Materi Ajar, Kamis, 04 Februari 2026

Selasa, 03 Februari 2026

                                         

Hari, tanggal    : Kamis, 04 Februari 2026

Kelas                    : 2.A
Guru                     : Rizki Ariyanti, S.pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
Mapel                   : Bahasa Indonesia & Matematika


 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi ananda sholeh sholehah kelas 2.A.
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan siap belajar kembali. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menuntut ilmu. Aamiin 🤲 Sebelum kita memulai kegiatan belajar hari ini, marilah kita membaca doa bersamamelaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu, ya ananda sholeh sholehah 😊

Baik, pada pembelajaran sebelumnya kita telah belajar mengenal bentuk pecahan setengah, sepertigas, dan seperempat serta berhitung pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Nah pembelajaran hari ini kita akan belajar mengenal mata uang dan mengerjakan sumati harian matematika. Perhatikan penjelasan dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat belajar.
Semangat belajar ananda sholeh dan sholehah! 🌟


📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

 

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Murid mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan. 
  2. Murid menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100. Murid dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
  2. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).


📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Murid dapat mengenal konsep “bagian dari keseluruhan” menggunakan benda konkret.
  2. Murid dapat membagi satu benda menjadi 2 bagian sama besar dan mengenal konsep ½ (setengah).
  3. Murid dapat membagi satu benda menjadi 4 bagian sama besar dan mengenal konsep ¼ (seperempat).
  4. Murid 1.   Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
  5. Murid dapat mengidentifikasi maksud, tujuan, atau pesan dari tuturan yang didengar.
  6. Murid dapat menyampaikan kembali isi percakapan atau cerita pendek yang didengar dengan kata-kata sendiri.
  7. Murid dapat membedakan perasaan atau sikap tokoh dalam cerita yang didengarkan.


📌 Materi Bahasa Indonesia:
 


Pengertian Uang

Uang adalah alat yang digunakan untuk membeli barang dan jasa.
Dengan uang, kita bisa membeli makanan, pakaian, dan alat sekolah.

Contoh:

  • Membeli buku tulis
  • Membeli jajanan
  • Membayar ongkos

Macam-macam Uang

1.      Uang Kertas

Uang kertas terbuat dari kertas khusus.
Biasanya nilainya lebih besar.

Contoh:

  • Rp1.000
  • Rp2.000
  • Rp5.000
  • Rp10.000
  • Rp20.000

 

2.      Uang Logam

Uang logam terbuat dari logam dan berbentuk bulat.

Contoh:

  • Rp100
  • Rp200
  • Rp500
  • Rp1.000

Fungsi Uang

Uang memiliki beberapa fungsi, yaitu:

1. Alat tukar, untuk membeli barang dan jasa.

2. Alat pembayaran, untuk membayar sesuatu.

3. Alat menabung, untuk disimpan dan digunakan di kemudian hari.

Cara-cara Mendapatkan Uang

Uang didapatkan dengan bekerja dan berusaha secara jujur.
Berikut beberapa contoh cara mendapatkan uang:

  1. Bekerja
    Orang dewasa bekerja sesuai pekerjaannya, misalnya:
    • Ayah bekerja sebagai petani
    • Ibu bekerja sebagai guru
    • Kakak bekerja sebagai penjual
  2. Berjualan
    Uang juga bisa didapatkan dengan berjualan, contohnya:
    • Berjualan makanan
    • Berjualan mainan
    • Berjualan sayur
  3. Membantu Orang Tua
    Anak bisa membantu orang tua di rumah, lalu mendapat uang saku, misalnya: 
    • Membantu menyapu rumah
    • Membantu merapikan kamar
    • Membantu menjaga adik
  4. Menabung
    Uang saku yang tidak habis bisa ditabung.
    Menabung membuat uang bertambah dan bisa digunakan nanti.

Cara Menggunakan Uang dengan Bijak

Menggunakan uang dengan bijak berarti tidak boros dan tidak berlebihan.

Contoh sikap bijak memakai uang :

  • Membeli barang yang dibutuhkan

  • Tidak jajan berlebihan (Hemat)

  • Menabung sebagian uang

  • Tidak menghambur-hamburkan uang

  • Membantu orang lain


📌 Materi Matematika :


Pecahan adalah bilangan yang menyatakan sebagian dari satu benda utuh.

