Jumat, 16 Oktober 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

Kamis, 22 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 23 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Adab Berbicara: Berkata Baik dan Santun 

Pertemuan ke: 2

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran

Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

ร˜ Tujuan Pembelajaran

Murid mampu memahami pentingnya berkata baik dan santun serta menunjukkan perilaku berbicara dengan sopan, mendengarkan orang lain, menggunakan kata-kata yang baik, dan menghargai lawan bicara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa perkataan yang baik dapat menjaga perasaan orang lain dan merupakan perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.

  • Meaningful (Bermakna): Murid mampu menerapkan adab berbicara ketika berinteraksi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, tanya jawab, permainan memilih perkataan yang baik, dan bermain peran.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian adab berbicara.

  2. Menjelaskan pentingnya berkata baik dan santun.

  3. Mengidentifikasi contoh perkataan yang baik dan tidak baik.

  4. Mengenal penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

  5. Menunjukkan sikap mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  6. Mempraktikkan cara berbicara yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: Adab Berbicara – Berkata Baik dan Santun

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, dan latihan terbimbing.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku baik dan tidak baik, kartu kata santun, teks cerita, dan video pembelajaran.

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Anak-anak, Ibu ingin bertanya. Jika kalian ingin meminjam pensil teman, bagaimana cara memintanya dengan baik?

Benar! Kita bisa berkata, “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

Lalu, jika teman membantu kita, apa yang harus kita ucapkan?

Betul, kita mengucapkan, “Terima kasih.”

Anak-anak, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, termasuk melalui perkataan. Perkataan yang baik dapat membuat orang lain merasa senang, sedangkan perkataan kasar dapat menyakiti perasaan mereka.

Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun. Mari kita menjadi anak yang sopan, menghargai orang lain, dan selalu menjaga perkataan. ๐ŸŒท

ร˜ Uraian Materi

A. Pengertian Adab Berbicara

Adab berbicara adalah tata cara berbicara yang baik, sopan, dan menghormati orang lain.

Kita harus menjaga perkataan ketika berbicara dengan orang tua, guru, teman, maupun orang lain. Berbicara dengan baik merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang harus dibiasakan sejak kecil.

B. Macam-Macam Adab Berbicara

1. Berbicara dengan sopan

Gunakan kata-kata yang baik ketika berbicara kepada orang lain.

Contoh: “Permisi, Bu Guru. Bolehkah saya bertanya?”

2. Mendengarkan ketika orang lain berbicara

Kita harus mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Contoh: Mendengarkan guru ketika menjelaskan pelajaran.

3. Menggunakan suara yang baik

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak membentak atau berteriak kepada orang lain.

Contoh: Berbicara dengan lembut kepada teman.

4. Menggunakan kata-kata santun

Biasakan menggunakan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Contoh: “Tolong bantu saya merapikan buku ini.”

5. Berkata jujur dan tidak mengejek

Katakan hal yang sebenarnya dan jangan menggunakan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.

Contoh: Mengakui kesalahan dan meminta maaf.



E. Perkataan yang Harus Dihindari

Anak-anak, ada beberapa perkataan dan sikap yang harus kita hindari.

  • Berkata kasar kepada orang lain.

  • Membentak orang tua, guru, atau teman.

  • Mengejek dan menghina teman.

  • Memotong pembicaraan orang lain.

  • Berteriak ketika berbicara di kelas.

  • Berbohong dan menyalahkan orang lain.

Jika kita terbiasa menjaga perkataan, orang lain akan merasa dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita.

F. Manfaat Berkata Baik dan Santun

  1. Disukai dan dihargai orang lain.

  2. Memiliki hubungan yang baik dengan teman.

  3. Menghindari pertengkaran.

  4. Membuat suasana rumah dan sekolah menjadi nyaman.

  5. Membiasakan diri memiliki akhlak yang terpuji.

  6. Menjaga perasaan orang lain.

G. Kegiatan Praktik Adab Berbicara

Guru mengajak murid mempraktikkan percakapan berikut secara berpasangan.

