Senin, 27 Juli 2026 - 2.C - Seni Rupa, P.Pancasila & B.Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026

 Hari/Tanggal: Senin, 27 Juli2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Kelas: II.C

Materi Pembelajaran: Seni Rupa, P.Pancasila & B.Indonesia

Materi Pokok: Unsur garis (Seni rupa), Bendera negara Indonesia (P.Pancasila) & B.Indonesia



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ


Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

kita telah mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kalian sudah belajar mengenal lingkungan sekolah, guru, teman-teman, serta membiasakan sikap disiplin, sopan santun, dan semangat belajar. Hari ini kita akan belajar mengenal kembali unsur garis dalam seni rupa, mengenal bendera negara kita serta mendengarkan percakapan yang berkaitan dengan perasaan. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! ๐ŸŒˆ


Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! Semangat Selalu! ๐ŸŒŸ




๐Ÿ“Œ Metode dan Media ajar


Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning

Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

๐Ÿ“Œ Capaian Pembelajaran (CP):


Seni Rupa: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Pendidikan Pancasila: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

๐Ÿ“Œ Tujuan Pembelajaran (TP)


Seni Rupa: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar .

Pendidikan Pancasila: Menjelaskan bendera negara dan lagu kebangsaan.

Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

๐Ÿ“Œ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):


Seni Rupa:


Menyebutkan minimal 3 unsur rupa (misalnya titik, garis, bentuk, warna, atau tekstur) dengan benar.

Mengidentifikasi unsur-unsur rupa yang terdapat pada benda-benda di sekitar berdasarkan hasil pengamatan.

Pendidikan Pancasila:


Menjelaskan ciri-ciri bendera negara kesatuan republik indonesia (merah putih).

Menjelaskan makna warna merah dan putih pada bendera indonesia.

Bahasa Indonesia: 


Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.

Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.

Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan

Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.

 


๐Ÿ“Œ Materi Seni Rupa:


UNSUR RUPA TITIK DAN GARIS






 


“Pernahkah kalian memperhatikan benda-benda yang ada di kelas?”


“Menurut kalian, apa saja yang membuat setiap benda terlihat berbeda?”


“Dapatkah kalian menyebutkan warna, bentuk, atau garis yang kalian lihat pada benda tersebut?”


 


Apa itu Unsur Rupa?


Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Dengan unsur rupa, kita dapat menggambar berbagai benda di sekitar kita.


1. Titik (•)


Titik adalah unsur rupa yang paling kecil. Titik menjadi awal terbentuknya garis, bentuk, dan gambar.


Ciri-ciri Titik


1. Berukuran sangat kecil.


2. Tidak memiliki panjang dan lebar.


3. Dapat dibuat menggunakan pensil, spidol, atau cat.


Manfaat Titik


1. Membuat pola.


2. Menghias gambar.


3. Memberi tekstur pada karya seni.


4. Membentuk gambar jika dibuat dalam jumlah banyak.


2. Garis


Garis adalah kumpulan titik yang saling berhubungan sehingga membentuk goresan yang memiliki arah dan panjang.


Ciri-ciri Garis


1. Memiliki panjang.


2. Memiliki arah.


3. Dapat lurus atau melengkung.


Macam-macam Garis


➡️ Garis Horizontal (Mendatar) ─────


Memberi kesan tenang.

Contoh: permukaan laut.

➡️ Garis Vertikal (Tegak) │


Memberi kesan kuat dan tinggi.

Contoh: batang pohon.

➡️ Garis Diagonal (Miring) /


Memberi kesan bergerak.

Contoh: jalan menanjak.

➡️ Garis Lengkung ∿


Memberi kesan lembut.

Contoh: pelangi.

➡️ Garis Zigzag ⚡


Memberi kesan semangat atau tajam.

Contoh: petir.

➡️ Garis Spiral ๐ŸŒ€


Berputar membentuk lingkaran.

Contoh: cangkang siput.

Kegunaan Garis


1. Membentuk gambar.


2. Membuat pola hias.


3. Menunjukkan arah.


4. Memberikan kesan pada karya seni.


 


Contoh Benda di Sekitar Kita


Unsur Rupa


Contoh


Titik


Bintang, bintik hujan, biji semangka


Garis Tegak


Tiang bendera, batang pohon


Garis Mendatar


Meja, permukaan laut


Garis Miring


Atap rumah


Garis Lengkung


Pelangi, ombak


Garis Zigzag


Petir


 Asesmen:





๐Ÿ“Œ Materi Pendidikan Pancasila:




  Bendera apa yang menjadi bendera negara indonesia?


 Apa saja ciri-ciri bendera merah putih?


Di mana saja kalian pernah melihat bendera merah putih?






Apa itu Bendera Merah Putih?


Bendera Merah Putih adalah bendera kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bendera ini menjadi lambang persatuan, kebanggaan, dan identitas bangsa Indonesia.


Sejarah Singkat Bendera Merah Putih


Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Saat itu, Bendera Merah Putih pertama kali dikibarkan sebagai tanda bahwa Indonesia telah merdeka. Bendera merah putih dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno, istri Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Bendera itu kemudian dikenal sebagai Bendera Pusaka.


Arti Warna Bendera Merah Putih


❤️ Merah


Melambangkan keberanian.

Semangat dalam membela kebenaran.

๐Ÿค Putih


Melambangkan kesucian.

Kejujuran dan hati yang bersih.

Bentuk Bendera Merah Putih


Berbentuk persegi panjang.

Terdiri atas dua warna, yaitu:

Merah di bagian atas.

Putih di bagian bawah.

Fungsi Bendera Merah Putih


Sebagai lambang negara Indonesia.

Sebagai tanda persatuan bangsa.

Dikibarkan pada hari-hari besar nasional, terutama Hari Kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.

Digunakan dalam upacara bendera.

Asesmen:

  



๐Ÿ“Œ Materi Bahasa Indonesia:


Menemukan Informasi Penting dari Percakapan





Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk saling menyampaikan informasi, pendapat, atau perasaan.


Informasi penting adalah hal utama yang ingin disampaikan dalam percakapan. Saat mendengarkan percakapan, kita dapat menemukan:


1. Siapa yang berbicara?


2. Apa yang sedang dibicarakan?


3. Di mana percakapan terjadi?


4. Kapan peristiwa terjadi? (jika ada)


5. Bagaimana perasaan tokoh dalam percakapan?


 





Perasaan adalah sesuatu yang kita rasakan saat mengalami suatu kejadian. Setiap orang bisa memiliki perasaan yang berbeda.


Cara Menyampaikan Perasaan dengan Baik


Berbicara dengan sopan.

Mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur.

Mendengarkan teman saat berbicara.

Meminta bantuan jika merasa sedih atau takut.

Hubungan Percakapan dengan Perasaan


Saat mendengarkan percakapan, kita dapat mengetahui perasaan tokoh melalui kata-kata dan ekspresi yang mereka sampaikan.


Contoh:


"Aku sangat senang hari ini." → ๐Ÿ˜Š Senang

"Aku sedih karena kehilangan buku." → ๐Ÿ˜ข Sedih

"Aku takut gelap." → ๐Ÿ˜จ Takut

"Aku bangga bisa membaca lancar." → ๐Ÿ˜Œ Bangga

 Asesmen:





๐Ÿ“Œ Refleksi Pembelajaran:. 

Jumat, 25 Juli 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab dan Seni Rupa

Kamis, 23 Juli 2026

Hari/Tanggal: Jumat, 25 Juli 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Kelas: II.C

Materi Pembelajaran: Pembiasaan Adab & Seni Rupa

Materi Pokok: Adab Menuntut Ilmu (Pembiasaan Adab), Warna dan Bentuk (Seni Rupa)

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal berbagai macam jenis perasaan serta intuisi bilangan cacah sampai 100. Hari ini kita akan belajar mengenal adab dalam menuntut ilmu serta mengenal unsur rupa warna dan bentuk. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! ๐ŸŒˆ

Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! Semangat Selalu! ๐ŸŒŸ



๐Ÿ“Œ Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

๐Ÿ“Œ Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Seni Rupa: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

๐Ÿ“Œ Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Seni Rupa: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar .
  2. Pembiasaan Adab: Mengerjakan tugas sekolah dengan sungguh-sungguh. 

๐Ÿ“Œ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Seni Rupa:

  1. Menyebutkan minimal 3 unsur rupa (misalnya titik, garis, bentuk, warna, atau tekstur) dengan benar.
  2. Mengidentifikasi unsur-unsur rupa yang terdapat pada benda-benda di sekitar berdasarkan hasil pengamatan.

Pembiasaan Adab:

  1. Menunjukkan semangat dalam belajar.
  2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
  3. Mengerjakan tugas sekolah dengan sungguh-sungguh. 

 

๐Ÿ“Œ Materi Seni Rupa:

UNSUR RUPA WARNA DAN BENTUK


Apa itu Unsur Rupa?

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Dengan unsur rupa, kita dapat menggambar berbagai benda di sekitar kita.



๐ŸŽจ A. Warna

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang membuat gambar atau karya seni menjadi lebih indah, menarik, dan hidup.

Kita dapat melihat warna karena adanya cahaya.

Jenis-jenis Warna

๐Ÿ”ด 1. Warna Primer (Warna Dasar)
Warna primer adalah warna yang tidak dapat dibuat dari campuran warna lain.

Contohnya:

  • Merah
  • Kuning
  • Biru

๐ŸŸ  2. Warna Sekunder
Warna sekunder diperoleh dari mencampurkan dua warna primer.

Contoh:

  • Merah + Kuning = Jingga
  • Kuning + Biru = Hijau
  • Biru + Merah = Ungu

๐ŸŸข 3. Warna Tersier
Warna tersier diperoleh dari campuran warna primer dan warna sekunder.

Contoh:

  • Merah + Jingga
  • Kuning + Hijau
  • Biru + Ungu

Manfaat Warna

  • Membuat gambar lebih indah.
  • Menunjukkan suasana (senang, sedih, tenang).
  • Menarik perhatian orang yang melihat.

Contoh:

  • Matahari berwarna kuning.
  • Daun berwarna hijau.
  • Langit berwarna biru.

๐Ÿ”ท B. Bentuk

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda yang dapat dilihat.

Bentuk dapat berupa bangun datar maupun bentuk benda nyata.

Macam-macam Bentuk

Bentuk Geometris
Bentuk yang teratur dan memiliki ukuran yang jelas.

Contoh:

  • Lingkaran
  • Persegi ๐ŸŸฆ
  • Persegi panjang
  • Segitiga ๐Ÿ”บ
  • Oval

Bentuk Nongeometris
Bentuk yang tidak beraturan dan biasanya terdapat di alam.

Contoh:

  • Daun ๐Ÿƒ
  • Awan ☁️
  • Bunga ๐ŸŒธ
  • Hewan ๐ŸŸ
  • Pohon ๐ŸŒณ

Manfaat Bentuk

  • Membentuk gambar menjadi jelas.
  • Membantu mengenali benda.
  • Membuat karya seni lebih menarik.

Contoh:

  • Rumah tersusun dari persegi dan segitiga.
  • Mobil terdiri atas persegi panjang dan lingkaran.
  • Bunga memiliki bentuk kelopak yang indah.

 Asesmen:

 

๐Ÿ“Œ Materi Pembiasaan Adab:


Apa Itu Adab Menuntut Ilmu?

Adab menuntut ilmu adalah sikap dan perilaku yang baik saat belajar. Anak yang memiliki adab yang baik akan lebih mudah memahami pelajaran dan disayangi Allah Swt., guru, serta teman-temannya.


1. Pentingnya Belajar

Belajar adalah kewajiban setiap anak. Dengan belajar, kita menjadi pintar, memiliki banyak pengetahuan, dan dapat meraih cita-cita.

Manfaat Belajar

๐Ÿ“– Menambah ilmu pengetahuan.
๐ŸŒŸ Menjadi anak yang cerdas.
๐ŸŽฏ Membantu meraih cita-cita.
๐Ÿ˜Š Membuat orang tua dan guru bangga.
๐Ÿ™ Mendapat pahala dari Allah Swt.

Pesan:
"Belajarlah dengan rajin agar menjadi anak yang berilmu dan bermanfaat."


2. Mendengarkan Penjelasan Guru dengan Baik

Saat guru menjelaskan pelajaran, kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Sikap yang Baik Saat Guru Menjelaskan

๐Ÿ‘€ Melihat ke arah guru.
๐Ÿ‘‚ Mendengarkan dengan saksama.
๐Ÿคซ Tidak berbicara sendiri.
✍️ Mencatat hal-hal penting.
๐Ÿ™‹ Mengikuti pelajaran dengan semangat.

Contoh:
Saat Bu Guru menjelaskan cara membaca doa, Rani duduk rapi, mendengarkan, dan tidak mengobrol dengan temannya.


3. Bertanya dengan Sopan

Jika belum memahami pelajaran, kita boleh bertanya kepada guru.

Cara Bertanya yang Sopan

๐Ÿ™‹ Angkat tangan terlebih dahulu.
๐Ÿ˜Š Mengucapkan salam atau permisi.
๐Ÿ—ฃ️ Berbicara dengan suara yang lembut.
๐Ÿ™ Mengucapkan "terima kasih" setelah dijawab.

Contoh Kalimat Bertanya

  • "Bu Guru, saya belum paham. Bolehkah dijelaskan lagi?"
  • "Maaf, Pak Guru. Saya ingin bertanya."

4. Mengerjakan Tugas dengan Sungguh-Sungguh

Tugas yang diberikan guru harus dikerjakan dengan jujur, rapi, dan penuh tanggung jawab.

Sikap Saat Mengerjakan Tugas

✍️ Mengerjakan sendiri.
๐Ÿ“š Membaca petunjuk terlebih dahulu.
๐Ÿ˜Š Tidak menyontek.
๐Ÿ•’ Mengumpulkan tepat waktu.
๐Ÿงน Menjaga kebersihan buku dan alat tulis.

Contoh:
Budi mengerjakan tugas matematika sendiri di rumah. Jika ada yang sulit, ia bertanya kepada orang tua atau guru.


Ayo Ingat!

Belajar adalah kewajiban setiap anak.
Dengarkan guru saat menjelaskan.
Bertanyalah dengan sopan jika belum paham.
Kerjakan tugas dengan jujur dan sungguh-sungguh.

 

 Asesmen:



๐Ÿ“Œ Refleksi Pembelajaran:

 




Kamis, 23 Juli 2026 - 2.C - B.Indonesia dan Matematika

Rabu, 22 Juli 2026

Hari/Tanggal: Kamis, 23 Juli 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Kelas: II.C

Materi Pembelajaran: B.Indonesia & Matematika

Materi Pokok: Jenis-jenis perasaan (B.Indonesia), Bilangan Cacah sampai 100 (Matematika)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal kembali unsur garis dalam seni rupa, mengenal bendera negara kita serta mendengarkan percakapan yang berkaitan dengan perasaan. Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai macam jenis perasaan serta intuisi bilangan cacah sampai 100. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! ๐ŸŒˆ

Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! Semangat Selalu! ๐ŸŒŸ


๐Ÿ“Œ Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

๐Ÿ“Œ Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
  2. Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

๐Ÿ“Œ Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
  2. Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100

๐Ÿ“Œ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Bahasa Indonesia: 

  1. Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.
  2. Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.
  3. Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan
  4. Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.

Matematika:

  1. Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 100 dengan benar
  2. Menghubungkan lambang bilangan dengan banyak benda sampai 100 secara tepat.
  3. emperkirakan banyak benda dan membandingkan hasil perkiraan dengan jumlah sebenarnya.
  4. Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100 menggunakan intuisi bilangan.
  5. Menentukan bilangan yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dalam berbagai situasi sederhana

๐Ÿ“Œ Materi Bahasa Indonesia:

Menemukan Informasi Penting dari Percakapan


Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk saling menyampaikan informasi, pendapat, atau perasaan.

Informasi penting adalah hal utama yang ingin disampaikan dalam percakapan. Saat mendengarkan percakapan, kita dapat menemukan:

1.       Siapa yang berbicara?

2.       Apa yang sedang dibicarakan?

3.       Di mana percakapan terjadi?

4.       Kapan peristiwa terjadi? (jika ada)

5.       Bagaimana perasaan tokoh dalam percakapan?

 


Perasaan adalah sesuatu yang kita rasakan saat mengalami suatu kejadian. Setiap orang bisa memiliki perasaan yang berbeda.

Cara Menyampaikan Perasaan dengan Baik

  • Berbicara dengan sopan.
  • Mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur.
  • Mendengarkan teman saat berbicara.
  • Meminta bantuan jika merasa sedih atau takut.

Hubungan Percakapan dengan Perasaan

Saat mendengarkan percakapan, kita dapat mengetahui perasaan tokoh melalui kata-kata dan ekspresi yang mereka sampaikan.

Contoh:

  • "Aku sangat senang hari ini." → ๐Ÿ˜Š Senang
  • "Aku sedih karena kehilangan buku." → ๐Ÿ˜ข Sedih
  • "Aku takut gelap." → ๐Ÿ˜จ Takut
  • "Aku bangga bisa membaca lancar." → ๐Ÿ˜Œ Bangga

 Asesmen:


๐Ÿ“Œ Materi Matematika



A. Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)

Intuisi bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan. Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan banyaknya suatu benda.

Contoh:

1.     Angka 15 berarti ada lima belas benda.

2.     Angka 40 berarti ada empat puluh benda.

3.     Angka 100 berarti ada seratus benda.

Bilangan digunakan untuk menghitung benda di sekitar kita, seperti buku, pensil, buah, atau teman di kelas.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari

  1. Di rak terdapat 28 buku.
  2. Di meja ada 15 pensil.
  3. Di halaman sekolah tumbuh 42 bunga.

Semakin besar bilangannya, semakin banyak jumlah bendanya.


B. Memperkirakan Banyak Benda

Memperkirakan adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung satu per satu.

Saat memperkirakan, kita dapat melihat:

  • ukuran kumpulan benda,
  • banyak sedikitnya benda,
  • kelompok benda yang terlihat.

Contoh: 

๐ŸŽ Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.

Perkiraan:
"Menurutku ada sekitar 20 apel."

Kemudian dihitung bersama.

Jumlah sebenarnya: 22 apel.

Artinya perkiraan sudah cukup dekat.


C. Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda

Setiap lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.

Contoh:

⭐ 18 → ada 18 bintang.

๐ŸŽ 25 → ada 25 apel.

๐Ÿ“š 42 → ada 42 buku.

Semakin banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.

Contoh

Jika terdapat:
๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค๐Ÿค

Jumlah anak ayam = 8

Lambang bilangannya adalah 8.


D. Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan

Membandingkan berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.

Gunakan tanda:

  • > = lebih besar dari
  • < = lebih kecil dari
  • = = sama dengan

Contoh 1

Kelompok A = 35 bola

Kelompok B = 42 bola

Karena 42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42


Contoh 2

Kelas A memiliki 28 siswa.

Kelas B memiliki 28 siswa.

Maka: 28 = 28


Contoh 3

Kotak merah berisi 67 pensil.

Kotak biru berisi 54 pensil.

Maka: 67 > 54


E. Menjelaskan Hasil Perkiraan

Setelah memperkirakan, siswa dapat menjelaskan alasan hasil perkiraannya dengan kalimat sederhana.

Contoh:

   "Gelas ini saya perkirakan berisi sekitar 30 kelereng karena terlihat hampir penuh."

2.       "Menurut saya ada sekitar 18 buku di meja karena saya melihat ada beberapa tumpukan buku."

3.       "Saya memperkirakan ada sekitar 50 daun karena jumlahnya cukup banyak."

Tidak masalah jika hasil perkiraan berbeda sedikit dari jumlah sebenarnya. Yang penting dapat memberikan alasan yang masuk akal.

Asesmen:

 


 


๐Ÿ“Œ Refleksi Pembelajaran:

 1. Refleksi Guru

Pembelajaran berlangsung dengan baik dan peserta didik menunjukkan antusiasme selama kegiatan. Sebagian besar peserta didik mampu mengenali jenis-jenis perasaan serta memahami bilangan cacah sampai 100. Beberapa peserta didik masih memerlukan latihan dalam memperkirakan banyak benda dan membandingkan bilangan.

2. Refleksi Peserta Didik
Saya dapat mengenal berbagai jenis perasaan dan memahami bilangan cacah sampai 100. Saya senang mengikuti pembelajaran hari ini dan akan terus berlatih agar lebih percaya diri.

3. Kondisi Kelas/Proses Pembelajaran
Pembelajaran berlangsung tertib, aktif, dan menyenangkan. Peserta didik berpartisipasi dengan baik dalam diskusi, menyimak penjelasan guru, dan menyelesaikan LKPD dengan antusias. Suasana kelas kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.