Kamis, 17 September 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 16 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 17 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi penjumlahan sampai 100

Pertemuan ke: 3

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ + ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:


ร˜ Kunci Jawaban/uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Kamis, 17 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Kamis, 17 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Cara mendapatkan informasi dari grafik

Pertemuan ke: 3

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati grafik dengan teliti dan menyadari bahwa grafik dapat membantu menyajikan informasi dengan lebih mudah.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan informasi dalam grafik dengan kehidupan sehari-hari, seperti jumlah benda, makanan kesukaan, kegiatan, atau data sederhana lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

 

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
  2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
  3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
  4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
  5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
  6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.

๐Ÿ“Œ MATERI: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari informasi, penugasan, dan latihan terbimbing.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, grafik sederhana video pembelajaran


ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. ๐Ÿ“Š

Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

 



A. Mengenal Grafik

Grafik adalah gambar yang digunakan untuk menyajikan informasi atau data agar lebih mudah dibaca dan dipahami.

Dengan melihat grafik, kita dapat mengetahui jumlah, perbandingan, dan informasi penting dengan lebih mudah.

Contohnya, grafik dapat menunjukkan:

  • makanan kesukaan siswa;
  • warna kesukaan siswa;
  • jumlah buku yang dibaca;
  • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan;
  • jumlah buah yang dimiliki.

B. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Untuk mendapatkan informasi dari grafik, kita dapat melakukan beberapa langkah berikut.

  1. Membaca judul grafik.
  2. Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.
  3. Mengamati gambar, simbol, atau batang pada grafik.
  4. Perhatikan setiap data dengan teliti.
  5. Menghitung atau membaca jumlah data.
  6. Kita dapat mengetahui banyaknya suatu benda atau pilihan.
  7. Membandingkan data.
  8. Kita dapat mengetahui data yang paling banyak dan paling sedikit.
  9. Menjawab pertanyaan berdasarkan grafik.
  10. Jawaban harus sesuai dengan informasi yang terdapat pada grafik.

    Contoh Grafik Sederhana:



    C. Informasi Penting dalam Grafik

    Dari sebuah grafik, kita dapat menemukan informasi seperti:

    1. Data yang paling banyak.
    2. Data yang paling sedikit.
    3. Jumlah setiap data.
    4. Perbandingan antara dua data.
    5. Selisih jumlah dua data.
    6. Kesimpulan sederhana berdasarkan grafik.

    D. Kosakata Baru







    E. Cara Membaca Grafik

    Saat membaca grafik, lakukan dengan teliti.

    Ingat langkahnya:

    Baca judul → Amati data → Baca jumlah → Bandingkan → Temukan informasi → Buat kesimpulan.


    ร˜ Soal Asesmen / Post Test:

    Perhatikan grafik berikut!

    Grafik Makanan Kesukaan Siswa Kelas 2.C

    ๐Ÿœ Mie Ayam = 8 siswa
    ๐Ÿš Nasi Goreng = 6 siswa
    ๐Ÿ— Ayam Goreng = 5 siswa
    ๐Ÿ• Pizza = 3 siswa
    ๐Ÿฒ Bakso = 7 siswa

    Jawablah pertanyaan berikut!

    1. Apa judul grafik tersebut?
    2. Makanan apa yang paling banyak disukai siswa?
    3. Makanan apa yang paling sedikit disukai siswa?
    4. Berapa siswa yang menyukai bakso?
    5. Berapa siswa yang menyukai pizza?
    6. Mana yang lebih banyak, penyuka mie ayam atau nasi goreng?
    7. Berapa selisih jumlah siswa yang menyukai mie ayam dan pizza?
    8. Berapa jumlah siswa yang menyukai ayam goreng dan bakso?
    9. Makanan apa saja yang disukai lebih dari 5 siswa?
    10. Tuliskan satu kesimpulan berdasarkan grafik tersebut!