Situasi 1: Meminjam pensil

Dina: “Rani, tolong pinjamkan pensilmu, ya.”

Rani: “Baik, Dina. Ini pensilnya.”

Dina: “Terima kasih, Rani.”

Rani: “Sama-sama.”

Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman

Budi: “Maaf, Andi. Aku tidak sengaja menyenggolmu.”

Andi: “Tidak apa-apa, Budi. Lain kali hati-hati, ya.”

Budi: “Baik, terima kasih sudah memaafkanku.”

Melalui kegiatan ini, murid belajar menggunakan kata-kata yang baik, mendengarkan teman, dan berbicara dengan santun.

ร˜ Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Ketika ingin meminjam pensil teman, kita sebaiknya berkata ....

A. “Berikan pensilmu sekarang!”

B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

C. “Cepat pinjamkan pensilmu!”

2. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran, sikap kita adalah ....

A. Mendengarkan dengan baik

B. Mengobrol dengan teman

C. Berteriak di kelas

3. Jika tidak sengaja menyakiti perasaan teman, kita sebaiknya ....

A. Mengejeknya lagi

B. Pura-pura tidak tahu

C. Meminta maaf

4. Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita sebaiknya ....

A. Marah kepada teman

B. Menyampaikan pendapat dengan sopan

C. Memaksakan pendapat sendiri

5. Manakah contoh adab berbicara yang baik?

A. Berkata jujur dan santun

B. Memotong pembicaraan orang lain

C. Menghina teman

B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

6. Ketika menerima bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

7. Jika ingin melewati orang lain, kita mengucapkan ....

8. Saat melakukan kesalahan, kita sebaiknya meminta ....

9. Ketika orang lain sedang berbicara, kita harus mendengarkan sampai ....

10. Kita harus menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti ... orang lain.

ร˜ Kunci Jawaban/Uraian


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Jumat, 23 Oktober 2026 - 2.C - Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Jum'at, 23 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Mengenal Tekstur (Kasar dan Halus)

Pertemuan ke: 5

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

MMurid dapat mengapresiasi karya diri sendiri (Tekstur dan Pola)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali tekstur pada berbagai benda dengan teliti menggunakan penglihatan dan perabaan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan tekstur kasar dan halus dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti batu, kayu, daun, kapas, kain, kertas, dan benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal dan membedakan tekstur kasar dan halus melalui kegiatan mengamati, meraba, mencocokkan, dan mengelompokkan gambar atau benda.


ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal dan membedakan tekstur kasar dan tekstur halus dengan benar.
  2. Mengenal pola sebagai unsur rupa berupa pengulangan bentuk, garis, atau warna.
  3. Membuat karya seni rupa sederhana yang menggabungkan tekstur dan pola.
  4. Mengidentifikasi dan menyebutkan tekstur serta pola yang terdapat pada karya sendiri.
  5. Menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun

 

๐Ÿ“Œ MATERI: MENGENAL TEKSTUR (KASAR DAN HALUS)

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, dan penugasan

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar benda, dan benda-benda di sekitar yang memiliki tekstur kasar dan halus.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan dan rasakan benda yang ada di sekitar kalian. Pernahkah kalian menyentuh batu, kulit buah, meja, kapas, kain, atau kertas?

Bagaimana rasanya? Ada benda yang terasa kasar, dan ada juga yang terasa halus.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan permukaan yang berbeda-beda. Keberagaman tekstur tersebut membuat benda dan karya seni menjadi lebih menarik. ๐ŸŒฟ✨

Hari ini kita akan belajar tentang tekstur, khususnya tekstur kasar dan halus.

Mari belajar dengan teliti, berani mencoba, dan menjaga benda yang kita gunakan. Semoga kita dapat mengenal dan membedakan tekstur dengan baik. ๐Ÿ’–

 




1. Pengertian Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan dengan indera peraba dan dapat dilihat.

Setiap benda dapat memiliki tekstur yang berbeda. Ada benda yang permukaannya kasar, dan ada benda yang permukaannya halus.

