Kamis, 22 Oktober 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 21 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi pengurangan sampai 100

Pertemuan ke: 4

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan, memperhatikan bilangan yang dikurangi, dan menghitung dengan teliti.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah pensil, buku, buah, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar pengurangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan tantangan pengurangan secara menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengurangan sebagai kegiatan mengambil atau mengurangi sejumlah benda.
  2. Mengurangi bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Mengurangkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Mengurangkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Mengurangkan bilangan dua angka sampai 100.
  6. Memahami pengurangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam.
  8. Mengenal pengurangan dengan meminjam secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENGURANGAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang jumlah benda kita berkurang karena digunakan atau diberikan kepada orang lain.

Coba bayangkan, Ibu mempunyai 35 pensil, kemudian 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Nah, hari ini kita akan belajar operasi pengurangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret dan permainan angka agar belajar menjadi mudah dan menyenangkan. 🌟

 



A. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi sebagian dari suatu jumlah.

Tanda pengurangan adalah: −

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh:

5 − 2 = 3

Artinya, dari 5 benda diambil 2 benda, sehingga tersisa 3 benda.


B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎🍎🍎 − 🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Jadi:

5 − 2 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️✏️✏️ − ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jadi:

6 − 2 = 4


C. Pengurangan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh:

48 − 25

Bilangan 48 terdiri dari:

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 8

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita kurangkan puluhan dan satuan.

40 − 20 = 20

8 − 5 = 3

Jadi:

48 − 25 = 23


D. Contoh Pengurangan Tanpa Meminjam

Contoh 1

46 − 23 = ...

Puluhan:

40 − 20 = 20

Satuan:

6 − 3 = 3

Jadi:

46 − 23 = 23

Contoh 2

57 − 24 = ...

Puluhan:

50 − 20 = 30

Satuan:

7 − 4 = 3

Jadi:

57 − 24 = 33


E. Pengurangan dengan Meminjam

Jika angka satuan yang dikurangi lebih besar daripada satuan pada bilangan yang dikurangi, kita dapat meminjam 1 puluhan.

Contoh:

42 − 15 = ...

Satuan:

2 tidak dapat dikurangi 5.

Kita pinjam 1 puluhan dari 4 puluhan.

4 puluhan menjadi 3 puluhan.

1 puluhan = 10 satuan.

Jadi:

12 − 5 = 7

Kemudian:

30 − 10 = 20

Jadi:

42 − 15 = 27

Contoh lainnya

53 − 28 = ...

Satuan:

3 tidak dapat dikurangi 8.

Pinjam 1 puluhan.

53 menjadi 4 puluhan dan 13 satuan.

13 − 8 = 5

40 − 20 = 20

Jadi:

53 − 28 = 25


F. Pengurangan Bersusun

Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  47
− 25
----
  22

Langkah:

  1. Kurangkan satuan: 7 − 5 = 2.
  2. Kurangkan puluhan: 4 − 2 = 2.
  3. Jadi, 47 − 25 = 22.

Contoh dengan meminjam

  42
− 15
----
  27

Langkah:

  1. Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 5.
  2. Pinjam 1 puluhan sehingga 2 menjadi 12.
  3. 12 − 5 = 7.
  4. Puluhan: 3 − 1 = 2.
  5. Jadi, 42 − 15 = 27.

G. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengurangan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 35 pensil.
Ia memberikan 12 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina yang tersisa?

35 − 12 = 23

Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 23 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 50 buku cerita.
Sebanyak 18 buku dipinjam siswa.

Berapa buku yang masih ada?

50 − 18 = 32

Jadi, buku yang masih ada adalah 32 buku.


🌟 INGAT!

Pengurangan = mengambil atau mengurangi.

Contoh:

20 − 5 = 15

Jika mengurangkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan.
➡️ Perhatikan satuan.
➡️ Hitung dengan teliti.
➡️ Jika satuan tidak cukup dikurangi, lakukan peminjaman 1 puluhan.


Ø Soal Asesmen / Post Test:


  1. Budi memiliki 42 butir kelereng. Ia memberikan 17 butir kelereng kepada adiknya. Berapa sisa kelereng Budi sekarang?
  2. Toko Roti Pak Ali membuat 65 buah roti manis di pagi hari. Pada siang hari, roti tersebut sudah terjual sebanyak 38 buah. Berapa sisa roti manis yang belum terjual?
  3. Di perpustakaan sekolah terdapat 53 buku cerita. Sebanyak 26 buku cerita sedang dipinjam oleh siswa. Berapa banyak buku cerita yang masih ada di perpustakaan?
  4. Ibu membeli 71 buah jeruk untuk acara keluarga. Sebanyak 45 buah jeruk sudah dimakan. Berapa buah jeruk yang tersisa?
  5. Siti memiliki uang sebesar Rp84.000. Ia membeli sebuah buku tulis seharga Rp39.000. Berapa sisa uang Siti sekarang?


Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Kamis, 22 Oktober 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Mata Pembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Macam-macam Tempat Umum

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang macam-macam tempat umum di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati gambar dan membaca teks tentang tempat umum dengan teliti serta memperhatikan fungsi dan aturan di setiap tempat.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kegunaan tempat umum dalam kehidupan sehari-hari (seperti perpustakaan, pasar, rumah sakit, taman, dan stasiun) serta menjaga ketertibannya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar tempat umum, tebak nama tempat, tanya jawab, diskusi kelompok, dan sosiodrama/percakapan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian tempat umum.

  2. Menyebutkan macam-macam tempat umum di lingkungan sekitar.

  3. Mengidentifikasi kegunaan/fungsi masing-masing tempat umum.

  4. Menceritakan pengalaman saat berada di tempat umum.

  5. Memahami aturan dan tata tertib saat berada di tempat umum.

  6. Melakukan percakapan dan tanya jawab sederhana tentang tempat umum secara santun.


📌 MATERI: Macam-macam Tempat Umum

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: 
Mengamati gambar, membaca, tanya jawab, demonstrasi/sosiodrama, diskusi kelompok, permainan kartu gambar, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Poster/gambar macam-macam tempat umum, kartu nama tempat umum, LKPD, dan video pembelajaran interaktif.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian pergi berobat ke rumah sakit, membaca buku di perpustakaan, bermain di taman, atau ikut Ibu ke pasar?

Tempat-tempat tersebut dinamakan tempat umum. Tempat umum adalah tempat yang disediakan untuk digunakan oleh banyak orang secara bersama-sama.

Allah Swt. melimpahkan rezeki dan fasilitas berupa lingkungan sekitar yang bermanfaat. Oleh karena itu, kita harus bersyukur, menjaga kebersihan, serta bersikap santun saat berada di tempat umum. ✨

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai macam tempat umum, kegunaannya, serta aturan saat berkunjung ke sana. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira! 🌷




A. Apa Itu Tempat Umum?

Tempat umum adalah tempat yang terbuka dan dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk keperluan tertentu. Siapa saja boleh berkunjung ke tempat umum dengan mematuhi aturan yang berlaku.

B. Macam-Macam Tempat Umum dan Kegunaannya

  1. Perpustakaan

    • Kegunaan: Tempat untuk membaca dan meminjam buku.

    • Aturan: Harus tenang/tidak berisik, merapikan buku kembali, dan tidak membawa makanan/minuman.

  2. Pasar / Supermarket

    • Kegunaan: Tempat untuk membeli dan menjual kebutuhan sehari-hari (seperti buah, sayur, dan pakaian).

    • Aturan: Mengantre saat membayar dan menjaga kebersihan.

  3. Rumah Sakit / Puskesmas

    • Kegunaan: Tempat untuk berobat dan memeriksakan kesehatan saat sakit.

    • Aturan: Menjaga ketenangan agar pasien tidak terganggu dan membuang sampah pada tempatnya.

  4. Taman Bermain

    • Kegunaan: Tempat untuk bersantai, berolahraga, dan bermain bersama teman/keluarga.

    • Aturan: Menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, dan bergantian menggunakan alat permainan.

  5. Stasiun / Terminal / Bandara

    • Kegunaan: Tempat untuk naik dan turun kendaraan umum (kereta api, bus, atau pesawat).

    • Aturan: Mengantre saat membeli tiket dan tidak berpisah dari orang tua.

C. Sikap Santun di Tempat Umum

Saat berada di tempat umum, kita harus selalu bersikap santun dan tertib:

  • Mengucapkan salam dan kata santun (seperti "tolong", "terima kasih", dan "maaf").

  • Menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

  • Mengantre dengan sabar saat menunggu giliran.

  • Mematuhi aturan yang berlaku di tempat tersebut.

D. Contoh Percakapan Santun di Tempat Umum

Di Perpustakaan:

Ahmad: "Permisi, Bu Guru. Di mana saya bisa menemukan buku cerita tentang hewan?"

Bu Guru: "Buku cerita hewan ada di rak sebelah kanan, Ahmad."

Ahmad: "Terima kasih banyak, Bu Guru."

Bu Guru: "Sama-sama, Ahmad. Jangan lupa dibaca dengan tenang, ya."

E. Kosakata Baru

  • Tempat Umum: Tempat yang digunakan untuk kepentingan banyak orang.

  • Pengunjung: Orang yang datang berkunjung ke suatu tempat.

  • Antre: Menunggu giliran dengan berdiri berderet secara tertib.

  • Petugas: Orang yang bekerja melayani di tempat umum (misal: pustakawan, kasir, dokter).

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

A. Pilihan Ganda (Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!)

  1. Tempat yang digunakan oleh banyak orang secara bersama-sama disebut...

    a. Tempat pribadi

    b. Tempat umum

    c. Rumah sendiri

  2. Tempat yang dikunjungi orang untuk meminjam dan membaca buku adalah...

    a. Pasar

    b. Rumah sakit

    c. Perpustakaan

  3. Sikap yang baik saat berkunjung ke taman bermain adalah...

    a. Membuang sampah sembarangan

    b. Merusak tanaman di taman

    c. Antre dan bergantian saat menggunakan perosotan

  4. Jika ingin membeli buah dan sayuran segar, kita dapat pergi ke...

    a. Pasar

    b. Stasiun

    c. Perpustakaan

  5. Saat berada di rumah sakit, kita tidak boleh berisik karena...

    a. Dapat mengganggu pasien yang sedang istirahat

    b. Nanti dihukum pedagang

    c. Agar permainan tidak rusak

B. Isian Singkat

  1. Sebutkan 3 contoh tempat umum yang ada di sekitar lingkunganmu! ➔ (...)

  2. Tempat untuk naik dan turun kereta api dinamakan... ➔ (...)

  3. Jika ditolong oleh petugas perpustakaan, kita harus mengucapkan... ➔ (...)

  4. Mengapa kita tidak boleh berisik di perpustakaan? ➔ (...)

  5. Tuliskan 1 aturan yang harus dipatuhi saat berada di taman bermain! ➔ (...)

Ø Jawaban atau Uraian


Ø Kesimpulan Materi


Rabu, 21 Oktober 2026 - 2.C - PAK

Selasa, 20 Oktober 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Rabu, 20 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mengenal sikap tanggung jawab

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menjelaskan arti tanggung jawab serta menunjukkan contoh perilaku tanggung jawab di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab.
  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan materi sikap tanggung jawab dengan kebiasaan sehari-hari, seperti mengerjakan tugas, menjaga barang, melaksanakan piket, merapikan tempat belajar, dan membantu orang lain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid mengikuti kegiatan pembelajaran dan sumatif dengan suasana tenang dan menyenangkan melalui soal bergambar atau soal sederhana yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap tanggung jawab.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di lingkungan sekolah.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak bertanggung jawab.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap tanggung jawab.
  5. Membedakan perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.
  6. Membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI: Sikap Tanggung Jawab

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam kegiatan kita. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah.

Anak-anak, siapa yang tadi sudah merapikan tempat tidur? Siapa yang sudah menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri? Ketika mendapat tugas dari guru, apa yang harus kita lakukan?

Nah, melaksanakan tugas dengan baik, menjaga barang, melaksanakan piket, dan membantu orang tua sesuai kemampuan merupakan contoh sikap tanggung jawab.

Hari ini kita akan belajar dan mengerjakan Sumatif Harian 2 tentang sikap tanggung jawab. Bacalah setiap soal dengan teliti, kerjakan dengan jujur, tenang, dan percaya diri. 🌷


A. Apa Itu Tanggung Jawab?

Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik serta bersedia menjaga dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita.

Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dan tidak menyalahkan orang lain.

Contoh sikap tanggung jawab:

  • mengerjakan tugas sekolah;
  • menjaga barang milik sendiri;
  • merapikan tempat belajar;
  • melaksanakan piket;
  • menjaga kebersihan;
  • mengembalikan barang ke tempatnya;
  • membantu orang tua sesuai kemampuan.

B. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap tanggung jawab di sekolah:

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.
  2. Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  3. Menjaga buku dan alat tulis.
  4. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  5. Menjaga kebersihan kelas.
  6. Merapikan meja dan kursi setelah digunakan.
  7. Mengembalikan buku ke tempatnya.
  8. Menjaga fasilitas sekolah.
  9. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.
  10. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

C. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap tanggung jawab di rumah:

  1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  2. Menyimpan mainan setelah digunakan.
  3. Menjaga barang milik sendiri.
  4. Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  5. Menjaga kebersihan rumah.
  6. Merapikan perlengkapan sekolah.
  7. Mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugasnya.
  8. Merawat hewan atau tanaman jika diberi tugas.
  9. Menyelesaikan tugas sekolah di rumah.
  10. Mematuhi aturan yang telah disepakati keluarga.

D. Perilaku Tidak Bertanggung Jawab

Perilaku tidak bertanggung jawab adalah tidak melaksanakan tugas atau kewajiban yang menjadi tanggungannya dengan baik.

Contohnya:

  1. Tidak mengerjakan tugas sekolah.
  2. Menyuruh teman mengerjakan tugasnya.
  3. Tidak melaksanakan piket.
  4. Merusak barang lalu tidak mau mengaku.
  5. Membiarkan mainan berserakan.
  6. Tidak menjaga barang milik sendiri.
  7. Membuang sampah sembarangan.
  8. Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri.
  9. Tidak menyelesaikan tugas kelompok.
  10. Tidak mau memperbaiki kesalahan.

E. Manfaat Bersikap Tanggung Jawab

Kita harus membiasakan sikap tanggung jawab karena dapat:

🌱 melatih kita menjadi anak yang mandiri;
🌱 membuat kita dapat dipercaya oleh guru dan teman;
🌱 membuat pekerjaan selesai dengan baik;
🌱 melatih kita menjaga amanah;
🌱 menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman;
🌱 membiasakan kita berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.


Ø Soal Asesmen/Latihan

A. Pilihan Ganda

1. Rani mendapat tugas dari guru. Rani mengerjakan tugas tersebut sampai selesai. Sikap Rani adalah ....
A. malas
B. tanggung jawab
C. tidak peduli

2. Setelah bermain, sebaiknya kita ....
A. meninggalkan mainan
B. menyuruh orang lain merapikannya
C. merapikan mainan

3. Andi mendapat jadwal piket. Sikap yang bertanggung jawab adalah ....
A. melaksanakan piket
B. pulang lebih dahulu
C. bersembunyi dari teman

4. Jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....
A. menyalahkan teman
B. mengaku dan meminta maaf
C. meninggalkannya

5. Contoh tanggung jawab di rumah adalah ....
A. membiarkan kamar berantakan
B. merapikan tempat tidur
C. membuang mainan sembarangan

B. Isian

1. Melaksanakan tugas dengan baik merupakan sikap ....

2. Setelah menggunakan mainan, kita harus .... kembali.

3. Siswa yang mendapat jadwal piket harus melaksanakan ....

4. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani .... kesalahan.

