Selasa, 28 Juli 2026 - 2.C - B.Indonesia dan Matematika

Senin, 27 Juli 2026

Hari/Tanggal: Selasa, 28 Juli 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Kelas: II.C

Materi Pembelajaran: B.Indonesia & Matematika

Materi Pokok: Huruf Kapital dan tanda Baca (B.Indonesia), Menulis dan Membaca Bilangan Cacah sampai 100 (Matematika)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar tentang intuisi bilangan cacah sampai 100 serta mengenal berbagai macam jenis perasaan. Nah pada hari ini kita akan belajar tentang penggunaan huruf kapital serta tanda baca titik dan koma, dan menulis lambang dan nama bilangan cacah sampai 100. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! ๐ŸŒˆ

Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! Semangat Selalu! ๐ŸŒŸ


๐Ÿ“Œ Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

๐Ÿ“Œ Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
  2. Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

๐Ÿ“Œ Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
  2. Matematika: Membaca dan menulis lambang bilangan sampai 100

๐Ÿ“Œ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Bahasa Indonesia: 

  1. Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.
  2. Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.
  3. Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan
  4. Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.

Matematika

  1. Membaca lambang bilangan cacah sampai 100 dengan benar.
  2. Menghubungkan lambang bilangan dengan banyak benda sampai 100 dalam situasi sederhana.

  3. Menunjukkan pemahaman bahwa lambang bilangan memiliki makna jumlah benda yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Menuliskan lambang bilangan cacah sampai 100 dengan benar.


๐Ÿ“Œ Materi Bahasa Indonesia:

Penggunaan Huruf Kapital




Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital (huruf besar) digunakan pada:

  1. Huruf pertama di awal kalimat.
    • Contoh: Aku pergi ke sekolah.
  2. Huruf pertama nama orang.
    • Contoh: Budi, Siti, Rina.
  3. Huruf pertama nama tempat.
    • Contoh: Lampung, Jakarta, Indonesia.
  4. Huruf pertama nama hari dan bulan.
    • Contoh: Senin, Juli, Agustus.

Penggunaan Tanda Baca


1. Tanda Titik (.)

Digunakan di akhir kalimat berita atau pernyataan.

  • Contoh:
    • Saya suka membaca.
    • Ibu memasak di dapur.

2. Tanda Koma (,)

Digunakan untuk memisahkan beberapa kata dalam satu kalimat.

  • Contoh:
    • Ani membawa buku, pensil, dan penghapus.
    • Ayah, Ibu, dan Kakak pergi ke pasar.

3. Tanda Seru (!)

Digunakan pada kalimat perintah atau ungkapan kagum.

  • Contoh:
    • Ayo belajar!
    • Wah, indah sekali!

4. Tanda Tanya (?)

Digunakan pada kalimat yang bertanya.

  • Contoh:
    • Siapa namamu?
    • Di mana rumahmu?

 Asesmen:


๐Ÿ“Œ Materi Matematika

Membaca dan Menulis Bilangan Sampai 100


Apa itu Bilangan Cacah?

Bilangan cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 dan digunakan untuk menghitung banyak benda.

Contoh:
0, 1, 2, 3, 4, 5, ..., 100


Membaca Bilangan

Perhatikan contoh berikut!

Lambang Bilangan

Cara Membaca

7

tujuh

12

dua belas

18

delapan belas

20

dua puluh

25

dua puluh lima

31

tiga puluh satu

46

empat puluh enam

58

lima puluh delapan

73

tujuh puluh tiga

89

delapan puluh sembilan

100

seratus


Menulis Bilangan

Perhatikan nama bilangan berikut!

Nama Bilangan

Lambang Bilangan

Lima

5

Sebelas

11

Dua puluh

20

Dua puluh empat

24

Tiga puluh tujuh

37

Empat puluh sembilan

49

Lima puluh enam

56

Enam puluh delapan

68

Tujuh puluh dua

72

Delapan puluh lima

85

Sembilan puluh sembilan

99

Seratus

100


Pola Bilangan

Bilangan bertambah satu demi satu.

10 → 11 → 12 → 13 → 14 → 15

25 → 26 → 27 → 28 → 29 → 30

48 → 49 → 50 → 51 → 52


Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

๐ŸŽ Di dalam keranjang ada 34 buah apel.
Dibaca: tiga puluh empat.

๐Ÿ“š Rani memiliki 52 buku.
Dibaca: lima puluh dua.

Guru memberikan 100 bintang kepada seluruh siswa.
Dibaca: seratus.


Ayo Berlatih!

A. Bacalah bilangan berikut!

  1.        18 = ____________
  2.        26 = ____________
  3.        41 = ____________
  4.        67 = ____________
  5.        95 = ____________

B. Tulislah lambang bilangannya!

  1.       Tiga puluh dua = _____
  2.       Empat puluh lima = _____
  3.       Lima puluh delapan = _____
  4.       Delapan puluh satu = _____
  5.       Sembilan puluh sembilan = _____

 

Asesmen:

 



๐Ÿ“Œ Refleksi Pembelajaran:

 

Senin, 27 Juli 2026 - 2.C - Seni Rupa, P.Pancasila & B.Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026

Hari/Tanggal: Senin, 27 Juli2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Kelas: II.C

Materi Pembelajaran: Seni Rupa, P.Pancasila & B.Indonesia

Materi Pokok: Unsur seni rupa warna dan bentuk (Seni rupa), Lagu Kebangsaan Indonesia (P.Pancasila) & (Huruf Kapital) B.Indonesia

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal berbagai macam jenis perasaan serta intuisi bilangan cacah sampai 100. Hari ini kita akan belajar penggunaan huruf kapital, lagu kebangsaan Indoensia serta mengenal unsur rupa warna dan bentuk. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! ๐ŸŒˆ

Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! Semangat Selalu! ๐ŸŒŸ


๐Ÿ“Œ Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

๐Ÿ“Œ Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Seni Rupa: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.
  2. Pendidikan Pancasila: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga
  3. Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

๐Ÿ“Œ Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Seni Rupa: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar .
  2. Pendidikan Pancasila: Menjelaskan bendera negara dan lagu kebangsaan.
  3. Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

๐Ÿ“Œ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Seni Rupa:

  1. Menyebutkan minimal 3 unsur rupa (misalnya titik, garis, bentuk, warna, atau tekstur) dengan benar.
  2. Mengidentifikasi unsur-unsur rupa yang terdapat pada benda-benda di sekitar berdasarkan hasil pengamatan.

Pendidikan Pancasila:

  1. Menjelaskan ciri-ciri lagu kebansgaan Indonesia

Bahasa Indonesia: 

  1. Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.
  2. Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.
  3. Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan
  4. Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.

 

๐Ÿ“Œ Materi Seni Rupa:

UNSUR RUPA WARNA DAN BENTUK


Apa itu Unsur Rupa?

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Dengan unsur rupa, kita dapat menggambar berbagai benda di sekitar kita.



๐ŸŽจ A. Warna

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang membuat gambar atau karya seni menjadi lebih indah, menarik, dan hidup.

Kita dapat melihat warna karena adanya cahaya.

Jenis-jenis Warna

๐Ÿ”ด 1. Warna Primer (Warna Dasar)
Warna primer adalah warna yang tidak dapat dibuat dari campuran warna lain.

Contohnya:

  • Merah
  • Kuning
  • Biru

๐ŸŸ  2. Warna Sekunder
Warna sekunder diperoleh dari mencampurkan dua warna primer.

Contoh:

  • Merah + Kuning = Jingga
  • Kuning + Biru = Hijau
  • Biru + Merah = Ungu

๐ŸŸข 3. Warna Tersier
Warna tersier diperoleh dari campuran warna primer dan warna sekunder.

Contoh:

  • Merah + Jingga
  • Kuning + Hijau
  • Biru + Ungu

Manfaat Warna

  • Membuat gambar lebih indah.
  • Menunjukkan suasana (senang, sedih, tenang).
  • Menarik perhatian orang yang melihat.

Contoh:

  • Matahari berwarna kuning.
  • Daun berwarna hijau.
  • Langit berwarna biru.

๐Ÿ”ท B. Bentuk

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda yang dapat dilihat.

Bentuk dapat berupa bangun datar maupun bentuk benda nyata.

Macam-macam Bentuk

Bentuk Geometris
Bentuk yang teratur dan memiliki ukuran yang jelas.

Contoh:

  • Lingkaran
  • Persegi ๐ŸŸฆ
  • Persegi panjang
  • Segitiga ๐Ÿ”บ
  • Oval

Bentuk Nongeometris
Bentuk yang tidak beraturan dan biasanya terdapat di alam.

Contoh:

  • Daun ๐Ÿƒ
  • Awan ☁️
  • Bunga ๐ŸŒธ
  • Hewan ๐ŸŸ
  • Pohon ๐ŸŒณ

Manfaat Bentuk

  • Membentuk gambar menjadi jelas.
  • Membantu mengenali benda.
  • Membuat karya seni lebih menarik.

Contoh:

  • Rumah tersusun dari persegi dan segitiga.
  • Mobil terdiri atas persegi panjang dan lingkaran.
  • Bunga memiliki bentuk kelopak yang indah.

 Asesmen:

 

๐Ÿ“Œ Materi Pendidikan Pancasila:

LAGU KEBANGSAAN "INDONESIA RAYA"

Apa itu Lagu Kebangsaan?

Lagu kebangsaan adalah lagu yang menjadi lambang persatuan dan kebanggaan suatu negara.

Lagu kebangsaan Indonesia berjudul "Indonesia Raya".

Lagu ini dinyanyikan saat:

  • ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Upacara bendera.
  • ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Peringatan Hari Kemerdekaan.
  • ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Acara resmi kenegaraan.
  • ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Kegiatan sekolah tertentu.

Lagu "Indonesia Raya" diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman (W.R. Supratman). Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada Kongres Pemuda II tahun 1928 dan kemudian ditetapkan sebagai lagu kebangsaan setelah Indonesia merdeka.


Mengapa Kita Harus Menyanyikan Indonesia Raya?

Dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kita belajar untuk:

  • ❤️ Mencintai tanah air Indonesia.
  • ๐Ÿค Menjaga persatuan.
  • ๐ŸŒŸ Menghormati jasa para pahlawan.
  • ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Bangga menjadi anak Indonesia.

Sikap yang Benar Saat Menyanyikan Indonesia Raya

Saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan, kita harus:

✅ Berdiri tegak.
✅ Bersikap tenang.
✅ Bernyanyi dengan suara yang sopan dan semangat.
✅ Menghormati bendera Merah Putih jika sedang dikibarkan.
✅ Tidak berbicara atau bercanda.


Makna Lagu Indonesia Raya (Bahasa Sederhana)

Lagu Indonesia Raya mengajarkan kita untuk:

  • Mencintai Indonesia.
  • Menjaga persatuan.
  • Rajin belajar agar menjadi anak yang berguna.
  • Berdoa agar Indonesia semakin maju dan sejahtera.

Asesmen:

Ayo Berdiskusi!

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa judul lagu kebangsaan Indonesia?
  2. Siapa pencipta lagu Indonesia Raya?
  3. Kapan kita biasanya menyanyikan lagu Indonesia Raya?
  4. Bagaimana sikap kita saat menyanyikan lagu Indonesia Raya?
  5. Mengapa kita harus bangga menyanyikan lagu Indonesia Raya? 

๐Ÿ“Œ Materi Bahasa Indonesia:

Penggunaan Huruf Kapital




Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital (huruf besar) digunakan pada:

  1. Huruf pertama di awal kalimat.
    • Contoh: Aku pergi ke sekolah.
  2. Huruf pertama nama orang.
    • Contoh: Budi, Siti, Rina.
  3. Huruf pertama nama tempat.
    • Contoh: Lampung, Jakarta, Indonesia.
  4. Huruf pertama nama hari dan bulan.
    • Contoh: Senin, Juli, Agustus.

Penggunaan Tanda Baca


1. Tanda Titik (.)

Digunakan di akhir kalimat berita atau pernyataan.

  • Contoh:
    • Saya suka membaca.
    • Ibu memasak di dapur.

2. Tanda Koma (,)

Digunakan untuk memisahkan beberapa kata dalam satu kalimat.

  • Contoh:
    • Ani membawa buku, pensil, dan penghapus.
    • Ayah, Ibu, dan Kakak pergi ke pasar.

3. Tanda Seru (!)

Digunakan pada kalimat perintah atau ungkapan kagum.

  • Contoh:
    • Ayo belajar!
    • Wah, indah sekali!

4. Tanda Tanya (?)

Digunakan pada kalimat yang bertanya.

  • Contoh:
    • Siapa namamu?
    • Di mana rumahmu?

 Asesmen:


๐Ÿ“Œ Refleksi Pembelajaran:

 1. Refleksi Guru

Pembelajaran berlangsung dengan baik dan peserta didik antusias mengikuti kegiatan. Sebagian besar peserta didik mampu mengenal unsur seni rupa berupa warna dan bentuk, memahami lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta menggunakan huruf kapital dengan benar. Beberapa peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam penggunaan tanda baca dan membedakan bentuk geometris dan nongeometris.

2. Refleksi Peserta Didik
Saya dapat mengenal warna dan bentuk, memahami lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta menggunakan huruf kapital dengan benar. Saya senang belajar hari ini dan akan terus berlatih agar lebih teliti.

3. Kondisi Kelas/Proses Pembelajaran
Pembelajaran berlangsung tertib, aktif, dan menyenangkan. Peserta didik mengikuti pembelajaran dengan semangat, aktif bertanya dan berdiskusi, serta menyelesaikan LKPD dengan baik. Suasana kelas kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Jumat, 25 Juli 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab dan Seni Rupa

Kamis, 23 Juli 2026

Hari/Tanggal: Jumat, 25 Juli 2026

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Kelas: II.C

Materi Pembelajaran: Pembiasaan Adab & Seni Rupa

Materi Pokok: Adab Menuntut Ilmu (Pembiasaan Adab), Warna dan Bentuk (Seni Rupa)

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal berbagai macam jenis perasaan serta intuisi bilangan cacah sampai 100. Hari ini kita akan belajar mengenal adab dalam menuntut ilmu serta mengenal unsur rupa warna dan bentuk. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! ๐ŸŒˆ

Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! Semangat Selalu! ๐ŸŒŸ



๐Ÿ“Œ Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

๐Ÿ“Œ Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Seni Rupa: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

๐Ÿ“Œ Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Seni Rupa: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar .
  2. Pembiasaan Adab: Mengerjakan tugas sekolah dengan sungguh-sungguh. 

๐Ÿ“Œ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

Seni Rupa:

  1. Menyebutkan minimal 3 unsur rupa (misalnya titik, garis, bentuk, warna, atau tekstur) dengan benar.
  2. Mengidentifikasi unsur-unsur rupa yang terdapat pada benda-benda di sekitar berdasarkan hasil pengamatan.

Pembiasaan Adab:

  1. Menunjukkan semangat dalam belajar.
  2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
  3. Mengerjakan tugas sekolah dengan sungguh-sungguh. 

 

๐Ÿ“Œ Materi Seni Rupa:

UNSUR RUPA WARNA DAN BENTUK


Apa itu Unsur Rupa?

Unsur rupa adalah bagian-bagian dasar yang digunakan untuk membuat sebuah karya seni. Dengan unsur rupa, kita dapat menggambar berbagai benda di sekitar kita.



๐ŸŽจ A. Warna

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang membuat gambar atau karya seni menjadi lebih indah, menarik, dan hidup.

Kita dapat melihat warna karena adanya cahaya.

Jenis-jenis Warna

๐Ÿ”ด 1. Warna Primer (Warna Dasar)
Warna primer adalah warna yang tidak dapat dibuat dari campuran warna lain.

Contohnya:

  • Merah
  • Kuning
  • Biru

๐ŸŸ  2. Warna Sekunder
Warna sekunder diperoleh dari mencampurkan dua warna primer.

Contoh:

  • Merah + Kuning = Jingga
  • Kuning + Biru = Hijau
  • Biru + Merah = Ungu

๐ŸŸข 3. Warna Tersier
Warna tersier diperoleh dari campuran warna primer dan warna sekunder.

Contoh:

  • Merah + Jingga
  • Kuning + Hijau
  • Biru + Ungu

Manfaat Warna

  • Membuat gambar lebih indah.
  • Menunjukkan suasana (senang, sedih, tenang).
  • Menarik perhatian orang yang melihat.

Contoh:

  • Matahari berwarna kuning.
  • Daun berwarna hijau.
  • Langit berwarna biru.

๐Ÿ”ท B. Bentuk

Bentuk adalah rupa atau wujud suatu benda yang dapat dilihat.

Bentuk dapat berupa bangun datar maupun bentuk benda nyata.

Macam-macam Bentuk

Bentuk Geometris
Bentuk yang teratur dan memiliki ukuran yang jelas.

Contoh:

  • Lingkaran
  • Persegi ๐ŸŸฆ
  • Persegi panjang
  • Segitiga ๐Ÿ”บ
  • Oval

Bentuk Nongeometris
Bentuk yang tidak beraturan dan biasanya terdapat di alam.

Contoh:

  • Daun ๐Ÿƒ
  • Awan ☁️
  • Bunga ๐ŸŒธ
  • Hewan ๐ŸŸ
  • Pohon ๐ŸŒณ

Manfaat Bentuk

  • Membentuk gambar menjadi jelas.
  • Membantu mengenali benda.
  • Membuat karya seni lebih menarik.