    ร˜ Jawaban atau uraian:




    ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


    Rabu , 16 September 2026 - 2.C - PAK

    Selasa, 15 September 2026

    IDENTITAS

    Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

    MataPembelajaran: PAK

    Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026

    Fase/Kelas: A/II.C

    Materi: Sikap Disiplin

    Pertemuan ke: 5

     

     

    ร˜ Capaian Pembelajaran:

    Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

     

    ร˜ Tujuan Pembelajaran:

    Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di lingkungan sekolah.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan, menghargai waktu, serta melaksanakan kewajiban dengan tertib di sekolah.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti datang tepat waktu, mengikuti pembelajaran dengan tertib, mengerjakan tugas, melaksanakan piket, dan menaati aturan sekolah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin di sekolah melalui gambar, permainan, tanya jawab, pengamatan, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

    ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
    2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di lingkungan sekolah.
    3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak disiplin di sekolah.
    4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin di sekolah.
    5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
    6. Membiasakan sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

     

    ๐Ÿ“Œ MATERI: Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

    ร˜ Model/Metode Pembelajaran

    Model: Discovery Learning
    Metode:
    Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


    ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

    LKPD, gambar perilaku disiplin, video pembelajaran, dan papan tulis.

     

    ร˜ Apersepsi

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak hebat, coba Ibu tanya. Siapa yang tadi datang ke sekolah tepat waktu? ๐Ÿ™‹‍♀️๐Ÿ™‹‍♂️

    Ketika bel berbunyi, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita tetap bermain atau segera masuk kelas?

    Bagaimana sikap kita ketika guru sedang menjelaskan? Lalu, apa yang harus kita lakukan jika mendapat jadwal piket?

    Nah, semua kebiasaan tersebut berkaitan dengan sikap disiplin di sekolah.

    Hari ini kita akan belajar bagaimana menjadi anak yang disiplin dengan cara menaati aturan, menghargai waktu, melaksanakan tugas, dan menjaga ketertiban di sekolah.

    Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. ๐ŸŒท



    A. Apa Itu Disiplin?

    Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

    Di sekolah, sikap disiplin berarti kita mematuhi aturan sekolah dan melaksanakan kewajiban dengan baik.

    Anak yang disiplin akan:

    • datang tepat waktu;
    • mengikuti pembelajaran dengan tertib;
    • mendengarkan guru;
    • mengerjakan tugas;
    • menjaga kebersihan;
    • melaksanakan piket;
    • menaati aturan sekolah.

    B. Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

    Contoh sikap disiplin di sekolah:

    1. Datang ke sekolah tepat waktu.
    2. Memakai seragam sesuai aturan.
    3. Berbaris dengan rapi.
    4. Masuk kelas ketika bel berbunyi.
    5. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
    6. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
    7. Mengangkat tangan sebelum berbicara.
    8. Mengerjakan tugas tepat waktu.
    9. Membawa perlengkapan belajar.
    10. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
    11. Membuang sampah pada tempatnya.
    12. Merapikan meja dan alat belajar setelah digunakan.
    13. Meminta izin ketika ingin keluar kelas.
    14. Mengikuti kegiatan sekolah dengan tertib.
    15. Menaati peraturan sekolah.

    C. Perilaku Tidak Disiplin di Sekolah

    Perilaku tidak disiplin adalah perilaku yang tidak menaati aturan atau tidak melaksanakan kewajiban dengan baik.

    Contohnya:

    1. Datang terlambat ke sekolah.
    2. Tidak memakai seragam sesuai aturan.
    3. Bermain ketika guru sedang menjelaskan.
    4. Berbicara sendiri saat pembelajaran.
    5. Tidak mengerjakan tugas.
    6. Tidak membawa perlengkapan belajar.
    7. Tidak melaksanakan piket.
    8. Membuang sampah sembarangan.
    9. Keluar kelas tanpa izin.
    10. Mengganggu teman saat belajar.

    D. Manfaat Bersikap Disiplin di Sekolah

    Kita harus membiasakan sikap disiplin karena dapat:

    ๐ŸŒฑ membuat kegiatan belajar menjadi tertib;
    ๐ŸŒฑ membantu kita menggunakan waktu dengan baik;
    ๐ŸŒฑ membuat kelas menjadi nyaman;
    ๐ŸŒฑ melatih rasa tanggung jawab;
    ๐ŸŒฑ membuat kita dipercaya oleh guru dan teman;
    ๐ŸŒฑ membantu kita menjadi anak yang mandiri.


    ร˜ Soal Asesmen / Post Test

    Pilihlah jawaban yang tepat!

    1. Sikap menaati aturan disebut sikap ....
      a. malas
      b. disiplin
      c. nakal
    2. Kita sebaiknya datang ke sekolah ....
      a. terlambat
      b. sesuka hati
      c. tepat waktu
    3. Ketika guru sedang menjelaskan, kita harus ....
      a. mendengarkan
      b. bermain
      c. berlari
    4. Anak yang mendapat jadwal piket harus ....
      a. menghindar
      b. melaksanakan piket
      c. pulang lebih dahulu
    5. Sampah di sekolah harus dibuang ....
      a. di lantai
      b. di halaman
      c. pada tempatnya
    6. Jika ingin keluar kelas, kita sebaiknya ....
      a. meminta izin
      b. langsung pergi
      c. berlari keluar
    7. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap ....
      a. disiplin
      b. malas
      c. tidak peduli
    8. Setelah menggunakan alat belajar, kita harus ....
      a. membiarkannya
      b. merapikannya
      c. membuangnya
    9. Datang terlambat ke sekolah merupakan perilaku ....
      a. disiplin
      b. tertib
      c. tidak disiplin
    10. Sikap disiplin membuat kegiatan belajar menjadi ....
      a. tertib
      b. kacau
      c. berantakan

    ร˜ Kunci Jawaban/uraian:

    1. b. disiplin
    2. c. tepat waktu
    3. a. mendengarkan
    4. b. melaksanakan piket
    5. c. pada tempatnya
    6. a. meminta izin
    7. a. disiplin
    8. b. merapikannya
    9. c. tidak disiplin
    10. a. tertib

    ร˜ Kesimpulan dan refleksi:

    ร˜ Kesimpulan Materi

    Hari ini peserta didik belajar tentang sikap disiplin di lingkungan sekolah. Peserta didik memahami bahwa disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

    Peserta didik memahami bahwa:

    • ⏰ Datang tepat waktu merupakan salah satu contoh sikap disiplin di sekolah.
    • ๐Ÿ“š Mengikuti pembelajaran dengan tertib dan mendengarkan guru saat menjelaskan merupakan perilaku disiplin.
    • ๐Ÿ“ Mengerjakan tugas tepat waktu menunjukkan sikap tanggung jawab.
    • ๐Ÿงน Melaksanakan piket dan menjaga kebersihan merupakan kewajiban yang harus dilakukan dengan tertib.
    • ๐Ÿ™‹ Meminta izin ketika ingin keluar kelas merupakan bentuk menaati aturan sekolah.
    • ๐Ÿšซ Datang terlambat, bermain saat guru menjelaskan, tidak mengerjakan tugas, dan mengganggu teman merupakan contoh perilaku tidak disiplin.
    • ๐ŸŒฑ Sikap disiplin dapat membuat kegiatan belajar menjadi tertib, nyaman, dan menyenangkan, serta melatih peserta didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mandiri.

    Melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, diskusi, permainan, dan latihan, peserta didik belajar membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta membiasakan diri menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

    ร˜ Refleksi Pembelajaran

    Kehadiran Peserta Didik: Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir.

    Kendala: Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta menjelaskan manfaat bersikap disiplin di lingkungan sekolah.

    Tindak Lanjut: Guru memberikan pendampingan melalui gambar perilaku disiplin dan tidak disiplin, kartu kegiatan, permainan mengelompokkan perilaku, serta contoh kegiatan nyata di sekolah. Peserta didik diberikan latihan secara bertahap untuk mengenali, memilih, dan membiasakan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

    Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebanyak 18 peserta didik telah memahami pengertian disiplin dan mampu mengidentifikasi contoh perilaku disiplin di sekolah. Sebanyak 4 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta menerapkannya secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari.