Rabu, 02 September 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

Selasa, 01 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi:

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan memperhatikan simbol-simbol Pancasila pada lambang Garuda Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan simbol dan bunyi setiap sila Pancasila dengan perilaku yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di sekolah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal Pancasila melalui permainan memasangkan kartu simbol, bunyi sila, makna, dan contoh perilaku secara aktif dan menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan Simbol-simbol pada sila-sila Pancasila.
  2. Memasangkan Simbol dengan sila Pancasila yang sesuai.
  3. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  4. Menjelaskan makna sederhana dari Simbol setiap sila Pancasila.
  5. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Menghubungkan Simbol, Bunyi Sila, dan Makna Pancasila

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu pasangan, pengamatan gambar, penugasan, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Kartu simbo Pancasila, Kartu bunyi sila Pancasila, Kartu contoh perilaku Pancasila, LKPD, Video pembelajaran tentang Pancasila.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan agar kita saling mengenal dan menghargai. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Walaupun kita berbeda, kita harus tetap saling menghormati, menyayangi, bekerja sama, dan hidup rukun. Sikap-sikap tersebut juga merupakan nilai yang terdapat dalam Pancasila.

Nah, coba siapa yang tahu lambang negara Indonesia?

Ya, benar! Garuda Pancasila. Pada perisai Garuda terdapat lima simbol yang memiliki bunyi dan makna masing-masing.

Hari ini kita akan belajar mengenal simbol, bunyi sila, makna, serta contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 Mari belajar dengan semangat untuk menjadi anak yang beriman, berakhlak mulia, dan bangga menjadi anak Indonesia!

 




A. Apa Itu Pancasila?

Pancasila adalah dasar negara Indonesia.

Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku.

Lima sila Pancasila terdapat pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila.

Setiap sila memiliki:

  • Simbol
  • Bunyi sila
  • Makna
  • Contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

 

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

1. Sila Pertama

⭐ Simbol: Bintang

Bunyi sila:

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna sederhana:

Kita percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati teman yang berbeda agama.

Contoh perilaku:

  • Berdoa sebelum belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Menghormati teman yang sedang beribadah.
  • Tidak mengganggu teman yang berbeda agama.

2. Sila Kedua

⛓️ Simbol: Rantai

Bunyi sila:

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna sederhana:

Kita harus saling menyayangi, menghormati, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Contoh perilaku:

  • Menolong teman yang kesulitan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menyayangi sesama.

3. Sila Ketiga

🌳 Simbol: Pohon Beringin

Bunyi sila:

Persatuan Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus hidup rukun dan menjaga persatuan walaupun memiliki perbedaan.

Contoh perilaku:

  • Bermain bersama teman.
  • Tidak memilih-milih teman.
  • Bekerja sama saat piket.
  • Menjaga kerukunan di kelas.

4. Sila Keempat

🐂 Simbol: Kepala Banteng

Bunyi sila:

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna sederhana:

Kita dapat menyelesaikan masalah bersama-sama melalui musyawarah.

Contoh perilaku:

  • Berdiskusi saat menentukan ketua kelompok.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menghargai hasil musyawarah.

5. Sila Kelima

🌾 Simbol: Padi dan Kapas

Bunyi sila:

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus bersikap adil dan menghargai hak orang lain.

Contoh perilaku:

  • Berbagi dengan teman.
  • Tidak berebut.
  • Membagi tugas secara adil.
  • Menghormati hak teman.

D. Menghubungkan Sila dengan Perilaku Sehari-hari

Anak-anak, Pancasila tidak hanya dihafalkan. Nilai-nilai Pancasila harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

Berdoa sebelum belajar
➡️ Sesuai dengan sila ke-1.

⛓️ Menolong teman yang jatuh
➡️ Sesuai dengan sila ke-2.

🌳 Bekerja sama membersihkan kelas
➡️ Sesuai dengan sila ke-3.

🐂 Berdiskusi menentukan tugas kelompok
➡️ Sesuai dengan sila ke-4.

🌾 Berbagi makanan dengan teman
➡️ Sesuai dengan sila ke-5.


🌟 Ingat!

Pancasila terdiri dari lima sila.

Bintang → Ketuhanan Yang Maha Esa

⛓️ Rantai → Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

🌳 Pohon Beringin → Persatuan Indonesia

🐂 Kepala Banteng → Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

🌾 Padi dan Kapas → Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

🇮🇩 Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test

1. Sebutkan lima simbol Pancasila!

2. Apa bunyi sila ketiga Pancasila?

3. Mengapa kita harus hidup rukun dengan teman?

4. Sebutkan dua contoh perilaku yang sesuai dengan sila kedua Pancasila!

5. Bagaimana sikapmu ketika teman sedang menyampaikan pendapat saat musyawarah?



Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. Lima simbol Pancasila: Bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas.
  2. Bunyi sila ketiga: Persatuan Indonesia.
  3. Mengapa kita harus hidup rukun dengan teman? Agar tercipta suasana yang damai, saling menyayangi, dan menjaga persatuan.
  4. Dua contoh perilaku sesuai sila kedua: Menolong teman yang kesulitan dan tidak mengejek teman.
  5. Sikap ketika teman menyampaikan pendapat saat musyawarah: Mendengarkan dengan baik, tidak memotong pembicaraan, dan menghargai pendapat teman.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang simbol, bunyi sila, makna, dan penerapan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan mengamati gambar Garuda Pancasila, memasangkan kartu simbol dengan bunyi sila, berdiskusi, serta menghubungkan setiap sila dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Murid memahami bahwa:

  • ⭐ Bintang merupakan simbol sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan dan menghormati orang lain.
  • ⛓️ Rantai merupakan simbol sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang mengajarkan kita untuk saling menyayangi, menolong, dan menghormati.
  • 🌳 Pohon beringin merupakan simbol sila ketiga, Persatuan Indonesia, yang mengajarkan kita untuk hidup rukun dan menjaga persatuan.
  • 🐂 Kepala banteng merupakan simbol sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yang mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan menghargai pendapat.
  • 🌾 Padi dan kapas merupakan simbol sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang mengajarkan kita untuk bersikap adil, berbagi, dan menghargai hak orang lain.

Murid juga berlatih menghubungkan nilai Pancasila dengan perilaku sehari-hari, seperti berdoa sebelum belajar, menolong teman, bekerja sama, mendengarkan pendapat saat musyawarah, dan berbagi dengan adil.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menyebutkan simbol dan bunyi sila Pancasila, menjelaskan makna sederhana setiap simbol, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Murid juga belajar untuk bersikap saling menghormati, peduli, rukun, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan. 🇮🇩✨

Refleksi Pembelajaran

Kendala:
Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam mengingat hubungan antara simbol, bunyi sila, dan makna Pancasila. Beberapa murid juga masih membutuhkan pendampingan dalam menentukan sila yang sesuai dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada sila keempat dan kelima.

Tindak Lanjut:
Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui kartu simbol Pancasila, kartu bunyi sila, gambar contoh perilaku, permainan memasangkan kartu, serta latihan mengelompokkan perilaku sesuai sila Pancasila. Guru juga akan memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan murid agar mereka lebih mudah memahami dan menerapkan nilai Pancasila.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar murid sudah mampu menyebutkan simbol dan bunyi sila Pancasila, memasangkan simbol dengan sila yang tepat, serta menghubungkan nilai Pancasila dengan perilaku sehari-hari. Murid juga mampu memberikan contoh sederhana penerapan nilai Pancasila di rumah dan di sekolah. Beberapa murid masih membutuhkan pendampingan dalam mengingat bunyi sila dan menentukan sila yang sesuai dengan contoh perilaku.

Jumlah murid hadir: 18 murid
Jumlah murid tidak hadir: 4 murid (
Sakit: 3, Izin: 1)

Jumlah murid yang paham: 15 murid
Jumlah murid yang belum paham: 3 murid

Rabu, 02 September 2026 - 2.C - PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Sikap Disiplin

Pertemuan ke: 4

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan serta menggunakan waktu dengan baik.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, belajar sesuai jadwal, merapikan barang, dan menaati aturan.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin melalui gambar, permainan, tanya jawab, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah.
  3. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, video pembelajaran, dan papan tulis.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menyukai anak yang tertib dan bertanggung jawab. Salah satu cara menjadi anak yang baik adalah dengan membiasakan diri disiplin.

Coba perhatikan kegiatan kalian setiap hari. Apakah kalian bangun tepat waktu? Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu? Apakah kalian merapikan mainan setelah bermain?

Nah, hari ini kita akan kembali belajar tentang sikap disiplin dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 

 


A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tidak suka melanggar aturan.

Contoh:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Mengerjakan tugas tepat waktu.
  • Mengikuti aturan sekolah.
  • Merapikan barang setelah digunakan.

B. Sikap Disiplin di Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  6. Membuang sampah pada tempatnya.
  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.
  8. Mematuhi aturan sekolah.

C. Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah:

  1. Bangun tidur tepat waktu.
  2. Merapikan tempat tidur.
  3. Makan sesuai waktu.
  4. Belajar sesuai jadwal.
  5. Merapikan mainan setelah bermain.
  6. Membantu orang tua.
  7. Tidur tepat waktu.

D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

Kita harus disiplin karena disiplin dapat:

🌱 Membuat hidup lebih tertib.
🌱 Melatih kita menjadi bertanggung jawab.
🌱 Membantu menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Membuat kita dipercaya oleh orang lain.
🌱 Membiasakan kita melakukan kebaikan.

Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, kita harus berusaha menjadi anak yang disiplin karena Allah Swt. menyukai kebaikan dan ketertiban.

E. Contoh Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

Perilaku DisiplinPerilaku Tidak Disiplin
Datang tepat waktuDatang terlambat
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda tugas
Merapikan mainanMembiarkan mainan berserakan
Menaati aturanMelanggar aturan
Membuang sampah pada tempatnyaMembuang sampah sembarangan
Mendengarkan guruBermain saat guru menjelaskan

🌟 Ingat!

Disiplin = menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

Ø Soal Asesmen / Post Test

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap __________.
  2. Kita harus datang ke sekolah tepat __________.
  3. Setelah bermain, kita harus __________ mainan.
  4. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap __________.
  5. Salah satu contoh disiplin di sekolah adalah __________.
  6. Salah satu contoh disiplin di rumah adalah __________.
  7. Jika guru sedang menjelaskan, sebaiknya kita __________.
  8. Membuang sampah sebaiknya di __________.
  9. Mengapa kita harus datang ke sekolah tepat waktu?
  10. Sebutkan dua contoh sikap disiplin yang dapat kamu lakukan setiap hari?


Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. Disiplin
  2. Waktu
  3. Merapikan
  4. Disiplin
  5. Datang ke sekolah tepat waktu / mengerjakan tugas tepat waktu
  6. Merapikan tempat tidur / belajar sesuai jadwal
  7. Mendengarkan guru dengan baik
  8. Tempat sampah
  9. Agar tidak terlambat, pembelajaran dapat diikuti dengan baik, dan melatih sikap disiplin.
  10. Contoh jawaban: datang tepat waktu, mengerjakan tugas tepat waktu, merapikan barang, menaati aturan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, diskusi, permainan, serta latihan membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin di rumah maupun di sekolah.

Murid memahami bahwa:

  • Disiplin adalah sikap menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.
  • 🏫 Sikap disiplin dapat diterapkan di sekolah, seperti datang tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, mendengarkan guru, dan mengerjakan tugas tepat waktu.
  • 🏠 Sikap disiplin juga dapat diterapkan di rumah, seperti bangun tepat waktu, merapikan tempat tidur, belajar sesuai jadwal, dan merapikan mainan setelah digunakan.

Contoh:

Perilaku Disiplin:
Datang ke sekolah tepat waktu → menunjukkan sikap menaati waktu dan aturan.

Perilaku Tidak Disiplin:
Datang terlambat ke sekolah → menunjukkan sikap tidak menaati aturan dan waktu.

Murid juga belajar bahwa sikap disiplin memiliki banyak manfaat, seperti membuat kehidupan lebih tertib, melatih tanggung jawab, membantu menggunakan waktu dengan baik, serta membiasakan diri menaati aturan.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menjelaskan arti disiplin, mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah dan sekolah, membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin, serta membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Murid juga belajar untuk menjadi pribadi yang tertib, bertanggung jawab, dan konsisten dalam melaksanakan kewajibannya

Refleksi Pembelajaran

Kendala:
Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin, terutama ketika diberikan contoh situasi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa murid juga masih perlu diingatkan untuk memahami bahwa sikap disiplin tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus diterapkan secara konsisten di rumah.

Tindak Lanjut:
Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui gambar situasi, kartu perilaku, permainan memilih perilaku disiplin dan tidak disiplin, diskusi sederhana, serta pembiasaan menerapkan sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari. Guru juga akan memberikan contoh konkret yang dekat dengan kehidupan murid agar mereka lebih mudah memahami dan menerapkannya secara mandiri.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar murid sudah mampu menjelaskan pengertian disiplin, menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah dan sekolah, serta membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin. Murid juga mulai memahami manfaat menaati aturan dan pentingnya menggunakan waktu dengan baik. Beberapa murid masih membutuhkan pendampingan dalam mengidentifikasi sikap disiplin pada situasi tertentu dan menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Jumlah murid hadir: 18 murid
Jumlah murid tidak hadir: 4 murid (3 sakit dan 1 izin)

Selasa, 01 September 2026 - 2.C - Matematika

Minggu, 30 Agustus 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test


1. 40 + 6 = _____
2. 70 + 8 = _____
3. 50 + 3 = ______
4. 90 + 9 = ______
5. Bilangan 64 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
6. Bilangan 37 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
7. Bilangan yang terdiri dari 8 puluhan dan 5 satuan adalah ______.
8. Bilangan yang terdiri dari 2 puluhan dan 9 satuan adalah ______.
9. 76 = ______ + ______
10. 48 = ______ + ______

Soal Cerita

1. Siti memiliki 4 kantong berisi puluhan dan 3 buah kelereng satuan. Jika setiap kantong puluhan bernilai 10, bilangan yang terbentuk adalah ______.

2. Di kelas terdapat 65 buku. Bilangan 65 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.

3. Ayah membeli 7 ikat pensil. Setiap ikat berisi 10 pensil dan ada tambahan 4 pensil. Jumlah pensil seluruhnya adalah ______.

4. Bilangan 82 dapat diuraikan menjadi ______ + ______.

5. Rani memiliki angka yang terdiri dari 9 puluhan dan 6 satuan. Bilangan Rani adalah ______.



Ø Kunci Jawaban/uraian:

1. 46

2. 78

3. 53

4. 99

5. 6 puluhan dan 4 satuan

6. 3 puluhan dan 7 satuan

7. 85

8. 29

9. 70 + 6

10. 40 + 8

Soal Cerita

1. 43

2. 6 puluhan dan 5 satuan

3. 74

4. 80 + 2

5. 96

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100 melalui kegiatan mengamati nilai tempat, menggunakan benda konkret, bermain kartu angka, serta menyusun dan menguraikan bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.

Murid memahami bahwa:

  • 🔢 Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun puluhan dan satuan menjadi sebuah bilangan.
  • 🔍 Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi puluhan dan satuan.

Contoh:

Komposisi:
30 + 5 → 35

Artinya, 3 puluhan dan 5 satuan disusun menjadi bilangan 35.

Dekomposisi:
35 → 30 + 5

Artinya, bilangan 35 diuraikan menjadi 3 puluhan dan 5 satuan.

Murid juga berlatih menentukan nilai tempat pada berbagai bilangan, seperti 64 = 60 + 4, 76 = 70 + 6, dan 96 = 90 + 6. Melalui penggunaan benda konkret dan kartu angka, murid dapat melihat bahwa puluhan berada di depan dan satuan berada di belakang pada bilangan dua angka.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan, menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan, menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan, serta menerapkan konsep komposisi dan dekomposisi dalam situasi sederhana di kehidupan sehari-hari. Murid juga belajar untuk bersikap teliti, percaya diri, dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan permasalahan matematika. 🔢✨

Refleksi Pembelajaran

Kendala:
Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan nilai tempat puluhan dan satuan, terutama ketika menentukan bentuk dekomposisi suatu bilangan. Beberapa murid juga masih membutuhkan pendampingan dalam menghubungkan jumlah puluhan dan satuan dengan bilangan yang terbentuk, khususnya pada bilangan yang mendekati 100.

Tindak Lanjut:
Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui benda konkret, kartu angka, papan nilai tempat, gambar kelompok puluhan dan satuan, permainan menyusun bilangan, serta latihan komposisi dan dekomposisi secara bertahap. Guru juga akan menggunakan bilangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar murid lebih mudah memahami konsep dan menggunakannya secara mandiri.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar murid sudah mampu menentukan puluhan dan satuan suatu bilangan, menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat, serta menguraikan bilangan menjadi bentuk puluhan dan satuan dengan tepat. Murid juga mampu menyelesaikan latihan sederhana mengenai komposisi dan dekomposisi bilangan serta menghubungkannya dengan situasi sehari-hari. Beberapa murid masih membutuhkan pendampingan dalam menentukan nilai tempat dan menuliskan bentuk dekomposisi bilangan secara mandiri.

Jumlah murid yang paham: 19 murid
Jumlah murid yang belum paham: 3 murid