Jum'at, 06 November 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

Kamis, 05 November 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 06 November 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Adab Berbicara: Berkata Baik dan Santun 

Pertemuan ke: 4

 

 

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu memahami pentingnya berkata baik dan santun serta menunjukkan perilaku berbicara dengan sopan, mendengarkan orang lain, menggunakan kata-kata yang baik, dan menghargai lawan bicara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa perkataan yang baik dapat menjaga perasaan orang lain dan merupakan perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.

  • Meaningful (Bermakna): Murid mampu menerapkan adab berbicara ketika berinteraksi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, tanya jawab, permainan memilih perkataan yang baik, dan bermain peran.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian adab berbicara.

  2. Menjelaskan pentingnya berkata baik dan santun.

  3. Mengidentifikasi contoh perkataan yang baik dan tidak baik.

  4. Mengenal penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

  5. Menunjukkan sikap mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  6. Mempraktikkan cara berbicara yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

 

πŸ“Œ MATERI: Adab Berbicara – Berkata Baik dan Santun

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku baik dan tidak baik, kartu kata santun, teks cerita, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. Aamiin. 🀲

Anak-anak, Ibu ingin bertanya. Jika kalian ingin meminjam pensil teman, bagaimana cara memintanya dengan baik?

Benar! Kita bisa berkata, “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

Lalu, jika teman membantu kita, apa yang harus kita ucapkan?

Betul, kita mengucapkan, “Terima kasih.”

Anak-anak, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, termasuk melalui perkataan. Perkataan yang baik dapat membuat orang lain merasa senang, sedangkan perkataan kasar dapat menyakiti perasaan mereka.

Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun. Mari kita menjadi anak yang sopan, menghargai orang lain, dan selalu menjaga perkataan. 🌷

Ø Uraian Materi

A. Pengertian Adab Berbicara

Adab berbicara adalah tata cara berbicara yang baik, sopan, dan menghormati orang lain.

Kita harus menjaga perkataan ketika berbicara dengan orang tua, guru, teman, maupun orang lain. Berbicara dengan baik merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang harus dibiasakan sejak kecil.

B. Macam-Macam Adab Berbicara

1. Berbicara dengan sopan

Gunakan kata-kata yang baik ketika berbicara kepada orang lain.

Contoh: “Permisi, Bu Guru. Bolehkah saya bertanya?”

2. Mendengarkan ketika orang lain berbicara

Kita harus mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Contoh: Mendengarkan guru ketika menjelaskan pelajaran.

3. Menggunakan suara yang baik

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak membentak atau berteriak kepada orang lain.

Contoh: Berbicara dengan lembut kepada teman.

4. Menggunakan kata-kata santun

Biasakan menggunakan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Contoh: “Tolong bantu saya merapikan buku ini.”

5. Berkata jujur dan tidak mengejek

Katakan hal yang sebenarnya dan jangan menggunakan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.

Contoh: Mengakui kesalahan dan meminta maaf.



E. Perkataan yang Harus Dihindari

Anak-anak, ada beberapa perkataan dan sikap yang harus kita hindari.

  • Berkata kasar kepada orang lain.

  • Membentak orang tua, guru, atau teman.

  • Mengejek dan menghina teman.

  • Memotong pembicaraan orang lain.

  • Berteriak ketika berbicara di kelas.

  • Berbohong dan menyalahkan orang lain.

Jika kita terbiasa menjaga perkataan, orang lain akan merasa dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita.

F. Manfaat Berkata Baik dan Santun

  1. Disukai dan dihargai orang lain.

  2. Memiliki hubungan yang baik dengan teman.

  3. Menghindari pertengkaran.

  4. Membuat suasana rumah dan sekolah menjadi nyaman.

  5. Membiasakan diri memiliki akhlak yang terpuji.

  6. Menjaga perasaan orang lain.

G. Kegiatan Praktik Adab Berbicara

Guru mengajak murid mempraktikkan percakapan berikut secara berpasangan.

Situasi 1: Meminjam pensil

Dina: “Rani, tolong pinjamkan pensilmu, ya.”

Rani: “Baik, Dina. Ini pensilnya.”

Dina: “Terima kasih, Rani.”

Rani: “Sama-sama.”

Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman

Budi: “Maaf, Andi. Aku tidak sengaja menyenggolmu.”

Andi: “Tidak apa-apa, Budi. Lain kali hati-hati, ya.”

Budi: “Baik, terima kasih sudah memaafkanku.”

Melalui kegiatan ini, murid belajar menggunakan kata-kata yang baik, mendengarkan teman, dan berbicara dengan santun.

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Ketika ingin meminjam pensil teman, kita sebaiknya berkata ....

A. “Berikan pensilmu sekarang!”

B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

C. “Cepat pinjamkan pensilmu!”

2. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran, sikap kita adalah ....

A. Mendengarkan dengan baik

B. Mengobrol dengan teman

C. Berteriak di kelas

3. Jika tidak sengaja menyakiti perasaan teman, kita sebaiknya ....

A. Mengejeknya lagi

B. Pura-pura tidak tahu

C. Meminta maaf

4. Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita sebaiknya ....

A. Marah kepada teman

B. Menyampaikan pendapat dengan sopan

C. Memaksakan pendapat sendiri

5. Manakah contoh adab berbicara yang baik?

A. Berkata jujur dan santun

B. Memotong pembicaraan orang lain

C. Menghina teman

B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

6. Ketika menerima bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

7. Jika ingin melewati orang lain, kita mengucapkan ....

8. Saat melakukan kesalahan, kita sebaiknya meminta ....

9. Ketika orang lain sedang berbicara, kita harus mendengarkan sampai ....

10. Kita harus menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti ... orang lain.

Ø Kunci Jawaban/Uraian

A. Pilihan Ganda

  1. B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

  2. A. Mendengarkan dengan baik.

  3. C. Meminta maaf.

  4. B. Menyampaikan pendapat dengan sopan.

  5. A. Berkata jujur dan santun.

B. Isian

  1. Terima kasih.

  2. Permisi.

  3. Maaf.

  4. Selesai.

  5. Perasaan.


Ø Kesimpulan dan Refleksi

Ø Kesimpulan Materi


Jum'at, 06 November 2026 - 2.C - Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Jum'at, 06 November 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mengenal Pola

Pertemuan ke: 4

 


Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenal, membuat, dan mengapresiasi pola sederhana dalam karya seni rupa.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali pola melalui pengulangan bentuk, garis, warna, atau gambar secara teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pola dengan benda-benda di lingkungan sekitar, seperti motif pakaian, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal, melanjutkan, dan membuat pola sederhana melalui kegiatan menggambar, mewarnai, mencocokkan, dan menempel potongan gambar.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian pola dalam seni rupa.

  2. Mengidentifikasi pola warna, pola bentuk, dan pola gambar.

  3. Melanjutkan susunan pola sederhana dengan tepat.

  4. Membuat karya seni rupa sederhana menggunakan pola berulang.

  5. Mengidentifikasi dan menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, demonstrasi, dan penugasan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar pola, kertas gambar, pensil, penghapus, pensil warna atau krayon, serta potongan kertas warna.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Pernahkah kalian melihat motif pada baju, susunan ubin lantai, atau hiasan yang memiliki bentuk dan warna berulang?

Misalnya, merah – biru – merah – biru. Menurut kalian, warna apa yang muncul berikutnya?

Nah, susunan yang berulang secara teratur disebut pola.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan keteraturan dan keindahan. Kita dapat menemukan berbagai pola pada bunga, daun, dan ciptaan Allah lainnya. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang pola dalam seni rupa, mulai dari mengenal pola warna, pola bentuk, dan pola gambar hingga membuat pola sederhana.

Mari belajar dengan teliti, kreatif, dan gembira. Semoga kita dapat menghasilkan karya yang indah dan menghargai karya sendiri maupun karya teman. πŸ’–

Ø Materi: Mengenal Pola dalam Seni Rupa

1. Pengertian Pola

Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang.

Pola dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti motif baju, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

2. Macam-Macam Pola

A. Pola warna

Pola yang terbentuk dari pengulangan warna.

Contoh: merah – biru – merah – biru.

B. Pola bentuk

Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk.

Contoh: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

C. Pola gambar

Pola yang terbentuk dari pengulangan gambar.

Contoh: bunga – daun – bunga – daun.

3. Cara Membuat Pola

  1. Menentukan bentuk, gambar, atau warna yang akan digunakan.

  2. Menyusun bentuk atau gambar secara berurutan.

  3. Mengulangi susunan tersebut secara teratur.

  4. Mewarnai pola agar terlihat menarik.

4. Kegiatan Praktik

Peserta didik mengerjakan LKPD dengan kegiatan:

  • Mengamati dan mengenali jenis pola.

  • Memasangkan gambar dengan jenis pola yang sesuai.

  • Melanjutkan pola yang belum selesai.

  • Membuat pola sederhana menggunakan gambar atau potongan kertas warna.

  • Mewarnai pola dan menunjukkan hasil karya kepada guru atau teman.

Ø Asesmen/Post Test





Ø Kunci Jawaban/Uraian


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Kamis, 05 November 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 04 November 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 05 November 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mengenal bangun datar

Pertemuan ke: 1

 

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu mengenal, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan berbagai bentuk bangun datar sederhana berdasarkan ciri-cirinya, seperti jumlah sisi dan titik sudut, serta menghubungkannya dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu:

  1. Mengenal berbagai macam bangun datar sederhana.

  2. Menyebutkan nama bangun datar berdasarkan bentuknya.

  3. Mengidentifikasi ciri-ciri bangun datar berdasarkan jumlah sisi dan titik sudut.

  4. Membedakan bentuk persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran.

  5. Menemukan contoh bangun datar dalam kehidupan sehari-hari.

  6. Mengelompokkan benda berdasarkan bentuk bangun datarnya.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid mengamati bentuk bangun datar dengan teliti serta memperhatikan jumlah sisi dan titik sudutnya.

  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan bentuk bangun datar dengan benda-benda yang ditemukan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan tebak bentuk, kartu bangun datar, kegiatan mengelompokkan benda, dan menggambar bangun datar.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal berbagai macam bangun datar.

  2. Menyebutkan nama bangun datar berdasarkan bentuknya.

  3. Mengenal ciri-ciri bangun datar.

  4. Mengidentifikasi jumlah sisi pada bangun datar.

  5. Mengidentifikasi jumlah titik sudut pada bangun datar.

  6. Membedakan persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran.

  7. Menemukan benda-benda di sekitar yang menyerupai bangun datar.

  8. Mengelompokkan benda berdasarkan bentuk bangun datarnya.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! πŸ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. Aamiin. 🀲✨

Anak-anak sholeh dan sholehah, siapa yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya? Benar, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta.

Allah menciptakan berbagai macam bentuk yang indah di alam semesta. Ada bentuk bulan, daun, bunga, dan berbagai benda lainnya. Masyaallah, betapa besar kebesaran Allah! πŸŒΏπŸŒ™

Sekarang, coba perhatikan benda-benda yang ada di dalam kelas.

  • Papan tulis berbentuk persegi panjang.

  • Jam dinding berbentuk lingkaran.

  • Ubin lantai dapat berbentuk persegi.

  • Penggaris segitiga berbentuk segitiga.

Anak-anak, ternyata benda-benda di sekitar kita memiliki bentuk yang berbeda-beda.

Nah, hari ini kita akan belajar mengenal bangun datar, menyebutkan nama dan ciri-cirinya, serta menemukan contoh bangun datar dalam kehidupan sehari-hari.

Yuk, belajar dengan semangat, teliti, dan gembira! πŸŒΈπŸ“š


πŸ“Œ MATERI: MENGENAL BANGUN DATAR



A. Pengertian Bangun Datar



Bangun datar adalah bentuk yang memiliki permukaan datar dan dapat digambar pada kertas.

Bangun datar memiliki bentuk yang berbeda-beda. Ada yang memiliki sisi lurus, ada yang memiliki sisi melengkung, dan ada yang memiliki titik sudut.

Contoh bangun datar:

  1. Persegi

  2. Persegi panjang

  3. Segitiga

  4. Lingkaran

B. Macam-Macam Bangun Datar

1. Persegi

Persegi adalah bangun datar yang memiliki empat sisi sama panjang.

Ciri-ciri persegi:

  • Memiliki 4 sisi.

  • Keempat sisinya sama panjang.

  • Memiliki 4 titik sudut.

Contoh benda berbentuk persegi:

  • Ubin lantai.

  • Papan catur.

  • Kertas origami berbentuk persegi.

2. Persegi Panjang

Persegi panjang adalah bangun datar yang memiliki dua pasang sisi berhadapan sama panjang.

Ciri-ciri persegi panjang:

  • Memiliki 4 sisi.

  • Sisi yang berhadapan sama panjang.

  • Memiliki 4 titik sudut.

Contoh benda berbentuk persegi panjang:

  • Papan tulis.

  • Buku.

  • Pintu.

  • Meja.

3. Segitiga

Segitiga adalah bangun datar yang memiliki tiga sisi.

Ciri-ciri segitiga:

  • Memiliki 3 sisi.

  • Memiliki 3 titik sudut.

Contoh benda berbentuk segitiga:

  • Penggaris segitiga.

  • Rambu lalu lintas tertentu.

  • Potongan makanan berbentuk segitiga.

4. Lingkaran

Lingkaran adalah bangun datar yang berbentuk bulat.

Ciri-ciri lingkaran:

  • Tidak memiliki sisi lurus.

  • Tidak memiliki titik sudut.

  • Memiliki garis lengkung yang membentuk lingkaran.

Contoh benda berbentuk lingkaran:

  • Jam dinding.

  • Piring.

  • Koin.

  • Roda.

C. Mengenal Sisi dan Titik Sudut

Anak-anak, bangun datar memiliki ciri-ciri yang dapat kita amati.

Sisi adalah garis yang membentuk bangun datar.

Titik sudut adalah titik tempat dua sisi bertemu.

Contoh:

Persegi memiliki 4 sisi dan 4 titik sudut.

Segitiga memiliki 3 sisi dan 3 titik sudut.

Lingkaran tidak memiliki sisi lurus dan tidak memiliki titik sudut.

D. Tabel Ciri-Ciri Bangun Datar

Bangun DatarJumlah SisiJumlah Titik Sudut
Persegi44
Persegi panjang44
Segitiga33
LingkaranTidak memiliki sisi lurus0

E. Bangun Datar dalam Kehidupan Sehari-hari

Anak-anak, bangun datar dapat kita temukan di berbagai tempat.

Contohnya:

  • Papan tulis menyerupai persegi panjang.

  • Ubin lantai menyerupai persegi.

  • Jam dinding menyerupai lingkaran.

  • Penggaris segitiga menyerupai segitiga.

Kita dapat mengamati benda-benda di sekitar untuk menemukan bentuk bangun datar.

F. Mengelompokkan Bangun Datar

Bangun datar dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya.

Contoh:

Kelompok persegi:

  • Ubin lantai.

  • Kertas berbentuk persegi.

Kelompok persegi panjang:

  • Buku.

  • Papan tulis.

  • Pintu.

Kelompok segitiga:

  • Penggaris segitiga.

  • Rambu berbentuk segitiga.

Kelompok lingkaran:

  • Piring.

  • Jam dinding.

  • Koin.

Dengan mengelompokkan benda berdasarkan bentuknya, kita dapat lebih mudah mengenal bangun datar.


🌟 INGAT!

  • Bangun datar adalah bentuk yang memiliki permukaan datar.

  • Persegi memiliki 4 sisi sama panjang.

  • Persegi panjang memiliki 4 sisi dan sisi berhadapan sama panjang.

  • Segitiga memiliki 3 sisi dan 3 titik sudut.

  • Lingkaran berbentuk bulat dan tidak memiliki titik sudut.

  • Banyak benda di sekitar kita yang menyerupai bangun datar.


Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan tebak bentuk, pengamatan benda konkret, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu bangun datar, benda-benda di sekitar kelas, kertas origami, penggaris, papan tulis, gambar bangun datar, dan video pembelajaran.


Ø Soal Asesmen / Post-Test

Petunjuk: Bacalah setiap soal dengan teliti. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.

  1. Bangun datar yang memiliki empat sisi sama panjang disebut ....

  2. Bangun datar yang memiliki tiga sisi dan tiga titik sudut disebut ....

  3. Sebutkan dua benda di rumah yang menyerupai bentuk lingkaran!

  4. Berapa jumlah sisi dan titik sudut pada bangun datar persegi panjang?

  5. Ibu memiliki sebuah piring dan sebuah buku. Piring berbentuk lingkaran, sedangkan buku berbentuk persegi panjang. Sebutkan bentuk bangun datar dari kedua benda tersebut!

Ø Kunci Jawaban/Uraian



Ø Kesimpulan Materi