Materi Ajar, Jumat, 31 Oktober 2025

Kamis, 30 Oktober 2025

                               

Hari, tanggal    : Jum'at, 31 Oktober 2025

Kelas                    : 2.A
Guru                     : Rizki Ariyanti, S.pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
Mapel                   : P.Pancasila & Seni Rupa


 

Hallo, good morning ananda sholih sholihah 2.A . How's your feel today? semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam belajar yaa Aamiin. Okay, Sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, marilah kita membaca do'a, melaksanakan sholat dhuha dan murojaah terlebih dahulu yaa sholeh sholehah ^^

Selamat pagi ananda sholeh sholehah..  Pada pertemuan sebelumnya kita telah mempelajari tentang tentang Simbol dan Arti sila-sila Pancasila dan mengenal tokoh perumus pancasila, serta belajar membuat karya seni rupa berdasatkan pengalamanNah pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 2 tentang materi-materi yang telah kita pelajari sebelumhya. Oke mari mulai, kerjakan dengan teliti yaa,  semangat anak-anak sholeh dan sholehah ^^


📌 Metode dan Media ajar

  •        Metode/ Model pembelajaran: Discovery Learning
  •        Media ajar: Video pembelajarana, Gambar tokoh perumus pancasila,  LKPD
  •  
  • 📌 Capaian Pembelajaran (CP)

  •  Murid memahami unsur rupa di lingkungan sekitarnya dan  menyimpulkan hasil pemahaman atas dua unsur rupa
  • 2. Murid mengenal aturan di lingkungan keluarga; menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga; dan menunjukkan perilaku mematuhi aturan di Lingkungan keluarga.

    📌 Tujuan Pembelajaran (TP):

  1. Menilai Karya Seni Rupa
  2. menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga

📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

  1. Murid dapat menilai karya seni rupa (gambar, lukisan, kolase)
  2. Murid dapat menceritakan aturan yang ada di rumahnya.

📌Materi Pendidikan Pancasila





Mengenal Aturan di Lingkungan Keluarga
1. Apa itu aturan?
Aturan adalah kesepakatan yang dibuat dan harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga.
Aturan membantu kehidupan menjadi tertib, aman, dan rukun.

2. Mengapa aturan keluarga penting?
Menjaga ketertiban di rumah.
Membiasakan tanggung jawab dan disiplin.
Membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi rukun dan harmonis.
Membantu anak belajar sopan santun dan menghargai orang lain.

3. Contoh aturan di lingkungan keluarga
✅ Bangun pagi tepat waktu.
✅ Merapikan tempat tidur setelah bangun.
✅ Membantu orang tua sesuai kemampuan.
✅ Membuang sampah di tempatnya.
✅ Belajar dengan rajin.
✅ Berbicara sopan kepada orang tua dan saudara.
✅ Makan bersama dengan tertib.

4. Akibat jika melanggar aturan keluarga
❌ Orang tua kecewa atau marah.
❌ Rumah menjadi berantakan.
❌ Hubungan keluarga tidak rukun.
❌ Anak bisa terbiasa dengan kebiasaan buruk (malas, tidak disiplin).


Latihan Soal:

  1. Tuliskan 1 aturan yang ada di rumahmu!
  2. Apakah kamu pernah melanggar aturan? Tuliskan akibatnya!
  3. Menurutmu, mengapa aturan itu penting?
  4. "Setelah bermain Siska tidak membereskannya kembali." Menurutmu, apakah Siska telah taat Aturan? Apa yang sebaiknya dilakukan Siska?
  5. Ceritakan aturan di rumahmu dan pengalamanmu saat mematuhi aturan!

📌Materi Seni Rupa

Materi Berpendapat Mengenai Karya Seni Rupa

Lukisan: 

Melibatkan penggunaan cat (air, minyak, akrilik) untuk melukis di atas permukaan seperti kanvas atau kertas. 

Gambar: 

Melibatkan penggunaan alat gambar seperti pensil, krayon, spidol, atau arang pada kertas untuk menggambar objek. 

Kolase: 


Seni menempelkan berbagai macam bahan seperti kertas, daun, kain, biji-bijian, atau potongan dari bahan bekas untuk membuat gambar atau komposisi baru. 

1. Lukisan dan Gambar

  • Bahan dan alat: 

Cat air, cat akrilik, cat minyak, kanvas, kertas gambar, pensil warna, krayon, spidol, dan kuas.

  • Teknik: 

Melukis langsung dengan kuas, menggambar garis, atau mewarnai objek dengan krayon atau pensil warna.

  • Tujuan: 

Mengembangkan keterampilan motorik halus, imajinasi, dan kemampuan mengekspresikan diri melalui warna dan bentuk. 

2. Kolase

  • Bahan:
  • Bahan alam: Daun kering, bunga kering, ranting, biji-bijian (jagung, kacang hijau, beras), batu-batuan, kerang.
  • Bahan buatan: Kertas warna, kain perca, benang, pita, potongan kardus, plastil.
  • Bahan bekas: Kertas koran, majalah bekas, tutup botol, bungkus makanan, serutan kayu.
  • Teknik:
  • Memotong atau merobek bahan menjadi bentuk-bentuk tertentu.
  • Menempelkan potongan bahan pada permukaan gambar menggunakan lem.
  • Memadukan berbagai jenis bahan dalam satu komposisi untuk menciptakan karya yang unik.
  • Tujuan: 
  • Meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak dalam memadukan berbagai tekstur dan warna. Teknik ini juga membantu anak dalam mengenali dan menggunakan berbagai macam bahan di sekitar mereka. 

    LATIHAN

    🌸 Tugas Seni Rupa: Membuat Kolase Bunga Sakura



    Perintah Tugas :

    Anak-anak, buatlah kolase bunga sakura menggunakan kertas warna!
    Kerjakan dengan rapi dan penuh kreativitas, ya!

    Langkah-langkah:

    1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
    2. Gambar ranting pohon di buku gambar.
    3. Gunting kertas warna merah dan pink untuk menjadi kelopak bunga.
    4. Tempelkan kelopak tersebut di ranting hingga menyerupai bunga sakura yang mekar.
    5. Tambahkan rumput dibawah pohon agar hasilnya lebih indah.

    🧰 Alat dan Bahan:

    • Kertas warna (merah, pink, hijau, kuning) masing-masing 1 lembar
    • Buku Gambar
    • Gunting
    • Lem kertas / Fox.
    • Pensil dan penghapus
    • Spidol hitam (untuk mempertegas gambar 

  • 📌REFLEKSI / KESIMPULAN 
    . Berdasarkan pembelajaran hari ini dapat diketahui bahwa murid sudah mampu menceritakan aturan yang ada di rumahnya serta menyebutkan akibat dari melanggar aturan di rumah. Selain itu murid juga sudah mampu membuat dan menilai karya seni rupa dua dimensi (kolase) dengan baik, walaupun beberapa murid masih memerlukan bimbingan terkait unsur apa saja yang harus dinilai dalam karya seni rupa duadimensi.

    Materi Ajar, Kamis, 30 Oktober 2025

    Rabu, 29 Oktober 2025

                                    

    Hari, tanggal    : Kamis, 30 Oktober 2025

    Kelas                    : 2.A
    Guru                     : Rizki Ariyanti, S.pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
    Mapel                   : Bahasa Indonesia & Matematika


     

    Hallo, good morning ananda sholih sholihah 2.A . How's your feel today? semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam belajar yaa Aamiin. Okay, Sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, marilah kita membaca do'a, melaksanakan sholat dhuha dan murojaah terlebih dahulu yaa sholeh sholehah ^^

    Selamat pagi ananda sholeh sholehah..  Pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar tentang penjumlahan dan pengurangan dalam kehidupan sehari-hari serta cara menemukan informasi pada sebuah grafik. Nah pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 2 tentang materi-materi yang telah kita pelajari sebelumhya. Oke mari mulai, kerjakan dengan teliti yaa,  semangat anak-anak sholeh dan sholehah ^^

    📌 Metode dan Media ajar

    •        Metode/ Model pembelajaran: Discovery Learning
    •        Media ajar: Video pembelajarana, LKPD

        📌 Capaian Pembelajaran (CP):

    1. Murid mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Murid menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan,   dan percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan. 

    2. Murid menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangancacah sampai 100.Murid dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingka mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.  Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan bendabenda  konkret yang banyaknya sampai20. Murid menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak   (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

        📌 Tujuan Pembelajaran (TP)

    1. Membaca grafik sederhana (misalnya grafik jumlah murid, benda, atau kegiatan)
    2. Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20.

    📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

    1. Murid dapat menyebutkan kembali informasi penting dari cerita
    2. Murid dapat menyusun kalimat tanya dengan kata tanya yang tepat (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana).
    3. Murid dapat menulis kalimat sederhana dengan struktur Subjek – Predikat – Objek secara benar/
    4. Murid dapat membaca grafik sederhana (misalnya grafik jumlah murid, benda, atau kegiatan)
    5. Murid dapat mengenal konsep penjumlahan sebagai penggabungan dua kelompok benda konkret.
    6. Murid dapat melakukan penjumlahan hingga 20 dengan bantuan benda konkret.


    Materi Bahasa Indonesia




    🌿 Materi Inti: Mengenal Kata Depan dan Awalan “di”

    1. Konsep Dasar Bahasa

    Materi ini mengajarkan dua bentuk penggunaan kata “di” yang sering membingungkan siswa, yaitu:

    • Kata depan (preposisi) → menunjukkan tempat atau posisi.
    • Awalan (prefiks) → menunjukkan kata kerja pasif.

    Tujuan utama bukan hanya mengenal bentuknya, tetapi memahami makna dan fungsi kata “di” dalam konteks kalimat.

    2. Kata Depan “di” (Preposisi)

    Ciri-ciri:

    • Menunjukkan tempat, arah, atau posisi.
    • Ditulis terpisah dari kata berikutnya.
    • Tidak bisa diikuti oleh kata kerja.

    Contoh dan makna:

    Kalimat

    Makna

    Buku ada di meja

    Menunjukkan lokasi buku

    Ibu memasak di dapur

    Menunjukkan tempat aktivitas

    Kucing tidur di bawah kursi

    Menunjukkan posisi kucing

    🧠 Pemahaman mendalam:
    Siswa diajak memahami bahwa “di” pada kalimat tersebut tidak bisa disambung, karena berfungsi sebagai penanda tempat, bukan pembentuk kata kerja.

    3. Awalan “di-” (Prefiks)

    Ciri-ciri:

    • Digunakan untuk membentuk kata kerja pasif.
    • Ditulis sambung dengan kata dasarnya.
    • Dapat disertai kata “oleh” dalam kalimat pasif.

    Contoh dan makna:

    Kalimat

    Makna

    Pintu itu dibuka ayah

    Menunjukkan tindakan yang diterima oleh pintu

    Surat itu dikirim Dina

    Menunjukkan kegiatan yang dilakukan orang lain

    Lantai disapu setiap pagi

    Menunjukkan pekerjaan yang dilakukan pada objek


    Latihan :






    Materi: Penggunaan Tanda Seru pada Kalimat Perintah

    1. Pengertian Kalimat Perintah

    Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan untuk meminta seseorang melakukan sesuatu.
    Ciri khasnya adalah berintonasi tinggi di akhir dan diakhiri dengan tanda seru (!).

    Contoh:

    • Tolong ambilkan buku itu!
    • Tutup pintunya!
    • Jangan berlari di dalam kelas!

    2. Fungsi Tanda Seru (!)

    Tanda seru digunakan untuk:

    • Menunjukkan perintah dengan tegas.
    • Menunjukkan larangan.
    • Menunjukkan rasa semangat atau emosi kuat.

    Contoh:

    • Cepat bersiap untuk upacara! → Perintah.
    • Jangan bicara saat guru menjelaskan! → Larangan.
    • Hebat sekali kamu hari ini! → Ungkapan semangat.

    Agar siswa memahami dengan mendalam:

    • Amati: Tampilkan dua kalimat, satu dengan tanda titik dan satu dengan tanda seru. Minta siswa membedakan maknanya.
      • “Tutup pintunya.”
      • “Tutup pintunya!”
    • Pahami: Diskusikan perasaan dan maksud penutur pada kalimat dengan tanda seru.
    • Terapkan: Ajak siswa membuat kalimat perintah mereka sendiri dengan tanda 

    Latihan :




    📌Materi Matemaika


  • 🌟 A. Pengertian Pola Bilangan

    Pola bilangan adalah urutan angka yang memiliki aturan tertentu.
    Kita bisa menemukan pola dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau urutan bentuk.

    🌈 B. Contoh Pola Bilangan

    1. Pola Penjumlahan (+)
      2, 4, 6, 8, 10, …
      ➜ Polanya +2 setiap kali.

    2. Pola Pengurangan (−)
      10, 8, 6, 4, 2, …
      ➜ Polanya −2 setiap kali.

    3. Pola Loncat (Kelipatan)
      3, 6, 9, 12, 15, …
      ➜ Polanya +3 setiap kali.

    4. Pola Campuran (Naik dan Turun)
      1, 2, 3, 2, 1, 2, 3, 2, 1 …
      ➜ Polanya naik dan turun.


    💡 C. Cara Menentukan Pola Bilangan

    1. Perhatikan selisih antar bilangan.

    2. Temukan aturan tetapnya (naik atau turun).

    3. Gunakan aturan itu untuk mencari bilangan berikutnya.


    🧩 Latihan

    1. 1, 2, 3, 4, 5, …
      Bilangan selanjutnya adalah ______.

    2. 5, 10, 15, 20, …
      Bilangan selanjutnya adalah ______.

    3. 10, 9, 8, 7, …
      Bilangan selanjutnya adalah ______.

    4. 2, 4, 8, 16, …
      Polanya adalah ______.

    5. 1, 3, 5, 7, 9, …
      Bilangan selanjutnya adalah ______.



  • 📌REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN

    Materi Ajar, Rabu, 29 Oktober 2025

    Selasa, 28 Oktober 2025

     Hari, tanggal    : Rabu,  29 Oktober 2025

    Kelas                    : 2.A
    Guru                     : Rizki Ariyanti, S.pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
    Mapel                   : PAK & P.Pancasila


     
    Hallo, good morning ananda sholih sholihah 2.A . How's your feel today? semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam belajar yaa Aamiin. Okay, Sebelum kita mulai pembelajaran hari ini, marilah kita membaca do'a, melaksanakan sholat dhuha dan murojaah terlebih dahulu yaa sholeh sholehah ^^

    Pada pertemuan sebelumnya kita telah  mengenal apa itu sikap sederhana serta mengenal para tokoh perumus Pancasila. Nah pada hari ini kita akan mempelajari bersama apa itu sikap mandiri dan apa saja contoh perilaku sikap mandiri. Selain itu kita juga akan mengenal berbagai macam aturan yang di lingkungan keluarga khususnya aturan-aturan yang ada di rumah kita. Oke mari mulai, simaklah materi dengan baik yaa,  semangat anak-anak sholeh dan sholehah ^^

    📌 Metode dan Media ajar

    •        Metode/ Model pembelajaran: Discovery Learning
    •        Media ajar: Gambar/Kartu Aturan di rumah, Video Pembelajaran, Poster Aturan               Keluarga, LKPD

        📌 Capaian Pembelajaran (CP):

    1. Murid dapat menunjukkan pemahaman terhadap berbagai nilai antikorupsi, seperti sikap jujur, tanggung jawab, mandiri, dan peduli dalam lingkungan keluarga. 

    2. Murid mengenal aturan di lingkungan keluarga; menceritakan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga; dan menunjukkan perilaku mematuhi aturan di Lingkungan keluarga.

        📌 Tujuan Pembelajaran (TP):

    1. Mengenali berbagai nilai antikorupsi, seperti sikap jujur, tanggung jawab, mandiri, dan peduli dalam lingkungan keluarga. 
    2. Mengenal aturan di  lingkungan keluarga

    📌 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):

    1. Murid dapat mengenali berbagai nilai antikorupsi sikap disiplin di lingkungan rumah dan sekolah
    2. Murid didik dapat menceritakan contoh aturan di  lingkungan keluarga / rumah


    📌 Materi PAK
    SIKAP DISIPLIN




    🧠 Materi Pokok: Sikap Disiplin

    1. Pengertian Disiplin

    Disiplin adalah kebiasaan menaati aturan dan waktu dengan penuh tanggung jawab.
    Seseorang yang disiplin akan melakukan sesuatu dengan teratur, tepat waktu, dan sungguh-sungguh tanpa harus disuruh.

    🗣️ Contoh sederhana:

    ·       Datang ke sekolah sebelum bel masuk.

    ·       Mengumpulkan tugas sesuai waktu yang ditentukan.

    ·       Menepati janji kepada teman atau orang tua.

    Jadi “Disiplin artinya melakukan hal yang benar tepat waktu.”

     

    2. Macam-Macam Disiplin

    Jenis Disiplin

    Contoh di Sekolah

    Contoh di Rumah

    Disiplin Waktu

    Datang sebelum bel masuk

    Bangun pagi sesuai jadwal

    Disiplin Aturan

    Tidak berlari di koridor, berpakaian rapi

    Mematuhi aturan orang tua

    Disiplin Tugas

    Menyelesaikan pekerjaan rumah (PR)

    Membantu merapikan tempat tidur

    Disiplin Diri

    Tidak mencontek, fokus saat belajar

    Tidak bermain saat waktu belajar

     

    3. Mengapa Kita Harus Disiplin?

    Disiplin membantu kita menjadi anak yang bertanggung jawab, dipercaya, dan sukses.
    Dengan disiplin, kita bisa:
    ✅ Mengatur waktu dengan baik.
    ✅ Mencapai cita-cita.
    ✅ Membuat orang tua dan guru bangga.
    ✅ Belajar hidup tertib dan teratur.

    4. Dampak Positif dari Sikap Disiplin

    ·       Hidup menjadi lebih teratur dan tenang.

    ·       Lebih mudah mencapai tujuan.

    ·       Mendapat kepercayaan dari guru dan orang tua.

    ·       Meningkatkan semangat belajar.

    5. Kesimpulan Materi

    ·       Disiplin berarti taat pada aturan dan waktu.

    ·       Disiplin harus diterapkan di rumah, sekolah, dan di mana pun berada.

    ·       Dengan disiplin, hidup menjadi lebih baik, tertib, dan menyenangkan.



    📌Materi Pendidikan Pancasila


  • Aturan di Lingkungan Keluarga (Rumah)

  • “Mengapa keluarga perlu aturan?”, “Apa yang terjadi kalau aturan dilanggar?”



  • 2. 1. Apa itu aturan?

    ·         Aturan adalah kesepakatan yang dibuat dan harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga.

    ·         Aturan membantu kehidupan menjadi tertib, aman, dan rukun.


    2. Mengapa aturan keluarga penting?

    ·         Menjaga ketertiban di rumah.

    ·         Membiasakan tanggung jawab dan disiplin.

    ·         Membuat hubungan antaranggota keluarga menjadi rukun dan harmonis.

    ·         Membantu anak belajar sopan santun dan menghargai orang lain.


    3. Contoh aturan di lingkungan keluarga

     Bangun pagi tepat waktu.
     Merapikan tempat tidur setelah bangun.
     Membantu orang tua sesuai kemampuan.
     Membuang sampah di tempatnya.
     Belajar dengan rajin.
     Berbicara sopan kepada orang tua dan saudara.
     Makan bersama dengan tertib.


    4. Akibat jika melanggar aturan keluarga

     Orang tua kecewa atau marah.
     Rumah menjadi berantakan.
     Hubungan keluarga tidak rukun.
     Anak bisa terbiasa dengan kebiasaan buruk (malas, tidak disiplin).

     


  • LKPD




    📌REFLEKSI / KESIMPULAN PEMBELAJARAN