Suatu benda disebut utuh jika:

  • Belum dipotong
  • Belum dibagi
  • Masih lengkap

Jika benda utuh dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar, maka setiap bagian tersebut disebut pecahan.

Bagian-bagian Pecahan

Pecahan terdiri dari:

  • Angka atas → menunjukkan jumlah bagian yang diambil
  • Angka bawah → menunjukkan jumlah bagian keseluruhan

 Contoh :
¼ dibaca seperempat
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar

(Penjelasan disampaikan secara lisan dan sederhana tanpa istilah “pembilang–penyebut”)

 

Jenis Pecahan Sederhana

1. Pecahan Setengah (½)

Artinya: satu bagian dari dua bagian sama besar.

Contoh sehari-hari:

  • Kue dipotong menjadi 2 bagian
  • Roti dibagi dua
  • Semangka dibelah dua

Pecahan Sepertiga (⅓)

Artinya: satu bagian dari tiga bagian sama besar.

Contoh sehari-hari:

  • Kue dibagi menjadi 3 potong
  • Jeruk dibagi untuk 3 anak

Pecahan Seperempat (¼)

Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar.

Contoh sehari-hari:

  • Pizza dipotong 4 bagian
  • Cokelat dibagi menjadi 4 potong

 

Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Cerita 1

Ibu memotong sebuah kue menjadi 2 bagian sama besar.
Ani memakan 1 bagian.

👉 Bagian kue yang dimakan Ani adalah ½ (setengah).

Contoh Cerita 2

Sebuah pizza dibagi menjadi 4 bagian sama besar.
Budi memakan 1 bagian.

👉 Bagian pizza yang dimakan Budi adalah ¼ (seperempat).

Contoh Cerita 3

Sebuah semangka dibagi menjadi 3 bagian sama besar.
Kakak mengambil 1 bagian.

👉 Bagian semangka yang diambil kakak adalah ⅓ (sepertiga)


📌 Refleksi Pembelajaran:

Materi Ajar, Rabu, 04 Februari 2026

 Hari, tanggal    : Rabu, 04 Februari 2026

Kelas                    : 2.A
Guru                     : Rizki Ariyanti, S.pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
Mapel                   : PAK & P.Pancasila


 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi ananda sholeh sholehah kelas 2.A.
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan siap belajar kembali. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menuntut ilmu. Aamiin 🤲 Sebelum kita memulai kegiatan belajar hari ini, marilah kita membaca doa bersamamelaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu, ya ananda sholeh sholehah 😊

Baik, pada pembelajaran sebelumnya kita telah belajar sikap kerja keras dan mengenal ciri fisik dan ciri psikologis. Nah pada pertemuan ini kita akan melaksanakan sumatif harian PAk serta mengerjakan latihan tentang ciri-ciri fisik dan psikologis. Perhatikan penjelasan dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat belajar.
Semangat belajar ananda sholeh dan sholehah! 🌟


📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

 

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Murid menunjukkan pemahaman terhadap berbagai nilai anti korupsi, seperti sikap jujur, tanggung jawab, mandiri, dan peduli dalam lingkungan keluarga. 
  2. Murid mengidentifikasi dan menghargai identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan rumah dan sekolah.

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid dapat mengenali berbagai nilai antikorupsi, seperti sikap jujur, tanggung jawab, mandiri, dan peduli dalam lingkungan keluarga. 
  2. Murid dapat mengidentifikasi identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, hobi, bahasa, serta agama dan kepercayaan di lingkungan rumah


📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Murid dapat mengenali berbagai nilai antikorupsi sikap kerja keras di lingkungan rumah dan sekolah
  2. Murid dapat mengenal apa itu identitas diri..
  3. Murid dapat mengidentifikasi unsur-unsur identitas diri
  4. Murid dapat menyebutkan identitas dirinya di lingkungan rumah.
  5. Murid dapat menunjukkan sikap bangga terhadap identitas dirinya.



📌 Materi PAK
SIKAP KERJA KERAS





  1. Pengertian Kerja Keras
    Kerja keras adalah usaha sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan. Kita tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

  2. Contoh Sikap Kerja Keras di Sekolah

    • Mengerjakan tugas sampai selesai.

