Jumat, 01 Oktober 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

Kamis, 01 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 01 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Adab Berbicara: Berkata Jujur 

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu memahami pentingnya berkata jujur serta menunjukkan contoh perilaku berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa berkata jujur merupakan sikap terpuji yang disukai Allah Swt.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap jujur dengan pengalaman sehari-hari di rumah dan sekolah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, gambar, tanya jawab, permainan, bermain peran, dan memilih contoh perilaku jujur.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita tentang anak yang berkata jujur.
  2. Mengenal pengertian berkata jujur.
  3. Menjelaskan pentingnya berkata jujur.
  4. Membedakan perilaku jujur dan tidak jujur.
  5. Mempraktikkan cara berkata jujur dengan santun.
  6. Membiasakan berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Adab Berbicara – Berkata Jujur

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku jujur dan tidak jujur, kartu gambar, teks cerita, dan video pembelajaran.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian melakukan kesalahan? Jika pernah, apakah kalian berani mengatakan yang sebenarnya?

“Berani.”

Nah, mengatakan sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya disebut jujur.

Allah Swt. menyukai orang yang berkata jujur. Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang “Adab Berbicara: Berkata Jujur.”

Mari kita belajar menjadi anak yang jujur, berani berkata benar, dan berbicara dengan santun. ❤️




A. Apa Arti Berkata Jujur?

Berkata jujur berarti mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Anak yang jujur tidak berkata bohong dan tidak menyembunyikan kebenaran untuk mendapatkan keuntungan.

Contohnya:

  • Mengatakan bahwa kita belum mengerjakan tugas.
  • Mengakui kesalahan yang telah dilakukan.
  • Mengatakan barang yang kita temukan bukan milik kita.
  • Berkata sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi.
  • Tidak menuduh teman melakukan kesalahan yang tidak dilakukannya.

Jujur adalah perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.


B. Mengapa Kita Harus Berkata Jujur?

Kita harus berkata jujur karena kejujuran merupakan akhlak yang baik.

Dengan berkata jujur, kita dapat:

  • dipercaya oleh orang lain;
  • memiliki hati yang tenang;
  • belajar bertanggung jawab;
  • memiliki teman yang percaya kepada kita;
  • mendapatkan pahala dari Allah Swt.

Jujur harus dibiasakan di rumah, di sekolah, dan di mana saja.


C. Contoh Berkata Jujur

Berikut beberapa contoh berkata jujur:

✅ Mengakui jika melakukan kesalahan.
✅ Mengatakan nilai yang sebenarnya kepada orang tua.
✅ Mengembalikan barang yang ditemukan.
✅ Mengatakan jika belum memahami pelajaran.
✅ Mengatakan keadaan yang sebenarnya kepada guru.
✅ Tidak mencontek saat mengerjakan tugas.

Contoh:

Guru: “Siapa yang belum mengerjakan tugas?”

Rafa: “Saya, Bu. Saya belum selesai mengerjakannya.”

Rafa sudah berkata jujur.


D. Jujur Walaupun Melakukan Kesalahan

Jika kita melakukan kesalahan, jangan takut untuk berkata jujur.

Contohnya:

Alya tidak sengaja memecahkan pensil milik temannya.

Alya berkata:

“Maaf, aku tidak sengaja memecahkan pensilmu.”

Alya berani mengakui kesalahannya.

Sikap Alya menunjukkan kejujuran dan tanggung jawab.

Kesalahan sebaiknya diakui dan diperbaiki, bukan ditutupi dengan kebohongan.


E. Berkata Jujur dengan Santun

Jujur bukan berarti boleh berbicara kasar.

Kita harus tetap menggunakan kata-kata yang sopan.

Contoh:

❌ “Aku tidak suka makanan ini!”

Lebih baik:

✅ “Maaf, Bu. Saya kurang menyukai makanan ini.”

Contoh lainnya:

❌ “Bukan aku yang salah!”

