Selasa, 08 September 2026 - 2.C - Matematika

Senin, 07 September 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 08 September 2026 

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test:



Ø Kunci Jawaban/uraian:



Ø Kesimpulan dan refleksi:


Selasa, 08 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 08 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Teks Informasi Menjaga kesehatan mata

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
embaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang menjaga kesehatan mata dengan menemukan informasi penting serta menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca teks informasi tentang kesehatan mata dengan saksama serta menyadari pentingnya menjaga kesehatan mata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan informasi dalam teks dengan kebiasaan sehari-hari, khususnya saat membaca, belajar, dan menggunakan gawai.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar memahami teks informasi melalui kegiatan membaca bersama, mengamati gambar, tanya jawab, permainan benar atau salah, dan diskusi sederhana tentang kebiasaan menjaga kesehatan mata.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Membaca teks informasi sederhana tentang menjaga kesehatan mata.
  2. Mengenal kosakata baru yang terdapat dalam teks.
  3. Menemukan informasi penting berdasarkan teks yang dibaca.
  4. Menjawab pertanyaan sesuai isi teks.
  5. Mengidentifikasi kebiasaan yang baik dan tidak baik bagi kesehatan mata.
  6. Menjelaskan cara menjaga kesehatan mata dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Menerapkan kebiasaan sehat saat membaca dan menggunakan gawai

 

📌 MATERI: 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Membaca, mengamati, tanya jawab, diskusi, permainan benar atau salah, penugasan, dan latihan memahami teks.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, teks informasi,  video pembelajaran, serta contoh penggunaan gawai yang sehat.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, hari ini kita melaksanakan pembelajaran secara daring karena adanya imbauan pemerintah terkait abu vulkanik untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetaplah berada di rumah dan ikuti pembelajaran dengan baik.

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Allah Yang Maha Pencipta. Allah telah menciptakan tubuh manusia dengan sangat sempurna. Salah satu anggota tubuh yang sangat penting adalah mata.

Dengan mata, kita dapat melihat guru, membaca buku, melihat tulisan, bermain, dan menikmati keindahan ciptaan Allah. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah dengan cara menjaga kesehatan mata.

Hari ini kita menggunakan gawai untuk belajar. Nah, apakah mata kita juga perlu dijaga saat menggunakan gawai? 

Menurut kalian, apakah melihat layar gawai terlalu lama baik untuk mata?

Hari ini kita akan belajar membaca dan memahami teks informasi tentang cara menjaga kesehatan mata. ✨

 

A. Mengenal Teks Informasi

Teks informasi adalah teks yang memberikan pengetahuan atau informasi kepada pembaca.

Melalui teks informasi, kita dapat mengetahui berbagai hal baru.

Contohnya:

  • Cara menjaga kesehatan tubuh.
  • Cara menjaga kebersihan gigi.
  • Cara merawat tanaman.
  • Cara menjaga kesehatan mata.

Saat membaca teks informasi, kita perlu membaca dengan teliti agar dapat menemukan informasi penting.


B. Teks Informasi: Menjaga Kesehatan Mata

Menjaga Kesehatan Mata

Mata adalah bagian tubuh yang sangat penting. Kita menggunakan mata untuk melihat dan membaca. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan mata.

Saat membaca buku, kita harus duduk dengan posisi yang baik dan tidak membaca terlalu dekat. Gunakan cahaya yang cukup agar mata nyaman.

Saat menggunakan gawai, jangan melihat layar terlalu dekat dan terlalu lama. Mata juga perlu beristirahat.

Kita harus mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, dan membiasakan diri melakukan kegiatan yang baik untuk kesehatan mata.


C. Informasi Penting dalam Teks

Setelah membaca teks, kita dapat menemukan beberapa informasi penting.

  1. Mata merupakan bagian tubuh yang penting.
  2. Mata digunakan untuk melihat dan membaca.
  3. Kita tidak boleh membaca terlalu dekat.
  4. Saat membaca harus menggunakan cahaya yang cukup.
  5. Kita tidak boleh melihat layar gawai terlalu lama.
  6. Mata perlu beristirahat.
  7. Kita perlu mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan tubuh dan mata.

