Kamis, 01 Oktober 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 30 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 01 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Sumatif Harian 2

Pertemuan ke: 

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 100 serta melakukan operasi penjumlahan bilangan sampai 100 dengan menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan serta benda konkret secara tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan serta menghitung penjumlahan dengan teliti.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan komposisi, dekomposisi, dan penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah mainan, buah, buku, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan menyusun dan mengurai bilangan, menggunakan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal bilangan cacah sampai 100.
  2. Mengenal nilai tempat puluhan dan satuan.
  3. Melakukan komposisi bilangan dengan menyusun puluhan dan satuan.
  4. Melakukan dekomposisi bilangan dengan mengurai puluhan dan satuan.
  5. Menyatakan bilangan dalam bentuk puluhan dan satuan.
  6. Menyusun bilangan dari bentuk puluhan dan satuan.
  7. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  8. Melakukan penjumlahan menggunakan benda konkret.
  9. Melakukan operasi penjumlahan bilangan sampai 100.
  10. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
latihan dan penugasan


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan segala sesuatu dengan teratur. Kita juga perlu belajar menghitung dengan teliti dan teratur.

Coba perhatikan bilangan 47. Bilangan 47 terdiri dari 4 puluhan dan 7 satuan. Bilangan tersebut juga dapat diuraikan menjadi 40 + 7.

Jika kita memiliki 23 pensil dan mendapatkan 15 pensil lagi, berapa jumlah pensil kita sekarang?

Nah, hari ini kita akan mengingat kembali komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 100 serta operasi penjumlahan. Kita akan belajar dengan teliti, semangat, dan menyenangkan. 🌟



A. Komposisi Bilangan

Komposisi bilangan adalah menyusun bilangan dari beberapa bagian menjadi satu bilangan utuh.

Contoh:

34

Terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Jadi:

30 + 4 = 34

Contoh lainnya:

56 = 50 + 6

72 = 70 + 2

85 = 80 + 5


B. Dekomposisi Bilangan

Dekomposisi bilangan adalah menguraikan suatu bilangan menjadi bagian-bagian berdasarkan nilai tempatnya.

Contoh:

48

Dapat diuraikan menjadi:

40 + 8

Artinya:

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 8

Contoh lainnya:

63 = 60 + 3

79 = 70 + 9

92 = 90 + 2

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun

Dekomposisi = menguraikan


C. Komposisi dengan Puluhan dan Satuan

Perhatikan contoh berikut.

20 + 5 = 25

Artinya:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5
  • Jadi, 25.

Contoh:

40 + 7 = 47

60 + 3 = 63

80 + 9 = 89


D. Dekomposisi dengan Puluhan dan Satuan

Perhatikan bilangan 75.

Bilangan 75 terdiri dari:

7 puluhan + 5 satuan

Jadi:

75 = 70 + 5

Contoh:

36 = 30 + 6

54 = 50 + 4

81 = 80 + 1


E. Mengenal Penjumlahan

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah +.

Contoh:

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

Jadi:

3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

5 + 4 = 9

Artinya, 5 benda digabungkan dengan 4 benda menjadi 9 benda.


F. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Contoh:

23 + 14 = ...

Bilangan 23:

  • 2 puluhan = 20
  • 3 satuan = 3

Bilangan 14:

  • 1 puluhan = 10
  • 4 satuan = 4

Jumlahkan puluhan:

20 + 10 = 30

Jumlahkan satuan:

3 + 4 = 7

Jadi:

23 + 14 = 37


G. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  34
+ 25
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9.
  2. Jumlahkan puluhan: 3 + 2 = 5.
  3. Jadi, 34 + 25 = 59.

Contoh dengan menyimpan

  28
+ 17
----
  45

Langkah:

  1. 8 + 7 = 15.
  2. Tulis 5 satuan dan simpan 1 puluhan.
  3. 2 + 1 + 1 = 4 puluhan.
  4. Jadi, 28 + 17 = 45.

H. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan dapat digunakan dalam berbagai kegiatan sehari-hari.

Contoh 1

Dina memiliki 24 pensil. Ibu memberikan 15 pensil lagi.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

24 + 15 = 39

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 39 pensil.

Contoh 2

Di rak terdapat 32 buku. Kemudian guru menambahkan 26 buku.

Berapa jumlah buku sekarang?

32 + 26 = 58

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 58 buku.


🌟 INGAT!

⭐ Komposisi = menyusun bilangan

⭐ Dekomposisi = menguraikan bilangan

⭐ Puluhan = kelompok 10

⭐ Satuan = satu benda

⭐ Penjumlahan = menggabungkan jumlah

⭐ Saat menghitung, perhatikan puluhan dan satuan dengan teliti.

Ø Soal Asesmen / Post Test:





Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Pada pembelajaran hari ini, peserta didik melaksanakan Sumatif Harian 2 dengan materi komposisi dan dekomposisi bilangan serta operasi penjumlahan bilangan sampai 100.

Peserta didik telah mengukur pemahaman dalam:

  • Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan.

  • Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.

  • Menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan.

  • Melakukan operasi penjumlahan bilangan sampai 100.

  • Menyelesaikan permasalahan penjumlahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan sumatif, peserta didik dapat menunjukkan kemampuan berhitung dan memahami hubungan antara puluhan, satuan, komposisi, dekomposisi, dan penjumlahan.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir dan mengikuti Sumatif Harian 2, sedangkan 2 peserta didik tidak masuk karena sakit.

Hasil Pembelajaran:
Dari 20 peserta didik yang mengikuti sumatif, sebanyak 20 peserta didik telah mencapai ketuntasan, sedangkan 2 peserta didik memerlukan remedial untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi.

Kendala:
Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, terutama dalam memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan serta melakukan penjumlahan dengan teliti.

Tindak Lanjut:
Guru memberikan pembelajaran remedial kepada 2 peserta didik melalui latihan bertahap menggunakan soal sederhana, benda konkret, dan pengelompokan puluhan serta satuan. Guru juga memberikan pendampingan khusus agar peserta didik lebih teliti dalam melakukan penjumlahan.

Dua peserta didik yang tidak masuk karena sakit akan diberikan kesempatan untuk mengikuti Sumatif Harian 2 setelah kembali ke sekolah agar dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 20 peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dan mampu mengerjakan soal terkait komposisi, dekomposisi, serta penjumlahan bilangan sampai 100. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan remedial, sedangkan 2 peserta didik belum mengikuti asesmen karena sakit.

Kamis, 01 Oktober 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Kamis, 01 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Kata kerja akrif dan kata kerja pasif

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca kalimat dengan teliti dan memperhatikan kata kerja yang menunjukkan siapa yang melakukan atau dikenai suatu kegiatan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kata kerja aktif dan pasif melalui kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, bermain tebak kata kerja, tanya jawab, mengubah kalimat, diskusi, dan latihan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
  2. Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
  3. Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
  4. Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
  5. Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
  6. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
  7. Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
  8. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.


📌 MATERI: kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari kata, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata, video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari. Misalnya, Ibu memasak, Ayah mencuci mobil, atau Kakak membaca buku.

Menurut kalian, apa yang dilakukan Ibu, Ayah, dan Kakak?

Benar, mereka melakukan suatu kegiatan. Kata yang menunjukkan kegiatan disebut kata kerja.

Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan dan menggunakan anggota tubuh dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita untuk melakukan kebaikan. ✨

Hari ini kita akan belajar kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kita akan belajar membedakan kalimat yang menunjukkan seseorang melakukan kegiatan dan kalimat yang menunjukkan seseorang atau sesuatu dikenai kegiatan. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. 🌷




A. Mengenal Kata Kerja

Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • menyapu
  • mencuci
  • memasak
  • bermain
  • menggambar
  • membawa
  • membuka
  • menutup

Contoh dalam kalimat:

  • Siti membaca buku.
  • Ibu memasak nasi.
  • Budi menulis surat.
  • Ayah mencuci mobil.

Kata membaca, memasak, menulis, dan mencuci merupakan kata kerja karena menunjukkan kegiatan.


B. Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek melakukan suatu kegiatan atau tindakan.

Biasanya kata kerja aktif menggunakan awalan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.

Contoh:

  1. Rani membaca buku.
  2. Ibu memasak nasi.
  3. Ayah mencuci mobil.
  4. Budi menulis surat.
  5. Siti menyapu lantai.

Pada kalimat:

Rani membaca buku.

  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.
  • membaca = kata kerja aktif.
  • buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.

C. Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dikenai atau menerima suatu tindakan.

Kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.

Contoh:

  1. Buku dibaca oleh Rani.
  2. Nasi dimasak oleh Ibu.
  3. Mobil dicuci oleh Ayah.
  4. Surat ditulis oleh Budi.
  5. Lantai disapu oleh Siti.

Pada kalimat:

Buku dibaca oleh Rani.

  • Buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
  • dibaca = kata kerja pasif.
  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.











Cara mudah mengingat:

🟢 Aktif = melakukan
🔵 Pasif = dikenai kegiatan















F. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Contoh 1

Aktif: Ibu memasak nasi.
⬇️
Pasif: Nasi dimasak oleh Ibu.

Contoh 2

Aktif: Ayah mencuci mobil.
⬇️
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.

Contoh 3

Aktif: Siti membaca buku.
⬇️
Pasif: Buku dibaca oleh Siti.

Contoh 4

Aktif: Budi menulis surat.
⬇️
Pasif: Surat ditulis oleh Budi.


G. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif.

Contoh 1

Pasif: Bola ditendang oleh Raka.
⬇️
Aktif: Raka menendang bola.

Contoh 2

Pasif: Buku dibaca oleh Siti.
⬇️
Aktif: Siti membaca buku.

Contoh 3

Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.
⬇️
Aktif: Ayah mencuci mobil.


H. Kosakata Baru

Kata kerja: kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.

Aktif: melakukan suatu kegiatan.

Pasif: dikenai atau menerima suatu kegiatan.

Pelaku: orang yang melakukan suatu kegiatan.

Tindakan: kegiatan yang dilakukan.

Awalan: bagian yang ditambahkan pada awal kata, seperti me- dan di-.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

A. Berilah tanda A untuk kata kerja aktif dan P untuk kata kerja pasif!

  1. Ibu memasak nasi. (___)
  2. Buku dibaca oleh Rina. (___)
  3. Ayah mencuci mobil. (___)
  4. Lantai disapu oleh Siti. (___)
  5. Budi menulis surat. (___)

B. Lingkarilah kata kerja pada kalimat berikut!

  1. Kakak membawa tas ke sekolah.
  2. Adik bermain bola di halaman.
  3. Buku itu dibaca oleh Dita.
  4. Ibu membeli buah.
  5. Kue dimakan oleh Andi.

C. Ubahlah kalimat aktif menjadi kalimat pasif!

  1. Ibu memasak nasi.
    Jawab: __________________________
  2. Ayah mencuci mobil.
    Jawab: __________________________
  3. Siti membaca buku.
    Jawab: __________________________

D. Ubahlah kalimat pasif menjadi kalimat aktif!

  1. Bola ditendang oleh Raka.
    Jawab: __________________________
  2. Surat ditulis oleh Budi.
    Jawab: __________________________ 


Ø Jawaban atau uraian:

A. Kata Kerja Aktif dan Pasif

  1. A
  2. P
  3. A
  4. P
  5. A

B. Kata Kerja

  1. membawa
  2. bermain
  3. dibaca
  4. membeli
  5. dimakan

C. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

  1. Nasi dimasak oleh Ibu.
  2. Mobil dicuci oleh Ayah.
  3. Buku dibaca oleh Siti.

D. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

  1. Raka menendang bola.
  2. Budi menulis surat.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

  • Kata kerja adalah kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.
  • Kata kerja aktif menunjukkan bahwa seseorang melakukan suatu kegiatan, contohnya membaca, memasak, mencuci, dan menulis.
  • Kata kerja pasif menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu dikenai suatu tindakan, contohnya dibaca, dimasak, dicuci, dan ditulis.
  • Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif dengan menempatkan objek sebagai bagian yang dikenai tindakan.
  • Kalimat pasif dapat diubah menjadi kalimat aktif dengan menempatkan pelaku sebagai subjek.
  • Melalui kegiatan hari ini, ananda belajar membedakan, mengubah, dan membuat kalimat aktif serta pasif dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Refleksi

Refleksi Guru:
Pembelajaran kata kerja aktif dan pasif berjalan dengan baik. Sebagian besar ananda sudah mampu mengenali kata kerja aktif dan pasif serta membedakan kalimat aktif dan pasif. Beberapa ananda masih memerlukan bimbingan dalam mengubah kalimat aktif menjadi pasif dan sebaliknya, terutama dalam menentukan pelaku dan objek kalimat.

Refleksi Peserta Didik:

  • 😊 Saya sudah dapat membedakan kalimat aktif dan pasif.
  • 😊 Saya dapat menemukan kata kerja dalam kalimat.
  • 😊 Saya dapat mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif.
  • 😊 Saya dapat mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif.
  • 🤔 Saya masih perlu berlatih menyusun kalimat aktif dan pasif dengan tepat.

Tindak Lanjut:
Ananda yang sudah memahami materi diberikan latihan membuat kalimat aktif dan pasif secara mandiri. Ananda yang masih mengalami kesulitan diberikan latihan terbimbing menggunakan kartu kata dan contoh kalimat sederhana agar lebih mudah menentukan pelaku, tindakan, dan objek dalam kalimat.

Rabu , 30 September 2026 - 2.C - PAK

Selasa, 29 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Rabu, 30 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Sumatif Harian 2

Pertemuan ke: -

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di lingkungan sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari pentingnya menaati aturan, menghargai waktu, dan melaksanakan kewajiban dengan tertib sebagai bentuk sikap disiplin.
  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan materi sikap disiplin dengan kebiasaan sehari-hari di sekolah, seperti datang tepat waktu, mendengarkan guru, mengerjakan tugas, melaksanakan piket, dan menaati aturan.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid mengikuti kegiatan sumatif dengan suasana tenang dan menyenangkan melalui soal bergambar atau soal sederhana yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di lingkungan sekolah.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin di sekolah.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
latihan dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam kegiatan kita. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah.

Anak-anak, siapa yang tadi datang ke sekolah tepat waktu? Ketika bel berbunyi, apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus kita lakukan ketika guru sedang menjelaskan?

Nah, datang tepat waktu, menaati aturan, mendengarkan guru, mengerjakan tugas, dan melaksanakan piket merupakan contoh sikap disiplin.

Hari ini kita akan mengerjakan Sumatif Harian 2 tentang sikap disiplin. Bacalah setiap soal dengan teliti, kerjakan dengan jujur, tenang, dan percaya diri. 🌷



A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Di sekolah, sikap disiplin berarti kita mematuhi aturan sekolah dan melaksanakan kewajiban dengan baik.

Anak yang disiplin akan:

  • datang tepat waktu;
  • mengikuti pembelajaran dengan tertib;
  • mendengarkan guru;
  • mengerjakan tugas;
  • menjaga kebersihan;
  • melaksanakan piket;
  • menaati aturan sekolah.

B. Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Berbaris dengan rapi.
  4. Masuk kelas ketika bel berbunyi.
  5. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  6. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  7. Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  8. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  9. Membawa perlengkapan belajar.
  10. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  11. Membuang sampah pada tempatnya.
  12. Merapikan meja dan alat belajar setelah digunakan.
  13. Meminta izin ketika ingin keluar kelas.
  14. Mengikuti kegiatan sekolah dengan tertib.
  15. Menaati peraturan sekolah.

C. Perilaku Tidak Disiplin di Sekolah

Perilaku tidak disiplin adalah perilaku yang tidak menaati aturan atau tidak melaksanakan kewajiban dengan baik.

Contohnya:

  1. Datang terlambat ke sekolah.
  2. Tidak memakai seragam sesuai aturan.
  3. Bermain ketika guru sedang menjelaskan.
  4. Berbicara sendiri saat pembelajaran.
  5. Tidak mengerjakan tugas.
  6. Tidak membawa perlengkapan belajar.
  7. Tidak melaksanakan piket.
  8. Membuang sampah sembarangan.
  9. Keluar kelas tanpa izin.
  10. Mengganggu teman saat belajar.

D. Manfaat Bersikap Disiplin di Sekolah

Kita harus membiasakan sikap disiplin karena dapat:

🌱 membuat kegiatan belajar menjadi tertib;
🌱 membantu kita menggunakan waktu dengan baik;
🌱 membuat kelas menjadi nyaman;
🌱 melatih rasa tanggung jawab;
🌱 membuat kita dipercaya oleh guru dan teman;
🌱 membantu kita menjadi anak yang mandiri.


Ø Soal Sumatif Harian:





Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan Refleksi

Ø Kesimpulan Materi

Pada pembelajaran hari ini, peserta didik melaksanakan Sumatif Harian 2 dengan materi Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah.

Peserta didik telah mengukur pemahaman tentang pengertian disiplin, contoh perilaku disiplin dan tidak disiplin, serta manfaat menerapkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Peserta didik memahami bahwa sikap disiplin dapat dilakukan dengan datang tepat waktu, menaati aturan sekolah, mendengarkan guru, mengerjakan tugas, melaksanakan piket, menjaga kebersihan, dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib. Sikap disiplin perlu dibiasakan agar kegiatan di sekolah berjalan dengan tertib, nyaman, dan menyenangkan.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir dan mengikuti Sumatif Harian 2, sedangkan 2 peserta didik tidak masuk karena sakit.

Hasil Pembelajaran:
Dari 20 peserta didik yang mengikuti sumatif, sebanyak 16 peserta didik telah mencapai ketuntasan, sedangkan 4 peserta didik masih memerlukan remedial.

Kendala:
Sebanyak 4 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta memahami manfaat menerapkan disiplin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Tindak Lanjut:
Guru memberikan pembelajaran remedial kepada 4 peserta didik melalui contoh-contoh konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, gambar perilaku disiplin dan tidak disiplin, serta latihan mengelompokkan perilaku sesuai kategorinya. Guru juga memberikan penguatan dan pembiasaan agar peserta didik mampu menerapkan sikap disiplin dalam kegiatan di sekolah.

Dua peserta didik yang tidak masuk karena sakit akan diberikan kesempatan untuk mengikuti Sumatif Harian 2 setelah kembali ke sekolah.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 16 peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dan mampu memahami serta mengidentifikasi sikap disiplin di lingkungan sekolah. Sebanyak 4 peserta didik masih memerlukan remedial, sedangkan 2 peserta didik belum mengikuti asesmen karena sakit.


Rabu , 30 September 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Rabu, 30 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Sumatif Harian 

Pertemuan ke: -

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi permasalahan sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga.
  2. Menghubungkan permasalahan keluarga dengan nilai-nilai Pancasila.
  3. Menentukan sila Pancasila yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
  4. Menjelaskan sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
  5. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.

 

📌 MATERI: Menganalisis Permasalahan Sederhana di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, demonstrasi, praktik, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, kartu/gambar sila Pancasila, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

ssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan belajar kita hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲✨

Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan bersama keluarga di rumah. Pernahkah kalian membantu Ayah dan Bunda, berdoa bersama, berbagi dengan saudara, atau bekerja sama membersihkan rumah?

Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Hari ini kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Kita akan belajar mengenali perilaku yang sesuai dengan Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari di rumah.

Setelah belajar, ananda akan melakukan satu kegiatan sederhana untuk mempraktikkan nilai Pancasila bersama keluarga. 🌷


Rangkuman materi


A. Apa Itu Pancasila?

Pancasila adalah dasar negara Indonesia.

Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku.

Lima sila Pancasila terdapat pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila.

Setiap sila memiliki:

  • Simbol
  • Bunyi sila
  • Makna
  • Contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

 

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

1. Sila Pertama

⭐ Simbol: Bintang

Bunyi sila:

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna sederhana:

Kita percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati teman yang berbeda agama.

Contoh perilaku:

  • Berdoa sebelum belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Menghormati teman yang sedang beribadah.
  • Tidak mengganggu teman yang berbeda agama.

2. Sila Kedua

⛓️ Simbol: Rantai

Bunyi sila:

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna sederhana:

Kita harus saling menyayangi, menghormati, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Contoh perilaku:

  • Menolong teman yang kesulitan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menyayangi sesama.

3. Sila Ketiga

🌳 Simbol: Pohon Beringin

Bunyi sila:

Persatuan Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus hidup rukun dan menjaga persatuan walaupun memiliki perbedaan.

Contoh perilaku:

  • Bermain bersama teman.
  • Tidak memilih-milih teman.
  • Bekerja sama saat piket.
  • Menjaga kerukunan di kelas.

4. Sila Keempat

🐂 Simbol: Kepala Banteng

Bunyi sila:

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna sederhana:

Kita dapat menyelesaikan masalah bersama-sama melalui musyawarah.

Contoh perilaku:

  • Berdiskusi saat menentukan ketua kelompok.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menghargai hasil musyawarah.

5. Sila Kelima

🌾 Simbol: Padi dan Kapas

Bunyi sila:

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus bersikap adil dan menghargai hak orang lain.

Contoh perilaku:

  • Berbagi dengan teman.
  • Tidak berebut.
  • Membagi tugas secara adil.
  • Menghormati hak teman.

D. Menghubungkan Sila dengan Perilaku Sehari-hari

Anak-anak, Pancasila tidak hanya dihafalkan. Nilai-nilai Pancasila harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

⭐ Berdoa sebelum belajar
➡️ Sesuai dengan sila ke-1.

⛓️ Menolong teman yang jatuh
➡️ Sesuai dengan sila ke-2.

🌳 Bekerja sama membersihkan kelas
➡️ Sesuai dengan sila ke-3.

🐂 Berdiskusi menentukan tugas kelompok
➡️ Sesuai dengan sila ke-4.

🌾 Berbagi makanan dengan teman
➡️ Sesuai dengan sila ke-5.


🌟 Ingat!

Pancasila terdiri dari lima sila.

⭐ Bintang → Ketuhanan Yang Maha Esa

⛓️ Rantai → Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

🌳 Pohon Beringin → Persatuan Indonesia

🐂 Kepala Banteng → Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

🌾 Padi dan Kapas → Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

🇮🇩 Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.




Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga



Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan, tetapi juga diterapkan ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, terkadang terdapat masalah sederhana, seperti berebut mainan, tidak mau membantu orang tua, bertengkar dengan saudara, atau tidak mau mendengarkan pendapat anggota keluarga.

Ketika menghadapi masalah, kita perlu menyelesaikannya dengan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

⭐ 1. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-1

Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh masalah:

  • Adik mengganggu kakak yang sedang salat.
  • Ada anggota keluarga yang tidak mau berdoa sebelum makan.

Sikap yang tepat:

  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
  • Mengingatkan dengan cara yang baik.
  • Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.

⛓️ 2. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-2

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh masalah:

  • Kakak mengejek adiknya.
  • Adik berbicara kasar kepada Bunda.
  • Saudara tidak mau membantu ketika anggota keluarga membutuhkan bantuan.

Sikap yang tepat:

  • Berbicara dengan sopan.
  • Tidak mengejek atau menyakiti saudara.
  • Menyayangi dan membantu anggota keluarga.

🌳 3. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-3

Persatuan Indonesia

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik bertengkar ketika bermain.
  • Anggota keluarga tidak mau bekerja sama membersihkan rumah.

Sikap yang tepat:

  • Hidup rukun dan saling menyayangi.
  • Mau bekerja sama.
  • Menyelesaikan masalah tanpa bertengkar.

🐂 4. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-4

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik berbeda pendapat saat memilih acara televisi.
  • Anggota keluarga ingin menentukan kegiatan yang berbeda.

Sikap yang tepat:

  • Mendengarkan pendapat orang lain.
  • Berdiskusi atau bermusyawarah.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 5. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-5

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh masalah:

  • Kakak dan adik berebut makanan.
  • Tugas membersihkan rumah hanya diberikan kepada satu orang.
  • Saudara tidak mau berbagi.

Sikap yang tepat:

  • Mau berbagi.
  • Membagi tugas dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga.

Ø Contoh Analisis Masalah

Masalah:
Dina dan adiknya berebut mainan. Mereka saling menarik mainan dan mulai bertengkar.

Pertanyaan:

  1. Apa masalah yang terjadi?
  2. Apakah sikap mereka sudah baik?
  3. Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
  4. Apa yang sebaiknya mereka lakukan?

Penyelesaian:
Dina dan adiknya sebaiknya tidak bertengkar dan mau bergantian menggunakan mainan. Mereka dapat menyelesaikan masalah dengan rukun dan adil.

Ø Soal Sumatif Harian:



Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi:

Hari ini peserta didik melaksanakan Sumatif Harian Pendidikan Pancasila dengan materi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Peserta didik memahami bahwa:

  • ⭐ Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman dalam kehidupan.
  • ⭐ Setiap sila memiliki simbol dan nilai yang berbeda.
  • ⭐ Sila pertama mengajarkan kita untuk beriman dan menghormati kegiatan ibadah.
  • ⭐ Sila kedua mengajarkan kita untuk menyayangi, menghormati, dan membantu anggota keluarga.
  • ⭐ Sila ketiga mengajarkan kita untuk hidup rukun dan bekerja sama.
  • ⭐ Sila keempat mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan menghargai pendapat.
  • ⭐ Sila kelima mengajarkan kita untuk bersikap adil dan mau berbagi.
  • 🇮🇩 Nilai-nilai Pancasila perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.

Ø Refleksi Pembelajaran:

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik sebanyak 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir dan mengikuti Sumatif Harian dengan tertib. Sebanyak 2 peserta didik tidak hadir karena sakit.

Hasil Pembelajaran:
Sebanyak 20 peserta didik yang hadir tidak memerlukan remedial dan telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Kendala:
Tidak terdapat peserta didik yang memerlukan remedial. Namun, terdapat 2 peserta didik yang tidak dapat mengikuti Sumatif Harian karena sakit.

Tindak Lanjut:
Guru akan memberikan kesempatan kepada 2 peserta didik yang tidak hadir karena sakit untuk mengikuti asesmen setelah kembali mengikuti pembelajaran, sehingga capaian pembelajaran dapat diketahui secara optimal.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 20 peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran dan mampu mengidentifikasi serta menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga. Tidak terdapat peserta didik yang mengikuti remedial.