Selasa, 20 Oktober 2026 - 2.C - Matematika

Senin, 19 Oktober 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi pengurangan sampai 100

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan, memperhatikan bilangan yang dikurangi, dan menghitung dengan teliti.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah pensil, buku, buah, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar pengurangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan tantangan pengurangan secara menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengurangan sebagai kegiatan mengambil atau mengurangi sejumlah benda.
  2. Mengurangi bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Mengurangkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Mengurangkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Mengurangkan bilangan dua angka sampai 100.
  6. Memahami pengurangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam.
  8. Mengenal pengurangan dengan meminjam secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang jumlah benda kita berkurang karena digunakan atau diberikan kepada orang lain.

Coba bayangkan, Ibu mempunyai 35 pensil, kemudian 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Nah, hari ini kita akan belajar operasi pengurangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret dan permainan angka agar belajar menjadi mudah dan menyenangkan. 🌟

 



A. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi sebagian dari suatu jumlah.

Tanda pengurangan adalah: −

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh:

5 − 2 = 3

Artinya, dari 5 benda diambil 2 benda, sehingga tersisa 3 benda.


B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎🍎🍎 − 🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Jadi:

5 − 2 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️✏️✏️ − ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jadi:

6 − 2 = 4


C. Pengurangan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh:

48 − 25

Bilangan 48 terdiri dari:

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 8

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita kurangkan puluhan dan satuan.

40 − 20 = 20

8 − 5 = 3

Jadi:

48 − 25 = 23


D. Contoh Pengurangan Tanpa Meminjam

Contoh 1

46 − 23 = ...

Puluhan:

40 − 20 = 20

Satuan:

6 − 3 = 3

Jadi:

46 − 23 = 23

Contoh 2

57 − 24 = ...

Puluhan:

50 − 20 = 30

Satuan:

7 − 4 = 3

Jadi:

57 − 24 = 33


E. Pengurangan dengan Meminjam

Jika angka satuan yang dikurangi lebih besar daripada satuan pada bilangan yang dikurangi, kita dapat meminjam 1 puluhan.

Contoh:

42 − 15 = ...

Satuan:

2 tidak dapat dikurangi 5.

Kita pinjam 1 puluhan dari 4 puluhan.

4 puluhan menjadi 3 puluhan.

1 puluhan = 10 satuan.

Jadi:

12 − 5 = 7

Kemudian:

30 − 10 = 20

Jadi:

42 − 15 = 27

Contoh lainnya

53 − 28 = ...

Satuan:

3 tidak dapat dikurangi 8.

Pinjam 1 puluhan.

53 menjadi 4 puluhan dan 13 satuan.

13 − 8 = 5

40 − 20 = 20

Jadi:

53 − 28 = 25


F. Pengurangan Bersusun

Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  47
− 25
----
  22

Langkah:

  1. Kurangkan satuan: 7 − 5 = 2.
  2. Kurangkan puluhan: 4 − 2 = 2.
  3. Jadi, 47 − 25 = 22.

Contoh dengan meminjam

  42
− 15
----
  27

Langkah:

  1. Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 5.
  2. Pinjam 1 puluhan sehingga 2 menjadi 12.
  3. 12 − 5 = 7.
  4. Puluhan: 3 − 1 = 2.
  5. Jadi, 42 − 15 = 27.

G. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengurangan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 35 pensil.
Ia memberikan 12 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina yang tersisa?

35 − 12 = 23

Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 23 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 50 buku cerita.
Sebanyak 18 buku dipinjam siswa.

Berapa buku yang masih ada?

50 − 18 = 32

Jadi, buku yang masih ada adalah 32 buku.


🌟 INGAT!

Pengurangan = mengambil atau mengurangi.

Contoh:

20 − 5 = 15

Jika mengurangkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan.
➡️ Perhatikan satuan.
➡️ Hitung dengan teliti.
➡️ Jika satuan tidak cukup dikurangi, lakukan peminjaman 1 puluhan.


Ø Soal Asesmen / Post Test:




Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:


Selasa, 20 Oktober 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Mata Pembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Kata kerja aktif dan kata kerja pasif

Pertemuan ke: 5

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca kalimat dengan teliti dan memperhatikan kata kerja yang menunjukkan siapa yang melakukan atau dikenai suatu kegiatan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kata kerja aktif dan pasif melalui kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, bermain tebak kata kerja, tanya jawab, mengubah kalimat, diskusi, dan latihan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
  2. Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
  3. Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
  4. Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
  5. Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
  6. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
  7. Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
  8. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.


📌 MATERI: kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari kata, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata, video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari. Misalnya, Ibu memasak, Ayah mencuci mobil, atau Kakak membaca buku.

Menurut kalian, apa yang dilakukan Ibu, Ayah, dan Kakak?