Contoh:

  • Rumah tersusun dari persegi dan segitiga.
  • Mobil terdiri atas persegi panjang dan lingkaran.
  • Bunga memiliki bentuk kelopak yang indah.

 Asesmen:

 

๐Ÿ“Œ Materi Pembiasaan Adab:


Apa Itu Adab Menuntut Ilmu?

Adab menuntut ilmu adalah sikap dan perilaku yang baik saat belajar. Anak yang memiliki adab yang baik akan lebih mudah memahami pelajaran dan disayangi Allah Swt., guru, serta teman-temannya.


1. Pentingnya Belajar

Belajar adalah kewajiban setiap anak. Dengan belajar, kita menjadi pintar, memiliki banyak pengetahuan, dan dapat meraih cita-cita.

Manfaat Belajar

๐Ÿ“– Menambah ilmu pengetahuan.
๐ŸŒŸ Menjadi anak yang cerdas.
๐ŸŽฏ Membantu meraih cita-cita.
๐Ÿ˜Š Membuat orang tua dan guru bangga.
๐Ÿ™ Mendapat pahala dari Allah Swt.

Pesan:
"Belajarlah dengan rajin agar menjadi anak yang berilmu dan bermanfaat."


2. Mendengarkan Penjelasan Guru dengan Baik

Saat guru menjelaskan pelajaran, kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Sikap yang Baik Saat Guru Menjelaskan

๐Ÿ‘€ Melihat ke arah guru.
๐Ÿ‘‚ Mendengarkan dengan saksama.
๐Ÿคซ Tidak berbicara sendiri.
✍️ Mencatat hal-hal penting.
๐Ÿ™‹ Mengikuti pelajaran dengan semangat.

Contoh:
Saat Bu Guru menjelaskan cara membaca doa, Rani duduk rapi, mendengarkan, dan tidak mengobrol dengan temannya.


3. Bertanya dengan Sopan

Jika belum memahami pelajaran, kita boleh bertanya kepada guru.

Cara Bertanya yang Sopan

๐Ÿ™‹ Angkat tangan terlebih dahulu.
๐Ÿ˜Š Mengucapkan salam atau permisi.
๐Ÿ—ฃ️ Berbicara dengan suara yang lembut.
๐Ÿ™ Mengucapkan "terima kasih" setelah dijawab.

Contoh Kalimat Bertanya

  • "Bu Guru, saya belum paham. Bolehkah dijelaskan lagi?"
  • "Maaf, Pak Guru. Saya ingin bertanya."

4. Mengerjakan Tugas dengan Sungguh-Sungguh

Tugas yang diberikan guru harus dikerjakan dengan jujur, rapi, dan penuh tanggung jawab.

Sikap Saat Mengerjakan Tugas

✍️ Mengerjakan sendiri.
๐Ÿ“š Membaca petunjuk terlebih dahulu.
๐Ÿ˜Š Tidak menyontek.
๐Ÿ•’ Mengumpulkan tepat waktu.
๐Ÿงน Menjaga kebersihan buku dan alat tulis.

Contoh:
Budi mengerjakan tugas matematika sendiri di rumah. Jika ada yang sulit, ia bertanya kepada orang tua atau guru.


Ayo Ingat!

Belajar adalah kewajiban setiap anak.
Dengarkan guru saat menjelaskan.
Bertanyalah dengan sopan jika belum paham.
Kerjakan tugas dengan jujur dan sungguh-sungguh.

 

 Asesmen:



๐Ÿ“Œ Refleksi Pembelajaran:

 1. Refleksi Guru

Pembelajaran berlangsung dengan baik dan peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias. Sebagian besar peserta didik mampu mengenal unsur seni rupa berupa warna dan bentuk serta menunjukkan sikap yang baik dalam menuntut ilmu, seperti mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh. Beberapa peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih percaya diri saat bertanya.

2. Refleksi Peserta Didik
Saya dapat mengenal warna dan bentuk serta memahami adab menuntut ilmu. Saya akan belajar dengan semangat, mendengarkan guru, dan mengerjakan tugas dengan jujur serta sungguh-sungguh.

3. Kondisi Kelas/Proses Pembelajaran
Pembelajaran berlangsung tertib, aktif, dan menyenangkan. Peserta didik mengikuti kegiatan dengan baik, aktif dalam diskusi, serta menyelesaikan LKPD dengan antusias. Suasana kelas kondusif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.