Jumat, 25 September 2026 - 2.C - Pembiasaan Adab

Kamis, 24 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Pembiasaan Adab

Hari/Tanggal: Jum'at, 25 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Membantu orang tua sesuai kemampuan. 

Pertemuan ke: 5

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menyayangi, menghormati, dan membantu orang tua sesuai kemampuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu memahami pentingnya membantu orang tua dan menunjukkan contoh kegiatan membantu orang tua sesuai kemampuan di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari bahwa membantu orang tua merupakan bentuk kasih sayang, kepedulian, dan rasa tanggung jawab.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kegiatan membantu orang tua dengan pengalaman sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita, permainan, tanya jawab, bermain peran, dan kegiatan memilih contoh perbuatan yang menunjukkan sikap suka membantu.

 

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita tentang anak yang membantu orang tua.
  2. Mengenal pentingnya membantu orang tua.
  3. Menyebutkan contoh kegiatan membantu orang tua sesuai kemampuan.
  4. Membedakan kegiatan yang dapat dan belum dapat dilakukan sendiri.
  5. Mempraktikkan cara menawarkan bantuan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu orang tua dengan ikhlas dan bertanggung jawab.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, siapa yang biasanya merawat dan membantu kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu banyak melakukan pekerjaan untuk keluarga. Sebagai anak, kita juga dapat membantu mereka sesuai kemampuan kita.

Misalnya, merapikan tempat tidur, membereskan mainan, menaruh piring setelah makan, atau membantu membawa barang yang ringan.

Allah Swt. menyukai anak yang berbuat baik dan membantu orang lain. ๐ŸŒธ

Hari ini kita akan belajar tentang “Membantu Orang Tua Sesuai Kemampuan.”

Mari kita belajar menjadi anak yang peduli, ringan tangan, bertanggung jawab, dan senang membantu orang tua. ❤️

 

A. Apa Arti Membantu Orang Tua?

Membantu orang tua berarti melakukan pekerjaan sederhana yang mampu kita lakukan untuk meringankan pekerjaan Ayah dan Ibu.

Membantu orang tua tidak harus melakukan pekerjaan yang berat. Kita dapat membantu sesuai dengan usia, kemampuan, dan keadaan kita.

Contohnya:

  • ๐Ÿ›️ Merapikan tempat tidur sendiri.
  • ๐Ÿงธ Merapikan mainan setelah bermain.
  • ๐Ÿฝ️ Membawa piring atau gelas ke tempat yang sesuai setelah makan.
  • ๐Ÿ‘• Menyimpan pakaian kotor pada tempatnya.
  • ๐Ÿ“š Merapikan buku dan alat belajar.
  • ๐Ÿงน Membantu menyapu bagian rumah yang sederhana.
  • ๐ŸŒฑ Membantu menyiram tanaman.
  • ๐Ÿ—‘️ Membuang sampah pada tempatnya.

B. Mengapa Kita Harus Membantu Orang Tua?

Membantu orang tua merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada keluarga.

Dengan membantu, kita dapat:

  • meringankan pekerjaan orang tua;
  • menunjukkan rasa sayang kepada Ayah dan Ibu;
  • belajar mandiri;
  • melatih tanggung jawab;
  • membiasakan diri melakukan kebaikan.

Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan ikhlas, senang hati, dan tidak mengeluh.


C. Membantu Sesuai Kemampuan

Tidak semua pekerjaan rumah dapat dilakukan oleh anak. Kita harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan.

Contoh yang dapat dilakukan:

✅ Merapikan tempat tidur.
✅ Merapikan mainan.
✅ Menyimpan sepatu pada tempatnya.
✅ Membantu mengambilkan barang yang ringan.
✅ Menyiram tanaman.
✅ Membantu menata meja makan.

Contoh pekerjaan yang memerlukan bantuan orang dewasa:

❌ Menggunakan pisau tajam.
❌ Menyalakan kompor sendiri.
❌ Menggunakan benda listrik yang berbahaya.
❌ Mengangkat benda yang terlalu berat.

Ingat: Membantu orang tua harus dilakukan dengan cara yang aman.


D. Menawarkan Bantuan kepada Orang Tua

Anak yang suka membantu tidak selalu menunggu diperintah.

Kita dapat menawarkan bantuan dengan sopan.

Contoh:

Ibu: “Ibu akan membereskan meja makan.”

Rafi: “Ibu, boleh aku membantu membawa piring yang ringan?”

Ibu: “Tentu, Rafi. Terima kasih.”

Rafi membantu dengan hati-hati.

Sikap Rafi menunjukkan bahwa ia peduli, bertanggung jawab, dan senang membantu orang tua.


E. Ketika Orang Tua Meminta Bantuan

Ketika orang tua meminta bantuan, kita sebaiknya mendengarkan dan melakukannya dengan baik.

Contoh:

Ibu meminta,
“Tolong simpan sepatu di rak.”

Kita dapat menjawab:

“Baik, Ibu.”

Kemudian kita melakukan tugas tersebut sampai selesai.

Hindari sikap:

๐Ÿ™… Mengeluh.
๐Ÿ™… Menjawab dengan kasar.
๐Ÿ™… Sengaja menunda-nunda.
๐Ÿ™… Berpura-pura tidak mendengar.


F. Membantu dengan Ikhlas

Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan hati yang senang.

Contohnya:

๐ŸŒธ Membantu tanpa mengharapkan hadiah.
๐ŸŒธ Tidak mengeluh ketika membantu.
๐ŸŒธ Menyelesaikan tugas dengan baik.
๐ŸŒธ Tetap membantu meskipun tidak diminta.
๐ŸŒธ Mengucapkan terima kasih setelah bekerja bersama.

Kita dapat berkata:

“Ayah, boleh aku membantu?”

“Ibu, biar aku yang merapikannya.”

“Baik, Ibu. Akan aku lakukan.”


G. Tantangan Anak Hebat di Rumah

Mulai hari ini, mari melakukan 5 Kebiasaan Anak Suka Membantu:

⭐ Merapikan tempat tidur sendiri.
⭐ Merapikan mainan setelah digunakan.
⭐ Menyimpan barang pada tempatnya.
⭐ Menawarkan bantuan kepada orang tua.
⭐ Membantu pekerjaan sederhana dengan ikhlas.

Ingat!

Membantu orang tua bukan hanya dilakukan ketika diperintah. Anak yang baik berusaha membantu sesuai kemampuan, menjaga keselamatan, dan melakukannya dengan hati yang senang. ❤️

ร˜ Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Membantu orang tua sebaiknya dilakukan sesuai ...
    A. kemampuan
    B. keinginan teman
    C. kemauan orang lain
  2. Setelah selesai bermain, sebaiknya kita ...
    A. meninggalkan mainan
    B. merapikan mainan
    C. meminta Ibu merapikannya
  3. Ibu sedang membereskan meja makan. Sikap yang baik adalah ...
    A. menawarkan bantuan
    B. mengganggu Ibu
    C. pergi bermain
  4. Ketika Ayah meminta kita merapikan sepatu, sebaiknya kita berkata ...
    A. “Tidak mau!”
    B. “Nanti saja!”
    C. “Baik, Ayah.”
  5. Berikut yang termasuk membantu orang tua adalah ...
    A. membuang sampah sembarangan
    B. merapikan tempat tidur
    C. membuat rumah berantakan
  6. Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan sendiri oleh anak adalah ...
    A. merapikan buku
    B. menyiram tanaman
    C. menyalakan kompor
  7. Ketika membantu orang tua, sebaiknya kita ...
    A. mengeluh
    B. melakukannya dengan ikhlas
    C. marah
  8. Adik melihat Ibu membawa barang yang ringan. Sikap yang tepat adalah ...
    A. menawarkan bantuan
    B. pura-pura tidak melihat
    C. meninggalkan Ibu
  9. Mengapa kita harus membantu orang tua?
    A. Agar selalu mendapat hadiah
    B. Agar pekerjaan orang tua lebih ringan
    C. Agar dapat bermain lebih lama
  10. Contoh membantu orang tua sesuai kemampuan adalah ...
    A. menggunakan pisau tajam sendiri
    B. menyalakan kompor sendiri
    C. merapikan mainan sendiri

B. Isian

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Kita membantu orang tua sesuai dengan ... kita.
  2. Setelah selesai bermain, kita harus ... mainan.
  3. Ketika ingin membantu Ibu, kita dapat berkata, “Boleh aku ...?”
  4. Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan hati yang ...
  5. Menyalakan kompor merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan bantuan ...

ร˜ Kunci Jawaban/Uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:



Jumat, 25 September 2026 - 2.C - Seni Rupa

  IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Seni Rupa

Hari/Tanggal: Jum'at, 25 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Warna Panas, warna dingin, dan warna netral

Pertemuan ke: 4

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Warna panas, warna dingin dan warna netral)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna panas, warna dingin, dan warna netral pada benda serta karya seni di sekitarnya.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat mengaitkan warna panas, warna dingin, dan warna netral dengan kehidupan sehari-hari serta keindahan ciptaan Allah Swt., seperti warna matahari, api, daun, langit, awan, dan berbagai benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal dan mengelompokkan warna panas, dingin, dan netral melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mengelompokkan gambar, dan mewarnai.


ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna panas, warna dingin, dan warna netral.
  3. Menyebutkan contoh warna panas.
  4. Menyebutkan contoh warna dingin.
  5. Menyebutkan contoh warna netral.
  6. Mengelompokkan warna ke dalam kelompok warna panas, dingin, dan netral.
  7. Mengidentifikasi penggunaan warna panas, dingin, dan netral pada benda atau karya seni.
  8. Membuat karya sederhana menggunakan warna panas, dingin, dan netral.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: Warna Panas, warna dingin dan warna netral

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, mengelompokkan warna, dan latihan.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, video pembelajaran, kartu warna, gambar, alat mewarnai, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Ada warna merah, kuning, biru, hijau, putih, hitam, dan masih banyak warna lainnya. Tahukah kalian bahwa warna-warna tersebut dapat memberikan kesan yang berbeda?

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna merah pada bunga, kuning pada buah, biru pada langit, hijau pada daun, serta berbagai warna lainnya. ๐ŸŒˆ

Hari ini kita akan belajar mengenal warna panas, warna dingin, dan warna netral.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah dan beragam. Kita dapat mengamati warna pada bunga, buah, daun, langit, air, dan benda di sekitar kita.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah pemilik seluruh alam. Kita belajar menjaga lingkungan dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah memberikan berbagai rezeki kepada manusia, termasuk tumbuhan dan buah-buahan yang memiliki warna beragam. Kita dapat mensyukuri nikmat tersebut dengan menjaga lingkungan dan berkarya dengan kreatif.

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar mengenal warna dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!

Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah Swt., mampu membedakan warna, serta menghargai keindahan ciptaan-Nya. ๐Ÿ’–๐ŸŒˆ

 


1. Apa Itu Warna?

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat benda dan karya seni terlihat lebih indah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat berbagai macam warna pada bunga, buah, daun, langit, pakaian, mainan, dan benda lainnya.

2. Warna Panas

Warna panas adalah warna yang memberikan kesan hangat, cerah, semangat, dan berani.

Contoh warna panas:

  • ๐Ÿ”ด Merah
  • ๐ŸŸ  Jingga/Oranye
  • ๐ŸŸก Kuning

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ๐Ÿ”ด Merah seperti warna cabai dan bunga mawar.
  • ๐ŸŸ  Jingga seperti warna jeruk.
  • ๐ŸŸก Kuning seperti warna matahari dan pisang.

3. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, dan nyaman.

Contoh warna dingin:

  • ๐Ÿ”ต Biru
  • ๐ŸŸข Hijau
  • ๐ŸŸฃ Ungu

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ๐Ÿ”ต Biru seperti warna langit dan air.
  • ๐ŸŸข Hijau seperti warna daun dan rumput.
  • ๐ŸŸฃ Ungu seperti warna bunga tertentu.

4. Warna Netral

Warna netral adalah warna yang memberikan kesan sederhana, tenang, dan tidak terlalu mencolok.

Contoh warna netral:

  • ⚫ Hitam
  • ⚪ Putih
  • ๐Ÿฉถ Abu-abu
  • ๐ŸคŽ Cokelat

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ⚪ Putih seperti warna kertas.
  • ⚫ Hitam seperti warna beberapa benda di sekitar.
  • ๐Ÿฉถ Abu-abu seperti warna batu.
  • ๐ŸคŽ Cokelat seperti warna tanah dan kayu.

5. Mengelompokkan Warna

Kelompok WarnaContoh Warna
๐Ÿ”ฅ Warna PanasMerah, jingga, kuning
❄️ Warna DinginBiru, hijau, ungu
⚪ Warna NetralHitam, putih, abu-abu, cokelat

6. Contoh Penggunaan dalam Karya Seni

Warna panas dapat digunakan untuk memberikan kesan ceria dan bersemangat.

Warna dingin dapat digunakan untuk memberikan kesan tenang dan sejuk.

Warna netral dapat digunakan untuk memberikan kesan sederhana dan seimbang.

✨ Keanekaragaman warna merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah Swt. yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar.

ร˜ Asesmen/Post Test:


ร˜ Kunci Jawaban/uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:


Kamis, 24 September 2026 - 2.C - Matematika

Rabu, 23 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Matematika 

Hari/Tanggal: Kamis, 24  September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Operasi penjumlahan sampai 100

Pertemuan ke: 5

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ + ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:
  1. Siti menabung Rp25 di celengan. Kemudian, ia menabung lagi Rp15.
    Berapa jumlah uang Siti sekarang?
  2. Rani mempunyai 24 pensil warna. Ibu membelikan lagi 15 pensil warna.
    Berapa jumlah pensil warna Rani sekarang?
  3. Beni memiliki 32 kelereng. Ia mendapat 18 kelereng dari kakaknya.
    Berapa jumlah kelereng Beni seluruhnya?
  4. Di dalam keranjang ada 27 buah apel. Ayah memasukkan lagi 16 buah apel.
    Berapa jumlah apel di dalam keranjang?
  5. Perpustakaan kelas memiliki 35 buku cerita. Guru menambahkan 24 buku baru.
    Berapa jumlah buku cerita sekarang?
  6. Siti mempunyai 28 stiker. Temannya memberikan 17 stiker.
    Berapa jumlah stiker Siti sekarang?
  7. Di taman ada 43 bunga merah dan 25 bunga kuning.
    Berapa jumlah semua bunga di taman?
  8. Pak Hasan mempunyai 36 ayam. Kemudian, ia membeli 27 ayam lagi.
    Berapa jumlah ayam Pak Hasan sekarang?
  9. Dalam sebuah kotak terdapat 45 kelereng. Kemudian, dimasukkan lagi 18 kelereng.
    Berapa jumlah kelereng di dalam kotak?
  10. Aisyah membaca 26 halaman buku pada pagi hari dan 19 halaman pada sore hari.
    Berapa halaman buku yang sudah dibaca Aisyah?


ร˜ Kunci Jawaban/uraian:

  1. 40
  2. 50
  3. 43
  4. 59
  5. 45
  6. 68
  7. 63
  8. 63
  9. 45
  10. 63

ร˜ Kesimpulan dan refleksi:

Hari ini peserta didik belajar tentang operasi penjumlahan bilangan kurang dari 100 melalui soal cerita. Peserta didik memahami bahwa penjumlahan digunakan untuk menggabungkan dua bilangan atau lebih sehingga diperoleh jumlah keseluruhan.

Peserta didik memahami bahwa:

  • ➕ Penjumlahan digunakan untuk menggabungkan atau menambahkan dua bilangan untuk mendapatkan jumlah keseluruhan.
  • ๐Ÿ”ข Bilangan kurang dari 100 dapat terdiri atas puluhan dan satuan.
  • ๐Ÿงฎ Penjumlahan dapat dilakukan dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat, maupun cara bersusun.
  • ๐Ÿ“– Soal cerita dapat diselesaikan dengan memahami informasi yang diketahui dan menentukan apa yang ditanyakan.
  • ✏️ Untuk menyelesaikan soal cerita, peserta didik perlu memilih operasi penjumlahan yang sesuai dan menghitung dengan teliti.
  • ๐Ÿ”„ Pada penjumlahan dengan jumlah satuan 10 atau lebih, peserta didik dapat melakukan penjumlahan dengan menyimpan.
  • ๐Ÿ  Penjumlahan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah buku, pensil, buah, mainan, uang, dan benda lainnya.
  • ๐ŸŒฑ Berhitung dengan teliti membantu peserta didik memperoleh jawaban yang tepat serta melatih sikap sabar dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan mengamati soal cerita, tanya jawab, demonstrasi, penggunaan benda konkret, serta latihan secara bertahap, peserta didik belajar memahami dan menyelesaikan masalah sederhana yang berkaitan dengan penjumlahan bilangan kurang dari 100 dalam kehidupan sehari-hari.

ร˜ Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik: Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 21 peserta didik hadir dan 1 peserta didik tidak hadir karena sakit.

Kendala: Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami soal cerita penjumlahan, terutama dalam menentukan informasi yang diketahui, apa yang ditanyakan, serta melakukan penjumlahan bilangan dua angka dengan tepat.

Tindak Lanjut: Guru memberikan pendampingan melalui benda konkret, stik es krim, papan nilai tempat, kartu angka, dan latihan soal cerita secara bertahap. Peserta didik dibimbing untuk membaca soal dengan teliti, menemukan informasi penting, menentukan operasi penjumlahan, kemudian menghitung dan menuliskan jawabannya dengan tepat.

Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebanyak 18 peserta didik telah memahami dan mampu melakukan operasi penjumlahan bilangan kurang dari 100 serta menyelesaikan soal cerita penjumlahan sederhana dengan tepat. Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu memahami informasi dalam soal cerita, menentukan operasi penjumlahan, dan menghitung hasil penjumlahan dengan tepat.

Kamis, 24 September 2026 - 2.C - Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Bahasa Indonesia

Hari/Tanggal: Kamis, 24 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Mater: Cara mendapatkan informasi dari grafik / diagram batang

Pertemuan ke: 3

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati judul, batang, dan jumlah pada grafik dengan teliti agar memperoleh informasi yang tepat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa grafik dapat digunakan untuk menyajikan data yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, jumlah buku, atau kegiatan yang disukai.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, membaca data, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
  2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
  3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
  4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
  5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
  6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.


๐Ÿ“Œ MATERI: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik/Diagram Batang

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari informasi, penugasan, dan latihan terbimbing.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, grafik sederhana video pembelajaran


ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. ๐Ÿ“Š

Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

 




A. Mengenal Grafik

Grafik adalah bentuk penyajian data atau informasi menggunakan gambar, simbol, atau batang sehingga data lebih mudah dilihat dan dipahami.

Diagram batang adalah grafik yang menggunakan bentuk batang untuk menunjukkan jumlah suatu data.

Dengan membaca grafik atau diagram batang, kita dapat mengetahui:

  • jumlah setiap data;
  • data yang paling banyak;
  • data yang paling sedikit;
  • perbandingan jumlah data;
  • selisih antara dua data;
  • kesimpulan sederhana dari data.

Contoh data yang dapat disajikan dalam grafik atau diagram batang:

  • makanan kesukaan siswa;
  • warna kesukaan siswa;
  • jumlah buku yang dibaca;
  • kegiatan yang disukai siswa;
  • jumlah buah;
  • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan.

B. Bagian-Bagian Diagram Batang Sederhana

Untuk membaca diagram batang, kita perlu memperhatikan beberapa bagian, yaitu:

  1. Judul grafik
    Menunjukkan informasi atau data yang disajikan.
  2. Nama data
    Menunjukkan hal yang sedang dibandingkan, misalnya mie ayam, pizza, bakso, dan makanan lainnya.
  3. Batang
    Menunjukkan banyaknya setiap data.
  4. Jumlah/angka
    Menunjukkan banyaknya data.

C. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Untuk mendapatkan informasi dari grafik atau diagram batang, lakukan langkah berikut:

1. Membaca judul grafik

Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.

Contoh:

Grafik Makanan Kesukaan Siswa Kelas 2.C

Artinya, grafik tersebut memberikan informasi tentang makanan yang disukai siswa kelas 2.C.

2. Mengamati nama data

Perhatikan nama-nama data yang terdapat pada grafik.

Contohnya:

  • Mie ayam
  • Nasi goreng
  • Ayam goreng
  • Pizza
  • Bakso

3. Membaca jumlah setiap data

Perhatikan tinggi batang atau angka yang menunjukkan jumlah.

Contoh:

  • Mie ayam = 8 siswa
  • Nasi goreng = 6 siswa
  • Ayam goreng = 5 siswa
  • Pizza = 3 siswa
  • Bakso = 7 siswa

4. Menentukan data paling banyak

Cari batang atau jumlah yang paling tinggi.

Pada contoh tersebut, mie ayam merupakan makanan yang paling banyak disukai, yaitu 8 siswa.

5. Menentukan data paling sedikit

Cari batang atau jumlah yang paling rendah.

Pada contoh tersebut, pizza merupakan makanan yang paling sedikit disukai, yaitu 3 siswa.

6. Membandingkan data

Kita dapat membandingkan dua data.

Contoh:

Mie ayam = 8 siswa
Nasi goreng = 6 siswa

Jadi, siswa yang menyukai mie ayam lebih banyak daripada siswa yang menyukai nasi goreng.

7. Menghitung selisih

Selisih dapat diketahui dengan cara mengurangkan jumlah yang lebih besar dengan jumlah yang lebih kecil.

Contoh:

8 − 3 = 5

Jadi, selisih siswa yang menyukai mie ayam dan pizza adalah 5 siswa.


D. Kosakata Baru

Grafik: gambar atau bentuk yang digunakan untuk menyajikan data.

Diagram batang: grafik yang menggunakan batang untuk menunjukkan jumlah data.

Data: kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu kegiatan atau pengamatan.

Jumlah: banyaknya sesuatu.

Membandingkan: melihat apakah suatu jumlah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama.

Selisih: perbedaan jumlah antara dua data.

Informasi: keterangan yang diperoleh dari suatu data.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:

Perhatikan grafik berikut!




ร˜ Jawaban atau uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:

Kesimpulan Materi

Hari ini peserta didik belajar tentang cara mendapatkan informasi dari grafik atau diagram batang. Peserta didik memahami bahwa grafik merupakan salah satu cara untuk menyajikan data agar informasi lebih mudah dilihat, dibaca, dan dipahami.

Peserta didik memahami bahwa:

  • ๐Ÿ“Š Grafik atau diagram batang dapat digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.
  • ๐Ÿ”ค Judul grafik menunjukkan informasi atau data yang sedang disajikan.
  • ๐Ÿ“‹ Nama data menunjukkan hal-hal yang dibandingkan dalam grafik.
  • ๐Ÿ“ Tinggi batang menunjukkan banyaknya suatu data.
  • ๐Ÿ”ข Angka pada grafik menunjukkan jumlah data.
  • ⬆️ Batang paling tinggi menunjukkan data yang paling banyak.
  • ⬇️ Batang paling rendah menunjukkan data yang paling sedikit.
  • ⚖️ Dua data dapat dibandingkan untuk mengetahui mana yang lebih banyak atau lebih sedikit.
  • ➖ Selisih dua data dapat diketahui dengan mengurangkan jumlah yang lebih besar dengan jumlah yang lebih kecil.
  • ๐Ÿ—ฃ️ Informasi dari grafik dapat disampaikan kembali menggunakan kalimat sederhana.

Melalui kegiatan mengamati grafik, membaca data, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan terbimbing, peserta didik belajar memperoleh informasi dari grafik atau diagram batang serta menyampaikan informasi tersebut dengan tepat dan percaya diri.

Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik: Jumlah peserta didik 22 orang. Sebanyak 21 peserta didik hadir dan 1 peserta didik tidak hadir karena sakit.

Kendala: Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membaca informasi pada diagram batang, terutama dalam menentukan jumlah data, membandingkan dua data, serta menemukan data yang paling banyak dan paling sedikit.

Tindak Lanjut: Guru memberikan pendampingan melalui grafik sederhana, kartu data, gambar batang, serta latihan membaca grafik secara bertahap. Peserta didik dibimbing untuk membaca judul grafik, mengamati nama data, membaca jumlah, kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdapat pada grafik.

Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebanyak 18 peserta didik telah memahami dan mampu membaca serta menemukan informasi sederhana dari grafik/diagram batang, menentukan data yang paling banyak dan paling sedikit, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat. Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu membaca jumlah data, membandingkan data, dan menemukan informasi penting dari grafik secara tepat.



Rabu , 23 September 2026 - 2.C - Outing Class

Selasa, 22 September 2026

 IDENTITAS

Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.

MataPembelajaran: Outing Class

Hari/Tanggal: Rabu, 23 September 2026

Fase/Kelas: A/II.C

Materi: Membuat Batik Lampung

Pertemuan ke: 1

 

 

ร˜ Capaian Pembelajaran:
Murid mampu mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui kegiatan mengamati, mengeksplorasi, dan membuat karya sederhana yang terinspirasi dari batik. Peserta didik mampu mengenali motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik dan menunjukkan sikap bangga, peduli, serta menghargai budaya Indonesia.

ร˜ Tujuan Pembelajaran:
Mengenal, mengamati, dan menjelaskan motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik, kemudian membuat motif batik sederhana dan menunjukkan sikap kreatif serta menghargai batik sebagai salah satu budaya Indonesia.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengenal batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.
  2. Mengidentifikasi berbagai motif, bentuk, garis, dan warna yang terdapat pada batik.
  3. Mengenal alat dan bahan sederhana yang digunakan dalam proses pembuatan batik.
  4. Mengamati dan menjelaskan secara sederhana tahapan pembuatan batik berdasarkan hasil kunjungan.
  5. Menunjukkan sikap menghargai karya pengrajin batik dan keberagaman budaya Indonesia.
  6. Mempraktikkan pembuatan motif batik sederhana melalui kegiatan menggambar atau mewarnai.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 2C SD Al-Azhar 2. ๐ŸŒท

Apa kabarnya hari ini?

Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! ๐Ÿคฒ✨

Semoga hari ini kita diberikan kesehatan, kebahagiaan, semangat belajar, dan menjadi anak-anak yang baik, kreatif, serta mencintai budaya Indonesia.

๐Ÿ’› Sebelum kegiatan dimulai, jangan lupa adabnya ya:

๐Ÿ˜Š Senyum dan memberi salam.
๐Ÿ™ Berdoa sebelum kegiatan.
๐Ÿ‘‚ Mendengarkan penjelasan guru dan pengrajin batik.
✋ Mengangkat tangan sebelum bertanya.
๐Ÿค Saling menghormati dan menyayangi teman.
๐ŸŒฑ Menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar.
๐Ÿงต Tidak menyentuh atau menggunakan peralatan batik tanpa izin.

๐ŸŒบ Rincian Kegiatan Kokurikuler Kunjungan Batik

Tema: “Mengenal dan Menghargai Budaya Indonesia melalui Batik”
Kelas: 2C SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung
Tempat: Pengrajin Batik Gabovira

1. Penyambutan dan Pengarahan

Kegiatan diawali dengan berkumpul bersama guru dan teman-teman, berdoa sebelum kegiatan, mendengarkan sambutan dan arahan dari guru serta pengrajin batik, mengenal tujuan kegiatan kunjungan, serta memahami aturan dan tata tertib selama berada di tempat pengrajin batik.

Siswa diajak memahami bahwa kegiatan kunjungan bukan hanya untuk bermain, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar secara langsung tentang budaya Indonesia.

2. Mengenal Batik sebagai Budaya Indonesia ๐ŸŽจ

Siswa diajak mengenal batik dengan cara mengamati dan mendengarkan penjelasan dari pengrajin.

Siswa dapat:

  • Mengenal pengertian sederhana tentang batik.
  • Mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia.
  • Mengamati berbagai motif batik.
  • Mengenal bentuk dan pola yang terdapat pada kain batik.
  • Mengenal berbagai warna yang digunakan dalam batik.
  • Mengetahui bahwa setiap daerah di Indonesia dapat memiliki motif batik yang berbeda.
  • Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.

3. Mengenal Alat dan Bahan Membatik ๐Ÿงต

Siswa diajak melihat secara langsung alat dan bahan yang digunakan untuk membuat batik, seperti kain, canting, malam/lilin batik, pewarna, serta berbagai alat pendukung lainnya.

Pengrajin memberikan penjelasan sederhana mengenai fungsi alat dan bahan tersebut serta penggunaannya dalam proses pembuatan batik.

Siswa diingatkan untuk tidak menyentuh alat atau bahan tanpa izin demi menjaga keselamatan.

4. Mengamati Proses Pembuatan Batik ๐Ÿ–Œ️

Siswa mengamati secara langsung proses pembuatan batik yang dilakukan oleh pengrajin, mulai dari membuat pola, penggunaan canting, pemberian malam, proses pewarnaan, hingga tahapan penyelesaian kain batik.

Siswa diberikan pemahaman bahwa membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan.

5. Praktik Membuat Motif Batik Sederhana ๐ŸŒธ

Dengan bimbingan guru dan pengrajin, siswa melakukan kegiatan praktik sederhana dengan memilih motif, menggambar pola atau motif batik, mengembangkan kreativitas melalui bentuk dan garis, serta memberikan warna pada motif batik.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam membuat karya seni yang terinspirasi dari budaya Indonesia.

6. Mengenal Nilai dan Makna di Balik Batik ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Siswa diajak memahami bahwa batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi merupakan bagian dari budaya Indonesia yang perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk:

  • Bangga terhadap budaya Indonesia.
  • Menghargai karya para pengrajin.
  • Menghargai keberagaman motif dan budaya Indonesia.
  • Menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
  • Mengembangkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

7. Refleksi dan Berbagi Pengalaman ๐ŸŒฑ

Setelah kegiatan selesai, siswa diajak melakukan refleksi sederhana melalui pertanyaan:

  • Apa yang kamu ketahui tentang batik hari ini?
  • Alat apa saja yang kamu lihat?
  • Bagaimana proses membuat batik?
  • Motif batik apa yang paling kamu sukai?
  • Apa yang kamu rasakan setelah mengunjungi pengrajin batik?
  • Mengapa kita harus menghargai dan melestarikan batik Indonesia?

Siswa dapat menceritakan pengalaman mereka kepada guru dan teman-teman.

๐ŸŒŸ Refleksi/Kesimpulan

Kesimpulan Materi

Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki beragam motif, bentuk, garis, dan warna. Dalam proses pembuatannya, batik membutuhkan alat dan bahan seperti kain, canting, malam, dan pewarna. Membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan. Melalui kegiatan outing class, peserta didik dapat mengenal proses pembuatan batik secara langsung serta belajar menghargai karya pengrajin dan keberagaman budaya Indonesia. Batik perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya bangsa.

Refleksi Pembelajaran

Pembelajaran Seni Rupa melalui kegiatan outing class mengenal dan membuat batik diikuti oleh 21 peserta didik Kelas 2C, sedangkan 1 peserta didik tidak dapat mengikuti kegiatan karena sakit. Kegiatan dilaksanakan di luar sekolah dengan mengunjungi pengrajin batik untuk mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia. Peserta didik yang mengikuti kegiatan terlihat senang, gembira, dan antusias selama kegiatan berlangsung. Peserta didik aktif mengamati berbagai motif batik, mengenal alat dan bahan yang digunakan, menyimak proses pembuatan batik, serta mengikuti kegiatan praktik dengan baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.

Kesimpulan Keseluruhan

Kegiatan outing class diikuti oleh 21 dari 22 peserta didik Kelas 2C, sementara 1 peserta didik tidak mengikuti kegiatan karena sakit. Kegiatan berlangsung dengan baik, tertib, dan menyenangkan. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dengan mengenal batik, motif batik, alat dan bahan, proses pembuatan batik, serta mempraktikkan pembuatan motif sederhana. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin kreatif, percaya diri, serta memiliki rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.