Senin, 26 Oktober 2026 - 2.C - Pendidikan Pancasila

Minggu, 25 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila

Hari/Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Pertemuan ke: 1

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian aturan.
  2. Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga.
  3. Membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan.
  4. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan.
  5. Menunjukkan sikap mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI:Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲

Anak-anak, siapa yang setiap pagi merapikan tempat tidur? Siapa yang meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum bermain?

Mengapa kita harus melakukan hal tersebut?

Di rumah terdapat aturan yang harus kita patuhi agar keluarga hidup tertib, nyaman, dan rukun.

Hari ini kita akan belajar tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga, mengetahui contoh aturannya, manfaat mematuhinya, serta akibat jika kita tidak mematuhi aturan.

Materi



A. Apa Itu Aturan?

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Di dalam keluarga, aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup rukun, tertib, saling menghormati, dan bertanggung jawab.

B. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

Contoh aturan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Bangun dan tidur tepat waktu.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Berbicara dengan sopan kepada orang tua.
  • Meminta izin sebelum bermain atau pergi.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Merapikan mainan setelah digunakan.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda.
  • Makan dengan tertib.
  • Menggunakan barang milik keluarga dengan baik.

C. Sikap Mematuhi Aturan

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau diberikan oleh orang tua.

Contoh:

Aturan: Merapikan mainan setelah bermain.
Sikap: Setelah bermain, kita mengembalikan mainan ke tempatnya.

Aturan: Meminta izin sebelum bermain di luar.
Sikap: Kita meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum pergi bermain.

Aturan: Membantu orang tua.
Sikap: Kita membantu merapikan meja makan atau menyapu sesuai kemampuan.

D. Manfaat Mematuhi Aturan

Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kehidupan di rumah menjadi:

🌷 Tertib
🌷 Aman
🌷 Nyaman
🌷 Bersih
🌷 Rukun
🌷 Saling menyayangi

Mematuhi aturan juga merupakan bentuk tanggung jawab dan menghormati anggota keluarga.

E. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi:

  • Rumah menjadi tidak tertib.
  • Pekerjaan menjadi terbengkalai.
  • Orang lain merasa terganggu.
  • Terjadi pertengkaran.
  • Lingkungan menjadi kotor.
  • Kita dapat mendapat teguran dari orang tua.

Oleh karena itu, kita harus berusaha mematuhi aturan dengan penuh tanggung jawab.


🇮🇩 F. Aturan Keluarga dan Nilai-Nilai Pancasila

Mematuhi aturan di rumah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila.

⭐ Sila ke-1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh: berdoa sebelum makan dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh: berbicara sopan dan menyayangi anggota keluarga.

🌳 Sila ke-3 – Persatuan Indonesia
Contoh: hidup rukun dan bekerja sama membersihkan rumah.

🐂 Sila ke-4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh: berdiskusi dan mendengarkan pendapat anggota keluarga.

🌾 Sila ke-5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh: berbagi dan melaksanakan tugas rumah dengan adil.


🌸 G. Contoh Perilaku di Rumah

Perhatikan contoh berikut!

1. Rani selesai bermain. Ia segera merapikan mainannya.

➡️ Rani mematuhi aturan.

2. Budi ingin bermain di luar rumah. Ia meminta izin kepada Bunda.

➡️ Budi mematuhi aturan.

3. Siti diminta membantu merapikan meja makan, tetapi ia tidak mau.

➡️ Siti belum mematuhi aturan.

4. Ali dan kakaknya bekerja sama membersihkan kamar.

➡️ Ali dan kakaknya mematuhi aturan dan bekerja sama.

🌟 Ingat!

Aturan → Dipatuhi → Rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diamalkan melalui perilaku sehari-hari di keluarga.

Ø Soal Latihan/Asesmen:


Ø Kesimpulan Materi

🌸 Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan keluarga menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

🌸 Contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga adalah merapikan tempat tidur, meminta izin sebelum bermain, berbicara sopan kepada orang tua, membantu pekerjaan rumah, dan merapikan mainan setelah digunakan.

🌸 Mematuhi aturan merupakan bentuk tanggung jawab dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

🌸 Jika aturan tidak dipatuhi, kehidupan keluarga dapat menjadi tidak tertib dan menimbulkan perselisihan. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri mematuhi aturan dengan penuh tanggung jawab.

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengenal, membedakan, dan menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:

Jumlah peserta didik kelas II.C sebanyak 22 orang. 2 murid tidak hadir dikarenakan sakit.

Kendala:

Sebagian peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku mematuhi dan tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga serta menjelaskan manfaat mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi dan Tindak Lanjut:

Guru melakukan refleksi melalui tanya jawab dan diskusi mengenai contoh aturan di rumah. Peserta didik yang telah memahami materi diberikan penguatan untuk membiasakan sikap disiplin dan bertanggung jawab, sedangkan peserta didik yang masih mengalami kesulitan diberikan pendampingan melalui gambar kegiatan keluarga, contoh konkret, dan latihan mengidentifikasi perilaku mematuhi serta melanggar aturan. Guru juga mengajak peserta didik menerapkan aturan di rumah sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Pancasila.




Senin, 26 Oktober 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

Mata Pembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Macam-macam Tempat Umum

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang macam-macam tempat umum di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati gambar dan membaca teks tentang tempat umum dengan teliti serta memperhatikan fungsi dan aturan di setiap tempat.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kegunaan tempat umum dalam kehidupan sehari-hari (seperti perpustakaan, pasar, rumah sakit, taman, dan stasiun) serta menjaga ketertibannya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar tempat umum, tebak nama tempat, tanya jawab, diskusi kelompok, dan sosiodrama/percakapan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian tempat umum.

  2. Menyebutkan macam-macam tempat umum di lingkungan sekitar.

  3. Mengidentifikasi kegunaan/fungsi masing-masing tempat umum.

  4. Menceritakan pengalaman saat berada di tempat umum.

  5. Memahami aturan dan tata tertib saat berada di tempat umum.

  6. Melakukan percakapan dan tanya jawab sederhana tentang tempat umum secara santun.


📌 MATERI: Macam-macam Tempat Umum

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Mengamati gambar, membaca, tanya jawab, demonstrasi/sosiodrama, diskusi kelompok, permainan kartu gambar, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Poster/gambar macam-macam tempat umum, kartu nama tempat umum, LKPD, dan video pembelajaran interaktif.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian pergi berobat ke rumah sakit, membaca buku di perpustakaan, bermain di taman, atau ikut Ibu ke pasar?

Tempat-tempat tersebut dinamakan tempat umum. Tempat umum adalah tempat yang disediakan untuk digunakan oleh banyak orang secara bersama-sama.

Allah Swt. melimpahkan rezeki dan fasilitas berupa lingkungan sekitar yang bermanfaat. Oleh karena itu, kita harus bersyukur, menjaga kebersihan, serta bersikap santun saat berada di tempat umum. ✨

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai macam tempat umum, kegunaannya, serta aturan saat berkunjung ke sana. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira! 🌷




A. Apa Itu Tempat Umum?

Tempat umum adalah tempat yang terbuka dan dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk keperluan tertentu. Siapa saja boleh berkunjung ke tempat umum dengan mematuhi aturan yang berlaku.

B. Macam-Macam Tempat Umum dan Kegunaannya

  1. Perpustakaan

    • Kegunaan: Tempat untuk membaca dan meminjam buku.

    • Aturan: Harus tenang/tidak berisik, merapikan buku kembali, dan tidak membawa makanan/minuman.

  2. Pasar / Supermarket

    • Kegunaan: Tempat untuk membeli dan menjual kebutuhan sehari-hari (seperti buah, sayur, dan pakaian).

    • Aturan: Mengantre saat membayar dan menjaga kebersihan.

  3. Rumah Sakit / Puskesmas

    • Kegunaan: Tempat untuk berobat dan memeriksakan kesehatan saat sakit.

    • Aturan: Menjaga ketenangan agar pasien tidak terganggu dan membuang sampah pada tempatnya.

  4. Taman Bermain

    • Kegunaan: Tempat untuk bersantai, berolahraga, dan bermain bersama teman/keluarga.

    • Aturan: Menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, dan bergantian menggunakan alat permainan.

  5. Stasiun / Terminal / Bandara

    • Kegunaan: Tempat untuk naik dan turun kendaraan umum (kereta api, bus, atau pesawat).

    • Aturan: Mengantre saat membeli tiket dan tidak berpisah dari orang tua.

C. Sikap Santun di Tempat Umum

Saat berada di tempat umum, kita harus selalu bersikap santun dan tertib:

  • Mengucapkan salam dan kata santun (seperti "tolong", "terima kasih", dan "maaf").

  • Menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

  • Mengantre dengan sabar saat menunggu giliran.

  • Mematuhi aturan yang berlaku di tempat tersebut.

D. Contoh Percakapan Santun di Tempat Umum

Di Perpustakaan:

Ahmad: "Permisi, Bu Guru. Di mana saya bisa menemukan buku cerita tentang hewan?"

Bu Guru: "Buku cerita hewan ada di rak sebelah kanan, Ahmad."

Ahmad: "Terima kasih banyak, Bu Guru."

Bu Guru: "Sama-sama, Ahmad. Jangan lupa dibaca dengan tenang, ya."

E. Kosakata Baru

  • Tempat Umum: Tempat yang digunakan untuk kepentingan banyak orang.

  • Pengunjung: Orang yang datang berkunjung ke suatu tempat.

  • Antre: Menunggu giliran dengan berdiri berderet secara tertib.

  • Petugas: Orang yang bekerja melayani di tempat umum (misal: pustakawan, kasir, dokter).

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST



Ø Jawaban atau Uraian


Ø Kesimpulan Materi


Jumat, 16 Oktober 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

Kamis, 22 Oktober 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 23 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Adab Berbicara: Berkata Baik dan Santun 

Pertemuan ke: 2

 

 

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu memahami pentingnya berkata baik dan santun serta menunjukkan perilaku berbicara dengan sopan, mendengarkan orang lain, menggunakan kata-kata yang baik, dan menghargai lawan bicara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa perkataan yang baik dapat menjaga perasaan orang lain dan merupakan perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.

  • Meaningful (Bermakna): Murid mampu menerapkan adab berbicara ketika berinteraksi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, tanya jawab, permainan memilih perkataan yang baik, dan bermain peran.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian adab berbicara.

  2. Menjelaskan pentingnya berkata baik dan santun.

  3. Mengidentifikasi contoh perkataan yang baik dan tidak baik.

  4. Mengenal penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

  5. Menunjukkan sikap mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  6. Mempraktikkan cara berbicara yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Adab Berbicara – Berkata Baik dan Santun

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku baik dan tidak baik, kartu kata santun, teks cerita, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. Aamiin. 🤲

Anak-anak, Ibu ingin bertanya. Jika kalian ingin meminjam pensil teman, bagaimana cara memintanya dengan baik?

Benar! Kita bisa berkata, “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

Lalu, jika teman membantu kita, apa yang harus kita ucapkan?

Betul, kita mengucapkan, “Terima kasih.”

Anak-anak, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, termasuk melalui perkataan. Perkataan yang baik dapat membuat orang lain merasa senang, sedangkan perkataan kasar dapat menyakiti perasaan mereka.

Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun. Mari kita menjadi anak yang sopan, menghargai orang lain, dan selalu menjaga perkataan. 🌷

Ø Uraian Materi

A. Pengertian Adab Berbicara

Adab berbicara adalah tata cara berbicara yang baik, sopan, dan menghormati orang lain.

Kita harus menjaga perkataan ketika berbicara dengan orang tua, guru, teman, maupun orang lain. Berbicara dengan baik merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang harus dibiasakan sejak kecil.

B. Macam-Macam Adab Berbicara

1. Berbicara dengan sopan

Gunakan kata-kata yang baik ketika berbicara kepada orang lain.

Contoh: “Permisi, Bu Guru. Bolehkah saya bertanya?”

2. Mendengarkan ketika orang lain berbicara

Kita harus mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Contoh: Mendengarkan guru ketika menjelaskan pelajaran.

3. Menggunakan suara yang baik

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak membentak atau berteriak kepada orang lain.

Contoh: Berbicara dengan lembut kepada teman.

4. Menggunakan kata-kata santun

Biasakan menggunakan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Contoh: “Tolong bantu saya merapikan buku ini.”

5. Berkata jujur dan tidak mengejek

Katakan hal yang sebenarnya dan jangan menggunakan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.

Contoh: Mengakui kesalahan dan meminta maaf.



E. Perkataan yang Harus Dihindari

Anak-anak, ada beberapa perkataan dan sikap yang harus kita hindari.

  • Berkata kasar kepada orang lain.

  • Membentak orang tua, guru, atau teman.

  • Mengejek dan menghina teman.

  • Memotong pembicaraan orang lain.

  • Berteriak ketika berbicara di kelas.

  • Berbohong dan menyalahkan orang lain.

Jika kita terbiasa menjaga perkataan, orang lain akan merasa dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita.

F. Manfaat Berkata Baik dan Santun

  1. Disukai dan dihargai orang lain.

  2. Memiliki hubungan yang baik dengan teman.

  3. Menghindari pertengkaran.

  4. Membuat suasana rumah dan sekolah menjadi nyaman.

  5. Membiasakan diri memiliki akhlak yang terpuji.

  6. Menjaga perasaan orang lain.

G. Kegiatan Praktik Adab Berbicara

Guru mengajak murid mempraktikkan percakapan berikut secara berpasangan.

Situasi 1: Meminjam pensil

Dina: “Rani, tolong pinjamkan pensilmu, ya.”

Rani: “Baik, Dina. Ini pensilnya.”

Dina: “Terima kasih, Rani.”

Rani: “Sama-sama.”

Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman

Budi: “Maaf, Andi. Aku tidak sengaja menyenggolmu.”

Andi: “Tidak apa-apa, Budi. Lain kali hati-hati, ya.”

Budi: “Baik, terima kasih sudah memaafkanku.”

Melalui kegiatan ini, murid belajar menggunakan kata-kata yang baik, mendengarkan teman, dan berbicara dengan santun.

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Ketika ingin meminjam pensil teman, kita sebaiknya berkata ....

A. “Berikan pensilmu sekarang!”

B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

C. “Cepat pinjamkan pensilmu!”

2. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran, sikap kita adalah ....

A. Mendengarkan dengan baik

B. Mengobrol dengan teman

C. Berteriak di kelas

3. Jika tidak sengaja menyakiti perasaan teman, kita sebaiknya ....

A. Mengejeknya lagi

B. Pura-pura tidak tahu

C. Meminta maaf

4. Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita sebaiknya ....

A. Marah kepada teman

B. Menyampaikan pendapat dengan sopan

C. Memaksakan pendapat sendiri

5. Manakah contoh adab berbicara yang baik?

A. Berkata jujur dan santun

B. Memotong pembicaraan orang lain

C. Menghina teman

B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

6. Ketika menerima bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

7. Jika ingin melewati orang lain, kita mengucapkan ....

8. Saat melakukan kesalahan, kita sebaiknya meminta ....

9. Ketika orang lain sedang berbicara, kita harus mendengarkan sampai ....

10. Kita harus menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti ... orang lain.

Ø Kunci Jawaban/Uraian

A. Pilihan Ganda

  1. B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

  2. A. Mendengarkan dengan baik.

  3. C. Meminta maaf.

  4. B. Menyampaikan pendapat dengan sopan.

  5. A. Berkata jujur dan santun.

B. Isian

  1. Terima kasih.

  2. Permisi.

  3. Maaf.

  4. Selesai.

  5. Perasaan.


Ø Kesimpulan dan Refleksi

Ø Kesimpulan Materi

Adab berbicara adalah tata cara berbicara dengan baik, sopan, dan menghormati orang lain. Peserta didik belajar membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi, mendengarkan ketika orang lain berbicara, berkata jujur, serta menghindari perkataan kasar dan ejekan. Berkata baik dan santun merupakan bagian dari akhlak terpuji yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.

Refleksi

Kehadiran Peserta Didik:

Jumlah peserta didik kelas II.C sebanyak 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, sedangkan 2 peserta didik tidak hadir, terdiri atas 1 peserta didik sakit dan 1 peserta didik izin.

Kendala:

Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami dan menerapkan adab berbicara, terutama dalam menggunakan kata-kata santun, meminta maaf, mengucapkan terima kasih, serta menyampaikan pendapat dengan sopan.

Tindak Lanjut:

Guru memberikan pendampingan melalui contoh percakapan sederhana, tanya jawab, dan bermain peran secara berpasangan. Peserta didik dibimbing untuk membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi, mendengarkan ketika orang lain berbicara, serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Pembiasaan berkata baik dan santun diperkuat melalui keteladanan guru dan praktik sehari-hari di kelas.

Capaian Tujuan Pembelajaran:

Sebanyak 18 peserta didik telah memahami materi adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun, serta mampu mengenali contoh perilaku yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami dan menerapkan adab berbicara dengan tepat. Adapun 2 peserta didik tidak hadir, sehingga capaian pemahamannya belum dapat dievaluasi pada pembelajaran ini.