Selasa, 01 September 2026 - 2.C - Matematika

Minggu, 30 Agustus 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test


1. 40 + 6 = _____
2. 70 + 8 = _____
3. 50 + 3 = ______
4. 90 + 9 = ______
5. Bilangan 64 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
6. Bilangan 37 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
7. Bilangan yang terdiri dari 8 puluhan dan 5 satuan adalah ______.
8. Bilangan yang terdiri dari 2 puluhan dan 9 satuan adalah ______.
9. 76 = ______ + ______
10. 48 = ______ + ______

Soal Cerita

1. Siti memiliki 4 kantong berisi puluhan dan 3 buah kelereng satuan. Jika setiap kantong puluhan bernilai 10, bilangan yang terbentuk adalah ______.

2. Di kelas terdapat 65 buku. Bilangan 65 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.

3. Ayah membeli 7 ikat pensil. Setiap ikat berisi 10 pensil dan ada tambahan 4 pensil. Jumlah pensil seluruhnya adalah ______.

4. Bilangan 82 dapat diuraikan menjadi ______ + ______.

5. Rani memiliki angka yang terdiri dari 9 puluhan dan 6 satuan. Bilangan Rani adalah ______.



Ø Kunci Jawaban/uraian:

1. 46

2. 78

3. 53

4. 99

5. 6 puluhan dan 4 satuan

6. 3 puluhan dan 7 satuan

7. 85

8. 29

9. 70 + 6

10. 40 + 8

Soal Cerita

1. 43

2. 6 puluhan dan 5 satuan

3. 74

4. 80 + 2

5. 96

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100 melalui kegiatan mengamati nilai tempat, menggunakan benda konkret, bermain kartu angka, serta menyusun dan menguraikan bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.

Murid memahami bahwa:

  • 🔢 Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun puluhan dan satuan menjadi sebuah bilangan.
  • 🔍 Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi puluhan dan satuan.

Contoh:

Komposisi:
30 + 5 → 35

Artinya, 3 puluhan dan 5 satuan disusun menjadi bilangan 35.

Dekomposisi:
35 → 30 + 5

Artinya, bilangan 35 diuraikan menjadi 3 puluhan dan 5 satuan.

Murid juga berlatih menentukan nilai tempat pada berbagai bilangan, seperti 64 = 60 + 4, 76 = 70 + 6, dan 96 = 90 + 6. Melalui penggunaan benda konkret dan kartu angka, murid dapat melihat bahwa puluhan berada di depan dan satuan berada di belakang pada bilangan dua angka.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan, menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan, menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan, serta menerapkan konsep komposisi dan dekomposisi dalam situasi sederhana di kehidupan sehari-hari. Murid juga belajar untuk bersikap teliti, percaya diri, dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan permasalahan matematika. 🔢✨

Refleksi Pembelajaran

Kendala:
Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan nilai tempat puluhan dan satuan, terutama ketika menentukan bentuk dekomposisi suatu bilangan. Beberapa murid juga masih membutuhkan pendampingan dalam menghubungkan jumlah puluhan dan satuan dengan bilangan yang terbentuk, khususnya pada bilangan yang mendekati 100.

Tindak Lanjut:
Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui benda konkret, kartu angka, papan nilai tempat, gambar kelompok puluhan dan satuan, permainan menyusun bilangan, serta latihan komposisi dan dekomposisi secara bertahap. Guru juga akan menggunakan bilangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar murid lebih mudah memahami konsep dan menggunakannya secara mandiri.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar murid sudah mampu menentukan puluhan dan satuan suatu bilangan, menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat, serta menguraikan bilangan menjadi bentuk puluhan dan satuan dengan tepat. Murid juga mampu menyelesaikan latihan sederhana mengenai komposisi dan dekomposisi bilangan serta menghubungkannya dengan situasi sehari-hari. Beberapa murid masih membutuhkan pendampingan dalam menentukan nilai tempat dan menuliskan bentuk dekomposisi bilangan secara mandiri.

Jumlah murid yang paham: 19 murid
Jumlah murid yang belum paham: 3 murid

Selasa, 01 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Kalimat dengan kombinasi S-P-O

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
emahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
  2. Menemukan informasi penting dari percakapan yang didengarkan.
  3. Mengenal pengertian Subjek, Predikat, dan Objek.
  4. Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana.
  5. Menyusun kalimat dengan kombinasi S-P-O dengan tepat.
  6. Membuat kalimat sederhana berdasarkan kegiatan sehari-hari.

 

📌 MATERI: KALIMAT S-P-O

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, permainan kartu kata, membaca percakapan, dan latihan menyusun kalimat.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata S-P-O, gambar kegiatan sehari-hari, teks percakapan, video pembelajaran, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, yaitu Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan berbagai benda di sekitar kita. Semua ciptaan Allah dapat kita gunakan untuk belajar dan melakukan kegiatan sehari-hari. Hari ini kita akan belajar Bahasa Indonesia tentang kombinasi kalimat dengan pola S-P-O.

 

 

 

A. Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

  • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
  • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
  • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

Jadi:

Ibu | memasak | nasi.
  S   |        P         |  O

 

B. Mengenal S-P-O

1. Subjek (S)
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

Contoh:

  • Ayah
  • Ibu
  • Rani
  • Kakak

2. Predikat (P)
Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • membawa
  • membeli
  • mencuci

3. Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

Contoh:

  • buku
  • pensil
  • makanan
  • baju
  • bola

 

C. Contoh Kalimat S-P-O

  1. Rani membaca buku.
    S = Rani
    P = membaca
    O = buku
  2. Ayah mencuci mobil.
    S = Ayah
    P = mencuci
    O = mobil
  3. Ibu membeli sayur.
    S = Ibu
    P = membeli
    O = sayur
  4. Kakak membawa tas.
    S = Kakak
    P = membawa
    O = tas.

 

💬 D. Percakapan Sederhana

Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
Rani: “Aku membaca buku.”
Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
Rani: “Aku membaca buku cerita.”

 

Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

Aku | membaca | buku cerita.
       |                        O

 

 

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Kalimat yang memiliki pola S-P-O adalah ....
    a. Adik tidur.
    b. Ibu memasak nasi.
    c. Bunga itu indah.
  2. Pada kalimat “Rani membaca buku”, yang menjadi Subjek adalah ....
    a. membaca
    b. buku
    c. Rani
  3. Pada kalimat “Ayah mencuci mobil”, yang menjadi Predikat adalah ....
    a. Ayah
    b. mencuci
    c. mobil
  4. Pada kalimat “Kakak membawa tas”, yang menjadi Objek adalah ....
    a. Kakak
    b. membawa
    c. tas
  5. Susunan kalimat S-P-O yang tepat adalah ....
    a. Buku membaca Rani.
    b. Rani buku membaca.
    c. Rani membaca buku.

B. Isian

  1. S dalam pola S-P-O berarti __________.
  2. P dalam pola S-P-O berarti __________.
  3. O dalam pola S-P-O berarti __________.
  4. Tentukan S, P, dan O pada kalimat berikut!

Ibu membeli sayur.

S = __________
P = __________
O = __________

  1. Susunlah kata berikut menjadi kalimat yang benar!

bola – bermain – Beni

Jawab: ______________________________

Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. b. Ibu memasak nasi.
  2. c. Rani
  3. b. mencuci
  4. c. tas
  5. c. Rani membaca buku.
  6. Subjek
  7. Predikat
  8. Objek
  9. S = Ibu, P = membeli, O = sayur
  10. Beni bermain bola.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) melalui kegiatan menyimak percakapan, mengamati contoh kalimat, mengidentifikasi unsur kalimat, serta menyusun kata menjadi kalimat sederhana.

Murid memahami bahwa kalimat dengan pola S-P-O terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  • 👤 S (Subjek) → orang atau benda yang melakukan kegiatan.
  • 🏃 P (Predikat) → kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.
  • 🎯 O (Objek) → sesuatu yang dikenai kegiatan atau tindakan.

Contoh:

Ibu | memasak | nasi.
S | P | O

Murid juga berlatih mengidentifikasi pola S-P-O melalui beberapa contoh kalimat, seperti:

  • Rani membaca buku.
  • Ayah mencuci mobil.
  • Ibu membeli sayur.
  • Kakak membawa tas.

Melalui kegiatan menyusun kartu kata, membaca percakapan, melengkapi kalimat, dan latihan sederhana, murid belajar memahami hubungan antara Subjek, Predikat, dan Objek dalam sebuah kalimat.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menjelaskan pengertian sederhana S-P-O, menentukan Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat, menyusun kata menjadi kalimat dengan pola S-P-O, serta membuat kalimat sederhana berdasarkan kegiatan sehari-hari. Murid juga diajak untuk membiasakan diri menggunakan bahasa yang baik dan santun dalam berkomunikasi dengan orang lain. 📚✨

Refleksi Pembelajaran

Kendala:
Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan Subjek, Predikat, dan Objek, terutama ketika menentukan unsur kalimat secara mandiri. Beberapa murid juga masih mengalami kesulitan dalam menyusun kata secara berurutan menjadi kalimat dengan pola S-P-O serta membedakan antara pelaku kegiatan dan sesuatu yang dikenai kegiatan.

Tindak Lanjut:
Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui kartu kata S-P-O, gambar kegiatan sehari-hari, permainan menyusun kalimat, kegiatan mencocokkan Subjek dengan Predikat dan Objek, serta latihan mengidentifikasi unsur S-P-O secara bertahap. Guru juga akan memberikan contoh kalimat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar murid lebih mudah memahami konsep dan menggunakannya dalam komunikasi.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar murid sudah mampu mengenali pola S-P-O, menentukan Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat sederhana, serta menyusun kata menjadi kalimat dengan pola S-P-O yang tepat. Murid juga mampu memahami contoh kalimat S-P-O yang terdapat dalam percakapan dan menghubungkannya dengan kegiatan sehari-hari. Beberapa murid masih membutuhkan pendampingan dalam mengidentifikasi unsur S-P-O dan menyusun kalimat secara mandiri.

Jumlah murid yang paham: 20 murid
Jumlah murid yang belum paham: 2 murid

Senin, 31 Agustus 2026 - 2.C - Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Warna Sekunder

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna pada benda dan karya seni di sekitarnya serta menyebutkan warna primer dengan tepat.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan warna primer dengan kehidupan sehari-hari dan keindahan ciptaan Allah, seperti warna bunga, buah, langit, dan benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar mengenal warna primer melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampur warna sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal warna primer dan warna sekunder.
  3. Menyebutkan tiga warna primer.
  4. Menyebutkan tiga warna sekunder.
  5. Menjelaskan pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder.
  6. Mempraktikkan pencampuran warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.
  7. Membuat karya sederhana menggunakan warna sekunder.

 

📌 MATERI: Warna Sekunder

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda di lingkungan sekitar

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah. 🌈

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah. 

  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna di sekitar kita serta mengenal warna sekunder.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. 

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 



1. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan jumlah yang seimbang.

2. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

3. Macam-Macam Warna Sekunder

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
🔴 Merah + 🟡 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟡 Kuning + 🔵 Biru🟢 Hijau
🔴 Merah + 🔵 Biru🟣 Ungu

4. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🟠 Jingga dapat kita lihat pada warna jeruk dan wortel.
🟢 Hijau dapat kita lihat pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat kita lihat pada bunga tertentu, seperti bunga violet.


Warna sekunder terdiri dari jingga, hijau, dan ungu. Warna sekunder diperoleh dengan mencampurkan dua warna primer.

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Ø Eksperimen/Demontrasi

A. Asesmen Formatif (Pilihan Ganda)

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari ....
    a. satu warna saja
    b. pencampuran dua warna primer
    c. warna hitam dan putih
  2. Merah dicampur kuning akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. ungu
    c. jingga
  3. Kuning dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. jingga
    c. ungu
  4. Merah dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. jingga
    b. ungu
    c. hijau
  5. Berikut yang termasuk warna sekunder adalah ....
    a. merah, kuning, biru
    b. jingga, hijau, ungu
    c. hitam, putih, abu-abu

B. Isian Singkat

  1. Tiga warna primer adalah ..., ..., dan ....
  2. Warna merah + kuning menghasilkan warna ....
  3. Warna kuning + biru menghasilkan warna ....
  4. Warna merah + biru menghasilkan warna ....
  5. Sebutkan tiga warna sekunder!
    Jawab: ..., ..., dan ....

Ø Kunci Jawaban/uraian:

Pilihan Ganda:

  1. b. pencampuran dua warna primer
  2. c. jingga
  3. a. hijau
  4. b. ungu
  5. b. jingga, hijau, ungu

Isian:
6. Merah, kuning, dan biru.
7. Jingga/oranye.
8. Hijau.
9. Ungu.
10. Jingga/oranye, hijau, dan ungu.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 Kesimpulan

Hari ini kita belajar tentang warna primer dan warna sekunder. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru. Jika dua warna primer dicampurkan, akan menghasilkan warna sekunder:

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Berbagai warna yang indah merupakan bukti kebesaran Allah Swt. sebagai Al-Khaliq, Maha Pencipta.

Refleksi

😊 Saya sudah memahami warna sekunder.
🙂 Saya cukup memahami, tetapi masih perlu berlatih.
😟 Saya masih membutuhkan bimbingan.

Sebagian besar peserta didik memahami pencampuran warna primer menjadi warna sekunder. Peserta didik yang masih kesulitan akan diberikan bimbingan dan latihan tambahan.

Senin, 31 Agustus 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 31 Agustus 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi:

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan memperhatikan simbol-simbol Pancasila pada lambang Garuda Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan simbol dan bunyi setiap sila Pancasila dengan perilaku yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di sekolah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal Pancasila melalui permainan memasangkan kartu simbol, bunyi sila, makna, dan contoh perilaku secara aktif dan menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan Simbol-simbol pada sila-sila Pancasila.
  2. Memasangkan Simbol dengan sila Pancasila yang sesuai.
  3. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  4. Menjelaskan makna sederhana dari Simbol setiap sila Pancasila.
  5. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Menghubungkan Simbol, Bunyi Sila, dan Makna Pancasila

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: 
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu pasangan, pengamatan gambar, penugasan, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Kartu simbo Pancasila, Kartu bunyi sila Pancasila, Kartu contoh perilaku Pancasila, LKPD, Video pembelajaran tentang Pancasila.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, artinya Allah Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan agar kita saling mengenal dan menghargai. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 13, bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Walaupun kita berbeda, kita harus tetap saling menghormati, menyayangi, bekerja sama, dan hidup rukun. Sikap-sikap tersebut juga merupakan nilai yang terdapat dalam Pancasila.

Nah, coba siapa yang tahu lambang negara Indonesia?

Ya, benar! Garuda Pancasila. Pada perisai Garuda terdapat lima simbol yang memiliki bunyi dan makna masing-masing.

Hari ini kita akan belajar mengenal simbol, bunyi sila, makna, serta contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

🌟 Mari belajar dengan semangat untuk menjadi anak yang beriman, berakhlak mulia, dan bangga menjadi anak Indonesia!

 




A. Apa Itu Pancasila?

Pancasila adalah dasar negara Indonesia.

Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku.

Lima sila Pancasila terdapat pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila.

Setiap sila memiliki:

  • Simbol
  • Bunyi sila
  • Makna
  • Contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

 

B. Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

1. Sila Pertama

⭐ Simbol: Bintang

Bunyi sila:

Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna sederhana:

Kita percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghormati teman yang berbeda agama.

Contoh perilaku:

  • Berdoa sebelum belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Menghormati teman yang sedang beribadah.
  • Tidak mengganggu teman yang berbeda agama.

2. Sila Kedua

⛓️ Simbol: Rantai

Bunyi sila:

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Makna sederhana:

Kita harus saling menyayangi, menghormati, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

Contoh perilaku:

  • Menolong teman yang kesulitan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menyayangi sesama.

3. Sila Ketiga

🌳 Simbol: Pohon Beringin

Bunyi sila:

Persatuan Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus hidup rukun dan menjaga persatuan walaupun memiliki perbedaan.

Contoh perilaku:

  • Bermain bersama teman.
  • Tidak memilih-milih teman.
  • Bekerja sama saat piket.
  • Menjaga kerukunan di kelas.

4. Sila Keempat

🐂 Simbol: Kepala Banteng

Bunyi sila:

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna sederhana:

Kita dapat menyelesaikan masalah bersama-sama melalui musyawarah.

Contoh perilaku:

  • Berdiskusi saat menentukan ketua kelompok.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menghargai hasil musyawarah.

5. Sila Kelima

🌾 Simbol: Padi dan Kapas

Bunyi sila:

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna sederhana:

Kita harus bersikap adil dan menghargai hak orang lain.

Contoh perilaku:

  • Berbagi dengan teman.
  • Tidak berebut.
  • Membagi tugas secara adil.
  • Menghormati hak teman.

D. Menghubungkan Sila dengan Perilaku Sehari-hari

Anak-anak, Pancasila tidak hanya dihafalkan. Nilai-nilai Pancasila harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

Berdoa sebelum belajar
➡️ Sesuai dengan sila ke-1.

⛓️ Menolong teman yang jatuh
➡️ Sesuai dengan sila ke-2.

🌳 Bekerja sama membersihkan kelas
➡️ Sesuai dengan sila ke-3.

🐂 Berdiskusi menentukan tugas kelompok
➡️ Sesuai dengan sila ke-4.

🌾 Berbagi makanan dengan teman
➡️ Sesuai dengan sila ke-5.


🌟 Ingat!

Pancasila terdiri dari lima sila.

Bintang → Ketuhanan Yang Maha Esa

⛓️ Rantai → Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

🌳 Pohon Beringin → Persatuan Indonesia

🐂 Kepala Banteng → Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

🌾 Padi dan Kapas → Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

🇮🇩 Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test

   Pasangkan dengan tepat!


1. Sebutkan lima simbol Pancasila!

2. Apa bunyi sila ketiga Pancasila?

3. Mengapa kita harus hidup rukun dengan teman?

4. Sebutkan dua contoh perilaku yang sesuai dengan sila kedua Pancasila!

5. Bagaimana sikapmu ketika teman sedang menyampaikan pendapat saat musyawarah?



Ø Kunci Jawaban/uraian:

A. Memasangkan

  1. Berdoa sebelum belajar → Sila ke-1
  2. Menolong teman → Sila ke-2
  3. Bermain rukun dengan teman → Sila ke-3
  4. Bermusyawarah → Sila ke-4
  5. Berbagi dengan teman → Sila ke-5

B. Uraian

1. Sebutkan lima simbol Pancasila!

Jawaban:

  • Bintang
  • Rantai
  • Pohon beringin
  • Kepala banteng
  • Padi dan kapas

2. Apa bunyi sila ketiga Pancasila?

Jawaban: Persatuan Indonesia.

3. Mengapa kita harus hidup rukun dengan teman?

Jawaban: Agar tercipta persatuan, kebersamaan, dan suasana yang damai.

4. Sebutkan dua contoh perilaku yang sesuai dengan sila kedua Pancasila!

Jawaban:

  • Menolong teman.
  • Tidak mengejek teman.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Menyayangi sesama.

5. Bagaimana sikapmu ketika teman sedang menyampaikan pendapat saat musyawarah?

Jawaban: Mendengarkan dengan baik dan menghargai pendapat teman.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan

Hari ini kita telah belajar tentang simbol, bunyi sila, makna, dan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila terdiri dari lima sila yang memiliki simbol berbeda. Nilai-nilai Pancasila mengajarkan kita untuk beriman kepada Tuhan, saling menyayangi, hidup rukun, bermusyawarah, dan bersikap adil.

Sebagai anak Indonesia yang baik, kita tidak hanya menghafalkan Pancasila, tetapi juga menerapkan nilai-nilainya di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar. 🇮🇩✨

Ø Refleksi

Setelah belajar hari ini, coba renungkan:

  1. Apakah aku sudah dapat menyebutkan simbol dan bunyi sila-sila Pancasila?
  2. Apakah aku memahami makna sederhana dari setiap sila Pancasila?
  3. Perilaku Pancasila apa yang sudah aku lakukan hari ini?
  4. Sikap baik apa yang akan aku lakukan untuk menerapkan nilai Pancasila?

🌟 Hari ini aku belajar bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.