    • Belajar terus sampai bisa, meskipun awalnya sulit.

    • Berlatih membaca, menulis, atau berhitung setiap hari.

    • Tidak menyontek saat ulangan.

  3. Contoh Sikap Kerja Keras di Rumah

    • Membantu orang tua dengan sungguh-sungguh.

    • Menyapu atau merapikan kamar sampai bersih.

    • Belajar mandiri tanpa disuruh.

  4. Mengapa Kita Harus Kerja Keras?

    • Agar bisa mencapai cita-cita.

    • Agar menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab.

    • Agar orang lain percaya kepada kita.

    • Agar menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah.

  5. Ciri-ciri Anak yang Kerja Keras

    • Tidak mudah menyerah.

    • Mau mencoba lagi saat gagal.

    • Rajin berlatih dan belajar.

    • Selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan kerja keras?

  2. Tuliskan dua contoh kerja keras di sekolah!

  3. Tuliskan satu contoh kerja keras di rumah!

  4. Mengapa kita harus kerja keras?


📌 Materi Pendidikan Pancasila:



Mengenal Keberagaman ciri-ciri fisik anggota keluarga


A. Pengertian Ciri Fisik

Ciri fisik adalah bagian tubuh yang dapat dilihat secara langsung pada seseorang.
Setiap orang memiliki ciri fisik yang berbeda-beda, termasuk anggota keluarga.


B. Contoh Ciri Fisik Anggota Keluarga

Ciri fisik yang dapat dikenali antara lain:

  • Warna kulit (cerah, sawo matang, gelap)
  • Bentuk rambut (lurus, keriting, ikal)
  • Warna rambut (hitam, cokelat)
  • Tinggi badan (tinggi, sedang, pendek)
  • Bentuk wajah (bulat, lonjong)

📌 Contoh:
Ayah berambut lurus, ibu berambut keriting, kakak lebih tinggi, adik lebih pendek.


C. Keberagaman dalam Keluarga

Walaupun satu keluarga, ciri fisik setiap anggota bisa berbeda.
Perbedaan ini adalah hal yang wajar dan merupakan anugerah dari Tuhan.


D. Sikap yang Perlu Ditunjukkan

Terhadap keberagaman ciri fisik anggota keluarga, kita harus:

  • Menerima perbedaan dengan senang hati
  • Menghargai setiap anggota keluarga
  • Tidak mengejek atau membandingkan
  • Saling menyayangi dan menghormati
LKPD:



📌 Refleksi Pembelajaran:

Materi Ajar, Selasa, 03 Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026

                                         

Hari, tanggal    : Selasa, 03 Februari 2026

Kelas                    : 2.A
Guru                     : Rizki Ariyanti, S.pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
Mapel                   : Bahasa Indonesia & Matematika


 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi ananda sholeh sholehah kelas 2.A.
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan siap belajar kembali. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menuntut ilmu. Aamiin 🤲 Sebelum kita memulai kegiatan belajar hari ini, marilah kita membaca doa bersamamelaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu, ya ananda sholeh sholehah 😊

Baik, pada pembelajaran sebelumnya kita telah belajar tentang fabel, mengenal tanda koma, kata sifat, kata benda dan antonim sinonim. Nah pada pembelajaran hari ini akan melaskanakan sumatif harian bahasa Indoensia serta mengerjakan latihan tentang pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikan penjelasan dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat belajar.
Semangat belajar ananda sholeh dan sholehah! 🌟


📌 Metode dan Media ajar

  1. Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
  2. Media ajar : Video pembelajaran, LKPD

 

    📌 Capaian Pembelajaran (CP):

  1. Murid mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan. 
  2. Murid menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100. Murid dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
  2. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).


📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Murid dapat mengenal konsep “bagian dari keseluruhan” menggunakan benda konkret.
  2. Murid dapat membagi satu benda menjadi 2 bagian sama besar dan mengenal konsep ½ (setengah).
  3. Murid dapat membagi satu benda menjadi 4 bagian sama besar dan mengenal konsep ¼ (seperempat).
  4. Murid 1.   Murid dapat mengikuti instruksi lisan sederhana yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari di rumah atau sekolah.
  5. Murid dapat mengidentifikasi maksud, tujuan, atau pesan dari tuturan yang didengar.
  6. Murid dapat menyampaikan kembali isi percakapan atau cerita pendek yang didengar dengan kata-kata sendiri.
  7. Murid dapat membedakan perasaan atau sikap tokoh dalam cerita yang didengarkan.


📌 Materi Bahasa Indonesia:

Apa itu fabel?
Fabel adalah cerita tentang hewan yang bisa berbicara seperti manusia. Hewan dalam fabel biasanya mengajarkan sikap baik, seperti tolong-menolong dan menghargai perbedaan.

Apa itu tanda baca koma (,)?
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata atau bagian kalimat agar mudah dipahami.

Apa itu Kata Benda?
Kata benda adalah kata yang digunakan untuk menyebut nama orang, hewan, benda, atau tempat.

 Contoh Kata Benda:

  • Orang: ibu, ayah, guru, teman
  • Hewan: kucing, ayam, ikan
  • Benda: buku, pensil, tas
  • Tempat: sekolah, rumah, taman

📝 Contoh Kalimat:

  • Ani membaca buku.
  • Kucing itu tidur di kursi.
  • Ayah pergi ke kantor.

Apa itu Kata Sifat?

Kata sifat adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan keadaan atau sifat kata benda.

 Contoh Kata Sifat:

  • besar
  • kecil
  • rajin
  • cantik
  • bersih
  • pintar

Pengertian Antonim
Antonim adalah kata yang maknanya berlawanan.

📌 Contoh antonim:

  1. besar ↔ kecil
  2. panjang ↔ pendek
  3. rajin ↔ malas
  4. cepat ↔ lambat
  5. siang ↔ malam

Pengertian Sinonim

Sinonim adalah kata yang maknanya sama atau hampir sama.

📌 Contoh sinonim:

  1. senang = gembira
  2. pintar = cerdas
  3. sedih = murung
  4. cantik = indah
  5. marah = kesal



📌 Materi Matematika :


Pecahan adalah bilangan yang menyatakan sebagian dari satu benda utuh.

Suatu benda disebut utuh jika:

  • Belum dipotong
  • Belum dibagi
  • Masih lengkap

Jika benda utuh dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar, maka setiap bagian tersebut disebut pecahan.

Bagian-bagian Pecahan

Pecahan terdiri dari:

  • Angka atas → menunjukkan jumlah bagian yang diambil
  • Angka bawah → menunjukkan jumlah bagian keseluruhan

 Contoh :
¼ dibaca seperempat
Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar

(Penjelasan disampaikan secara lisan dan sederhana tanpa istilah “pembilang–penyebut”)

 

Jenis Pecahan Sederhana

1. Pecahan Setengah (½)

Artinya: satu bagian dari dua bagian sama besar.

Contoh sehari-hari:

  • Kue dipotong menjadi 2 bagian
  • Roti dibagi dua
  • Semangka dibelah dua

Pecahan Sepertiga (⅓)

Artinya: satu bagian dari tiga bagian sama besar.

Contoh sehari-hari:

  • Kue dibagi menjadi 3 potong
  • Jeruk dibagi untuk 3 anak

Pecahan Seperempat (¼)

Artinya: satu bagian dari empat bagian sama besar.

Contoh sehari-hari:

  • Pizza dipotong 4 bagian
  • Cokelat dibagi menjadi 4 potong

 

Pecahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Cerita 1

Ibu memotong sebuah kue menjadi 2 bagian sama besar.
Ani memakan 1 bagian.

👉 Bagian kue yang dimakan Ani adalah ½ (setengah).

Contoh Cerita 2

Sebuah pizza dibagi menjadi 4 bagian sama besar.
Budi memakan 1 bagian.

👉 Bagian pizza yang dimakan Budi adalah ¼ (seperempat).

Contoh Cerita 3

Sebuah semangka dibagi menjadi 3 bagian sama besar.
Kakak mengambil 1 bagian.

👉 Bagian semangka yang diambil kakak adalah ⅓ (sepertiga)




📌 Refleksi Pembelajaran: