Hari/Tanggal: Selasa, 21 Juli 2026
Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
Kelas: II.C
Materi Pembelajaran: B.Indonesia & Matematika
Materi Pokok: Jenis-jenis perasaan (B.Indonesia), Bilangan Cacah sampai 100 (Matematika)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal kembali unsur garis dalam seni rupa, mengenal bendera negara kita serta mendengarkan percakapan yang berkaitan dengan perasaan. Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai macam jenis perasaan serta intuisi bilangan cacah sampai 100. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! 🌈
Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! Semangat Selalu! 🌟
📌 Metode dan Media ajar
- Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
- Media ajar : Video pembelajaran, LKPD
📌 Capaian Pembelajaran (CP):
- Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
- Matematika: Menunjukkan
pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah
sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan,
mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai)
bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda
konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai
bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan
benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
📌 Tujuan Pembelajaran (TP)
- Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
- Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100
📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Bahasa Indonesia:
- Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.
- Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.
- Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan
- Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.
Matematika:
- Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 100 dengan benar
- Menghubungkan lambang bilangan dengan banyak benda sampai 100 secara tepat.
- emperkirakan banyak benda dan membandingkan hasil perkiraan dengan jumlah sebenarnya.
- Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100 menggunakan intuisi bilangan.
- Menentukan bilangan yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dalam berbagai situasi sederhana
📌 Materi Bahasa Indonesia:
Menemukan Informasi Penting dari Percakapan
Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk saling menyampaikan informasi, pendapat, atau perasaan.
Informasi penting adalah hal utama yang ingin disampaikan dalam percakapan. Saat mendengarkan percakapan, kita dapat menemukan:
1. Siapa yang berbicara?
2. Apa yang sedang dibicarakan?
3. Di mana percakapan terjadi?
4. Kapan peristiwa terjadi? (jika ada)
5. Bagaimana perasaan tokoh dalam percakapan?
Perasaan adalah sesuatu yang kita rasakan saat mengalami suatu kejadian. Setiap orang bisa memiliki perasaan yang berbeda.
Cara Menyampaikan Perasaan dengan Baik
- Berbicara dengan sopan.
- Mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur.
- Mendengarkan teman saat berbicara.
- Meminta bantuan jika merasa sedih atau takut.
Hubungan Percakapan dengan Perasaan
Saat mendengarkan percakapan, kita dapat mengetahui perasaan tokoh melalui kata-kata dan ekspresi yang mereka sampaikan.
Contoh:
- "Aku sangat senang hari ini." → 😊 Senang
- "Aku sedih karena kehilangan buku." → 😢 Sedih
- "Aku takut gelap." → 😨 Takut
- "Aku bangga bisa membaca lancar." → 😌 Bangga
Asesmen:

📌 Materi Matematika:
A.
Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)
Intuisi
bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan.
Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan
banyaknya suatu benda.
Contoh:
1.
Angka
15 berarti ada lima belas benda.
2.
Angka
40 berarti ada empat puluh benda.
3. Angka 100 berarti ada seratus benda.
Bilangan
digunakan untuk menghitung benda di sekitar kita, seperti buku, pensil, buah,
atau teman di kelas.
Contoh
dalam kehidupan sehari-hari
- Di
rak terdapat 28 buku.
- Di
meja ada 15 pensil.
- Di
halaman sekolah tumbuh 42 bunga.
Semakin
besar bilangannya, semakin banyak jumlah bendanya.
B.
Memperkirakan Banyak Benda
Memperkirakan
adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung
satu per satu.
Saat
memperkirakan, kita dapat melihat:
- ukuran
kumpulan benda,
- banyak
sedikitnya benda,
- kelompok
benda yang terlihat.
Contoh:
🍎 Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.
Perkiraan:
"Menurutku ada sekitar 20 apel."
Kemudian
dihitung bersama.
Jumlah
sebenarnya: 22 apel.
Artinya
perkiraan sudah cukup dekat.
C.
Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda
Setiap
lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.
Contoh:
⭐
18 → ada 18 bintang.
🍎 25 → ada 25 apel.
📚 42 → ada 42 buku.
Semakin
banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.
Contoh
Jika
terdapat:
🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤🐤
Jumlah
anak ayam = 8
Lambang
bilangannya adalah 8.
D.
Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan
Membandingkan
berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.
Gunakan
tanda:
- >
= lebih besar dari
- <
= lebih kecil dari
- =
= sama dengan
Contoh
1
Kelompok
A = 35 bola
Kelompok
B = 42 bola
Karena
42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42
Contoh
2
Kelas
A memiliki 28 siswa.
Kelas
B memiliki 28 siswa.
Maka:
28 = 28
Contoh
3
Kotak
merah berisi 67 pensil.
Kotak
biru berisi 54 pensil.
Maka:
67 > 54
E.
Menjelaskan Hasil Perkiraan
Setelah
memperkirakan, siswa dapat menjelaskan alasan hasil perkiraannya dengan kalimat
sederhana.
Contoh:
"Gelas ini saya perkirakan berisi sekitar 30 kelereng karena terlihat hampir penuh."
2.
"Menurut
saya ada sekitar 18 buku di meja karena saya melihat ada beberapa tumpukan
buku."
3.
"Saya
memperkirakan ada sekitar 50 daun karena jumlahnya cukup banyak."
Tidak
masalah jika hasil perkiraan berbeda sedikit dari jumlah sebenarnya. Yang
penting dapat memberikan alasan yang masuk akal.
Asesmen:
📌 Refleksi Pembelajaran:






0 comments:
Posting Komentar