5. Menjaga barang milik sendiri merupakan contoh sikap ....


Ø Kunci Jawaban/uraian:

A. Pilihan Ganda

  1. B. tanggung jawab

    (Rani mengerjakan tugas dari guru hingga selesai merupakan ciri anak yang bertanggung jawab).

  2. C. merapikan mainan

    (Merapikan barang setelah digunakan adalah bentuk menjaga kebersihan dan ketertiban).

  3. A. melaksanakan piket

    (Siswa yang bertanggung jawab wajib menjalankan tugas piket sesuai jadwal).

  4. B. mengaku dan meminta maaf

    (Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah bentuk sikap bertanggung jawab).

  5. B. merapikan tempat tidur

    (Merapikan tempat tidur setelah bangun adalah contoh tanggung jawab di rumah).

B. Isian

  1. Tanggung jawab (atau mandiri/terpuji)

  2. Merapikan / mengembalikan

  3. Piket / tugasnya

  4. Mengakui

  5. Tanggung jawab

Ø Kesimpulan dan Refleksi

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang sikap tanggung jawab melalui kegiatan mengamati gambar, menyimak penjelasan materi, tanya jawab, mengidentifikasi perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab, serta mengerjakan soal sumatif/latihan. Murid memahami bahwa:

  • 🏠 Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik serta bersedia menjaga dan menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya.

  • 🏫 Contoh sikap tanggung jawab di sekolah antara lain mengerjakan tugas, membawa perlengkapan belajar sendiri, merapikan meja/kursi, dan melaksanakan piket sesuai jadwal.

  • 🏡 Contoh sikap tanggung jawab di rumah antara lain merapikan tempat tidur, merapikan mainan setelah digunakan, menjaga barang milik sendiri, dan membantu orang tua.

  • ⚠️ Contoh perilaku tidak bertanggung jawab antara lain tidak mengerjakan tugas, membiarkan mainan berserakan, membuang sampah sembarangan, dan menyalahkan orang lain.

  • 🌿 Manfaat bersikap tanggung jawab adalah melatih kita menjadi anak yang mandiri, membuat kita dipercaya guru dan teman, serta menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman.

  • 🌷 Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya, mau mengakui kesalahan, dan tidak menyalahkan orang lain. Murid juga belajar bahwa sikap tanggung jawab tidak hanya diketahui, tetapi perlu dibiasakan dan diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menjelaskan arti tanggung jawab, mengidentifikasi contoh perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab, serta menjelaskan manfaatnya. Murid juga diharapkan mampu menunjukkan sikap jujur, mandiri, dan disiplin dalam melaksanakan kewajibannya.

Refleksi Pembelajaran

Kendala: Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab dalam situasi sehari-hari. Murid juga perlu diberikan penguatan mengenai pentingnya berani mengakui kesalahan tanpa rasa takut serta menjaga kebiasaan bertanggung jawab secara konsisten.Tindak Lanjut: Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui media gambar ilustrasi kegiatan, simulasi cerita sederhana, serta latihan mengidentifikasi tindakan yang tepat. Guru juga akan memberikan apresiasi/pujian bagi murid yang menunjukkan kemandirian dan memberikan pendampingan khusus bagi yang membutuhkan.Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebagian besar murid diharapkan mampu menjelaskan arti tanggung jawab, menyebutkan contoh sikap tanggung jawab di rumah dan sekolah, serta mengerjakan soal latihan/sumatif harian dengan jujur dan percaya diri. Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut sesuai kebutuhan belajarnya.

  • Jumlah murid hadir: 20 murid

  • Jumlah murid tidak hadir: 2 murid