Rabu, 09 September 2026 - 2.C - PAK

Selasa, 08 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: PAK

Hari/Tanggal: Rabu, 02 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Sikap Disiplin

Pertemuan ke: 4

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan serta menggunakan waktu dengan baik.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, belajar sesuai jadwal, merapikan barang, dan menaati aturan.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin melalui gambar, permainan, tanya jawab, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah.
  3. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, video pembelajaran, dan papan tulis.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menyukai anak yang tertib dan bertanggung jawab. Salah satu cara menjadi anak yang baik adalah dengan membiasakan diri disiplin.

Coba perhatikan kegiatan kalian setiap hari. Apakah kalian bangun tepat waktu? Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu? Apakah kalian merapikan mainan setelah bermain?

Nah, hari ini kita akan kembali belajar tentang sikap disiplin dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 

 


A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tidak suka melanggar aturan.

Contoh:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Mengerjakan tugas tepat waktu.
  • Mengikuti aturan sekolah.
  • Merapikan barang setelah digunakan.

B. Sikap Disiplin di Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  6. Membuang sampah pada tempatnya.
  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.
  8. Mematuhi aturan sekolah.

C. Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah:

  1. Bangun tidur tepat waktu.
  2. Merapikan tempat tidur.
  3. Makan sesuai waktu.
  4. Belajar sesuai jadwal.
  5. Merapikan mainan setelah bermain.
  6. Membantu orang tua.
  7. Tidur tepat waktu.

D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

Kita harus disiplin karena disiplin dapat:

🌱 Membuat hidup lebih tertib.
🌱 Melatih kita menjadi bertanggung jawab.
🌱 Membantu menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Membuat kita dipercaya oleh orang lain.
🌱 Membiasakan kita melakukan kebaikan.

Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, kita harus berusaha menjadi anak yang disiplin karena Allah Swt. menyukai kebaikan dan ketertiban.

E. Contoh Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

Perilaku DisiplinPerilaku Tidak Disiplin
Datang tepat waktuDatang terlambat
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda tugas
Merapikan mainanMembiarkan mainan berserakan
Menaati aturanMelanggar aturan
Membuang sampah pada tempatnyaMembuang sampah sembarangan
Mendengarkan guruBermain saat guru menjelaskan

🌟 Ingat!

Disiplin = menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

Ø Soal Asesmen / Post Test


Ø Kunci Jawaban/uraian:

🔑 KUNCI JAWABAN LKPD

PENDIDIKAN ADAB DAN KARAKTER (PAK)

Materi: Sikap Disiplin


🌟 KEGIATAN 1 – Ayo Pilih Perilaku Disiplin!

No.KegiatanJawaban
1Datang ke sekolah tepat waktuDisiplin ✓
2Bermain saat guru menjelaskanTidak Disiplin ✓
3Mengerjakan tugas tepat waktuDisiplin ✓
4Membuang sampah sembaranganTidak Disiplin ✓
5Merapikan mainan setelah digunakanDisiplin ✓
6Datang terlambat ke sekolahTidak Disiplin ✓
7Mendengarkan guru saat menjelaskanDisiplin ✓
8Tidak menaati aturan kelasTidak Disiplin ✓

🏠 KEGIATAN 2 – Disiplin di Rumah atau di Sekolah?

No.PerilakuJawaban
1Merapikan tempat tidurDi Rumah ✓
2Datang tepat waktuDi Sekolah ✓
3Mendengarkan guruDi Sekolah ✓
4Merapikan mainanDi Rumah ✓
5Memakai seragam sesuai aturanDi Sekolah ✓
6Belajar sesuai jadwalDi Rumah ✓
7Mengerjakan tugasDi Sekolah ✓
8Membantu orang tuaDi Rumah ✓

🧩 KEGIATAN 3 – Lingkari Jawaban yang Tepat!

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap Disiplin.

  2. Kita harus datang ke sekolah Tepat waktu.

  3. Setelah bermain, mainan harus Dirapikan.

  4. Ketika guru menjelaskan, kita harus Mendengarkan.

  5. Sampah harus dibuang Pada tempatnya.


🔗 KEGIATAN 4 – Pasangkan dengan Tepat!

PerilakuPasangan Akibat
Datang tepat waktuTidak ketinggalan pelajaran
Membuang sampah pada tempatnyaKelas menjadi bersih
Mengerjakan tugas tepat waktuMenjadi anak bertanggung jawab
Merapikan barangBarang mudah ditemukan

💖 KEGIATAN 5 – Aku Anak Disiplin!

Jawaban bervariasi, selama menunjukkan perilaku disiplin.

Contoh jawaban:

  1. Di Rumah: Aku akan merapikan tempat tidur setelah bangun.

  2. Di Sekolah: Aku akan datang tepat waktu dan menaati aturan sekolah.

  3. Untuk Diriku Sendiri: Aku akan belajar sesuai jadwal dan mengerjakan tugas tepat waktu.


🌸 REFLEKSI DIRIKU

Bagian refleksi tidak memiliki satu jawaban benar, karena disesuaikan dengan keadaan masing-masing peserta didik.

Guru dapat memberikan tanda:

  • 😊 Sudah → jika peserta didik sudah melakukan kebiasaan tersebut.

  • 🔄 Belum → jika peserta didik belum terbiasa melakukannya.

Pernyataan:

  1. Saya datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Saya mengikuti aturan di kelas.

  3. Saya mendengarkan guru saat menjelaskan.

  4. Saya mengerjakan tugas dengan baik.

  5. Saya merapikan barang setelah digunakan.



Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan rumah dan sekolah. Peserta didik memahami bahwa disiplin merupakan sikap menaati aturan, melakukan sesuatu dengan tertib, dan menggunakan waktu dengan baik.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.
  • 🏠 Di rumah, sikap disiplin dapat dilakukan dengan bangun tepat waktu, merapikan tempat tidur, belajar sesuai jadwal, merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.
  • 🏫 Di sekolah, sikap disiplin dapat dilakukan dengan datang tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, mengikuti pembelajaran dengan tertib, mendengarkan guru, mengerjakan tugas tepat waktu, dan menaati aturan sekolah.
  • 🌱 Sikap disiplin dapat membuat kehidupan menjadi lebih tertib, bertanggung jawab, dan teratur.
  • ⚠️ Perilaku seperti datang terlambat, menunda tugas, bermain ketika guru menjelaskan, dan membuang sampah sembarangan merupakan contoh perilaku tidak disiplin.

Melalui kegiatan tanya jawab, pengamatan gambar, permainan, diskusi, dan latihan soal, peserta didik berlatih membedakan perilaku yang menunjukkan sikap disiplin dan tidak disiplin.

Peserta didik juga mulai mampu menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Pembelajaran ini membantu peserta didik mengembangkan sikap tertib, bertanggung jawab, tepat waktu, mandiri, dan mampu menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik 22 orang, dengan 20 peserta didik hadir dan 2 peserta didik tidak hadir, terdiri dari 1 peserta didik sakit dan 1 peserta didik izin.

Kendala:
Terdapat 2 peserta didik yang masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta menjelaskan manfaat menerapkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Tindak Lanjut:
Guru akan memberikan penguatan melalui gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, permainan mengelompokkan perilaku disiplin dan tidak disiplin, contoh kegiatan sehari-hari, serta latihan bertahap agar peserta didik dapat memahami dan membiasakan sikap disiplin secara mandiri.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 18 peserta didik telah memahami materi dan mampu menjelaskan pengertian serta mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah dan di sekolah. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta menerapkan sikap disiplin secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Rabu, 09 September 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Rabu, 09 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan ke: 4

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran daring dengan tertib dan memperhatikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan pengamatan dan checklist penerapan Pancasila di rumah bersama orang tua.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan simbol-simbol sila Pancasila.
  2. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila.
  4. Menghubungkan nilai Pancasila dengan kegiatan sehari-hari di rumah.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

📌 MATERI: Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi bersama orang tua, praktik, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, dan Lingkungan rumah sebagai sumber belajar


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak, hari ini kita belajar secara daring dari rumah karena adanya imbauan pemerintah terkait abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetap ikuti pembelajaran dengan semangat meskipun dari rumah. 🌷

Anak-anak, walaupun hari ini belajar dari rumah, kita tetap bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, membantu Ayah dan Bunda, berdoa, menyayangi keluarga, bekerja sama, dan berbagi dengan saudara.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila di rumah. Setelah belajar, kalian akan melakukan sebuah tantangan kecil bersama Ayah, Bunda, atau anggota keluarga. 🌟

 



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

⭐ Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh di rumah:

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Bersyukur kepada Allah Swt.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh di rumah:

  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Membantu orang tua.
  • Tidak mengejek saudara.

🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

Contoh di rumah:

  • Hidup rukun bersama keluarga.
  • Bekerja sama membersihkan rumah.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Menjaga kerukunan keluarga.

🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh di rumah:

  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan bersama.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh di rumah:

  • Berbagi dengan saudara.
  • Membagi tugas rumah dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga. 


Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling tepat!

  1. Sebelum belajar, kita sebaiknya ....
    a. bermain
    b. berdoa
    c. tidur
  2. Membantu ibu membersihkan rumah merupakan contoh sikap sesuai sila ke ....
    a. 1
    b. 2
    c. 3
  3. Jika memiliki makanan lebih, kita sebaiknya ....
    a. menghabiskannya sendiri
    b. berbagi dengan saudara
    c. menyembunyikannya
  4. Ketika berdiskusi bersama keluarga, kita harus ....
    a. memaksakan pendapat
    b. mendengarkan pendapat orang lain
    c. marah kepada keluarga
  5. Tidak bertengkar dengan saudara merupakan contoh penerapan sila ke ....
    a. 3
    b. 4
    c. 5