Contoh benda di sekitar kita:

  • Batu memiliki tekstur kasar.
  • Kulit pohon memiliki tekstur kasar.
  • Kapas memiliki tekstur lembut dan halus.
  • Kertas memiliki permukaan yang relatif halus.
  • Kain dapat memiliki tekstur halus atau kasar tergantung jenis kainnya.

2. Tekstur Kasar

Tekstur kasar adalah permukaan benda yang terasa tidak rata atau berbintil ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur kasar:

  • ๐Ÿชจ Batu
  • ๐ŸŒณ Kulit pohon
  • ๐Ÿงฑ Batu bata
  • ๐Ÿชต Kayu
  • ๐Ÿฅฅ Kulit kelapa
  • ๐Ÿ–️ Pasir

Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa tidak licin dan permukaannya tidak rata.


3. Tekstur Halus

Tekstur halus adalah permukaan benda yang terasa lembut, rata, atau licin ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur halus:

  • ☁️ Kapas
  • ๐Ÿ“„ Kertas
  • ๐Ÿงต Kain tertentu
  • ๐Ÿฅš Kulit telur
  • ๐Ÿชž Kaca
  • ๐Ÿงด Permukaan botol plastik tertentu

Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa lebih lembut, rata, atau licin.


4. Perbedaan Tekstur Kasar dan Halus

Tekstur KasarTekstur Halus
Permukaannya tidak rataPermukaannya rata atau lembut
Terasa kasar saat dirabaTerasa lembut atau licin saat diraba
Contoh: batuContoh: kertas
Contoh: kulit pohonContoh: kapas
Contoh: pasirContoh: kaca

5. Tekstur pada Karya Seni

Tekstur juga dapat ditemukan dalam karya seni rupa.

Seniman dapat menggunakan berbagai bahan untuk menghasilkan tekstur yang berbeda pada karya seni.

Contohnya:

  • Menempelkan pasir pada gambar untuk membuat tekstur kasar.
  • Menempelkan kapas untuk membuat tekstur lembut.
  • Menggunakan daun kering untuk memberikan tekstur tertentu.
  • Menggunakan kain untuk memberikan permukaan yang berbeda.

Dengan menggunakan berbagai tekstur, karya seni dapat menjadi lebih menarik dan memiliki keunikan.


6. Mengelompokkan Tekstur

Benda dapat dikelompokkan berdasarkan teksturnya.

๐Ÿชจ Tekstur Kasar:
Batu, pasir, kulit pohon, batu bata, kayu.

☁️ Tekstur Halus:
Kapas, kertas, kaca, kain tertentu, kulit telur.

✨ Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan tekstur yang berbeda. Kita harus bersyukur atas keindahan dan keberagaman ciptaan Allah Swt.


ร˜ Asesmen/Post Test




ร˜ Kunci Jawaban/Uraian:


ร˜ Kesimpulan Materi


Kamis, 22 Oktober 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 21 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi pengurangan sampai 100

Pertemuan ke: 4

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan, memperhatikan bilangan yang dikurangi, dan menghitung dengan teliti.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah pensil, buku, buah, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar pengurangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan tantangan pengurangan secara menyenangkan.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengurangan sebagai kegiatan mengambil atau mengurangi sejumlah benda.
  2. Mengurangi bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Mengurangkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Mengurangkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Mengurangkan bilangan dua angka sampai 100.
  6. Memahami pengurangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam.
  8. Mengenal pengurangan dengan meminjam secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: OPERASI PENGURANGAN SAMPAI 100

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang jumlah benda kita berkurang karena digunakan atau diberikan kepada orang lain.

Coba bayangkan, Ibu mempunyai 35 pensil, kemudian 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Nah, hari ini kita akan belajar operasi pengurangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret dan permainan angka agar belajar menjadi mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 



A. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi sebagian dari suatu jumlah.

Tanda pengurangan adalah: −

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh:

5 − 2 = 3

Artinya, dari 5 benda diambil 2 benda, sehingga tersisa 3 benda.


B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ − ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi:

5 − 2 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️✏️✏️ − ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jadi:

6 − 2 = 4


C. Pengurangan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh:

48 − 25

Bilangan 48 terdiri dari:

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 8

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita kurangkan puluhan dan satuan.

40 − 20 = 20

8 − 5 = 3

Jadi:

48 − 25 = 23


D. Contoh Pengurangan Tanpa Meminjam

Contoh 1

46 − 23 = ...

Puluhan:

40 − 20 = 20

Satuan:

6 − 3 = 3

Jadi:

46 − 23 = 23

Contoh 2

57 − 24 = ...

Puluhan:

50 − 20 = 30

Satuan:

7 − 4 = 3

Jadi:

57 − 24 = 33


E. Pengurangan dengan Meminjam

Jika angka satuan yang dikurangi lebih besar daripada satuan pada bilangan yang dikurangi, kita dapat meminjam 1 puluhan.

Contoh:

42 − 15 = ...

Satuan:

2 tidak dapat dikurangi 5.

Kita pinjam 1 puluhan dari 4 puluhan.

4 puluhan menjadi 3 puluhan.

1 puluhan = 10 satuan.

Jadi:

12 − 5 = 7

Kemudian:

30 − 10 = 20

Jadi:

42 − 15 = 27

Contoh lainnya

53 − 28 = ...

Satuan:

3 tidak dapat dikurangi 8.

Pinjam 1 puluhan.

53 menjadi 4 puluhan dan 13 satuan.

13 − 8 = 5

40 − 20 = 20

Jadi:

53 − 28 = 25


F. Pengurangan Bersusun

Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  47
− 25
----
  22

Langkah:

  1. Kurangkan satuan: 7 − 5 = 2.
  2. Kurangkan puluhan: 4 − 2 = 2.
  3. Jadi, 47 − 25 = 22.

Contoh dengan meminjam

  42
− 15
----
  27

Langkah:

  1. Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 5.
  2. Pinjam 1 puluhan sehingga 2 menjadi 12.
  3. 12 − 5 = 7.
  4. Puluhan: 3 − 1 = 2.
  5. Jadi, 42 − 15 = 27.

G. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengurangan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 35 pensil.
Ia memberikan 12 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina yang tersisa?

35 − 12 = 23

Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 23 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 50 buku cerita.
Sebanyak 18 buku dipinjam siswa.

Berapa buku yang masih ada?

50 − 18 = 32

Jadi, buku yang masih ada adalah 32 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Pengurangan = mengambil atau mengurangi.

Contoh:

20 − 5 = 15

Jika mengurangkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan.
➡️ Perhatikan satuan.
➡️ Hitung dengan teliti.
➡️ Jika satuan tidak cukup dikurangi, lakukan peminjaman 1 puluhan.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:


  1. Budi memiliki 42 butir kelereng. Ia memberikan 17 butir kelereng kepada adiknya. Berapa sisa kelereng Budi sekarang?
  2. Toko Roti Pak Ali membuat 65 buah roti manis di pagi hari. Pada siang hari, roti tersebut sudah terjual sebanyak 38 buah. Berapa sisa roti manis yang belum terjual?
  3. Di perpustakaan sekolah terdapat 53 buku cerita. Sebanyak 26 buku cerita sedang dipinjam oleh siswa. Berapa banyak buku cerita yang masih ada di perpustakaan?
  4. Ibu membeli 71 buah jeruk untuk acara keluarga. Sebanyak 45 buah jeruk sudah dimakan. Berapa buah jeruk yang tersisa?
  5. Siti memiliki uang sebesar Rp84.000. Ia membeli sebuah buku tulis seharga Rp39.000. Berapa sisa uang Siti sekarang?


ร˜ Kunci Jawaban/uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi: