Kamis, 24 September 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 23 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 24  September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi penjumlahan sampai 100

Pertemuan ke: 5

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ + ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:
  1. Siti menabung Rp25 di celengan. Kemudian, ia menabung lagi Rp15.
    Berapa jumlah uang Siti sekarang?
  2. Budi memiliki tabungan Rp32. Ia mendapat uang dari nenek sebesar Rp18 dan menyimpannya di celengan.
    Berapa jumlah uang Budi sekarang?
  3. Aisyah meminjamkan Rp20 kepada adiknya. Kemudian, adiknya mengembalikan Rp20 dan memberikan tambahan Rp5.
    Berapa uang yang diterima Aisyah?
  4. Raka menabung Rp27 pada hari Senin dan Rp23 pada hari Selasa.
    Berapa jumlah tabungan Raka seluruhnya?
  5. Dina memiliki uang Rp35. Ia meminjam Rp25 dari kakaknya untuk membeli buku. Setelah itu, Dina memiliki uang Rp35 ditambah uang pinjaman.
    Berapa jumlah uang Dina sekarang?
  6. Fahmi menyimpan Rp42 di kotak tabungan. Kemudian, ia menambahkan lagi Rp16.
    Berapa jumlah uang Fahmi sekarang?
  7. Lala memiliki tabungan Rp38. Ia menabung lagi Rp24.
    Berapa jumlah tabungan Lala sekarang?
  8. Andi meminjam Rp15 dari kakaknya dan Rp20 dari ibunya.
    Berapa jumlah uang yang dipinjam Andi?
  9. Nisa menabung Rp46. Kemudian, ibu memberinya Rp14 untuk ditabung juga.
    Berapa jumlah uang Nisa yang ditabung?
  10. Doni mempunyai tabungan Rp28. Ia meminjam Rp17 dari kakaknya untuk membeli alat tulis. Berapa jumlah uang Doni jika uang tabungan dan uang pinjaman digabungkan?


ร˜ Kunci Jawaban/uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Kamis, 24 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Kamis, 24 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Cara mendapatkan informasi dari grafik / diagram batang

Pertemuan ke: 3

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati judul, batang, dan jumlah pada grafik dengan teliti agar memperoleh informasi yang tepat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa grafik dapat digunakan untuk menyajikan data yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, jumlah buku, atau kegiatan yang disukai.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, membaca data, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
  2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
  3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
  4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
  5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
  6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.


๐Ÿ“Œ MATERI: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik/Diagram Batang

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari informasi, penugasan, dan latihan terbimbing.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, grafik sederhana video pembelajaran


ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. ๐Ÿ“Š

Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

 




A. Mengenal Grafik

Grafik adalah bentuk penyajian data atau informasi menggunakan gambar, simbol, atau batang sehingga data lebih mudah dilihat dan dipahami.

Diagram batang adalah grafik yang menggunakan bentuk batang untuk menunjukkan jumlah suatu data.

Dengan membaca grafik atau diagram batang, kita dapat mengetahui:

  • jumlah setiap data;
  • data yang paling banyak;
  • data yang paling sedikit;
  • perbandingan jumlah data;
  • selisih antara dua data;
  • kesimpulan sederhana dari data.

Contoh data yang dapat disajikan dalam grafik atau diagram batang:

  • makanan kesukaan siswa;
  • warna kesukaan siswa;
  • jumlah buku yang dibaca;
  • kegiatan yang disukai siswa;
  • jumlah buah;
  • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan.

B. Bagian-Bagian Diagram Batang Sederhana

Untuk membaca diagram batang, kita perlu memperhatikan beberapa bagian, yaitu:

  1. Judul grafik
    Menunjukkan informasi atau data yang disajikan.
  2. Nama data
    Menunjukkan hal yang sedang dibandingkan, misalnya mie ayam, pizza, bakso, dan makanan lainnya.
  3. Batang
    Menunjukkan banyaknya setiap data.
  4. Jumlah/angka
    Menunjukkan banyaknya data.

C. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Untuk mendapatkan informasi dari grafik atau diagram batang, lakukan langkah berikut:

1. Membaca judul grafik

Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.

Contoh:

Grafik Makanan Kesukaan Siswa Kelas 2.C

Artinya, grafik tersebut memberikan informasi tentang makanan yang disukai siswa kelas 2.C.

2. Mengamati nama data

Perhatikan nama-nama data yang terdapat pada grafik.

Contohnya:

  • Mie ayam
  • Nasi goreng
  • Ayam goreng
  • Pizza
  • Bakso

3. Membaca jumlah setiap data

Perhatikan tinggi batang atau angka yang menunjukkan jumlah.

Contoh:

  • Mie ayam = 8 siswa
  • Nasi goreng = 6 siswa
  • Ayam goreng = 5 siswa
  • Pizza = 3 siswa
  • Bakso = 7 siswa

4. Menentukan data paling banyak

Cari batang atau jumlah yang paling tinggi.

Pada contoh tersebut, mie ayam merupakan makanan yang paling banyak disukai, yaitu 8 siswa.

5. Menentukan data paling sedikit

Cari batang atau jumlah yang paling rendah.

Pada contoh tersebut, pizza merupakan makanan yang paling sedikit disukai, yaitu 3 siswa.

6. Membandingkan data

Kita dapat membandingkan dua data.

Contoh:

Mie ayam = 8 siswa
Nasi goreng = 6 siswa

Jadi, siswa yang menyukai mie ayam lebih banyak daripada siswa yang menyukai nasi goreng.

7. Menghitung selisih

Selisih dapat diketahui dengan cara mengurangkan jumlah yang lebih besar dengan jumlah yang lebih kecil.

Contoh:

8 − 3 = 5

Jadi, selisih siswa yang menyukai mie ayam dan pizza adalah 5 siswa.


D. Kosakata Baru

Grafik: gambar atau bentuk yang digunakan untuk menyajikan data.

Diagram batang: grafik yang menggunakan batang untuk menunjukkan jumlah data.

Data: kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu kegiatan atau pengamatan.

Jumlah: banyaknya sesuatu.

Membandingkan: melihat apakah suatu jumlah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama.

Selisih: perbedaan jumlah antara dua data.

Informasi: keterangan yang diperoleh dari suatu data.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:

Perhatikan grafik berikut!



ร˜ Jawaban atau uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Rabu , 23 September 2026 - 2.C - Outing Class

Selasa, 22 September 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Outing Class

Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Membuat Batik Lampung

Pertemuan ke: 1

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:
Murid mampu mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui kegiatan mengamati, mengeksplorasi, dan membuat karya sederhana yang terinspirasi dari batik. Peserta didik mampu mengenali motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik dan menunjukkan sikap bangga, peduli, serta menghargai budaya Indonesia.

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Mengenal, mengamati, dan menjelaskan motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik, kemudian membuat motif batik sederhana dan menunjukkan sikap kreatif serta menghargai batik sebagai salah satu budaya Indonesia.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengenal batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.
  2. Mengidentifikasi berbagai motif, bentuk, garis, dan warna yang terdapat pada batik.
  3. Mengenal alat dan bahan sederhana yang digunakan dalam proses pembuatan batik.
  4. Mengamati dan menjelaskan secara sederhana tahapan pembuatan batik berdasarkan hasil kunjungan.
  5. Menunjukkan sikap menghargai karya pengrajin batik dan keberagaman budaya Indonesia.
  6. Mempraktikkan pembuatan motif batik sederhana melalui kegiatan menggambar atau mewarnai.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 2C SD Al-Azhar 2. ๐ŸŒท

Apa kabarnya hari ini?

Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! ๐Ÿคฒ✨

Semoga hari ini kita diberikan kesehatan, kebahagiaan, semangat belajar, dan menjadi anak-anak yang baik, kreatif, serta mencintai budaya Indonesia.

๐Ÿ’› Sebelum kegiatan dimulai, jangan lupa adabnya ya:

๐Ÿ˜Š Senyum dan memberi salam.
๐Ÿ™ Berdoa sebelum kegiatan.
๐Ÿ‘‚ Mendengarkan penjelasan guru dan pengrajin batik.
✋ Mengangkat tangan sebelum bertanya.
๐Ÿค Saling menghormati dan menyayangi teman.
๐ŸŒฑ Menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar.
๐Ÿงต Tidak menyentuh atau menggunakan peralatan batik tanpa izin.

๐ŸŒบ Rincian Kegiatan Kokurikuler Kunjungan Batik

Tema: “Mengenal dan Menghargai Budaya Indonesia melalui Batik”
Kelas: 2C SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung
Tempat: Pengrajin Batik Gabovira

1. Penyambutan dan Pengarahan

Kegiatan diawali dengan berkumpul bersama guru dan teman-teman, berdoa sebelum kegiatan, mendengarkan sambutan dan arahan dari guru serta pengrajin batik, mengenal tujuan kegiatan kunjungan, serta memahami aturan dan tata tertib selama berada di tempat pengrajin batik.

Siswa diajak memahami bahwa kegiatan kunjungan bukan hanya untuk bermain, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar secara langsung tentang budaya Indonesia.

2. Mengenal Batik sebagai Budaya Indonesia ๐ŸŽจ

Siswa diajak mengenal batik dengan cara mengamati dan mendengarkan penjelasan dari pengrajin.

Siswa dapat:

  • Mengenal pengertian sederhana tentang batik.
  • Mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia.
  • Mengamati berbagai motif batik.
  • Mengenal bentuk dan pola yang terdapat pada kain batik.
  • Mengenal berbagai warna yang digunakan dalam batik.
  • Mengetahui bahwa setiap daerah di Indonesia dapat memiliki motif batik yang berbeda.
  • Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.

3. Mengenal Alat dan Bahan Membatik ๐Ÿงต

Siswa diajak melihat secara langsung alat dan bahan yang digunakan untuk membuat batik, seperti kain, canting, malam/lilin batik, pewarna, serta berbagai alat pendukung lainnya.

Pengrajin memberikan penjelasan sederhana mengenai fungsi alat dan bahan tersebut serta penggunaannya dalam proses pembuatan batik.

Siswa diingatkan untuk tidak menyentuh alat atau bahan tanpa izin demi menjaga keselamatan.

4. Mengamati Proses Pembuatan Batik ๐Ÿ–Œ️

Siswa mengamati secara langsung proses pembuatan batik yang dilakukan oleh pengrajin, mulai dari membuat pola, penggunaan canting, pemberian malam, proses pewarnaan, hingga tahapan penyelesaian kain batik.

Siswa diberikan pemahaman bahwa membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan.

5. Praktik Membuat Motif Batik Sederhana ๐ŸŒธ

Dengan bimbingan guru dan pengrajin, siswa melakukan kegiatan praktik sederhana dengan memilih motif, menggambar pola atau motif batik, mengembangkan kreativitas melalui bentuk dan garis, serta memberikan warna pada motif batik.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam membuat karya seni yang terinspirasi dari budaya Indonesia.

6. Mengenal Nilai dan Makna di Balik Batik ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Siswa diajak memahami bahwa batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi merupakan bagian dari budaya Indonesia yang perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk:

  • Bangga terhadap budaya Indonesia.
  • Menghargai karya para pengrajin.
  • Menghargai keberagaman motif dan budaya Indonesia.
  • Menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
  • Mengembangkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

7. Refleksi dan Berbagi Pengalaman ๐ŸŒฑ

Setelah kegiatan selesai, siswa diajak melakukan refleksi sederhana melalui pertanyaan:

  • Apa yang kamu ketahui tentang batik hari ini?
  • Alat apa saja yang kamu lihat?
  • Bagaimana proses membuat batik?
  • Motif batik apa yang paling kamu sukai?
  • Apa yang kamu rasakan setelah mengunjungi pengrajin batik?
  • Mengapa kita harus menghargai dan melestarikan batik Indonesia?

Siswa dapat menceritakan pengalaman mereka kepada guru dan teman-teman.

๐ŸŒŸ Refleksi/Kesimpulan

Kesimpulan Materi

Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki beragam motif, bentuk, garis, dan warna. Dalam proses pembuatannya, batik membutuhkan alat dan bahan seperti kain, canting, malam, dan pewarna. Membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan. Melalui kegiatan outing class, peserta didik dapat mengenal proses pembuatan batik secara langsung serta belajar menghargai karya pengrajin dan keberagaman budaya Indonesia. Batik perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya bangsa.

Refleksi Pembelajaran

Pembelajaran Seni Rupa melalui kegiatan outing class mengenal dan membuat batik diikuti oleh 21 peserta didik Kelas 2C, sedangkan 1 peserta didik tidak dapat mengikuti kegiatan karena sakit. Kegiatan dilaksanakan di luar sekolah dengan mengunjungi pengrajin batik untuk mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia. Peserta didik yang mengikuti kegiatan terlihat senang, gembira, dan antusias selama kegiatan berlangsung. Peserta didik aktif mengamati berbagai motif batik, mengenal alat dan bahan yang digunakan, menyimak proses pembuatan batik, serta mengikuti kegiatan praktik dengan baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.

Kesimpulan Keseluruhan

Kegiatan outing class diikuti oleh 21 dari 22 peserta didik Kelas 2C, sementara 1 peserta didik tidak mengikuti kegiatan karena sakit. Kegiatan berlangsung dengan baik, tertib, dan menyenangkan. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dengan mengenal batik, motif batik, alat dan bahan, proses pembuatan batik, serta mempraktikkan pembuatan motif sederhana. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin kreatif, percaya diri, serta memiliki rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.