D. Kosakata Baru



E. Kebiasaan Baik untuk Menjaga Mata

Berikut beberapa kebiasaan baik yang dapat dilakukan:

1. Membaca dengan Jarak yang Tepat

Buku tidak boleh terlalu dekat dengan mata.

2. Menggunakan Pencahayaan yang Cukup

Saat membaca, pastikan tempat belajar memiliki cahaya yang cukup.

3. Tidak Terlalu Lama Melihat Gawai

Penggunaan gawai perlu dibatasi agar mata tidak cepat lelah.

4. Mengistirahatkan Mata

Setelah belajar atau melihat layar, mata perlu beristirahat.

5. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Makanan sehat membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk mata.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

Diskusikan pertanyaan berikut bersama orang tua!

  1. Bagaimana posisi yang baik saat membaca buku?
  2. Apa akibatnya jika terlalu lama melihat layar gawai?
  3. Mengapa mata perlu diistirahatkan?
  4. Kebiasaan apa yang dapat dilakukan keluarga di rumah untuk menjaga kesehatan mata?
  5. Buatlah satu kalimat ajakan untuk mengingatkan teman agar menjaga kesehatan mata!


Ø Jawaban atau uraian:








Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang teks informasi mengenai menjaga kesehatan mata. Peserta didik memahami bahwa teks informasi memberikan pengetahuan kepada pembaca dan dapat membantu kita mengetahui cara melakukan kebiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta didik memahami bahwa:

  • 👀 Mata merupakan bagian tubuh yang penting karena digunakan untuk melihat dan membaca.
  • 📖 Saat membaca, kita perlu duduk dengan posisi yang baik dan menjaga jarak buku agar tidak terlalu dekat dengan mata.
  • 💡 Kita perlu menggunakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau belajar.
  • 📱 Penggunaan gawai perlu dibatasi dan tidak dilakukan terlalu lama agar mata tidak cepat lelah.
  • 😌 Mata perlu diistirahatkan setelah digunakan untuk membaca atau melihat layar.
  • 🥕 Mengonsumsi makanan bergizi merupakan salah satu kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mata.

Melalui kegiatan membaca teks, mengamati, tanya jawab, diskusi bersama orang tua, serta menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks, peserta didik berlatih menemukan informasi penting, memahami kosakata, menjawab pertanyaan, dan menghubungkan isi bacaan dengan kebiasaan sehari-hari.

Pembelajaran ini membantu peserta didik mengembangkan kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis sederhana, serta membiasakan perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab terhadap kesehatan mata.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik sebanyak 22 orang. Pembelajaran dilaksanakan secara daring dari rumah sesuai imbauan pemerintah terkait kondisi abu vulkanik. Peserta didik mengikuti pembelajaran dengan pendampingan orang tua.

Kendala:
Beberapa peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam menemukan informasi penting dari teks dan menyampaikan jawaban menggunakan kalimat sendiri. Sebagian peserta didik juga masih perlu diingatkan untuk membaca teks secara teliti sebelum menjawab pertanyaan.

Tindak Lanjut:
Guru akan memberikan penguatan melalui teks bacaan sederhana, kegiatan membaca bersama, gambar pendukung, pertanyaan pemahaman bertahap, serta latihan menemukan informasi penting. Peserta didik juga diarahkan untuk menerapkan kebiasaan menjaga kesehatan mata dalam kegiatan sehari-hari.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar peserta didik telah mampu membaca dan memahami teks informasi tentang menjaga kesehatan mata serta menemukan informasi penting berdasarkan bacaan. Peserta didik juga mampu mengidentifikasi kebiasaan yang baik untuk kesehatan mata dan menghubungkannya dengan kegiatan sehari-hari. Peserta didik yang masih memerlukan bimbingan akan diberikan pendampingan dan latihan membaca serta memahami teks secara bertahap.


Senin, 07 September 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

Minggu, 06 September 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 07 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran daring dengan tertib dan memperhatikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan pengamatan dan checklist penerapan Pancasila di rumah bersama orang tua.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan simbol-simbol sila Pancasila.
  2. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila.
  4. Menghubungkan nilai Pancasila dengan kegiatan sehari-hari di rumah.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

📌 MATERI: Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi bersama orang tua, praktik, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, dan Lingkungan rumah sebagai sumber belajar


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak, hari ini kita belajar secara daring dari rumah karena adanya imbauan pemerintah terkait abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetap ikuti pembelajaran dengan semangat meskipun dari rumah. 🌷

Anak-anak, walaupun hari ini belajar dari rumah, kita tetap bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, membantu Ayah dan Bunda, berdoa, menyayangi keluarga, bekerja sama, dan berbagi dengan saudara.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila di rumah. Setelah belajar, kalian akan melakukan sebuah tantangan kecil bersama Ayah, Bunda, atau anggota keluarga. 🌟

 



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

⭐ Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh di rumah:

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Bersyukur kepada Allah Swt.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh di rumah:

  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Membantu orang tua.
  • Tidak mengejek saudara.

🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

Contoh di rumah:

  • Hidup rukun bersama keluarga.
  • Bekerja sama membersihkan rumah.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Menjaga kerukunan keluarga.

🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh di rumah:

  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan bersama.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh di rumah:

  • Berbagi dengan saudara.
  • Membagi tugas rumah dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga. 


Ø Soal Asesmen / Post Test



Ø Info untuk ayah dan Bunda 👨‍👩‍👧

Ayah/Bunda mohon mendampingi ananda dalam melaksanakan tugas “Aku Anak Pancasila di Rumah”.

  1. Dampingi ananda membaca dan memahami checklist.
  2. Biarkan ananda melakukan kegiatan secara mandiri sesuai kemampuan.
  3. Berikan contoh dan arahan apabila ananda mengalami kesulitan.
  4. Setelah kegiatan selesai, mohon membuat dokumentasi berupa video singkat saat ananda melakukan salah satu penerapan nilai Pancasila atau saat mengisi checklist.
  5. Video tidak perlu panjang, cukup 30–60 detik.
  6. Kirimkan video/dokumentasi checklist kepada guru melalui grup WA kelas 2C.

Terima kasih atas kerja sama Ayah/Bunda dalam mendampingi pembelajaran ananda dari rumah. 🌷


Ø Kunci Jawaban/uraian:



Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga. Peserta didik memahami bahwa Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Peserta didik memahami bahwa:

  • ⭐ Sila ke-1 dapat diterapkan dengan berdoa, beribadah, bersyukur, dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

  • ❤️ Sila ke-2 dapat diterapkan dengan menyayangi anggota keluarga, berbicara sopan, membantu orang tua, dan tidak mengejek saudara.

  • 🤝 Sila ke-3 dapat diterapkan dengan hidup rukun, bekerja sama, dan menjaga kerukunan dalam keluarga.

  • 🗣️ Sila ke-4 dapat diterapkan dengan bermusyawarah, mendengarkan pendapat anggota keluarga, dan tidak memaksakan kehendak.

  • ⚖️ Sila ke-5 dapat diterapkan dengan berbagi, tidak berebut, berlaku adil, dan menghargai hak anggota keluarga.

Melalui kegiatan pembelajaran daring, pengamatan contoh perilaku, diskusi bersama orang tua, serta kegiatan checklist “Aku Anak Pancasila di Rumah”, peserta didik belajar mengidentifikasi dan mempraktikkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Pembelajaran ini membantu peserta didik untuk menjadi pribadi yang beriman, peduli, santun, mampu bekerja sama, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik sebanyak 22 orang. Pembelajaran dilaksanakan secara daring dari rumah sesuai imbauan pemerintah terkait kondisi abu vulkanik. Peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran dengan pendampingan orang tua.

Kendala:
Beberapa peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan contoh perilaku yang sesuai dengan masing-masing sila Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan sehari-hari di rumah.

Tindak Lanjut:
Guru akan memberikan penguatan melalui contoh-contoh situasi sederhana dalam kehidupan keluarga, video pembelajaran, diskusi bersama orang tua, serta pembiasaan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan sehari-hari.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar peserta didik telah mampu memahami contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Peserta didik juga mampu mengidentifikasi perilaku yang sesuai dengan sila-sila Pancasila melalui kegiatan pengamatan dan checklist. Peserta didik yang masih memerlukan bimbingan akan diberikan pendampingan dan penguatan secara bertahap agar mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila secara mandiri.