperti mengucapkan salam, mendengarkan ketika guru berbicara, bertanya dengan sopan, dan meminta izin. Materi dapat dipahami dan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

📌 Seni Rupa
Siswa mempelajari warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru. Sebagian besar siswa sudah mampu mengenali dan menyebutkan ketiga warna primer dengan benar serta membedakannya dari warna sekunder. Siswa juga mulai memahami bahwa warna primer dapat dicampurkan untuk menghasilkan warna lainnya.

Pembelajaran berjalan dengan baik dan kondusif. Dari 22 siswa, 17 siswa hadir dan 5 siswa tidak hadir (3 sakit, 2 izin). Pada materi Pembiasaan Adab, seluruh siswa memahami materi dengan baik. Pada Seni Rupa, 16 siswa sudah memahami materi warna primer, sedangkan Elzio masih memerlukan bimbingan karena terkadang tertukar antara warna hijau dan biru. Tindak lanjut: memberikan latihan dan pengenalan warna menggunakan benda konkret serta media visual secara berulang.