Lebih baik:

✅ “Maaf, Bu. Saya tadi melakukan kesalahan.”

Jadi, berkata jujur harus disampaikan dengan bahasa yang santun.


F. Jujur di Rumah dan di Sekolah

Kita dapat membiasakan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Di rumah:

🌸 Mengatakan jika belum merapikan kamar.
🌸 Mengakui jika melakukan kesalahan.
🌸 Mengatakan keadaan yang sebenarnya kepada Ayah dan Ibu.

Di sekolah:

🌸 Tidak mencontek.
🌸 Tidak mengambil barang milik teman.
🌸 Mengakui jika melakukan kesalahan.
🌸 Menyampaikan informasi sesuai kenyataan.


G. Anak Jujur adalah Anak Hebat

Anak yang jujur:

⭐ Berani mengatakan yang sebenarnya.
⭐ Tidak suka berbohong.
⭐ Mengakui kesalahan.
⭐ Tidak menuduh orang lain tanpa alasan.
⭐ Menjaga kepercayaan orang lain.
⭐ Berbicara jujur dengan sopan.

Mari biasakan berkata jujur setiap hari.

Ingat!

“Jujur itu berkata sesuai kenyataan, berani mengakui kesalahan, dan menyampaikannya dengan santun.” ❤️


Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Berkata jujur berarti berkata sesuai dengan ...
    A. keinginan
    B. kenyataan
    C. perkiraan
  2. Jika kita melakukan kesalahan, sebaiknya kita ...
    A. berbohong
    B. menyalahkan teman
    C. mengakui kesalahan
  3. Rani menemukan pensil milik temannya. Sikap jujur yang tepat adalah ...
    A. menyimpannya
    B. mengembalikannya kepada pemilik
    C. membuangnya
  4. Ketika guru bertanya siapa yang belum mengerjakan tugas, sebaiknya kita ...
    A. berkata jujur
    B. bersembunyi
    C. menyalahkan teman
  5. Anak yang jujur akan ...
    A. dipercaya orang lain
    B. dijauhi teman
    C. suka berbohong
  6. Saat mendapat nilai yang kurang baik, sebaiknya kita ...
    A. mengubah nilai
    B. berkata sesuai nilai sebenarnya
    C. menyalahkan guru
  7. Jujur harus dilakukan ...
    A. hanya di sekolah
    B. hanya di rumah
    C. di mana saja
  8. Ketika melakukan kesalahan kepada teman, kita sebaiknya ...
    A. mengakuinya dan meminta maaf
    B. berbohong
    C. pergi meninggalkan teman
  9. Berkata jujur sebaiknya menggunakan bahasa yang ...
    A. kasar
    B. santun
    C. keras
  10. Berikut yang termasuk perilaku jujur adalah ...
    A. mencontek
    B. menyembunyikan kesalahan
    C. mengakui kesalahan

B. Isian

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Berkata sesuai dengan kenyataan disebut berkata ....
  2. Anak yang jujur akan mendapatkan ... dari orang lain.
  3. Jika melakukan kesalahan, kita harus ... kesalahan tersebut.
  4. Berkata jujur harus dilakukan dengan bahasa yang ....
  5. Jujur merupakan perilaku yang ... oleh Allah Swt.

Ø Kunci Jawaban/Uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:



Jumat, 01 Oktober 2026 - 2.C - Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Jumat, 01 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: sumatif harian 2

Pertemuan ke: -

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Warna panas, warna dingin dan warna netral)

  • Mindful (Berkesadaran):Murid dapat mengamati dan mengenali berbagai warna dengan teliti serta menyadari bahwa warna merupakan salah satu unsur penting dalam seni rupa.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan warna primer, sekunder, panas, dingin, dan netral dengan benda serta lingkungan sekitar, seperti bunga, buah, langit, daun, tanah, pakaian, dan benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal dan membedakan berbagai kelompok warna melalui gambar, contoh benda, permainan mencocokkan warna, dan kegiatan mengelompokkan warna.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan karya seni di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna primer.
  3. Menyebutkan contoh warna primer.
  4. Mengenal pengertian warna sekunder dan proses pencampuran warna primer.
  5. Menyebutkan contoh warna sekunder.
  6. Mengenal dan mengidentifikasi warna panas.
  7. Mengenal dan mengidentifikasi warna dingin.
  8. Mengenal dan mengidentifikasi warna netral.
  9. Mengelompokkan warna primer, sekunder, panas, dingin, dan netral.
  10. Mengidentifikasi penggunaan berbagai warna pada benda atau karya seni.

 

📌 MATERI: Warna Panas, warna dingin dan warna netral

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: latihan dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Ada warna merah, kuning, biru, hijau, jingga, ungu, putih, hitam, dan cokelat.

Tahukah kalian bahwa warna-warna tersebut dapat dikelompokkan menjadi warna primer, warna sekunder, warna panas, warna dingin, dan warna netral?

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna merah pada bunga, kuning pada buah, biru pada langit, hijau pada daun, serta berbagai warna lainnya. 🌈

Hari ini kita akan mengerjakan Sumatif Harian 2 tentang berbagai jenis warna.

Mari mengerjakan soal dengan teliti, jujur, mandiri, dan percaya diri. Semoga kita dapat menunjukkan pemahaman yang sudah dipelajari dengan baik. 💖

 


Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat benda dan karya seni terlihat lebih indah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat berbagai macam warna pada bunga, buah, daun, langit, pakaian, mainan, dan benda lainnya.


📌 MATERI

1. Warna

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang membuat benda dan karya seni terlihat lebih menarik dan indah.

Allah Swt. menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna pada bunga, buah, daun, langit, air, tanah, pakaian, dan berbagai benda di sekitar.

2. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari pencampuran warna lain.

Contoh warna primer:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

3. Warna Sekunder

Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari pencampuran dua warna primer.

Contohnya:

  • 🔴 Merah + 🟡 Kuning = 🟠 Jingga/Oranye
  • 🟡 Kuning + 🔵 Biru = 🟢 Hijau
  • 🔴 Merah + 🔵 Biru = 🟣 Ungu

Jadi, warna sekunder terdiri atas jingga/oranye, hijau, dan ungu.

4. Warna Panas

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔴 Merah seperti warna cabai dan bunga mawar.
  • 🟠 Jingga seperti warna jeruk.
  • 🟡 Kuning seperti warna matahari dan pisang.

4. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, dan nyaman.

Contoh warna dingin:

  • 🔵 Biru
  • 🟢 Hijau
  • 🟣 Ungu

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔵 Biru seperti warna langit dan air.
  • 🟢 Hijau seperti warna daun dan rumput.
  • 🟣 Ungu seperti warna bunga tertentu.

5. Warna Netral

Warna netral adalah warna yang memberikan kesan sederhana, tenang, dan tidak terlalu mencolok.

Contoh warna netral:

  • ⚫ Hitam
  • ⚪ Putih
  • 🩶 Abu-abu
  • 🤎 Cokelat

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ⚪ Putih seperti warna kertas.
  • ⚫ Hitam seperti warna beberapa benda di sekitar.
  • 🩶 Abu-abu seperti warna batu.
  • 🤎 Cokelat seperti warna tanah dan kayu.

5. Mengelompokkan Warna

Kelompok WarnaContoh Warna
🔥 Warna PanasMerah, jingga, kuning
❄️ Warna DinginBiru, hijau, ungu
⚪ Warna NetralHitam, putih, abu-abu, cokelat

6. Contoh Penggunaan dalam Karya Seni

Warna panas dapat digunakan untuk memberikan kesan ceria dan bersemangat.

Warna dingin dapat digunakan untuk memberikan kesan tenang dan sejuk.

Warna netral dapat digunakan untuk memberikan kesan sederhana dan seimbang.

✨ Keanekaragaman warna merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah Swt. yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar.

Ø Asesmen/Post Test:




Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi: