IDENTITAS
Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
MataPembelajaran: Matematika
Hari/Tanggal: Selasa, 01 September 2026
Fase/Kelas: A/II.C
Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100
Pertemuan ke: 1
Ø Capaian Pembelajaran:
Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.
- Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
- Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
- Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.
Ø Alur Tujuan Pembelajaran
- Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
- Mengenal konsep komposisi bilangan.
- Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
- Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
- Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
- Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.
📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.
Ø Model/Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga
LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.
Ø Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.
Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?
Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟
A. Apa Itu Komposisi Bilangan?
Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.
Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.
Contoh:
30 + 5 = 35
- 30 = 3 puluhan
- 5 = 5 satuan
Jadi:
3 puluhan + 5 satuan = 35
Contoh lainnya:
- 20 + 7 = 27
- 40 + 3 = 43
- 50 + 8 = 58
- 70 + 6 = 76
- 90 + 4 = 94
B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?
Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.
Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.
Contoh:
35 = 30 + 5
- 3 puluhan = 30
- 5 satuan = 5
Jadi:
35 = 30 + 5
Contoh lainnya:
- 27 = 20 + 7
- 43 = 40 + 3
- 58 = 50 + 8
- 76 = 70 + 6
- 94 = 90 + 4
C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi
Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.
Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46
Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6
Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.
D. Contoh Bilangan sampai 100
Bilangan | Puluhan | Satuan | Dekomposisi |
12 | 10 | 2 | 10 + 2 |
25 | 20 | 5 | 20 + 5 |
34 | 30 | 4 | 30 + 4 |
47 | 40 | 7 | 40 + 7 |
53 | 50 | 3 | 50 + 3 |
68 | 60 | 8 | 60 + 8 |
75 | 70 | 5 | 70 + 5 |
82 | 80 | 2 | 80 + 2 |
96 | 90 | 6 | 90 + 6 |
100 | 100 | 0 | 100 + 0 |
🌟 Ingat!
Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67
Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7
Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.
Ø Soal Asesmen / Post Test
Soal Cerita
1. Siti memiliki 4 kantong berisi puluhan dan 3 buah kelereng satuan. Jika setiap kantong puluhan bernilai 10, bilangan yang terbentuk adalah ______.
2. Di kelas terdapat 65 buku. Bilangan 65 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
3. Ayah membeli 7 ikat pensil. Setiap ikat berisi 10 pensil dan ada tambahan 4 pensil. Jumlah pensil seluruhnya adalah ______.
4. Bilangan 82 dapat diuraikan menjadi ______ + ______.
5. Rani memiliki angka yang terdiri dari 9 puluhan dan 6 satuan. Bilangan Rani adalah ______.
Ø Kunci Jawaban/uraian:
1. 46
2. 78
3. 53
4. 99
5. 6 puluhan dan 4 satuan
6. 3 puluhan dan 7 satuan
7. 85
8. 29
9. 70 + 6
10. 40 + 8
Soal Cerita
1. 43
2. 6 puluhan dan 5 satuan
3. 74
4. 80 + 2
5. 96
Ø Kesimpulan dan refleksi:
Kesimpulan Materi
Hari ini murid belajar tentang komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100 melalui kegiatan mengamati nilai tempat, menggunakan benda konkret, bermain kartu angka, serta menyusun dan menguraikan bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
Murid memahami bahwa:
- 🔢 Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun puluhan dan satuan menjadi sebuah bilangan.
- 🔍 Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi puluhan dan satuan.
Contoh:
Komposisi:
30 + 5 → 35
Artinya, 3 puluhan dan 5 satuan disusun menjadi bilangan 35.
Dekomposisi:
35 → 30 + 5
Artinya, bilangan 35 diuraikan menjadi 3 puluhan dan 5 satuan.
Murid juga berlatih menentukan nilai tempat pada berbagai bilangan, seperti 64 = 60 + 4, 76 = 70 + 6, dan 96 = 90 + 6. Melalui penggunaan benda konkret dan kartu angka, murid dapat melihat bahwa puluhan berada di depan dan satuan berada di belakang pada bilangan dua angka.
Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan, menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan, menguraikan bilangan menjadi puluhan dan satuan, serta menerapkan konsep komposisi dan dekomposisi dalam situasi sederhana di kehidupan sehari-hari. Murid juga belajar untuk bersikap teliti, percaya diri, dan tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan permasalahan matematika. 🔢✨
Refleksi Pembelajaran
Kendala:
Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan nilai tempat puluhan dan satuan, terutama ketika menentukan bentuk dekomposisi suatu bilangan. Beberapa murid juga masih membutuhkan pendampingan dalam menghubungkan jumlah puluhan dan satuan dengan bilangan yang terbentuk, khususnya pada bilangan yang mendekati 100.
Tindak Lanjut:
Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui benda konkret, kartu angka, papan nilai tempat, gambar kelompok puluhan dan satuan, permainan menyusun bilangan, serta latihan komposisi dan dekomposisi secara bertahap. Guru juga akan menggunakan bilangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar murid lebih mudah memahami konsep dan menggunakannya secara mandiri.
Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar murid sudah mampu menentukan puluhan dan satuan suatu bilangan, menyusun bilangan berdasarkan nilai tempat, serta menguraikan bilangan menjadi bentuk puluhan dan satuan dengan tepat. Murid juga mampu menyelesaikan latihan sederhana mengenai komposisi dan dekomposisi bilangan serta menghubungkannya dengan situasi sehari-hari. Beberapa murid masih membutuhkan pendampingan dalam menentukan nilai tempat dan menuliskan bentuk dekomposisi bilangan secara mandiri.
Jumlah murid yang paham: 19 murid
Jumlah murid yang belum paham: 3 murid
