IDENTITAS
Nama Guru: Rizki Ariyanti, S.Pd. dan Diah Ayu Eka Rusmita, S.Pd.
MataPembelajaran: Pendidikan Pancasila
Hari/Tanggal: Senin, 28 September 2026
Fase/Kelas: A/II.C
Materi: Menganalisis Permasalahan Sederhana di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila
Pertemuan ke: 4
Ø Capaian Pembelajaran:
Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.
Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid dapat mengidentifikasi dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.
- Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
- Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
- Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.
Ø Alur Tujuan Pembelajaran
- Mengidentifikasi permasalahan sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga.
- Menghubungkan permasalahan keluarga dengan nilai-nilai Pancasila.
- Menentukan sila Pancasila yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
- Menjelaskan sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
- Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.
📌 MATERI: Menganalisis Permasalahan Sederhana di Lingkungan Keluarga Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila
Ø Model/Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, pengamatan, diskusi, demonstrasi, praktik, penugasan, dan refleksi.
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, kartu/gambar sila Pancasila, video pembelajaran.
Ø Apersepsi
ssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar.
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan belajar kita hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲✨
Anak-anak, coba ingat kegiatan yang kalian lakukan bersama keluarga di rumah. Pernahkah kalian membantu Ayah dan Bunda, berdoa bersama, berbagi dengan saudara, atau bekerja sama membersihkan rumah?
Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Hari ini kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga. Kita akan belajar mengenali perilaku yang sesuai dengan Pancasila dan menghubungkannya dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari di rumah.
Setelah belajar, ananda akan melakukan satu kegiatan sederhana untuk mempraktikkan nilai Pancasila bersama keluarga. 🌷
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga
Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan, tetapi juga diterapkan ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, terkadang terdapat masalah sederhana, seperti berebut mainan, tidak mau membantu orang tua, bertengkar dengan saudara, atau tidak mau mendengarkan pendapat anggota keluarga.
Ketika menghadapi masalah, kita perlu menyelesaikannya dengan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
⭐ 1. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-1
Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh masalah:
- Adik mengganggu kakak yang sedang salat.
- Ada anggota keluarga yang tidak mau berdoa sebelum makan.
Sikap yang tepat:
- Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
- Mengingatkan dengan cara yang baik.
- Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.
⛓️ 2. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-2
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh masalah:
- Kakak mengejek adiknya.
- Adik berbicara kasar kepada Bunda.
- Saudara tidak mau membantu ketika anggota keluarga membutuhkan bantuan.
Sikap yang tepat:
- Berbicara dengan sopan.
- Tidak mengejek atau menyakiti saudara.
- Menyayangi dan membantu anggota keluarga.
🌳 3. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-3
Persatuan Indonesia
Contoh masalah:
- Kakak dan adik bertengkar ketika bermain.
- Anggota keluarga tidak mau bekerja sama membersihkan rumah.
Sikap yang tepat:
- Hidup rukun dan saling menyayangi.
- Mau bekerja sama.
- Menyelesaikan masalah tanpa bertengkar.
🐂 4. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-4
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh masalah:
- Kakak dan adik berbeda pendapat saat memilih acara televisi.
- Anggota keluarga ingin menentukan kegiatan yang berbeda.
Sikap yang tepat:
- Mendengarkan pendapat orang lain.
- Berdiskusi atau bermusyawarah.
- Tidak memaksakan kehendak.
- Menerima keputusan bersama.
🌾 5. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-5
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh masalah:
- Kakak dan adik berebut makanan.
- Tugas membersihkan rumah hanya diberikan kepada satu orang.
- Saudara tidak mau berbagi.
Sikap yang tepat:
- Mau berbagi.
- Membagi tugas dengan adil.
- Tidak berebut.
- Menghargai hak anggota keluarga.
Ø Contoh Analisis Masalah
Masalah:
Dina dan adiknya berebut mainan. Mereka saling menarik mainan dan mulai bertengkar.
Pertanyaan:
- Apa masalah yang terjadi?
- Apakah sikap mereka sudah baik?
- Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
- Apa yang sebaiknya mereka lakukan?
Penyelesaian:
Dina dan adiknya sebaiknya tidak bertengkar dan mau bergantian menggunakan mainan. Mereka dapat menyelesaikan masalah dengan rukun dan adil.
Ø Soal Asesmen / Post Test
Pilihlah jawaban yang tepat!
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!
- Adik sedang berdoa sebelum makan, tetapi kakaknya mengajaknya bermain.
Apa yang sebaiknya dilakukan kakak? - Rani melihat Bunda sedang membawa banyak barang.
Apa yang sebaiknya Rani lakukan? Mengapa? - Kakak dan adik bertengkar karena ingin bermain dengan mainan yang sama.
Bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut? - Ayah mengajak semua anggota keluarga berdiskusi untuk menentukan kegiatan pada hari Minggu.
Apa yang sebaiknya kamu lakukan saat anggota keluarga menyampaikan pendapat? - Kakak mendapatkan dua potong kue, sedangkan adik tidak mendapat kue.
Apa yang sebaiknya dilakukan kakak agar sesuai dengan nilai Pancasila? - Dito tidak mau membantu membersihkan rumah karena ingin bermain.
Menurutmu, apakah sikap Dito sudah tepat? Jelaskan alasanmu! - Sinta dan kakaknya memiliki pendapat yang berbeda saat memilih acara televisi.
Bagaimana sebaiknya mereka menyelesaikan perbedaan pendapat tersebut? - Ketika Bunda sedang berbicara, Andi terus memotong pembicaraan.
Apa yang seharusnya dilakukan Andi? - Kakak mengejek adiknya karena adiknya belum bisa membaca dengan lancar.
Apakah sikap kakak sesuai dengan nilai Pancasila? Jelaskan dan tuliskan sikap yang seharusnya dilakukan! - Di rumah, semua anggota keluarga mendapat tugas membersihkan rumah. Namun, adik tidak mau mengerjakan tugasnya sehingga pekerjaan menjadi lebih berat bagi anggota keluarga lainnya.
Menurutmu, bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?
Ø Kunci Jawaban/uraian:
- Kakak sebaiknya tidak mengajak adik bermain ketika sedang berdoa. Kakak harus menghormati adik yang sedang berdoa. (Sila ke-1)
- Rani sebaiknya membantu Bunda membawa barang yang mampu dibawanya karena membantu anggota keluarga merupakan sikap peduli dan saling menyayangi. (Sila ke-2)
- Kakak dan adik sebaiknya tidak bertengkar. Mereka dapat bergantian menggunakan mainan atau bermusyawarah untuk menentukan siapa yang bermain terlebih dahulu. (Sila ke-3 dan ke-4)
- Kita sebaiknya mendengarkan pendapat anggota keluarga dengan baik, tidak memotong pembicaraan, dan menghargai pendapat orang lain. (Sila ke-4)
- Kakak sebaiknya berbagi kue dengan adik agar setiap anggota keluarga mendapatkan bagian dengan adil. (Sila ke-5)
- Tidak tepat. Dito sebaiknya membantu membersihkan rumah terlebih dahulu sesuai tugasnya, kemudian bermain setelah tugas selesai. Sikap tersebut menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap keluarga.
- Sinta dan kakaknya sebaiknya berdiskusi, saling mendengarkan pendapat, dan memilih acara yang disepakati bersama tanpa memaksakan kehendak. (Sila ke-4)
- Andi seharusnya mendengarkan Bunda sampai selesai dan tidak memotong pembicaraan. Sikap tersebut menunjukkan sopan santun dan menghargai orang lain. (Sila ke-2)
- Tidak sesuai. Kakak seharusnya tidak mengejek adiknya, tetapi membantu dan menyemangati adiknya agar mau belajar. (Sila ke-2)
- Adik sebaiknya melaksanakan tugasnya sesuai kemampuan. Anggota keluarga dapat saling mengingatkan dan bekerja sama agar pekerjaan rumah selesai dengan adil. (Sila ke-3 dan ke-5)
Ø Kesimpulan dan refleksi:
Kesimpulan Materi
Hari ini peserta didik belajar tentang kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Peserta didik memahami bahwa kata kerja digunakan untuk menunjukkan kegiatan atau tindakan yang dilakukan atau dikenai oleh seseorang atau sesuatu.
Peserta didik memahami bahwa:
- 🟢 Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan, seperti membaca, menulis, memasak, dan mencuci.
- ✋ Kata kerja aktif menunjukkan bahwa seseorang melakukan suatu kegiatan, seperti Ibu memasak nasi.
- 🔵 Kata kerja pasif menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu dikenai suatu kegiatan, seperti Nasi dimasak oleh Ibu.
- 🔄 Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif dengan memperhatikan pelaku dan benda yang dikenai kegiatan.
- 🔁 Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif dengan menentukan pelaku kegiatan.
- 📖 Kata kerja aktif sering menggunakan awalan me-, sedangkan kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.
- 🌷 Kata kerja aktif dan pasif dapat ditemukan dalam kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menulis, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
Melalui kegiatan mengamati gambar, membaca kalimat, tanya jawab, diskusi, permainan mencari kata, dan latihan mengubah kalimat, peserta didik belajar mengenali, membedakan, serta menggunakan kata kerja aktif dan pasif dalam kalimat sederhana.
Refleksi Pembelajaran
Kehadiran Peserta Didik: Jumlah peserta didik 17 orang. Sebanyak 5 peserta didik hadir dengan keetrangan 4 sakit dan 1 izin.
Kendala: Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam membedakan kata kerja aktif dan kata kerja pasif, terutama dalam menentukan siapa yang melakukan kegiatan dan siapa atau apa yang dikenai kegiatan.
Tindak Lanjut: Guru memberikan pendampingan melalui gambar kegiatan sehari-hari, kartu kata, contoh kalimat aktif dan pasif, serta kegiatan mencocokkan pelaku dengan kegiatan. Peserta didik juga diberikan latihan mengidentifikasi kata kerja dan mengubah kalimat aktif menjadi pasif serta kalimat pasif menjadi aktif secara bertahap.
Capaian Tujuan Pembelajaran: Sebanyak 14 peserta didik telah memahami dan mampu mengidentifikasi serta membedakan kata kerja aktif dan pasif dalam kalimat sederhana. Sebanyak 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam menentukan bentuk kata kerja aktif dan pasif serta mengubah kalimat aktif dan pasif dengan tepat.