B. Uraian:

1. Sebutkan dua contoh perilaku sila pertama yang dapat kamu lakukan di rumah!

2. Apa yang kamu lakukan jika melihat Ayah atau Bunda sedang membutuhkan bantuan?

3. Mengapa kita tidak boleh bertengkar dengan saudara?

4. Apa yang harus dilakukan ketika pendapat kita berbeda dengan anggota keluarga?

5. Sebutkan dua contoh perilaku adil yang dapat dilakukan di rumah!


Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan keluarga. Peserta didik memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan, tetapi juga harus diterapkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa dapat diterapkan dengan berdoa sebelum dan sesudah belajar, melaksanakan ibadah, bersyukur kepada Allah Swt., serta menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
  • ❤️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dapat diterapkan dengan menyayangi keluarga, berbicara dengan sopan, membantu orang tua, dan tidak mengejek saudara.
  • 🇮🇩 Sila ke-3: Persatuan Indonesia dapat diterapkan dengan hidup rukun, bekerja sama membersihkan rumah, tidak bertengkar, dan menjaga kerukunan keluarga.
  • 🗣️ Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dapat diterapkan dengan mendengarkan pendapat anggota keluarga, berdiskusi, tidak memaksakan kehendak, dan menerima keputusan bersama.
  • ⚖️ Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat diterapkan dengan berbagi kepada saudara, membagi tugas rumah dengan adil, tidak berebut, dan menghargai hak anggota keluarga.

Melalui kegiatan pengamatan, diskusi, tanya jawab, checklist penerapan Pancasila di rumah, dan latihan soal, peserta didik berlatih mengenali perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai setiap sila Pancasila.

Peserta didik juga mulai mampu menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari di rumah, seperti membantu orang tua, menyayangi saudara, bekerja sama, bermusyawarah, berbagi, dan bersikap adil.

Pembelajaran ini membantu peserta didik mengembangkan sikap religius, peduli, suka membantu, hidup rukun, menghargai pendapat, bertanggung jawab, adil, dan mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik 22 orang, dengan 20 peserta didik hadir dan 2 peserta didik tidak hadir, terdiri dari 1 peserta didik sakit dan 1 peserta didik izin.

Kendala:
Terdapat 2 peserta didik yang masih memerlukan bimbingan dalam menghubungkan contoh perilaku sehari-hari dengan sila Pancasila yang sesuai, serta masih memerlukan arahan dalam menjelaskan alasan dari perilaku tersebut.

Tindak Lanjut:
Guru akan memberikan penguatan melalui contoh-contoh perilaku yang konkret dan dekat dengan kehidupan peserta didik, gambar atau kartu perilaku, kegiatan mencocokkan perilaku dengan sila Pancasila, serta latihan secara bertahap agar peserta didik dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila secara mandiri.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 18 peserta didik telah memahami materi dan mampu mengidentifikasi serta memberikan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu menghubungkan perilaku dengan sila Pancasila yang tepat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri.

Selasa, 08 September 2026 - 2.C - Matematika

Senin, 07 September 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Selasa, 08 September 2026 

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100

Pertemuan ke: 3

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test:



Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

Ø Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100, khususnya pada bilangan 50–100. Peserta didik memahami nilai tempat puluhan dan satuan serta hubungan keduanya dalam membentuk dan menguraikan suatu bilangan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • 🔢 Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun puluhan dan satuan menjadi sebuah bilangan. Contohnya, 70 + 5 = 75.
  • 🔍 Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan suatu bilangan menjadi puluhan dan satuan. Contohnya, 75 = 70 + 5.
  • 📍 Pada bilangan dua angka, angka pertama menunjukkan puluhan, sedangkan angka kedua menunjukkan satuan.
  • 🔄 Komposisi dan dekomposisi merupakan kegiatan yang saling berkebalikan. Jika 60 + 8 = 68, maka 68 = 60 + 8.

Melalui kegiatan menggunakan benda konkret, kartu angka, papan nilai tempat, permainan Detektif Bilangan, diskusi, dan latihan soal, peserta didik berlatih menyusun dan menguraikan bilangan berdasarkan nilai tempatnya.

Peserta didik juga mulai mampu menerapkan konsep komposisi dan dekomposisi dalam situasi sederhana, seperti menentukan bilangan berdasarkan jumlah puluhan dan satuan serta menentukan bilangan terbesar atau terkecil dari beberapa kartu angka.

Pembelajaran ini membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berhitung, berpikir logis, teliti, percaya diri, dan menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik 22 orang, dengan 20 peserta didik hadir dan 2 peserta didik tidak hadir, terdiri dari 1 peserta didik sakit dan 1 peserta didik izin.

Kendala:
Terdapat 2 peserta didik yang masih memerlukan bimbingan dalam menentukan nilai tempat serta melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan secara mandiri.

Tindak Lanjut:
Guru akan memberikan penguatan melalui benda konkret, kartu angka, papan nilai tempat, permainan menyusun bilangan, serta latihan bertahap dari yang sederhana menuju lebih kompleks.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 18 peserta didik telah memahami materi dan mampu melakukan komposisi serta dekomposisi bilangan sampai 100. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih memahami konsep nilai tempat, komposisi, dan dekomposisi serta mampu menyelesaikan latihan secara mandiri.