Benar, mereka melakukan suatu kegiatan. Kata yang menunjukkan kegiatan disebut kata kerja.

Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan dan menggunakan anggota tubuh dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita untuk melakukan kebaikan. ✨

Hari ini kita akan belajar kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kita akan belajar membedakan kalimat yang menunjukkan seseorang melakukan kegiatan dan kalimat yang menunjukkan seseorang atau sesuatu dikenai kegiatan. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. 🌷




A. Mengenal Kata Kerja

Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • menyapu
  • mencuci
  • memasak
  • bermain
  • menggambar
  • membawa
  • membuka
  • menutup

Contoh dalam kalimat:

  • Siti membaca buku.
  • Ibu memasak nasi.
  • Budi menulis surat.
  • Ayah mencuci mobil.

Kata membaca, memasak, menulis, dan mencuci merupakan kata kerja karena menunjukkan kegiatan.


B. Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek melakukan suatu kegiatan atau tindakan.

Biasanya kata kerja aktif menggunakan awalan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.

Contoh:

  1. Rani membaca buku.
  2. Ibu memasak nasi.
  3. Ayah mencuci mobil.
  4. Budi menulis surat.
  5. Siti menyapu lantai.

Pada kalimat:

Rani membaca buku.

  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.
  • membaca = kata kerja aktif.
  • buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.

C. Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dikenai atau menerima suatu tindakan.

Kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.

Contoh:

  1. Buku dibaca oleh Rani.
  2. Nasi dimasak oleh Ibu.
  3. Mobil dicuci oleh Ayah.
  4. Surat ditulis oleh Budi.
  5. Lantai disapu oleh Siti.

Pada kalimat:

Buku dibaca oleh Rani.

  • Buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
  • dibaca = kata kerja pasif.
  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.











Cara mudah mengingat:

🟢 Aktif = melakukan
🔵 Pasif = dikenai kegiatan















F. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Contoh 1

Aktif: Ibu memasak nasi.
⬇️
Pasif: Nasi dimasak oleh Ibu.

Contoh 2

Aktif: Ayah mencuci mobil.
⬇️
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.

Contoh 3

Aktif: Siti membaca buku.
⬇️
Pasif: Buku dibaca oleh Siti.

Contoh 4

Aktif: Budi menulis surat.
⬇️
Pasif: Surat ditulis oleh Budi.


G. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif.

Contoh 1

Pasif: Bola ditendang oleh Raka.
⬇️
Aktif: Raka menendang bola.

Contoh 2

Pasif: Buku dibaca oleh Siti.
⬇️
Aktif: Siti membaca buku.

Contoh 3

Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.
⬇️
Aktif: Ayah mencuci mobil.


H. Kosakata Baru

Kata kerja: kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.

Aktif: melakukan suatu kegiatan.

Pasif: dikenai atau menerima suatu kegiatan.

Pelaku: orang yang melakukan suatu kegiatan.

Tindakan: kegiatan yang dilakukan.

Awalan: bagian yang ditambahkan pada awal kata, seperti me- dan di-.


Ø Soal Asesmen / Post Test:



Ø Jawaban atau Uraian


Ø Kesimpulan Materi


Senin, 19 Oktober 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

Minggu, 18 Oktober 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 19 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menjelaskan aturan di lingkungan keluarga

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian aturan.
  2. Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga.
  3. Membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan.
  4. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan.
  5. Menunjukkan sikap mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI:Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲

Anak-anak, siapa yang setiap pagi merapikan tempat tidur? Siapa yang meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum bermain?

Mengapa kita harus melakukan hal tersebut?

Di rumah terdapat aturan yang harus kita patuhi agar keluarga hidup tertib, nyaman, dan rukun.

Hari ini kita akan belajar tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga, mengetahui contoh aturannya, manfaat mematuhinya, serta akibat jika kita tidak mematuhi aturan.

Materi



A. Apa Itu Aturan?

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Di dalam keluarga, aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup rukun, tertib, saling menghormati, dan bertanggung jawab.

B. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

Contoh aturan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Bangun dan tidur tepat waktu.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Berbicara dengan sopan kepada orang tua.
  • Meminta izin sebelum bermain atau pergi.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Merapikan mainan setelah digunakan.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda.
  • Makan dengan tertib.
  • Menggunakan barang milik keluarga dengan baik.

C. Sikap Mematuhi Aturan

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau diberikan oleh orang tua.

Contoh:

Aturan: Merapikan mainan setelah bermain.
Sikap: Setelah bermain, kita mengembalikan mainan ke tempatnya.

Aturan: Meminta izin sebelum bermain di luar.
Sikap: Kita meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum pergi bermain.

Aturan: Membantu orang tua.
Sikap: Kita membantu merapikan meja makan atau menyapu sesuai kemampuan.

D. Manfaat Mematuhi Aturan

Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kehidupan di rumah menjadi:

🌷 Tertib
🌷 Aman
🌷 Nyaman
🌷 Bersih
🌷 Rukun
🌷 Saling menyayangi

Mematuhi aturan juga merupakan bentuk tanggung jawab dan menghormati anggota keluarga.

E. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi:

  • Rumah menjadi tidak tertib.
  • Pekerjaan menjadi terbengkalai.
  • Orang lain merasa terganggu.
  • Terjadi pertengkaran.
  • Lingkungan menjadi kotor.
  • Kita dapat mendapat teguran dari orang tua.

Oleh karena itu, kita harus berusaha mematuhi aturan dengan penuh tanggung jawab.


🇮🇩 F. Aturan Keluarga dan Nilai-Nilai Pancasila

Mematuhi aturan di rumah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila.

⭐ Sila ke-1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh: berdoa sebelum makan dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh: berbicara sopan dan menyayangi anggota keluarga.

🌳 Sila ke-3 – Persatuan Indonesia
Contoh: hidup rukun dan bekerja sama membersihkan rumah.

🐂 Sila ke-4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh: berdiskusi dan mendengarkan pendapat anggota keluarga.

🌾 Sila ke-5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh: berbagi dan melaksanakan tugas rumah dengan adil.


🌸 G. Contoh Perilaku di Rumah

Perhatikan contoh berikut!

1. Rani selesai bermain. Ia segera merapikan mainannya.

➡️ Rani mematuhi aturan.

2. Budi ingin bermain di luar rumah. Ia meminta izin kepada Bunda.

➡️ Budi mematuhi aturan.

3. Siti diminta membantu merapikan meja makan, tetapi ia tidak mau.

➡️ Siti belum mematuhi aturan.

4. Ali dan kakaknya bekerja sama membersihkan kamar.

➡️ Ali dan kakaknya mematuhi aturan dan bekerja sama.

🌟 Ingat!

Aturan → Dipatuhi → Rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diamalkan melalui perilaku sehari-hari di keluarga.

Ø Soal Latihan/Asesmen:


Ø Kunci Jawaban / Uraian


Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga melalui kegiatan mengamati gambar, menyimak cerita sederhana, tanya jawab, diskusi, mengidentifikasi perilaku mematuhi dan melanggar aturan, serta mengerjakan soal latihan.

Murid memahami bahwa:

  • 🏠 Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

  • 🌸 Contoh aturan di lingkungan keluarga antara lain merapikan tempat tidur, meminta izin sebelum bermain, berbicara sopan kepada orang tua, membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan, dan merapikan mainan setelah digunakan.

  • ✅ Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau diberikan oleh orang tua.

  • 🌷 Manfaat mematuhi aturan adalah menciptakan kehidupan keluarga yang tertib, bersih, aman, nyaman, rukun, dan saling menyayangi.

  • ⚠️ Akibat tidak mematuhi aturan antara lain rumah menjadi tidak tertib, pekerjaan terbengkalai, lingkungan menjadi kotor, dan dapat terjadi pertengkaran.

  • 🇮🇩 Penerapan nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan melalui perilaku sehari-hari, seperti berdoa, menghormati orang tua, menyayangi saudara, bekerja sama membersihkan rumah, bermusyawarah, dan berbagi tugas secara adil.

Murid juga belajar bahwa mematuhi aturan merupakan bentuk tanggung jawab dan sikap menghormati anggota keluarga. Aturan tidak hanya diketahui, tetapi perlu diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menjelaskan pengertian aturan, menyebutkan contoh aturan di lingkungan keluarga, membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan, serta menjelaskan manfaat mematuhi aturan. Murid juga diharapkan mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan saling menghormati di lingkungan keluarga.

Refleksi Pembelajaran

Kendala: Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan di lingkungan keluarga. Murid juga perlu diberikan contoh konkret agar lebih mudah memahami manfaat mematuhi aturan serta akibat yang dapat terjadi apabila aturan tidak dilaksanakan.

Tindak Lanjut: Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui gambar kegiatan sehari-hari, cerita sederhana, permainan mencocokkan perilaku dengan aturan yang sesuai, serta latihan mengidentifikasi tindakan yang tepat dalam berbagai situasi di rumah. Guru juga akan memberikan pendampingan dan mengajak murid menceritakan pengalaman mereka dalam mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebagian besar murid diharapkan mampu menjelaskan pengertian aturan, menyebutkan contoh aturan di lingkungan keluarga, serta mengidentifikasi perilaku mematuhi dan melanggar aturan dengan tepat. Murid juga diharapkan mampu menjelaskan manfaat mematuhi aturan dan menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Murid yang masih mengalami kesulitan akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

  • Jumlah murid hadir: 20 murid

  • Jumlah murid tidak hadir: 2 murid