Jumat, 28 Agustus 2026 - 2.C - Seni Rupa

Kamis, 27 Agustus 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Jum'at, 28 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Warna Sekunder

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna pada benda dan karya seni di sekitarnya serta menyebutkan warna primer dengan tepat.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan warna primer dengan kehidupan sehari-hari dan keindahan ciptaan Allah, seperti warna bunga, buah, langit, dan benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar mengenal warna primer melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampur warna sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal warna primer dan warna sekunder.
  3. Menyebutkan tiga warna primer.
  4. Menyebutkan tiga warna sekunder.
  5. Menjelaskan pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder.
  6. Mempraktikkan pencampuran warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.
  7. Membuat karya sederhana menggunakan warna sekunder.

 

📌 MATERI: Warna Sekunder

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda di lingkungan sekitar

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah. 🌈

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah. 

  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna di sekitar kita serta mengenal warna sekunder.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. 

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 



1. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan jumlah yang seimbang.

2. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

3. Macam-Macam Warna Sekunder

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
🔴 Merah + 🟡 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟡 Kuning + 🔵 Biru🟢 Hijau
🔴 Merah + 🔵 Biru🟣 Ungu

4. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🟠 Jingga dapat kita lihat pada warna jeruk dan wortel.
🟢 Hijau dapat kita lihat pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat kita lihat pada bunga tertentu, seperti bunga violet.


Warna sekunder terdiri dari jingga, hijau, dan ungu. Warna sekunder diperoleh dengan mencampurkan dua warna primer.

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Ø Eksperimen/Demontrasi

🖌️ Kegiatan Hari Ini

Ananda akan mencoba mencampurkan warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.

Contohnya:

  1. Campurkan warna merah dan kuning → menghasilkan jingga. 🟠
  2. Campurkan warna kuning dan biru → menghasilkan hijau. 🟢
  3. Campurkan warna merah dan biru → menghasilkan ungu. 🟣

Lakukan dengan hati-hati dan gunakan warna secukupnya. Jangan takut untuk mencoba dan berkreasi!

Ø Kunci Jawaban/uraian:

 

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

 


Jumat, 28 Agustus 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 28 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Menghormati orang tua di rumah. 

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
enghormati orang tua di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak cerita atau percakapan tentang sikap kepada orang tua dengan saksama serta menyadari pentingnya bersikap sopan dan menghormati orang tua.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi menghormati orang tua dengan pengalaman dan kegiatan sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, gambar, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kegiatan memilih sikap yang baik kepada orang tua.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita atau percakapan tentang menghormati orang tua.
  2. Mengenal pentingnya menghormati orang tua.
  3. Menyebutkan contoh adab kepada orang tua di rumah.
  4. Membedakan sikap yang baik dan tidak baik kepada orang tua.
  5. Mempraktikkan cara berbicara dan bersikap sopan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu, menaati, dan menyayangi orang tua.

 

📌 MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba ingat kembali. Siapa yang selalu merawat dan menyayangi kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, kita harus menyayangi dan menghormati mereka. Hari ini kita akan belajar tentang “Menghormati Orang Tua di Rumah.”

Coba pikirkan:

⭐ Apakah kamu selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu?

⭐ Apakah kamu membantu Ayah dan Ibu di rumah?

⭐ Apakah kamu mendengarkan nasihat orang tua?

⭐ Apakah kamu mengucapkan terima kasih setelah dibantu?

Mari kita belajar menjadi anak yang sopan, penyayang, suka membantu, dan menghormati orang tua. ❤️

 

Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi orang tua. Menghormati orang tua merupakan salah satu akhlak yang baik.

A. Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua?

Kita harus menghormati orang tua karena:

  • Orang tua merawat dan menyayangi kita.
  • Orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Orang tua mendidik dan membimbing kita.
  • Orang tua selalu mendoakan kebaikan untuk kita.
  • Menghormati orang tua merupakan perbuatan yang baik dan disukai Allah Swt.

B. Contoh Adab Menghormati Orang Tua di Rumah

Beberapa contoh sikap menghormati orang tua adalah:

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu orang tua.
  2. Berbicara dengan bahasa yang sopan dan lembut.
  3. Mendengarkan ketika orang tua berbicara.
  4. Menaati nasihat dan perintah orang tua yang baik.
  5. Membantu pekerjaan orang tua.
  6. Meminta izin ketika hendak melakukan sesuatu.
  7. Tidak membentak atau berkata kasar kepada orang tua.
  8. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu orang tua.
  9. Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
  10. Mendoakan orang tua.

C. Contoh Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1: Membantu Ibu

Ibu sedang membersihkan rumah.

Sikap yang baik: “Ibu, aku boleh membantu?”

Anak membantu ibu merapikan rumah.

Contoh 2: Menaati Ayah

Ayah berkata: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Sikap yang baik: “Baik, Ayah.”

Kemudian anak segera merapikan mainannya.

Contoh 3: Berbicara dengan Sopan

Ketika meminta sesuatu kepada orang tua, kita menggunakan kata:

  • Tolong.
  • Terima kasih.
  • Maaf.
  • Permisi.

Contoh: “Ibu, tolong ambilkan buku saya. Terima kasih, Ibu.”

D. Sikap yang Tidak Baik kepada Orang Tua

Kita harus menghindari sikap seperti:

  • Membentak orang tua.
  • Berkata kasar.
  • Tidak mau mendengarkan nasihat.
  • Melawan ketika diberi nasihat yang baik.
  • Berbohong kepada orang tua.
  • Membuat orang tua sedih.
  • Tidak mau membantu orang tua.

E. Adab Berbicara kepada Orang Tua

Ketika berbicara kepada orang tua, kita harus:

  1. Menggunakan suara yang lembut.
  2. Menggunakan kata-kata yang sopan.
  3. Mendengarkan dengan baik.
  4. Tidak memotong pembicaraan.
  5. Tidak membentak.
  6. Menatap dengan sikap hormat.
  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

F. Percakapan Sederhana

Ibu: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Alya: “Baik, Ibu. Aku akan merapikannya.”

Ibu: “Terima kasih, Alya.”

Alya: “Sama-sama, Ibu.”

Dari percakapan tersebut, Alya menunjukkan sikap menghormati orang tua dengan berbicara sopan dan menaati permintaan ibu.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Siapakah orang yang harus kita hormati di rumah?
  2. Mengapa kita harus menghormati orang tua?
  3. Sebutkan dua contoh sikap menghormati orang tua!
  4. Bagaimana cara berbicara kepada orang tua?
  5. Apa yang harus kita ucapkan ketika meminta bantuan kepada orang tua?
  6. Apa yang harus kita lakukan ketika orang tua memberikan nasihat yang baik?
  7. Apakah membentak orang tua merupakan sikap yang baik?
  8. Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika ibu sedang membersihkan rumah?
  9. Apa yang kita ucapkan setelah mendapatkan bantuan dari orang tua?
  10. Sebutkan satu contoh kegiatan membantu orang tua di rumah!

Ø Kunci Jawaban/uraian:

 

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

 


Kamis, 27 Agustus 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 26 Agustus 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu 
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: 
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

 

Ø Soal Asesmen / Post Test

   


Ø Kunci Jawaban/uraian:

 A. Komposisi Bilangan

  1. 49
  2. 58
  3. 67
  4. 72
  5. 83
  6. 95
  7. 36
  8. 24
  9. 100

B. Dekomposisi Bilangan

  1. 58 = 50 + 8
  2. 41 = 40 + 1
  3. 84 = 80 + 4
  4. 92 = 90 + 2
  5. 64 = 60 + 4
  6. 73 = 70 + 3
  7. 67 = 60 + 7
  8. 36 = 30 + 6
  9. 25 = 20 + 5
  10. 39 = 30 + 9

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 Ø Kesimpulan:

Pembelajaran Matematika tentang komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100 berjalan dengan baik dan menyenangkan. Murid belajar memahami bahwa komposisi adalah kegiatan menyusun bilangan dari puluhan dan satuan, sedangkan dekomposisi adalah kegiatan menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan. Melalui penggunaan benda konkret, kartu angka, papan nilai tempat, dan LKPD, murid lebih mudah memahami hubungan antara puluhan, satuan, dan bilangan. Sebagian besar murid sudah mampu menyusun dan mengurai bilangan dengan tepat, meskipun beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam menentukan nilai tempat dan menuliskan bentuk komposisi maupun dekomposisi.

Ø Refleksi:

Setelah belajar hari ini, mari kita tanyakan kepada diri sendiri:

⭐ Apakah aku sudah memahami arti komposisi bilangan?

⭐ Apakah aku sudah memahami arti dekomposisi bilangan?

⭐ Apakah aku dapat menentukan puluhan dan satuan suatu bilangan?

⭐ Apakah aku dapat menyusun bilangan dari puluhan dan satuan?

⭐ Apakah aku dapat menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan?

⭐ Apakah aku sudah mengerjakan latihan dengan teliti?

🌟 Aku hebat! Aku dapat menyusun dan mengurai bilangan sampai 100.

💖 Aku akan terus berlatih agar semakin pintar dan teliti dalam belajar Matematika.